NovelToon NovelToon
Melodi Cinta Untuk Davin

Melodi Cinta Untuk Davin

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:29.9k
Nilai: 5
Nama Author: Moms TZ

Hati Davin hancur ketika mengetahui cintanya pada Renata juniornya, bertepuk sebelah tangan dan ternyata hanya dimanfaatkan untuk kepentingan karir.

Dia lalu memilih pergi menjadi relawan medis di daerah bencana, dan bertemu Melodi, gadis yatim piatu nan tangguh merawat adiknya yang lumpuh

Ketulusan dan ketegaran Melodi mampu membuat Davin terpikat. Namun, perbedaan status di antara mereka terlalu besar membuat Melodi ragu.

Mampukah Davin meyakinkan Melodi bahwa cinta sejati tak mengenal batas? Atau justru perbedaan akan memisahkan mereka selamanya?

Yuk, ikuti kisahnya hanya di sini;
"Melodi Cinta Untuk Davin" karya Moms TZ, bukan yang lain

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moms TZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

31. Antara bahagia dan sedih

"Benarkah?" tanya Davin percaya. "Coba Mbak Mel ulangi lagi, saya kurang jelas mendengarnya," imbuhnya seraya mengerlingkan matanya, menggoda.

"Saya Melodi Putria, bersedia menjadi kekasih Pak Dokter, bahkan jika harus menikah sekarangpun saya siap," ulang Melodi.

"Yess..." Davin mengepalkan tangannya sembari mengayun-ayunkannya layaknya berselebrasi.

"Mami...Mami dengar sendiri kan, Mbak Mel sudah nerima cinta adik. Hari ini juga adik balik ke Jakarta, Mi. Bawa calon menantu, Mami," ucapnya dengan kebahagiaan yang membuncah.

"Oke, mami tunggu," jawab Mami Mia dari seberang sana.

Rupanya diam-diam Davin menghubungi Mami Mia, agar maminya itu mendengar jawaban Melodi. Biar dia tidak usah mengulanginya lagi. Emang benar-benar ini si Davin.

Tak ada hal yang lebih membahagiakan bagi Davin pagi itu. Wajahnya begitu sumringah, senyumnya merekah laksana bunga mawar yang sedang mekar. Dia menatap Melodi penuh cinta. Lalu meraih tangan gadis itu mengajaknya pergi dari sana. Tanpa peduli pada pasang mata yang menatap mereka dengan ekspresi berbeda.

Namun, apa Davin peduli? Tentu saja tidak! Dia hanya menganggap mereka makhluk astral yang tak tampak olehnya. Karena mata dan hati Davin telah diselimuti oleh kabut cinta yang menyamarkan pandangannya kecuali satu orang yaitu Melodi cintanya.

Davin menaiki sepeda Melodi. "Ayo," ucapnya lembut sambil mengkode lewat gerakan kepalanya menyuruh pujaan hatinya naik ke boncengan.

Tanpa ragu Davin melingkarkan tangan Melodi di pinggangnya sesaat setelah duduk di boncengan. Kemudian pergi dengan perasaan dipenuhi kebahagiaan.

Lantas bagaimana dengan Bu Risma dan Dahlia serta para ibu-ibu yang menyaksikan adegan live pernyataan Melodi? Yang pastinya ibu dan anak itu sangat tidak terima. Dadanya seolah ingin meledak oleh rasa amarah, cemburu, dan iri hati yang menggerogoti jiwanya.

"Aaah...kurang ajar! Si*lan, dasar cewek murahan!" umpat kasar Dahlia sambil menghentakkan kakinya hendak meninggalkan tempat itu.

Bu Ambar yang kebetulan sempat menyaksikan drama itu pun langsung menyuarakan pendapatnya. "Apa tahu, Dahlia, kenapa Dokter Davin menyukai Melodi? Bahkan jatuh cinta dengan gadis itu pada pandangan pertama saat mereka tak sengaja bertemu?"

"Mana saya tahu?" ujar Dahlia ketus.

Bu Ambar tersenyum, entah apa arti senyumannya. "Melodi gadis yang baik serta tulus, yang hanya sibuk bekerja dan mengurus adiknya. Sungguh, Tuhan Maha Baik mempertemukan Melodi dengan Dokter Davin yang in syaa Allah cintanya juga tulus pada Melodi."

"Aah... Bullshit!" Dahlia menggeram kesal.

"Jodoh itu cerminan diri. Dan pria yang baik tentu untuk wanita yang baik." Bu Ambar menambahkan.

"Jadi, secara tak langsung kamu menuduh kalau anakku bukan wanita baik-baik, begitu!" tukas Bu Risma tak terima.

"Apa aku bilang Dahlia bukan gadis ba....?" Ucapan Bu Ambar terpotong.

"Halaaah...jangan sok tahu deh, kamu!" sambar Bu Risma, sewot.

"Nggak usah mengomentari anakku segala. Kayak anakmu sudah macam betul aja, huhhh!" Selesai berkata Bu Risma langsung bergegas pergi.

Bu Ambar tersenyum samar, sembari menggeleng pelan. Bu Nani yang sudah hapal dengan karakter Bu Risma, menepuk bahu Bu Ambar.

"Sabar, Bu Ambar. Memang sesekali harus ada yang berani nampol itu mulut Bu Risma yang tak bisa dikondisikan," ucapnya, lalu menghela napas kasar.

Sementara ibu-ibu yang tadi berpihak pada Bu Risma hanya bisa menggumam di dalam hati tak berani unjuk gigi.

"Padahal saya sebagai tetangganya, hanya ingin meluruskan bahwa Melodi itu nggak seperti yang orang-orang pikirkan," kata Bu Ambar.

"Saya paham kok, Bu. Sudahlah nggak usah diambil hati. Nanti juga reda dengan sendirinya," hibur seorang ibu yang lain.

.

Di tempat lain.

Begitu sampai di rumah Melodi, Davin segera turun dan menstandarkan sepeda Melodi. Dengan tergesa-gesa dia berlari masuk ke dalam rumah lalu menghampiri kamar Alvian. Tampak bocah lelaki itu masih tergolek di tempat tidur. Dia terkejut melihat kedatangan Davin.

"Vian... pagi ini kakak bahagia sekali," ucapnya dengan mata berbinar.

Alvian mengerjapkan matanya, bocah itu menatap Davin dengan bingung sekaligus heran, pasalnya pagi-pagi sekali calon kakak iparnya sudah datang.

"Kamu tahu, kenapa?" Davin mengguncang kecil bahu Alvian yang menggeleng ragu-ragu.

"Itu karena, Kak Mel bersedia menjadi kekasih, kakak. Bahkan mau menikah dengan kakak," Davin berkata dengan heboh.

"Benarkah...?" tanya Alvian antusias. Davin mengangguk.

"Yeah..." respon Alvian tak kalah heboh. Serta-merta Davin mengangkat tubuh kurus Alvian lalu membawanya berputar-putar sambil tertawa gembira bersama. "Ha-ha-ha-ha..."

Melodi hanya menyaksikan dari balik pintu adegan tersebut sambil tersenyum dan menggelengkan kepala atas kekonyolan keduanya.

Beberapa saat setelah puas berputar-putar, Davin menghentikan gerakannya. Dengan hati-hati mendudukkan Alvian di atas kursi roda dan membawanya keluar dari kamar.

Davin menghampiri Melodi, menatap gadis itu dengan serius.

"Berhubung sekarang kita sudah menjadi pasangan kekasih, jadi ngomongnya aku-kamu saja, ya? Kamu mau dipanggil apa? Sayang, Honey, Bebeb atau...

"Panggil nama saja," sahut Melodi sambil tertunduk malu.

"Dan kamu bisa panggil aku -- Kak atau Mas, senyaman kamu saja," kata Davin, senyum tak lepas dari bibirnya.

Melodi mengangguk masih dengan kepala tertunduk. Davin menyentuh dagu gadisnya dan menatapnya penuh keyakinan. "Kamu sudah menjadi kekasihku, jangan pernah tundukkan wajahmu lagi. Berjalanlah dengan kepala tegak dan percaya diri."

"Sekarang, berkemaslah. Hari ini juga kita akan ke Jakarta. Keluargaku sudah menunggu kedatangan kita," lanjutnya menambahkan.

Ekspresi wajah Melodi langsung berubah. Ia tampak terkejut sekaligus bingung, ada sedikit perasaan ragu. "Tapi, kenapa begitu cepat? A-apa tidak bisa besok-besok? A-aku..."

Ucapan Melodi langsung dipotong oleh Davin. "Lebih cepat kita meninggalkan desa ini, akan lebih baik!" ucapnya menegaskan.

"Karena aku sudah mendaftarkan Alvian untuk pengobatannya," imbuhnya meyakinkan Melodi.

"Ya sudah, aku pulang dulu, ya," pamitnya kemudian dengan hati yang lega.

Melodi tak tahu lagi harus berkata apa. Ini sudah keputusannya bersedia menjadi kekasih Davin. Ia menatap kepergian pemuda itu dengan perasaan campur aduk.

"Kak Mel, itu artinya kita nggak akan lagi tinggal di sini?" tanya Alvian yang tadi diam mengamati.

Melodi menyunggingkan senyum tipis sambil mengangguk. "Ayo, sekarang Vian mandi, ya," ajaknya seraya mendorong kursi roda adiknya menuju kamar mandi.

.

Di rumah Pak Lurah Aris.

Dahlia mengamuk laksana banteng ketaton. Ia membanting, melempar, apapun yang ada di dekatnya. Bahkan isi lemarinya berhamburan keluar semua. Keadaan kamarnya kini hampir mirip dengan TPA Bantar Gebang versi mini. Semua berantakan tak karuan. Kasur busa pun tak luput dari aksi brutalnya dan berakhir mengenaskan. Sementara mulutnya terus melontarkan umpatan serta sumpah serapah yang dialamatkan kepada Melodi, gadis yang sangat dibencinya.

"Aahhh...aku nggak terima! Kenapa Melodi si*lan itu nasibnya lebih beruntung dari aku!"

Pyarrrr

Ia membanting botol parfum mahal yang dibelinya mengunakan seluruh gajinya satu bulan.

"Seharusnya aku, dia seharusnya menjadi milikku... Aaahh!!!"

Dahlia merancu seperti orang kesurupan sambil mengacak-acak rambutnya, hingga kusut masai, macam tak sisiran seminggu. Belum cukup sampai di situ, skincare yang tak salah apa-apa pun, tak luput dari amukannya. Malang betul nasib semua barang-barang ini. Tak salah apa-apa, tiba-tiba jadi pelampiasan kemarahannya. Benar-benar tidak elit itu perilaku Dahlia. Buang-buang energi saja. Untung Davin tak memilihnya ya, pemirsa? Bisa-bisa rugi dia punya kekasih boros.

Bu Risma dan Pak Lurah Aris tak bisa berbuat apa-apa. Mereka berusaha menghentikannya, tetapi Dahlia sudah tidak terkendali. Akhirnya yang bisa mereka lakukan hanya lah pasrah, meskipun sebenarnya tak rela melihat semua benda-benda itu bernasib menyedihkan.

"Aku harus melakukan sesuatu," batin Pak Lurah Aris.

Entah apa yang akan dilakukannya.

1
ora
Dih. Masih arogan. Penjara seumur hidup/Determined//Facepalm/
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy/
total 1 replies
ora
Salahmu. Mending sejak awal terima nasib, fokus karir dulu. Ehh, ini malah coba-coba😏😏😏
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: lha iyo
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
coba suruh dia minum atau makan yg sudh dicampur obat.. cwonya kasih acak aja selama jangan cogan/Silent//Silent//Silent/
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤧🤧🤧🤧🤧
total 1 replies
bibuk Hannan & Afnan
untyk=untuk typo mom
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: sudah direpisi sih, tp masih repiu
total 1 replies
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
si Renata sakit jiwa😬
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: entahlah
total 1 replies
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
makanya Renata terima nasib jangan jadi serakah😏😏
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huummm
total 1 replies
Aditya hp/ bunda Lia
Masukan rumah sakit jiwa ajah Bu pol si Renata emang udah gila ...
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 😂🤭😂🤭🤧
total 3 replies
Tiara Bella
aku suka nh adegan ini Renata ditangkep polisi tp....kynya dia pantesnya msk RS jiwa.....🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: ya udah, klo pada suka🤭
total 1 replies
vj'z tri
terpuji ya Bu /Slight//Slight//Slight/
bibuk Hannan & Afnan: kmrn aku mau ingetin kurang kata tp aplikasi ku lg error😁😁😁
total 2 replies
Dew666
💜💜
Nar Sih
seperti nya perlu dr spesialis jiwa nih renata ,biar bnr lgi jiwa nya yg eror
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤭😂🤭😂🤭😂🤭😂
total 1 replies
ora
Penjara langsung/Determined//Angry/
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: siap....
total 1 replies
ora
Masih kecil kamu Alvian🤭🤣🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: lha iyo
total 1 replies
ora
Euuh banget tidur sama kamu😤😤😁
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤧🤧🤧🤧🤧
total 1 replies
Patrick Khan
wahhh Renata mw di usirrr.. senang nyaaaa😂😂😂
Dew666
🍎🍎🍎
Nar Sih
pasti end nasip mu renata 🤣🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: mungkin🤭
total 1 replies
Esther
Suster Dewi garda terdepan bagi Davin di rumah sakit, dari gangguan Renata.

Menunggu kehancuran Renata
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: siap siap bimsalabim 😂🤭
total 1 replies
Tiara Bella
dipenjara dan nama baik jatoh sejatoh²nya ....tp Renata nya blm sadar itu
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: entahlah😂
total 1 replies
vj'z tri
sepuluh apa Bu /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ keterangan atuh bu
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: menit kali ya😂🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!