Kisah pertemuan antara penembak jitu yang cantik dan Tuan CEO yang mendominasi
.....
Sebuah perjodohan dimasa lalu, tanpa disadari membawa pengaruh yang begitu besar bagi beberapa orang dimasa depan.
Sebuah perjodohan tanpa adanya cinta atau bisa disebut sebagai sebuah pilihan sepihak!.
Keegoisan,ambisi juga ketidak pedulian yang pada akhirnya membawa mala petaka!.
Hubungan masa lalu yang tidak urung diakhiri,dimana perjodohan yang berakhir pada pernikahan tanpa cinta itu, menghadirkan buah hati dengan kepribadian yang berbeda.
Saat takdir mulai mengambil alih.
Dimana masa lalu justru membawa duka,asa dan sinar harapan kecil yang tersisa.
Ini bukan tentang asa pernikahan tanpa cinta,namun kisah dimana takdir memisahkan buah hasil dari cinta tanpa arti ini!.
Penuh air mata, amarah,intrik juga keegoisan manusia.
Siapakah yang pada akhirnya akan membawa karma?.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cerry blossom(Ellysa Amellia), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
hati jahat manusia
...Jangan lupa untuk selalu tinggalkan jejak ya...
...Vote,like, komentar dan ulasan 🌹...
...🎭 Selamat membaca dan selamat berpetualang imajinasi 🎭...
...----------------...
Rinai melangkah maju,meraih lengan Latusya dan mengguncangnya dengan tatapan penuh kekecewaan.
"Latusya....dari mana kamu mendapat kartu kredit platinum itu? Latusya...meski keuanganmu di desa mungkin tidak bagus...tapi mencuri itu adalah tindakan tercela! sebagai saudarimu,aku tidak ingin kamu menjadi gadis yang menghalalkan segala cara agar bisa hidup seperti gadis-gadis kaya ibukota!" Rinai berucap dengan nada yang tidak tau wanita itu sengaja atau tidak,namun suaranya cukup keras hingga keluar dari area salon.
Tercengang!.
Iris menatap kaget atas apa yang diucapkan oleh rinai,walau bagaimanapun.Kakak sulungnya tidak terlihat seperti gadis yang bersikap sembrono dan rela melakukan apapun demi uang!.
"Ck...ck...ck... jangan-jangan dia selama ini mendapat selera fashion dan kartu kredit itu dari seorang sugar daddy! hah....bisa dimaklumi juga..." Isabel tertawa dengan senyum menghina.
Latusya menghentak telapak tangan rinai,menatap dingin menusuk pada sosok bermulut besar itu.
"Apakah anda mengira semua gadis akan sama seperti dirimu? kau bicara tentang sugar daddy.....jangan maling berteriak maling.Lihat dirimu....teman disekitarmu dan lihat bagaimana kamu hidup,jangan melempar aib dirimu pada orang lain...." Latusya tersenyum main-main,menatap langsung mata Isabel.Isabel,wanita dengan dress mini berwarna ungu dengan mantel bulu melingkari tubuhnya itu tertegun,mundur dengan ekspresi kaget.
Benar,sungguh benar apa yang dikatakan oleh Latusya.
Situasi keluarganya sangat berantakan.Bisnis ayahnya merosot tahun demi tahun.Semua yang menunjang gaya hidupnya tidak cukup hanya dengan uang saku dari keluarganya.
Maka dari itu,Isabel terpaksa menjadi sugar baby dari para pria yang usianya bahkan setara dengan ayahnya.
Tertawa lembut,Latusya menatap ketiga wanita yang sibuk berkoar dihadapannya.
"Mau cari ribut denganku? pergi dan belajarlah bagaimana menjadi pintar sebelum kau berani menunjukkan jari kalian padaku...atau kalian hanya akan terlihat menjadi sekumpulan badut !" Latusya segera menarik iris,berjalan diikuti madam Hawking yang masih terdiam mencerna situasi.
Isabel mencubit lengan rinai kuat,maniknya menatap wajah rinai sedih.
"Hiks... Riri... bagaimana dia bisa menghinaku? aku sahabatmu bukan? lakukan sesuatu..." Rinai menatap wajah isabel dengan sedih,namun didalam hati sibuk mencibir jijik.
Siapa yang tak tau Isabel adalah wanita panggilan yang bersembunyi dengan wajah seorang mahasiswi?.
Jika saja pengikut akun Isabel tidak tinggi,rinai akan dengan senang hati menyingkirkan pela*ur itu!.
"Latusya!! mengapa kamu kasar sekali pada sahabatku? kami hanya ingin tau dari mana kartu kredit milikmu berasal? papa bahkan belum pernah memberikan kami kartu express seperti itu selama menjadi nona Sanchez! iris katakan pada saudari agar segera berubah!!" rinai berucap tergesa-gesa dengan manik mata memerah.
Hening...
Latusya menghela nafas panjang,lebih baik membunuh langsung daripada harus beradu mulut dengan orang-orang tidak tau diri seperti rinai dan teman-temannya!.
Memang benar,monyet akan berkumpul ditempat dimana yang sama.
" Nona Sanchez yang terhormat....jika kau tidak punya kartu kredit platinum,bukan berarti akupun tidak bisa memilikinya seperti dirimu,ada banyak cara selain menjual diri seperti....." Latusya melangkah anggun,memainkan rambut rinai yang terlihat jelas begitu terawat dengan biaya yang tidak sedikit.
Namun tetap saja,rambut yang dirawat dengan bahan-bahan alami dan hasil dari obat kimia terasa berbeda.
Tersenyum main-main,mengusap wajah isabel dan kulit lengan Dorothy.
Tawa indah itu mengalun merdu.
"Seperti....kalian..."
"LATUSYA!!!!"
Dan akhirnya,jeritan kemarahan rinai pecah oleh ucapan penuh arogansi sosok Latusya .
...----------------...
"Seperti...kalian.." Raylion berdiri dengan malas bersandar pada dinding disamping pintu masuk salon.
Pria itu berdiri dengan senyum penuh arti,earphone ditelinganya menghantarkan suara manis bagai alunan rengekan seekor kucing berbulu putih yang begitu menancap di hati.
Sangat menggemaskan
"Presiden...apakah anda baik-baik saja?" Sosok pria dengan kemeja dan masker hitam disampingnya berucap hati-hati!.
Sungguh,shadow merasa ngeri melihat senyuman hades tiran satu ini.
Belum lagi mata demi mata panas para wanita yang menatap kearah mereka bagai predator yang melihat daging segar!.
Shadow merasa.Tuhan benar-benar bahagia saat menciptakan sosok presiden muda Roosevelt itu!.
Raylion tersenyum miring,menatap wajah shadow dengan intens.
Dan pria dengan masker penutup setengah wajahnya itu sukses tersentak horor.
"Kau dapat double honor dan pergilah..." Raylion berjalan masuk dengan kaca mata hitam dan masker penutup setengah wajah berwarna putih.
Melihat kepergian sang bos.
Shadow menghela nafas berat.
"Bos...anda terlihat seperti penguntit sekarang...apa yang akan para penggemarmu katakan jika melihatmu seperti ini? mereka pasti akan menangis!" Shadow mengusap air mata imajiner yang sukses membuatnya ditatap jijik oleh para wanita yang melihatnya.
Tampan,sayang sekali sedikit narsis!.
...----------------...
" Katakan madam...kenapa kau melamun begitu lama? adikku menunggu perawatanmu.." Latusya,gadis cantik yang baru saja menjalani perawatan kuku itu mendekat dan melihat wajah murung iris yang berbaring di kursi perawatan namun belum juga memulai perawatan apapun.
Pria dengan penampilan glamor itu menghela nafas.
Dan Latusya segera mengerti, ada hal yang tidak beres.
"Bolehkan anda mengikuti saya sebentar miss?" Latusya mengangguk dan menepuk bahu iris sebentar.
Begitu keduanya pergi,iris segera menutup wajahnya dan menangis dalam diam.
Beruntung ruang perawatan khusus madam Hawking ini adalah layani VIP.
Sementara itu di ruang santai pengelolaan salon.
"Miss Sanchez,saya minta maaf harus mengatakan ini..ada sesuatu yang salah dengan wajah iris...maksud saya...lapisan epidermis kulitnya telah rusak parah! itulah mengapa jerawat,noda hitam bahkan yah...saya tidak perlu menjelaskan jauh saat nona bisa melihatnya sendiri...." Hawking berucap penuh sesal.
Latusya terdiam ,menatap lurus tanpa kata.
Jadi,itulah alasan mengapa wajah iris sangat.
Iris adalah gadis yang berasal dari keluarga kaya,meski tidak melakukan perawatan ekstra.
Namun setidaknya wajahnya tidak bisa serusak itu!.
"Sia...bolehkan kakak minta sesuatu darimu?"
" Tentu,selama aku mampu"
"Bawalah iris melakukan perawatan...kakak adalah laki-laki dan iris akan canggung jika kakak mengajaknya ke salon..tapi jika kamu mungkin berbeda,kakak sudah merasa ada yang aneh dengan wajahnya...dulu iris tidak seperti ini..."
Latusya tenggelam atas ingatan percakapan dirinya dengan candrik beberapa waktu yang lalu,itulah sebabnya dia membawa iris ke salon madam Hawking.
Karna tempat itu adalah salon dengan perawatan kecantikan nomor satu yang ada di ibu kota.
"Baik madam,terima kasih atas peringatan anda" Latusya berdiri,berjalan pergi setelah mengangguk samar.
Hawking menghela nafas panjang,hingga.
"Apa yang terjadi?"
"ASTAGA DEMI NAGA TERBANG!!" Hawking melompat dari duduknya begitu mendengar suara berat nan begitu serak dalam berasal dari belakang tubuhnya.
"TUAN MUDA!!!" Pria gemulai itu memekik melihat sosok Raylion duduk di sebuah area gelap tanpa disadari siapapun!.
Raylion memicing tajam.
"Madam Hawking...ada apa?!" Latusya yang belum jauh entah kapan telah masuk kembali dan menatap wajah horor Hawking penuh tanya.
"Ta...tadi ada...."
Hawking tercengang,dimana bos besarnya?!.
Beberapa detik saja sudah hilang bagai sosoknya memang tak pernah ada!.
...----------------...
Iris berjalan keluar dari mall dengan wajah sembab dan linglung.
Berjalan menyusuri jalan setapak dengan air mata berderai.
Tak ingin melihat wajah iba kakak sulungnya nanti,gadis malang itu akhirnya pergi meninggalkan salon seorang diri.
Gadis itu tidak sadar.
Sebuah mobil hitam mengikutinya.
Hingga....
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
.....To be continued.....
Terima kasih buat teman-teman seri Wiguna yang masih setia sama lapak El...♥️
sayang kalo novel ini gantung
aku fans karya kk
dtunggu cerita yg lain nya El ..
aku smpai begadang smpai pagi kak, buat bacanya, di tunggu up ya kak,
dn di buat tmbah wow dan ganas kak, biar makin penasaran, seru juga kak,
semua novelmu ceritamu bgus
ku pendukung mu Thor 100% semangat ya
smpai end, jgn setengah kak🧡
the best novel ni❤️🤘
emang the best ❤️ tapi buat alurnya lebih wow dan ganas lagi ya kak,
dukung thornya 100%🤘🖤🧡
lanjuuuuuutttt kak El,,
terlalu suka,,,,