pernikahan yang tidak didasari sama-sama mencintai akan lah sulit untuk kita.
begitu pun dengan Myranda, awalnya dia sangat bahagia menikah dengan lelaki cinta pertama nya, Namun Afandy tidak pernah mencintai nya. pernikahan mereka terjadi karena perjodohan kedua orangtua mereka. akankah Afandy membuka hatinya untuk myranda??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon myranda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 31
" apa kalian ingin menunjukkan kemesraan kalian dengan cara seperti ini kepadaku? atau apakah ini cara mu untuk mengungkapkan perasaanmu kepadanya " kata Fandi
" aku tidak akan membiarkanmu untuk menyakitinya lagi aku akan melindunginya." kata Nathan
" lalu apa yang bisa kamu lakukan?" kata Fandi
" sayang sekali, ternyata Mira selama ini hidup dengan manusia yang tidak bermoral sepertimu" kata Nathan
" Dan kamu pikir aku akan membiarkanmu untuk melindunginya!" kata Fandi
" meskipun kamu seorang pengusaha besar tapi setidaknya kamu mengerti dengan peraturan hukum. dan negara pasti punya cara untuk melindungi rakyatnya" kata Nathan
" oh.... apakah kamu dari bagian hukum? jaksa mungkin atau pengacara?" kata Fandi
Nathan tidak menjawab Fandi, Nathan membuka jas nya dan menutupi tubuh mira menggunakan jas Nathan tersebut.
Nathan membantu Mira untuk bangkit berdiri.
" ayo mir, kita tinggalkan tempat ini" kata Nathan sambil memapah tubuh Mira
disaat Nathan dan Mira ingin pergi meninggalkan tempat ini, namun Fandi tidak mau tinggal diam.
" bagaimana pun status kamu sekarang adalah masih istriku" kata Fandi menarik tangan Mira
" apa yang kamu lakukan, lepaskan tangan nya" kata Nathan
"kamu yang harus melepaskan nya, dia adalah istriku" kata Fandi
akhirnya kedua lelaki tersebut tidak mau yang mengalah, mereka berdua saling tarik menarik.
" hentikan ......" teriak Mira
seketika mereka berdua berhenti.
" iya... aku memang adalah istrimu, aku menikah dengan mu sudah enam tahun lebih lamanya. tapi selama itu kamu tidak pernah melakukan ku layaknya seorang istri, lalu sekarang apa yang kamu inginkan dariku" kata Mira pada Fandi
" aku yang membawa mu kesini, jadi kamu harus pulang bersama dengan ku" kata Fandi
" Nathan bawa aku pergi" kata mira langsung menggenggam tangan Nathan. Mira berjalan lebih dulu dan meninggalkan Fandi.
Fandi merasa sangat kesal akibat Mira memperlakukan nya seperti itu.
sesampainya mereka berdua tiba di mobil, tidak ada pembicaraan diantara mereka sedangkan Nathan enggan untuk memulai berbicara dia lebih memilih serius untuk menyetir.
" bawa aku pulang" kata Mira
" .........." Nathan tidak menjawab, hanya anggukan kepala yang jadi jawabannya
" maafkan aku dan terima kasih banyak kamu menolong ku, tapi gara-gara aku kamu jadi terlibat masalah ku. tolong untuk tidak terlalu ikut campur ke dalam masalah ku" kata Mira
" aku hanya tidak sengaja tadi lewat" kata Nathan
dan tiba-tiba beberapa motor menghalangi mereka.
" ada apa ini?? siapa mereka" kata Mira
" aku tidak tahu, sepertinya mereka para preman" kata Nathan
" berhenti...., berhenti tidak....." kata preman itu menggunakan bahasa korea
melihat jumlah mereka yang lumayan banyak akhirnya Nathan memberhentikan mobilnya.
" apapun yang terjadi, kamu jangan keluar tetap lah didalam mobil dan kunci pintu mobil dari dalam" kata Nathan
" kamu mau kemana!" kata Mira
" aku akan menghadapi mereka, kaca mobil ini tidak akan pecah sekuat apapun mereka memukulnya, dan mobil ini anti peluru. kamu akan aman di sini jadi tetaplah didalam." kata Nathan kemudian dia mengambil berupa senjata api dari dalam laci dasbor mobil.
sebelum Nathan keluar dari mobil, Mira menarik tangan Nathan.
" tunggu.... kamu hati-hati, kalau bisa kamu jangan sampai membunuh mereka" kata Mira
" hm... " kata Nathan sambil mengangguk kan kepalanya akhirnya dia keluar dari dalam mobil dan meninggalkan pistol tersebut karena Mira melarangnya untuk membunuh.
mereka adalah anak buah Fandi, dia masih tidak mau terima, dia malah menyuruh beberapa orang untuk mencelakai Mira dan juga Nathan.
Mira berpikir dalam keadaan apapun dia Nathan selalu berusaha untuk melindungi dirinya.
Tapi seru kok cerita y. Makasih da menyuguhkan cerita ini jak author