arabella beatrice
gadis lugu pendatang baru disebuah kota di sebuah high school alaska. mengalami kejadian mengerikan yang membuatnya kehilangan keluarga . bertemu dengan vampir berusia seratus tahun yang jatuh cinta pada kemurnian hati ara, akankah kisah mereka berakhir bahagia?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tari suhendri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Keputusan lily
"jadi apa yang akan kita lakukan dad?",tanyaku masih tegang, otakku rasanya mau pecah.
" jangan katakan apapun pada siapapun tentang pertemuan kita hari ini sayang, ayah akan menghubungimu lagi ketika rencana nya sudah benar-benar matang",
"bibi lily akan menikah dad, jika aku menghilang dia pasti mencariku", aku berbisik dengan suara serak, tenggorokanku tercekat memikirkan itu.
" Keadaan kita sedang genting nak, meski tanpa kehadiran kita, lily akan tetap menikah. kau nanti bisa membuat surat untuk memberikan alasan kepergianmu. Ayah tidak bisa melakukannya sendiri, entah bagaimana nasib sandra disana", ayah menunduk sedih, dia masih mencintai ibuku.
"baiklah dad, aku akan coba pikirkan semuanya. aku akan mencari informasi dan bersiap untuk ikut dengan daddy kemanapun", aku mengucapkan janji itu dengan segenap hatiku, air mataku terus saja mengalir.
Ayah memelukku erat dan lama, aku menikmati momen itu. Seharusnya pertemuan ini merupakan hal paling membahagiakan dalam hidupku. Sosok yang sangat aku rindukan, kini dia hadir mengisi kekosongan hatiku, tapi keadaan tak berpihak pada kami. Tapi jika bukan karna masalah yang aku hadapi mungkin aku tak bisa bertemu ayahku.
"pergilah sayang, ayah akan mengawasimu sambil menyusun rencana".
Aku mengangguk, mencium pipinya sekali dan keluar. Aku mencuci wajahku di wastafel, memastikan bahwa mataku tak lagi merah dan suaraku sudah normal. Dengan tarikan nafas panjang, aku keluar menemui teman-temanku. Mereka menggerutu karna aku terlalu lama dalam toilet.
"tiba-tiba saja perutku mulas", kilahku pada mereka.
Akhirnya kami memutuskan untuk mencari gaun pesta, isobel yang mentraktir sebagai upah karna sudah menemaninya. Megan dan olivia luar biasa senang mendapat gaun mahal gratis, sedangkan aku dan grace meminta isobel yang memilih karna kurangnya minat kami dalam hal fashion. Setelah mendapatkan semua yang kami butuhkan, isobel juga mentraktir kami makan, barulah kami pulang ketika melihat hari sudah sore.
***
Bibi lily berada dirumah saat aku pulang, isobel tidak mampir dan akan sibuk beberapa waktu kedepan. Bibi mengajakku makan malam bersamanya, kebetulan sekali aku sudah lapar lagi.
"Besok tolong temani bibi ke rumah john,oke?"
"Ada urusan apa?"
"Resign",
" Bibi yakin?" Dia mengangguk mantap. Aku menatapnya dengan serius.
"Aku hanya ingin berbakti pada suamiku kelak sweetheart, charlie mendukung apapun keputusanku".
" Baiklah jika itu murni keputusanmu, aku juga ikut senang bi. Besok kita akan kesana bersama". Aku memegang tangan bibi lily, dia tersenyum sambil memandang keluar jendela.
"Seandainya nenekmu masih hidup sayang, dia pasti bahagia",bibi menangis
" Grandma juga sudah bahagia di akhirat bi, doakan saja yang terbaik untuknya".
"Kau benar, seharusnya aku tidak menangis", dia mengusapi air mata dengan punggung tangannya.
" Tenang lah bi, menangis itu bagus. Emosi kita bisa terkontrol dengan itu. Jangan memendamnya sendiri".
"Maafkan aku yang membiarkanmu sendiri disaat masa sulit kita ini sayang",
" Tidak bi, aku mengerti. Aku punya isobel dan teman-temanku. Mereka membuatku bahagia"
Bibi tertawa sedikit, suaranya sumbang "bagaimana dengan christian?"
Aku sedih mendengar pertanyaannya itu, lalu kucoba tersenyum "dia baik, terlalu baik untukku"
"Jangan sia-siakan kalau begitu sayang"
"Tentu bi" Aku menjawabnya setengah hati. Pemikiran orang-orang yang aku sayangi dalam bahaya membuatku bertekad akan mengikuti rencana ayah.
Esok harinya, aku menemani bibi seperti janjiku kemarin. John sedih, tapi juga bahagia karna bibi akan menikah sebentar lagi. Aku tidak melihat isobel dimanapun. Tentu dia sedang sibuk sekarang. Hanya terlihat elliot dan ken yang sedang mengerling menggodaku di depan pintu.
Christian yang menyadari kakaknya sedang menggodaku, dengan geram menarik mereka masuk kedalam rumah. Aku sempat tertawa sedikit. Menyenangkan sekali melihat tingkah kekanak-kanakan mereka.
"Boleh aku pinjam putri bungsumu dad?" Tanya christian pada john yang sedang ngobrol dengan bibi. Dia tersenyum melihat putra bontotnya menggodaku
"Pastikan kau kembalikan sebelum aku memanggilmu" Ancamnya.
"Tidak masalah john, aku ada janji dengan charlie. Aku sengaja mengajak arabel kesini supaya dia tidak sendirian dirumah". Bibi menjelaskan.
" Terima kasih lily", kata christian manis, lalu dia menarik tanganku agar mengikutinya.
Christian membawaku kekamarnya. Dia juga menyiapkan cemilan untukku.
"Apa kau takut film horor?" Tanya christian sambil menyalakan tv layar lebarnya.
"Tidak juga," Jawabku santai
"Bagus" Christian menyeringai jahil.
Rupanya film vampir, aku tertawa geli. Benar-benar aneh. Yang membuatku paham akan senyum jahil christian adalah fakta bahwa film itu banyak adegan mesrah dan intimnya.
"Apa kau tertarik mencobanya?" Goda christian padaku. Aku menjitak kepalanya dengan remot tv, dan meninggalkannya keluar kamar. Sebenarnya aku ingin menangis melihat adegan romantis itu, aku akan sangat merindukan christian saat aku pergi nanti. Bagaimanapun caranya aku harus bisa menghabiskan waktu berkualitas bersamanya. Aku belum tau kapan ayah akan menjemputku.
"sayang, jangan tinggalkan aku pliss", christian memelukku dari belakang. dia lebay sekali,padahal aku hanya berlari ke dapur dan mencari makanan,ketika sedih pelarianku adalah makan.
"bagaimana perasaanmu jika aku pergi?" tanyaku serius, christian membalik tubuhku agar menghadap nya.
"aku menunggumu selama satu abad, dan kau ingin pergi begitu saja?" tampak kesedihan dimata christian, aku menunduk.
"semua makhluk pasti akan menemui ajalnya christian", kilahku berbohong, hatiku rasanya ditusuk-tusuk memikirkan akan meninggalkan semua yang aku sayangi di north pole ini.
" kita abadi, jangan lupakan itu",
Aku tersenyum pahit. menyudahi pembicaraan itu gar christian tidak curiga. Aku memikirkan keadaan ibu dan nenek abigail sepanjang malam. mereka ditangkap, tapi ayah menjamin mereka baik-baik saja. karna pihak kerajaan sangat suka mengoleksi orang-orang berbakat. Tapi ibuku manusia biasa, itu yang sangat aku takutkan.
"kau tidak cukup tidur?" tanya christian membuyarkan lamunanku,
"eh iya",
" kau sekarang mirip vampir seperti di film-film",
"kau lucu sekali!"
"ayo kita berangkat!"
"kemana?"
christian hanya mengerling genit, dia menarik tanganku. berpamitan pada john dan bibi lily yang sedang ngobrol dengan beberapa pegawai lain. Kami masuk ke mobilnya. Mereka ini benar-benar manusiawi saat siang hari. Pernah beberapa kali aku diajak mereka bersepeda disore hari yang cerah, meski suhu tetap dingin, bersepeda mengelilingj north pole lewat jalur hutan. Kebanyakan mereka menggunakan mobil daripada berlari menembus hutan.
"jika ada yang praktis dan teduh, untuk apa bersusah payah lari?" begitulah ken menjawab dengan enteng. Benar juga jika dipikir dengan akal sehat.
Christian membawaku melewati perbatasan north pole, dan masuk ke jalan sepi dipagari hutan cemara yang indah. udaranya begitu segar dan.... magis. aku baru tersadar kemana christian akan membawaku.
"halo bro!" seru Noa saat christian masuk ke sebuah pekarangan rumah kayu yang asri. Aku nyengir pada christian dan berlari memeluknya.
"thank you", apakah seringaianku tampak menawan? karna christian selalu bernafsu ingin menciumku.
" hai Noa, kau baik-baik saja?" aku memeluk noa setelah kabur dari bibir monyong christian. dada Noa bergemuruh karna tawa yang ia tahan.
Terima kasih Kakak Author, sudah membuat karya sekeren ini 😍
Sehat, bahagia, banyak rezeki & sukses selalu ya 🌹🌹🌹🌹🌹
Sebentar lagi tamat, aku semakin suka sama novel Kakak. Keren banget ceritanya.. 🥰
Alur & gaya penceritaannya benar2 bagus..
Sebagai penggemar berat genre fantasy sejenis Twilight & Harry Potter, aku benar2 mengagumi Kakak Author ini. Detail dan bisa membuat readers terbawa kedalam ceritanya..
Semangat menulisnya Kakak Author, semoga semakin sukses 🥳