Aska seorang CEO tampan, dan juga cerdas. Sifatnya yang dingin dan juga datar membuat dia susah di dekati, apalagi sama yang namanya wanita.
Aska juga tidak pernah tersenyum, kecuali sama keluarga dan sahabat terdekatnya.
Akankah ada yang wanita yang bisa mendekati dan membuat dia tersenyum?
Yuk langsung kepo in.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon feby_mb, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 30
Siang hari.
Aska berpamitan pada Fira dan ayahnya, karena dia harus kembali ke kantor untuk menyelesaikan pekerjaannya.
" Pak, saya pamit dulu ya" kata Aska.
" Nak Aska sudah mau pulang?"
" Bukan pulang Pak, tapi kembali bekerja"
" Apa tidak makan siang dulu?" tawar ayah Fira.
" Makasih Pak. Tapi kali ini saya nggak bisa, soalnya pekerjaan saya sudah menunggu sekarang. Mungkin lain waktu kita bisa makan siang bareng"
" Baiklah"
Aska mencium punggung tangan ayah Fira. Lagi-lagi Fira terpesona melihat sisi lain Aska. Bos yang terkenal dingin di kalangan semua karyawannya, bisa bersikap sopan kepada orang tua.
" Sama saya bapak nggak mau salaman?" tanya Fira.
" Tidak"
" Kenapa?"
" Karena kamu bukan mama saya"
" Tapi sepertinya saya lebih tua dari bapak"
" Kalau emang kamu lebih tua dari saya, terus kenapa kamu panggil saya bapak"
" Itu karena bapak atasan saya, makanya saya panggil bapak"
" Tapi bagi saya, kamu tetap lebih kecil dari saya"
" Ck..dasar tidak mau kalah"
" Pak, saya pamit dulu. Assalamualaikum"
" Wa'alaikum salam "
Fira mengantarkan bosnya sampai ke depan pintu ruang rawat inap ayahnya.
" Hati-hati di jalan Pak. Ntar kalau bertemu sama teman Bapak itu, tanyakan alamat rumah sakitnya yang lengkap, supaya bapak nggak nyasar"
" Hhmm"
Aska berlalu pergi meninggalkan ruang rawat ayah Fira. Setelah Aska sudah jauh dari pandangannya, Fira kembali masuk kedalam ruangan ayahnya.
" Atasan kamu baik ya Nak"
" Baik, tapi kalau di kantor galaknya minta ampun. Yah"
" Tapi ayah melihatnya tidak seperti itu. Dia sangat sopan"
" Ayah tau julukan bos Fira tadi di kantor?"
" Apa?"
" Bos kutub Utara" kata Fira sambil tertawa.
" Ada-ada saja kalian ini. Bos baik dan sopan begitu di bilang kutub Utara"
Fira menceritakan bagaimana tegasnya Aska pada karyawannya. Fira menceritakannya dengan sangat antusias. Afsari hanya jadi pendengar yang baik untuk putri sulungnya itu.
Aska baru sampai di parkiran kantor. Setelah memarkirkan mobilnya, dia langsung masuk kedalam perusahaan. Di lobi banyak karyawan yang berlalu lalang, saat melihat CEO mereka lewat mereka membungkukkan badan memberi hormat.
Aska masuk kedalam lift khusus CEO, setelah pintu lift tertutup, lift bergerak naik keatas lantai 30. Tepatnya tempat dimana ruang kerjanya berada.
Ting.
Pintu lift terbuka, Aska berjalan menuju ruangannya. Sesampai di ruangannya, Aska tidak langsung duduk di kursi kebesarannya, Dia pergi ke pantry untuk membuat makanan. Karena perutnya sudah minta diisi.
" Kenapa tadi gue nolak ajakan ayahnya Fira, jadinya gue kelaparan?"
Aska melihat bahan yang bisa dia masak di dalam kulkas yang ada di ruangannya itu. Ya dia memutuskan untuk masak. Saat pintu kulkas terbuka, ternyata tidak ada bahan yang bisa dia olah, alhasil Aska memesan makanan secara online.
Setelah memesan makanan secara online, Aska kembali ke kursi kebesarannya. Sambil menunggu pesanan datang, Aska mengerjakan pekerjaannya.
Beberapa menit sudah berlalu perut Aska kembali berbunyi. Namun pesanannya belum juga datang. Aska bangkit dari duduknya, kemudian berjalan menuju kulkas.
Aska mengambil buah apel dari dalam kulkas. Walaupun tidak akan kenyang, tapi setidaknya bisa mengganjal perutnya untuk sementara waktu.
Tok..
Tok..
Tok..
" Masuk"
Sekretaris Aska masuk dengan membawa bingkisan. " Pak ini ada paket makanan untuk Bapak"
" Oh ia, taruh di sana"
Setelah meletakkan paket itu, sekretaris Aska pun keluar dari ruangan bosnya. Sepeninggal sekretarisnya, Aska langsung membuka paket makanan itu. Setelah itu dia mulai menyantap makanan yang dia pesan tadi.
Selesai makan, Aska membersihkan meja kerjanya dari sampah sisa makanan tadi. Setelah bersih, barulah Aska bisa melanjutkan pekerjaannya.
Sore hari.
Para karyawan yang bekerja di perusahaan Wiguna Group sedang bersiap untuk pulang ke rumah mereka masing-masing. Begitu juga dengan Aska.
Selesai membereskan semua dokumen dan file-file penting, Aska mengambil kunci mobilnya dan keluar dari ruangannya itu. Aska masuk kedalam lift. Lift pun membawa Aska kelantai 1.
Ting.
Pintu lift terbuka, Aska berjalan menuju parkiran untuk mengambil mobilnya. Aska melajukan mobilnya meninggalkan perusahaan, menuju ke apartemennya.
Mobil yang di kendarai Aska sampai di basement apartemen. Setelah memarkirkan mobilnya, Aska berjalan menuju lift menuju unit apartemennya.
Aska sampai di depan pintu unit apartemennya. Dia memasukkan kode sandi apartemennya.
Klik.
Pintu apartemen itupun terbuka. Aska masuk kedalam apartemennya. Tubuh Aska sudah terasa lengket, jadi dia memutuskan untuk segera membersihkan dirinya.
Rumah sakit.
Fira terus mencoba menghubungi nomor adiknya. Tapi lagi-lagi yang menjawabnya operator. Fira sangat mengkhawatirkan adiknya itu.
" Kamu kemana sih Dek?, kenapa nomor kamu tidak bisa di hubungi"
" Apa belum juga ada kabar dari adik kamu, Nak?"
" Belum, Yah"
" Sudah jangan di hubungi lagi. Nanti kalau duitnya habis pasti dia akan pulang ke rumah"
" Mudah-mudahan Yah"
Fira melanjutkan membereskan pakaian ayahnya. Karena ayahnya tidak ingin berada di rumah sakit. Ayah Fira bilang buang-buang duit kalau lama-lama di rumah sakit.
Setelah selesai, Fira dan ayahnya keluar dari ruangan itu. Fira membayar semua administrasi selama ayahnya menginap di rumah sakit itu.
Fira dan sang ayah pulang dengan menggunakan taxi, yang telah Fira pesan terlebih dahulu. Fira dan ayahnya masuk kedalam taxi. Setelah itu, taxi melaju meninggalkan rumah sakit itu.
Di tempat lain.
Setelah pergi dari rumahnya, Kanaya memutuskan untuk tinggal di apartemen milik kekasihnya. Kanaya sudah memberi tau kekasihnya kalau dia pergi dari rumah.
Kekasih Kanaya pun memberikan izin untuk tinggal di apartemennya. Disinilah dia sekarang, di salah satu unit apartemen mewah. Kanaya sangat senang tinggal di apartemen mewah itu.
" Senang banget bisa tinggal di apartemen mewah ini. Disini sangat nyaman, sangat jauh berbeda dengan rumah ayah. Aku tidak ingin lagi kembali ke rumah jelek itu"
Tentu saja Kanaya tinggal di sana tidak gratis. Karena di saat kekasihnya pulang dari luar kota nanti, Kanaya harus membayar semua fasilitas itu dengan dirinya. Tapi bagi Kanaya itu tidak masalah, selagi dia bisa tinggal dan hidup dengan mewah.
To be continue.
Happy Reading 😚😚