NovelToon NovelToon
Dua Wajah Cinta

Dua Wajah Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Poligami / Pelakor
Popularitas:6.2k
Nilai: 5
Nama Author: my name si phoo

Lima tahun menikah, Stella merasa hidupnya sempurna bersama Abbas, suami yang penyayang. Kehadiran Annisa—yang diperkenalkan Abbas sebagai adik sepupu yatim piatu—bahkan disambut Stella dengan tangan terbuka layaknya adik kandung sendiri.
​Namun, fatamorgana itu hancur saat Stella menemukan slip reservasi hotel di saku jas Abbas. Bukan sekadar perjalanan bisnis, slip itu mencantumkan paket Honeymoon Suite untuk Mr. Abbas & Mrs. Annisa.
​Kebenaran pahit terungkap: adik sepupu yang datang ternyata adalah istri siri suaminya selama setahun terakhir. Terjebak dalam pengkhianatan di bawah atap yang sama, Stella harus memilih: bertahan demi janji suci yang telah ternoda, atau pergi demi harga diri saat Annisa mulai menuntut pengakuan sah sebagai istri kedua.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my name si phoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25

...Langit masih berwarna biru pekat saat jam menunjukkan pukul empat pagi. ...

...Udara dingin yang menusuk tulang perlahan-lahan membangunkan kesadaran Stella. ...

...Stella membuka matanya perlahan-lahan dan merasakan kepalanya yang sakit luar biasa, sisa dari efek obat tidur yang dipaksakan padanya....

...Ia melirik ke arah kursi pengemudi dan ia melihat Abbas yang masih tertidur pulas dengan posisi menyandar ke jendela. ...

...Ini adalah kesempatannya. Dengan jantung yang berdegup kencang hingga terasa ke tenggorokan, Stella mencoba untuk membuka pintu mobil....

...Ceklek!...

...Suara kecil itu terasa seperti ledakan di telinganya, namun untungnya Abbas tidak bergerak. ...

...Stella keluar dari mobil dengan sisa tenaganya. Ia mencoba untuk berjalan tetapi tempat yang sangat gelap, hanya ada cahaya bulan yang samar menembus rimbunnya pepohonan....

..."Mmmmpphh...." rintihnya tertahan karena mulutnya masih tersumpal kain....

...Dengan kaki yang lemas dan gemetar, Stella berjalan dan mencoba untuk mencari bantuan. ...

...Ia terus menyusuri pinggir jalan aspal yang dingin. Tiba-tiba, dari kejauhan, ia melihat lampu mobil dan berlari mendekatinya, berharap itu bukan orang jahat lainnya....

...Mobil itu mengerem mendadak dengan suara decitan ban yang nyaring, hampir saja menabrak sosok Stella yang tampak kacau di tengah jalan. ...

...Pintu pengemudi terbuka dengan kasar....

..."Stella?"...

...Suara bariton yang sangat ia kenal itu memecah keheningan fajar. ...

...Stella melihat Khan yang ada di hadapannya. Tangis Stella pecah seketika, namun hanya suara ...

..."Mmmmpphh!" yang keluar dari mulutnya yang masih terikat....

...Tanpa membuang waktu satu detik pun, Khan langsung menerjang maju dan mendekap Stella. ...

...Ia langsung membuka kain dan tali yang mengikat tangan Stella. ...

...Tangannya gemetar melihat bekas merah di pergelangan tangan wanita yang dicintainya....

..."Syukurlah, syukurlah aku menemukanmu," bisik Khan sambil mencium puncak kepala Stella dengan penuh kelegaan....

..."Khan. Abbas di sana..." Stella menunjuk ke arah kegelapan dengan suara serak dan ketakutan....

..."Kita pergi dari sini dulu," tegas Khan. ...

...Ia tidak ingin mengambil risiko terjadi konfrontasi berbahaya saat Stella dalam kondisi lemah....

...Khan segera menggendong Stella masuk ke dalam mobilnya dan memasangkan sabuk pengaman dengan protektif. ...

...Khan lekas meninggalkan tempat itu sebelum Abbas sadar kalau Stella sudah tidak ada di sana, memacu mobilnya kembali menuju kota, menjauh dari mimpi buruk yang hampir merenggut kebahagiaan mereka selamanya....

...Suasana di dalam mobil terasa begitu emosional saat Khan melaju dengan kecepatan tinggi namun tetap stabil menjauhi lokasi penyekapan. ...

...Cahaya fajar yang mulai menyembul di ufuk timur memberikan sedikit penerangan pada wajah Stella yang pucat dan berantakan....

...Di dalam mobil, Stella menangis sesenggukan. Seluruh ketegangan, rasa takut, dan rasa mual yang ia tahan sejak kemarin sore akhirnya tumpah tak terbendung. ...

...Tubuhnya bergetar hebat di bawah jaket besar milik Khan yang kini menyelimuti bahunya....

..."A-aku kira, aku tidak akan melihatmu lagi, Khan. Aku takut..." ucap Stella dengan suara yang nyaris hilang, terputus oleh isak tangis yang menyesakkan dada....

...Khan sesekali melepaskan satu tangannya dari kemudi untuk menggenggam erat tangan Stella yang masih terasa dingin....

...Ia meremasnya lembut, mencoba menyalurkan keberanian dan kehangatan yang ia miliki....

..."Shhh, jangan bicara begitu. Aku ada di sini, Stella. Aku tidak akan pernah membiarkan siapa pun menyentuhmu lagi," bisik Khan dengan nada suara yang dalam dan penuh emosi. ...

...Matanya sendiri tampak berkaca-kaca, merasakan penderitaan yang baru saja dilalui wanita itu....

..."Tarik napas dalam-dalam, sayang. Kamu sudah aman sekarang. Kita akan langsung pulang. Papa dan adik-adikmu sudah menunggu," lanjut Khan lagi....

...Ia membawa tangan Stella ke bibirnya, mengecupnya berkali-kali seolah ingin meyakinkan dirinya sendiri bahwa Stella benar-benar sudah kembali ke pelukannya. ...

...Di dalam hatinya, Khan berjanji bahwa ini adalah air mata terakhir yang akan Stella tumpahkan karena perbuatan Abbas. ...

...Mulai saat ini, ia akan memastikan tidak ada satu pun bayang-bayang masa lalu yang bisa mengusik ketenangan hidup mereka lagi....

...Fajar baru saja menyingsing, menyiram kediaman keluarga Permana dengan cahaya biru keabu-abuan yang dingin. ...

...Kecemasan yang menyiksa sepanjang malam akhirnya pecah saat mobil Khan menderu masuk ke halaman rumah....

...Sesampainya di rumah, Khan membopong tubuh Stella dengan penuh kehati-hatian. ...

...Tubuh Stella tampak sangat rapuh dalam dekapan pria itu, wajahnya pucat dengan sisa-sisa air mata yang mengering di pipi....

...Begitu pintu utama terbuka, si kembar menghampiri kakaknya dengan raut wajah yang campur aduk antara lega dan amarah yang meledak....

..."Kak Stella!" teriak Axel dan Alexander hampir bersamaan. ...

...Mereka ingin sekali memeluk kakak mereka, namun langkah mereka terhenti saat melihat kondisi Stella yang tampak sangat lemas dan trauma....

...Melihat situasi itu, Papa meminta Khan untuk memeriksa keadaan Stella. ...

...Sebagai seorang kepala keluarga, beliau mencoba tetap tenang meski hatinya perih melihat putri sulungnya diperlakukan sekasar itu....

..."Khan, bawa dia ke kamar. Tolong periksa kondisinya secara medis, Papa tidak ingin ada luka dalam yang terlewatkan," ucap Papa dengan suara rendah yang berwibawa namun penuh kekhawatiran....

...Khan mengangguk tegas, lalu melangkah menuju lantai atas, memastikan Stella mendapatkan penanganan terbaik di tempat yang paling aman baginya....

...Di saat yang sama, bermil-mil jauhnya di pinggir hutan yang sunyi, suasana mencekam menyelimuti sebuah mobil tua yang terparkir di bahu jalan. ...

...Udara dingin pagi itu akhirnya menembus masuk ke dalam kabin....

...Sementara itu, Abbas membuka matanya dan melihat Stella hilang dengan pintu mobil yang terbuka. ...

...Efek kantuk yang tadi menyerangnya sirna seketika, digantikan oleh rasa panik yang menjalar ke seluruh sarafnya....

...Ia memandang kursi penumpang yang kosong dengan tatapan tidak percaya. ...

..."Sial!!!" teriak Abbas sambil memukul kemudi mobilnya dengan keras hingga tangannya terasa nyeri....

...Napasnya memburu, matanya liar menyisir kegelapan di luar jendela, namun yang ia dapati hanyalah kesunyian hutan. ...

...Ia sadar, kesempatannya untuk memiliki Stella kembali telah musnah, dan kini ia bukan lagi seorang suami yang mencari istrinya, melainkan seorang buronan yang harus bersiap menghadapi kemarahan besar dari keluarga Permana dan Askhan....

...Abbas segera memacu mobilnya dengan kecepatan penuh, membelah jalanan setapak yang masih berkabut. ...

...Ketakutan kini mulai merayap di hatinya, menggantikan ambisi gilanya tadi malam....

...Ia tahu polisi akan segera mencarinya, dan satu-satunya tempat yang bisa ia tuju untuk bersembunyi sementara adalah rumah kontrakan sempit itu....

...Ia segera meninggalkan tempat itu dan kembali ke rumah Annisa....

...Suara deru mobil yang berhenti mendadak di depan rumah membuat Annisa tersentak. ...

...Dengan langkah gontai dan wajah yang sangat kuyu, Abbas melangkah masuk ke dalam rumah. ...

...Pakaiannya kusut, rambutnya berantakan, dan sorot matanya tampak kosong seperti orang yang baru saja kehilangan segalanya....

...Annisa yang sedang memasak melihat suaminya datang. ...

...Aroma tumis bawang di dapur kecil itu memenuhi ruangan, namun suasana hangat yang coba ia bangun langsung mendingin saat melihat kondisi Abbas yang sangat kacau. ...

...Annisa menghela napas panjang, ia tidak ingin memancing pertengkaran lagi pagi ini meskipun hatinya masih sakit karena ditinggalkan kemarin....

..."Lekas mandi, Mas," ucap Annisa dengan nada datar tanpa menoleh, sambil terus mengaduk masakan di wajannya. ...

..."Baumu sangat tidak enak. Setelah itu makanlah, aku sudah menyiapkan sarapan."...

...Abbas tidak menjawab satu kata pun. Ia hanya menatap punggung Annisa dengan rasa benci yang tertahan. ...

...Baginya, kembali ke rumah ini adalah sebuah penghinaan besar, namun ia tidak punya pilihan lain. ...

...Sambil melangkah menuju kamar mandi yang sempit, ia terus memikirkan bagaimana caranya agar ia tidak tertangkap, tanpa menyadari bahwa waktu yang ia miliki sudah hampir habis....

1
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
Halo aku mampir kak👋
my name is pho: terima kasih kak
total 1 replies
cinta semu
beruntung Stella punya teman yg cerdas ...😎
cinta semu
smg aja Stella instingnya tajam ...
tiara
wah wah ternyata sudah setahun toh mereka menikah siri,tunggu saja kalau stella tau rasain kalian
tiara
wah ga beres Si Abbas nih, sepertinya, ga tau diri tuh orang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!