Alya, wanita cantik yang sudah lelah dengan kisah kehidupannya, mencoba untuk membuka hatinya kembali untuk seorang pria yang dijodohkan oleh bos di kantornya. Ia berharap itu yang menjadi cinta terakhirnya. Namun, siapa sangka ternyata pria itu menyimpan sebuah masa lalu yang membuat Alya, kembali berpikir apakah ia harus hidup tanpa cinta untuk selamanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon empat semanggi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mulai Berbohong
Alya mondar-mandir didepan pintu. sudah pukul Sepuluh lewat, namun Raka belum juga tiba dirumah. Wanita cantik itu sudah berusaha untuk menghubungi suaminya, namun ponsel Raka diluar jangkauan.
Rasa khawatir menyelimuti hati Alya, ia hanya berharap Raka baik-baik saja.
Ini pertama kalinya, Raka terlambat pulang dan tanpa kabar sama sekali, entah dimana pria itu berada sekarang. Biasanya Raka akan menghubungi Alya jika masih sibuk, atau akan pulang terlambat namun kali ini tidak.
Karena matanya sudah sangat berat, akhirnya Alya tertidur di sofa ruang tamu. Entah pukul berapa Raka pulang Alya tak menyadari hal itu. wanita cantik itu hanya merasakan Raka menciumnya dan menggendongnya ke kamar.
Alya tersadar dari tidurnya, saat cahaya hangat matahari mengenai matanya.
"selamat pagi sayangku,," ucap Raka dan mencium kening Alya.
"selamat pagi" balas Alya. wanita cantik itu mengerutkan keningnya saat melihat suaminya yang sudah tampak rapi itu.
"kau akan ke perusahaan sepagi ini?" tanya Alya.
"iya sayang, ada proyek baru yang akan kami kerjakan. Hari ini ada pertemuan dengan beberapa investor" jelas Raka.
seketika Alya terbangun dari tidurnya membuat Raka terkejut.
"heii,,ada apa?"
"aku belum menyiapkan sarapan Ka,,kau akan terlambat nanti" ucap Alya dan buru-buru turun dari ranjang.
"nggak usah sayang,,aku akan makan di perushaan aja" cegah Raka dan memeluk tubuh isterinya dari belakang.
"maafkan aku,," gumam Raka.
"maaf untuk apa?" tanya Alya bingung.
"maaf karena sudah membuat mu menunggu semalam, dan nggak sempat ngabarin kamu" ucap Raka, yang masih memeluk Alya dari belakang.
Alya terdiam dan mengusap punggung tangan Raka yang berada di pinggangnya.
"nggak masalah, aku hanya khawatir kau kenapa-napa." jawab Alya.
"lain kali, tolong beritahu aku agar aku nggak mikirin yang aneh-aneh" jujur Alya. Raka menganggukan kepalanya mendengar ucapan Alya.
"hmm,,maafkan aku. Arus ponsel ku habis saat selesai meting terakhir, dan aku juga nggak bisa nolak saat diajak makan malam bersama" jelas Raka. Pria itu menghembuskan nafas berat.
Dadanya terasa sesak saat mengatakan hal itu pada Alya. Kali ini, dan hari ini ia sudah mulai berani berbohong pada isterinya. Ia hanya berharap ini merupakan kebohongan pertama dan terkahir yang ia lakukan pada Alya.
"yaa nggak papa, asalkan kamu baik-baik aja" ucap Alya.
Raka memutar tubuh Alya dan mengecup kening wanita itu lama. Alya sedikit heran dengan kelakuan suaminya itu, namun ia suka sikap Raka yang seperti ini.
"kalau gitu aku pergi ya,,,sayang. Metingnya akan dimulai tepat pukul tujuh" ucap Raka. Setelah berpamitan pada Alya, Raka lalu meninggalkan Alya.
Pria itu melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
"haiii,,"
Alya yang akan segera masuk kedalam rumahnya menghentikan langkahnya.
"ohh,,haiii Darren,," sapa Alya saat melihat seorang pria berkacamata melambaikan tangan ke arahnya.
"suamimu berangkat lebih awal dari biasanya," ucap Darren, membuat Alya tersenyum. Alya tak menyangka pria itu ternyata diam-diam memperhatikan rutinitas suaminya.
"yapss,,sepertinya kau adalah penggemar suamiku" canda Alya, sambil tersenyum.
Darren terkekeh mendengar ucapan Alya. "hmm,,biasanya aku lebih dulu ke rumah sakit, namun kali ini suamimu yang lebih dulu ke perushaan" ucap Darren menjelaskan.
"kau bekerja dirumah sakit, Darren?" tanya Alya. Karena selama ini ia tak tahu pekerjaan tetangganya itu.
"yaa,,aku adalah seorang dokter" jawab Darren. Pria itu kembali mengangkat sudut bibirmu. "apa ada kerabatmu yang sedang sakit?"
"enggak,," ucap Alya setelah tampak berpikir.
Darren menganggukan kepalanya mengerti.
"hmm, baiklah. aku harus kembali, sudah waktunya aku harus ke rumah sakit" ucap pria itu saat melihat jam kecil ditangannya.
setelah berpamitan, Alya akhirnya masuk kedalam. sepertinya ucapan Darren tentang kerabat yang sakit membuat ia sedikit kepikiran.
"apa mungkin nenek yang sakit atau kakek?" tanya Alya pada diri sendiri. Tapi ia bingung, jika kedua orang tua itu masuk rumah sakit, mengapa Raka tak memberitahukan padanya.
Alya tampak termenung beberapa saat, tak lama kemudian seutas senyum terbit pada sudut bibirnya.
^^^^
Alya menatap gedung tinggi dengan jumlah dua puluh lantai didepannya. Sudah dua tahun lebih berada di kota Seba, namun baru kali ini Alya datang di perusahaan sang suami.
Alya seringkali lewat bersama Raka, namun untuk mampir Alya belum pernah. Dan ini merupakan kali pertama Alya datang ke perushaan itu.
Setelah mengatakan pada resepsionis Alya kemudian naik ke ruang suaminya, yang terletak di paling atas gedung ini. Tak banyak karyawan yang tahu siapa Alya, karena memang ia tak pernah datang ke perushaan.
tok,,tok,,,tok,,,
Alya mengetuk pintu ruang kerja Raka, namun tak ada sahutan. Alya mencoba membuka pintu itu.
ceklek,,,
"Rakaa,,," panggil Alya, namun tak ada sahutan. Ruang Raka tampak rapi.
"apa ia masih ada rapat?" gumam Alya, dan duduk disalah satu sofa ruang itu.
Alya juga meletakan sebuah paper bag yang berisi bekal makan siang untuk Raka.
Alya mengirim beberapa pesan pada Raka, namun tak ada respon dari pria itu.
Akhirnya Alya memilih untuk menunggu Raka diruang kerja pria itu.
Sambil menunggu, Alya melihat-lihat isi ruangan kerja suaminya.
"wahh,,pemandangannya sangat indah jika dilihat dari sini" gumam Alya, saat melihat keluar dari kaca jendela Raka yang sangat besar.
"sangat-sangat nyaman disini" ucap Alya lagi.
Seketika ada rasa rindu dalam hatinya, untuk kembali bekerja. Namun, keinginan itu seketika dihempas oleh Alya, saat memikirkan seorang bayi. ya untuk saat ini, fokus Alya adalah memiliki bayi.
sudah tiga puluh menit Alya berada diruang Raka, namun tak ada tanda-tanda kedatangan pria itu.
Alya yang masih bersabar menunggu, terkejut saat pintu ruang kerja Raka dibuka. Wanita cantik itu berpikir suaminya, namun ternyata ia salah.
seorang pria jakun yang juga terkejut saat melihat Alya didalam ruang kerja Raka.
"kau pasti Christian,," ucap Alya dan langsung diangguki oleh pria itu.
"saya Alya, isteri Raka." ucap Alya memperkenalkan diri.
"yaa saya tahu, bu" ucap Chris sopan, membuat Alya mengangkat sebelah alisnya.
"di meja pak Raka ada foto pernikahan kalian" tambah Christian membuat Alya membuka mulutnya membentuk huruf O.
"dimana Raka, apa ia masih ada meting" tanya Alya.
"Meting?" gumam Christian. pria itu kembali mengangkat sudut bibirnya.
"semua meting telah diselesaikan sejak kemarin. Pak Raka juga belum ke perusahaan pagi ini"
Degh,,,
jantung Alya berdetak kencang saat mendengar penjelasan Christian, sekertaris suaminya itu.
"apa kau yakin Chris? Raka bilang ia ada meting pagi ini" ucap Alya. Ia berharap Christian yang salah melihat jadwal Raka, bukan karena suaminya itu sedang berbohong padanya.
"benar bu, jadwal pak Raka hari ini, ia hanya menandatangani beberapa dokumen, namun setelah jam makan siang" jelas Christian.
"Ohh,,,baiklah Chris, terima kasih atas infonya. Tolong jangan beritahu Raka jika aku kemari hari ini" ucap Alya.
"dan ini untuk mu," ucap Alya lagi sambil menyodorkan sebuah paper bag, yang berisi kotak bekal makan siang untuk Raka.
"taa,,tapi bu,," ucap Christian kikuk.
"nggak papa, ku harap kau bisa menjaga rahasia ini" ucap Alya lalu pergi dari sana.
Alya menarik nafas dalam dan menghembuskannya secara perlahan, ia seperti membutuhkan banyak oksigen. Jantung Alya berdetak kencang, entah ia harus melakukan apa agar tak ada pikiran buruk tentang suaminya.
Ia hanya berharap, ada sedikit kesalah-pahaman antara Raka dan Christian, bukan karena Raka berniat berbohong padanya.
apakah si Raka bisa tegas bersikap 👍👍🤨
Good Job Alya 👍👍👍😂😂😂
terus penasaran bagaimana kelanjutan hubungan yg berawal dr kebodohan si laki atas nama masa lalu nya .. dan sejauh mana batas kesabaran seorang istri terhadap kondisi rumah tangga yg demikian 👍😏😏
apakah Raka akan mengecewakan Alya.. or.. Alya yg akan selalu jadi pilihan terakhir Raka....?!?