NovelToon NovelToon
GADIS KECIL KESAYANGAN CEO

GADIS KECIL KESAYANGAN CEO

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Contest / Tamat
Popularitas:2.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Eka Sugairti

Kesialan dapat menimbulkan keajaiban??

Benarkah itu??

Kisah seorang gadis berusia 18 thn bernama Gaby Debbara Fernando, gadis yang diusir oleh ayahnya karena kesalahan yang entah apa itu. Kecelakaan yang membuatnya harus masuk rumah sakit, justru malah menimbulkan keajaiban dalam kehidupannya. Bagaimana tidak??

Kecelakaan yang dialaminya mungkin merupakan kecelakaan yang paling beruntung, sebab ia dapat bertemu dengan Ardiaz Sunjaya.

Ya...Pengusaha muda yang sukses bernama Ardiaz Sunjaya, siapa yang tidak mengenalnya. Ardiaz pria tertampan sedunia ini jatuh cinta pada seorang gadis biasa??

Begitu banyak gadis cantik dari kalangan atas, namun ia hanya jatuh cinta pada Gaby.

Penasaran dengan perjuangannya??

Langsung baca aja yak...

Jangan lupa like, vote, rate ya...

Kalo ada saran dan masukan silahkan ajukan di kolom komentar...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eka Sugairti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 30

"Ngomong-ngomong, syukurlah kau ada disana tadi. Jika tidak, mungkin aku sudah dibawa mereka." Sahut Gaby dengan wajah sedih.

"Tidak masalah, kebetulan tadi aku ingin membeli air. Tapi langkahku terhenti ketika melihatmu berlari seperti tadi!" Jawab Bryan dengan senyum diwajahnya.

"Oh ya, namamu Bryan kan?" Tanya Gaby memastikan.

Bryan mengangguk kecil.

"Iya, namaku Bryan. Apa kau lupa lagi?" Ucap Bryan sedikit kesal karena Gaby selalu lupa mengenai namanya.

"Makanya tadi aku bertanya, apa kau sudah tau namaku?" Sahut Gaby sembari memiringkan wajahnya.

"Imut," puji Bryan dalam hatinya.

Ia terpeson oleh kecantikan Gaby, sekalipun tak pernah lepas memandang Gaby yang memiliki paras cantik. Hatinya bagai diserbu bunga-bungan cantik nan harum sampai ia terlupa bahwa Bryan sedang mengendarai mobil.

Gaby menghela nafas kemudian membuyarkan lamunan Bryan.

"Hey, kau jangan memandangku seperti itu. Jalanan juga butuh perhatianmu," ucap Gaby meledek Bryan yang terpana olehnya.

Bryan tersadar lalu memutar arah pandangnya kejalanan.

"Oh iya, maaf." Jawab Bryan dengan wajah merah karena kepergok sedang menatap Gaby.

"Hmm... sangat cantik. Aku jadi tidak bisa berhenti menatapnya," ucap Bryan dalam hati.

Beberapa menit berlalu, Gaby telah sampai dirumahnya.

"Terima kasih sudah menolongku hari ini," sahut Gaby sambil sedikit membungkuk.

Bryan mengangguk kecil.

"Kau mau masuk dulu?" Tawar Gaby sebelum keluar dari mobil.

"Tidak, aku mau langsung pulang saja." Jawab Bryan menolak tawaran dari Gaby.

"Ummm... baiklah," ucap Gaby dengan wajah imutnya.

"Kenapa? Kau ingin aku masuk dan melakukan sesuatu?" Tanya Bryan dengan tatapan jahil.

"Apa kau bercanda? Aku hanya ingin kau minum teh dan ngobrol saja denganku." Jawab Gaby sambil mengerucutkan bibirnya.

"Iya baiklah, aku hanya bercanda. Tapi, sekarang aku mau pulang saja. Mungkin lain kali," ucap Bryan sembari mengedipkan mata genit.

"Ya ampun, lihatlah betapa genitnya dia." Batin Gaby merasa sedikit jijik.

"Hmm... baiklah, sampai jumpa lagi." Jawab Gaby, selepas berpamitan Gaby pun turun dari mobil Bryan dan berlari masuk kedalam rumahnya.

Gaby telah masuk kedalam rumahnya, sedangkan Bryan menatap kepergian Gaby dengan senyum kecil diwajahnya. Lantas ia pun menelpon Shany, ia ingin mengajukkan beberapa pertanyaan mengenai kejadian yang menimpa Gaby hari ini.

"Shan, apa kau yang menyuruh orang untuk mengejar-ngejar Gaby sore ini?" Tanya Bryan yang masih berada didepan gerbang rumah Gaby.

"Kenapa kau tanya begitu? Aku sama sekali tidak menyuruh orang." Jawab Shany bingung diseberang telpon

"Jadi, dua orang itu memang penculik asli yang ingin menculik Gaby." Batin Bryan memastikan.

"Baiklah, mungkin besok Gaby akan mulai masuk kedalam perangkapmu." Sahut Bryan malas.

"Bagus! Kau memang hebat Bryan," puji Shany dengan ceria.

"Aku ini kakakmu, meski hanya berbeda 3 tahun tetap saja kau harus memanggilku dengan sebutan kakak!" Ucap Bryan dengan sedikit kesal.

"Iya-iya baiklah... kak Bryan," jawab Shany lembut.

Bryan tersenyum kemudian menutup sambungan telpon lalu melajukan kendaraannya keluar dari komplek rumah Gaby.

Sementara suasana Gaby yang telah berada dirumahnya...

"Aku pulang!" Ucap Gaby memberi salam.

"Selamat datang nona," jawab Anny menyambut kedatangan Gaby dengan penuh kehangatan.

Kedatagan Gaby disambut baik juga oleh Ardiaz yang menyusul Anny untuk menyambut kepulangan Gaby.

"Tuan Ardiaz, selamat sore!" Sapa Gaby dengan senyum manis diwajahnya.

"Sore juga, ikut saya!" Jawab Ardiaz singkat sambil memperintahkan Gaby untuk ikut bersamanya.

"Anny, bawakan cemilan sore ke rooftop!" Perintah Ardiaz kepada Anny dan dijawab dengan anggukan kecil dari Anny.

Gaby mengangguk setuju dan mengikuti langkah Ardiaz yang menuju rooftop.

"Bagaimana dengan rencanamu?" Tanya Ardiaz setelah sampai sambil menopang tubuhnya dipembatas atap.

"Berjalan dengan lancar sesuai rencana, tuan!" Jawab Gaby yang tengah duduk dikursi.

"Benarkah?... baguslah," sahut Ardiaz dengan perasaan lega.

"Ah iya, tuan ada sesuatu yang ingin saya berikan!" Ucap Gaby yang teringat pada kotak cincin.

"Apa itu?" Tanya Ardiaz penasaran sambil membalikkan badan menghadap Gaby.

Gaby berjalan mendekat ke arah Ardiaz.

"Ini, tuan." Jawab Gaby sembari menyerahkan sebuah kotak kecil.

"Saya menemukan ini didalam saku jas milik tuan. Jadi, saya menyimpannya dan berniat mengembalikannya." Lanjut Gaby dengan sambil menunduk.

"Maaf kalau saya lancang."

Ardiaz tersenyum kecil melihat wajah polos Gaby yang begitu imut dimatanya. Namun, seketika senyuman itu berubah menjadi sebuah senyuman pahit. Mengingat Gaby telah menutup hati untuk siapapun.

Melihat Ardiaz yang hanya terdiam, Gaby membuka suara.

"Melihat cincin istimewa ini, pasti juga sangat berharga untuk tuan. Apakah... tuan akan memberikannya pada wanita yang tuan cintai?" Ucap Gaby sedikit ragu dan gemetar.

Ucapan Gaby berhasil membuat Ardiaz terkejut, ia memang akan memberikannya pada wanita yang dicintainya. Dan wanita itu berada didepannya.

"Ya, sebenarnya itu untukmu." Jawab Ardiaz sambil melipatkan tangannya didepan dada.

Gaby mengangkat kepalanya terkejut.

"Un-untuk saya? Tapi, ini sebuah cincin istimewa!" Sahut Gaby.

"Benar, kemarin saya melihat cincin itu ditoko. Jadi saya membelinya untuk diberikan padamu. Tapi, sepertinya kemarin saya terlupa." Jawab Ardiaz menjelaskan.

Cincin cantik dan juga imut, terdapat sebuah berlian kecil diatasnya dengan bentuk seperti sayap kecil. Ai De Niudai, sebuah cincin cantik yang menjadi warisan turun temurun keluarga Sunjaya.

"Sepertinya itu tidak mungkin. Saya tidak berani menerimanya, lagipula bukankah ini cincin untuk melamar seorang wanita?" Tolak Gaby dengan cepat.

"Ini hanya sebuah cincin biasa," sahut Ardiaz.

Gaby terdiam cukup lama memikirkan akan menerima atau justru menolaknya.

"Berikan!" Pinta Ardiaz. Gaby memberikan kotak kecil tersebut pada Gaby.

Ardiaz membukanya dan mengambil cincin kecil tersebut. Lantas, ia menarik lengan Gaby dan memasangkan cincin itu dijari manis Gaby. Selepas itu, Ardiaz memberi kecupan kecil ditangan Gaby yang telah dipasangkan cincin indah tersebut.

"Cantik bukan?" Ucap Ardiaz setelah mencium tangan Gaby dengan senyumnya yang menawan

Sontak hal itu membuat wajah Gaby memerah karena malu, ia tersenyum kecil setelah melihat Ardiaz mencium tangannya. Gaby menarik lengannya dari genggaman Ardiaz kemudian berlari menuju kamarnya.

Ardiaz tersenyum kecil menatap kepergian Gaby yang malu akibat ulahnya.

Tak lama setelah kepergian Gaby, Anny datang sembari membawa nampan yang berisikan cemilan sore.

"Loh, nona Gaby kenapa berlari seperti itu?" Tanya Anny yang keheranan.

"Mungkin dia ingin kekamar mandi," jawab Ardiaz santai.

Anny mengangguk paham.

"Ini tuan muda, tehnya silahkan diminum." Sahut Anny sembari meletakkan teh jahe Ardiaz.

Ardiaz mengambil teh tersebut kemudian meneguknya sampai habis.

1
Ratna Fika Ajah
Thor, kok yo masalah trus yo yo.
Ratna Fika Ajah
Luar biasa
Alifah Azzahra💙💙
Mampir yah Thor 🥰
Nur Syamsi
waduh mna body guar tuan Rogad
Nur Syamsi
author bikin Ardiaz sembuh belum merasakan kebahagiaan bersama isterinya
Nur Syamsi
kapang Gabynya bahagia author terlalu banyak orang yg jahat padanya.....bahagiain Thor Gabynya
Nur Syamsi
ulat bulu Tdk punya malu, dsar
Nur Syamsi
haa sesak baca ketiga persahabatan kepala klan....
Nur Syamsi
author jgn pisahin Ardiaz ma Gaby, biarkan mrk bahagia bersama adik angkatnya yg menolong dr tabrak lari ...🙏🙏
Nur Syamsi
akhirnya....luluh jg Gabynya....
Nur Syamsi
Nikah betulan saja author Tdk usah nikah kontrak, masalah kakeknya Gaby nti Ardiaznya yg tanggung jawab....
Nur Syamsi
tidak adek tidak kakak sama" liciknya makanya jangan buat tantangan dan meremehkan orang Shani,
Nur Syamsi
Roger membuat Kanjian menahan kencingnya 🤣🤣🤣
Nur Syamsi
dasar Tio iblis ...
Nur Syamsi
siapa pria misterius it
Nur Syamsi
Ardias terjatuh Krn ngantuk at lelah Krn penyakitnya
Nur Syamsi
hati hati Gaby mrk turunan mafia
Nur Syamsi
kenapa Ardiaz Tdk merekomendasikan Gaby ntuk kerja di perusahaannya saja ya
Nur Syamsi
penyakit dan Surat dg pengirim misterius,
Nur Syamsi
Brian Brian ternyata sama liciknya ma si adik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!