NovelToon NovelToon
PERNIKAHAN SANG MAFIA

PERNIKAHAN SANG MAFIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:563.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ani.hendra

Dante Valtieri, pemimpin organisasi mafia terkuat di Eropa, dikenal dengan julukan "Tangan Besi". Ia tidak pernah ragu menghancurkan siapa saja yang menghalangi jalannya, dan namanya saja sudah cukup membuat orang bergidik ngeri. Namun, di balik sifatnya yang kejam, Dante memiliki tujuan tersembunyi, menyatukan seluruh kelompok kekuasaan di bawah satu payung demi membalas dendam atas kematian keluarganya.

Rencana itu terancam ketika ia terpaksa menyetujui pernikahan perjanjian dengan Elara Sterling, putri tunggal pemimpin kelompok lawan yang dihormati namun terjepit kesulitan keuangan. Elara, seorang wanita cerdas, berpendidikan tinggi, dan memiliki prinsip yang teguh, sama sekali tidak menginginkan pernikahan ini. Ia menganggap Dante hanyalah seorang penjahat yang tidak memiliki hati.

Ketika bahaya mengancam nyawa Elara akibat persaingan kekuasaan, Dante harus memilih antara ambisi balas dendamnya atau melindungi wanita yang mulai ia cinta?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ani.hendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KETEGANGAN YANG MEMUNCAK

💌 PERNIKAHAN SANG MAFIA 💌

🍀 HAPPY READING 🍀

.

.

Tiba-tiba saja pintu ruangan terbuka dengan cukup keras, membuat Dante terkejut. Di ambang pintu, tampak Pak Herman yang masuk dengan nafas terengah-engah dan wajah yang sangat pucat serta penuh keringat dingin. Langkah kakinya terlihat tidak beraturan dan terburu-buru, seolah ada sesuatu yang sangat buruk dan genting baru saja terjadi. Tanpa mempedulikan tata krama atau sopan santun yang biasanya dijaga, Pak Herman langsung berjalan mendekat ke meja kerja Dante dan meletakkan selembar kertas laporan serta sebuah rekaman cetak yang diambil dari layar monitor dengan tangan yang sedikit gemetar.

"Tuan... Ini buruk... Sangat buruk, Tuan," ujar Pak Herman dengan suara yang terdengar bergetar dan tercekat di tenggorokannya, seolah ia kesulitan untuk merangkai kata-kata yang tepat. Matanya yang biasanya teduh kini terlihat panik dan penuh ketakutan yang luar biasa. "Baru saja tim kami menerima laporan mendesak dari salah satu agen penyusup kami di markas musuh. Mereka merencanakan serangan besar, Tuan. Dan yang lebih parah, target utamanya adalah tempat penyimpanan data utama kita yang ada di gedung pusat!"

Dengan cepat, Dante meraih kertas yang disodorkan itu dan membacanya dengan penuh fokus. Setiap kalimat yang ia baca membuat aliran darah di tubuhnya berdesir hebat, dan keningnya berkerut semakin dalam. Rencananya sangat detail dan sangat berbahaya. Mereka berniat untuk melakukan serangan terkoordinasi yang bertujuan untuk merusak sistem data pusat yang menjadi nyawa operasional bisnis mereka sekaligus melakukan tindakan teror untuk membuat citra perusahaan menjadi hancur di mata publik. Namun, yang membuat darah Dante mendidih bukan hanya itu saja, melainkan informasi bahwa rencana ini akan dieksekusi menggunakan kode akses dan identitas yang hanya dimiliki oleh kalangan tertentu di dalam perusahaan mereka sendiri.

"Mereka berani sekali!" gerutu Dante dengan suara rendah namun penuh amarah yang tertahan. Tangannya mengepal kuat di atas meja hingga buku jarinya memutih. "Dan dari informasi ini, mereka menggunakan akses yang hanya bisa di dapatkan oleh orang-orang di dalam. Ini membuktikan bahwa ada pengkhianat yang memang sudah tertanam di antara kita."

"Tapi Tuan, berdasarkan kode akses yang tercantum di dalam laporan ini, identitas yang digunakan mengarah kepada departemen yang dipimpin langsung oleh..." Pak Herman terhenti sejenak, seolah berat untuk menyebutkan nama itu. Matanya memandang Dante dengan ragu-ragu, "Ini mengarah pada departemen yang dipimpin oleh Pak Adam, Tuan."

Kalimat itu seolah petir di siang bolong bagi Dante. Tubuhnya menjadi kaku seketika, dan pandangannya menjadi buram sejenak. Meskipun selama ini ada kecurigaan dan bukti-bukti yang mengarah, namun mendengarnya secara langsung dan pasti dalam situasi genting ini tetap saja memberikan dampak yang mengejutkan sekaligus menyakitkan bagi hatinya. Apakah benar selama ini semua itu hanya akting? Apakah semua perhatian dan dedikasi yang ditunjukkan Pak Adam hanyalah topeng untuk menyembunyikan niat jahatnya?

"Apakah ini sudah terkonfirmasi kebenarannya, Pak? Apakah tidak ada kemungkinan ini hanya fitnah atau jebakan untuk menjebak kita?" tanya Dante dengan suara yang terdengar berat dan tidak percaya. Ia berusaha mencari celah atau kemungkinan lain untuk mempertahankan sedikit saja harapannya bahwa semua ini salah paham.

"Saya sudah mengeceknya dua kali, Tuan. Tim kami telah memverifikasi sumber informasi ini dan merekam jejaknya. Kode ini memang benar milik departemen Pak Adam. Namun, yang anehnya, saat ini Pak Adam tidak bisa dihubungi, Tuan. Kantornya tutup, dan rumahnya kosong. Seolah-olah dia sudah menghilang begitu saja," jelas Pak Herman dengan nada yang semakin membuat suasana menjadi mencekam.

Berita itu membuat keyakinan Dante yang sempat goyah kini menjadi seolah runtuh seketika. Jadi memang benar, Pak Adam adalah pengkhianat. Dia memanfaatkan kepercayaan yang diberikan untuk merencanakan kehancuran ini. Rasa sakit hati dan rasa dikhianati bercampur dengan rasa marah yang meledak di dadanya. Ia merasa bodoh dan tertipu. Semua tawa dan kata-kata manis itu ternyata hanyalah topeng untuk menutupi sifat aslinya yang jahat.

"Jadi dia benar-benar melakukan ini." gumam Dante dengan suara dingin dan tajam. Matanya kini memancarkan kilatan kemarahan yang sulit untuk diartikan. "Baiklah, jika dia mau bermain kotor, maka aku tidak akan segan untuk membalasnya dengan cara yang sama. Kita tidak bisa membiarkan rencana mereka berjalan sukses."

"Tapi Tuan, situasinya sangat genting. Mereka merencanakan serangannya hari ini juga! Kita hanya punya waktu sedikit untuk mengantisipasi. Jika kita salah langkah, semuanya akan berakhir hancur," kata Pak Herman mengingatkan dengan wajah yang masih tegang.

"Aku tahu, Pak. Itulah kenapa kita harus bergerak cepat. Kita harus memisahkan yang bersih dan yang kotor. Kita akan bergerak melawan mereka," ujar Dante dengan nada tegas dan penuh keyakinan. "Segera perintahkan tim keamanan untuk mengunci semua akses masuk dan keluar gedung. Evaluasi semua orang yang masuk. Siapkan tim khusus untuk mengamankan ruang data pusat. Dan segera hubungi pihak berwenang untuk meminta bantuan, tapi gunakan saluran yang aman."

"Baik Tuan. Saya akan segera mengeksekusinya," jawab Pak Herman dan segera bergegas keluar dari ruangan untuk melaksanakan perintah itu.

Setelah Pak Herman keluar, Dante terduduk kembali di kursinya dengan perasaan yang hancur sekaligus marah. Mengapa tiba-tiba Pak Adam menghilang? Apakah dia memang melarikan diri karena rencananya terbongkar? Atau dia sedang dalam bahaya juga? Apakah mungkin dia menjadi korban lain dari konspirasi ini? Namun, bukti yang ada di depannya sangat kuat untuk diabaikan. Dante memaksa dirinya untuk membuang rasa ragu itu jauh-jauh. Sekarang bukan waktunya untuk berempati. Ini adalah saat untuk bertindak demi keselamatan banyak orang.

Di sisi lain, di tempat yang jauh dan tersembunyi, di sebuah ruangan yang gelap dan dingin, seseorang duduk di kursinya dengan senyum yang sangat lebar dan penuh kepuasan. Di layar monitor di depannya, terlihat situasi yang kacau di kantor pusat Dante. Dia tertawa kecil melihat kekacauan yang terjadi. Dia yakin kali ini rencananya pasti berhasil. Dia yakin kali ini dia akan meremukkan kekuatan Dante hingga tak berkutik lagi.

"Bersiaplah, Dante. Ini adalah akhir dari segalanya untukmu. Hari ini kau akan merasakan betapa menyakitkannya kalah dan hancur," ujar orang itu dengan suara dingin dan penuh kebencian.

Namun, orang itu tidak menyadari bahwa rencananya meski sudah matang, tidak berarti tanpa celah. Karena saat ini, di kantor pusat, Dante sedang bangkit dengan tekad yang membara. Dia tidak akan membiarkan rencana jahat itu berjalan lancar. Dia akan berjuang habis-habisan untuk mempertahankan apa yang menjadi haknya dan melindungi orang-orang di sekitarnya. Pertempuran yang sangat besar dan menentukan pun akan segera terjadi, dan nasib kedua pihak akan dipertaruhkan dalam perang ini.

Tiba-tiba saja ponsel di atas meja Dante berdering dengan nyaring, memecah kesunyian di dalam ruangannya. Dengan ragu namun sigap, Dante meraihnya. Di layar tertera nomor yang tidak dikenal. Namun, anehnya, di layar ada pesan kecil bertanda rahasia yang hanya diketahui oleh kalangan tertentu. Dengan hati-hati, Dante mengangkatnya.

"Halo... Siapa ini?" tanya Dante dengan waspada.

Di ujung telepon terdengar suara berat yang terdengar sangat asing namun sedikit terdengar panik dan terburu-buru. "Selamat siang, Tuan. Jika Tuan ingin selamat dan ingin menyelamatkan perusahaan Tuan, tolong dengarkan kata-kata saya ini baik-baik. Bahaya sudah di depan pintu."

Dahinya berkerut, Dante memegang telepon dengan lebih erat. Siapakah orang ini? Apakah ini jebakan baru? Atau ini adalah satu-satunya jalan keluar yang ia miliki? Pertanyaan-pertanyaan itu terus berputar di kepalanya. Namun satu hal yang ia sadari jelas, situasinya semakin rumit dan bahaya itu semakin nyata.

BERSAMBUNG

^_^

Tolong dukung ya my readers tersayang. Ini novel ke 14 aku 😍

Salam sehat selalu, dari author yang cantik buat my readers yang paling cantik.

^_^

1
Cheryl Emery
Mantap 👍👍👍👍
Serena Aurora
lanjut dong 🤭
Serena Aurora
keren👍
Sofhia Magdalena
semangat ya thorrrrrrrrrrrrr 👍
Sofhia Magdalena
Author terbaik aku, selalu update tiap hari dan aku pin semangat membacanya 🤪
Serena Aurora
👍👍👍👍👍👍👍👍
Serena Aurora
Ayo temukan lagi Dante siapa penghianat yang sebenarnya
Sofhia Magdalena
lanjut keren bingit 😍
Sofhia Magdalena
buka dulu topengmu, kayak lagu Peterpan ya thorrrrrrrrrrrrr 🤪
Victoria Genevieve
lanjut dong singkat bngt
Victoria Genevieve
keren 👍
si paling cute
cara mafia terkuat ya, banyak musuh🤭
si paling cute
Siapa.lagi Roland ini Thor🤭
Bunga Yona
semangat lah thor
Bunga Yona
ternyata masih ada musuh lebih kuat lagi 🤭
Cheryl Emery
terbaik Thor 🙏
Cheryl Emery
makin seru 👍
Gretchen Paula
lanjut 🤭
Gretchen Paula
tambah seru aja 😊 suka banget Novel yang beginian, gak melulu harus seperti yang gimana gimana gitu, beda cerita cuy.....keren 😊👍
Serena Aurora
semangat ya 😍
Ani.hendra: 🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!