tiba-tiba terbangun di tubuh Lady Genevieve, seorang bangsawan wanita yang sedang diasingkan di sebuah kastil tua karena fitnah kejam di ibukota. Suaminya sendiri, Duke of Blackwood, mengabaikannya. Saat dia bangun, sebuah "Sistem" muncul dan memberitahunya bahwa ada pelayan di kastil ini yang pelan-pelan meracuninya setiap malam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irzad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30 Cetak Biru Sang Predator
Kesunyian yang kembali turun di dalam Suaka Gerhana terasa berbeda dari sebelumnya. Jika beberapa menit yang lalu keheningan ini terasa seperti selimut debu dari kuburan yang terlupakan, kini keheningan itu bergetar oleh antisipasi. Udara di sekitar Genevieve tidak lagi menekan bahunya. Sebaliknya, udara itu seolah melingkar di pergelangan kakinya dengan penuh kepatuhan.
Genevieve berdiri tegak di depan altar obsidian, matanya yang berwarna biru kristal menatap ruang hampa di depannya dengan ketajaman yang baru. Sensasi dingin yang merambat di tulang rusuk kirinya—tempat di mana benang-benang hitam dari *Shadow Stitch* membalut tulang-tulangnya yang retak—terasa konstan dan kaku. Bayangan itu bertindak sebagai penyangga gaib yang luar biasa efektif, menumpulkan rasa sakit yang menyayat menjadi sekadar nyeri tumpul di latar belakang kesadarannya.
Ia mengangkat tangan kanannya, memutar pergelangan tangannya secara perlahan. Tidak ada lagi tremor hebat akibat kelelahan otot. Energi dari Inti Kegelapan yang kini bersemayam di ulu hatinya bertindak sebagai baterai cadangan yang menopang fungsi biologisnya. Namun, otaknya yang rasional dan sangat analitis menolak untuk terbuai oleh ilusi omnipoten.
"Sistem," perintah Genevieve di dalam benaknya, memecah keheningan mental. "Berapa lama jahitan bayangan ini bisa bertahan sebelum menguras habis sisa Energi Vitalku?"
Panel biru dengan bingkai rambatan bayangan ungu segera merespons di sudut pandangannya.
**[Analisis Penggunaan Energi Aktif...]**
**[Kemampuan 'Shadow Stitch' menahan struktur tulang secara konstan. Konsumsi energi: 1 Poin per jam (Berkat sinkronisasi tingkat tinggi dengan Entitas). Sisa Energi Vital saat ini: 45 Poin.]**
**[Peringatan: Tuan Rumah masih berada di bawah ancaman kelaparan seluler. Modifikasi magis tidak dapat menggantikan kebutuhan biologis akan kalori padat. Batas waktu kritis sebelum malnutrisi merusak organ: 5 Jam, 40 Menit.]**
Genevieve menurunkan tangannya. Sudut bibirnya yang pucat melengkung membentuk garis lurus yang keras. Sihir bukanlah makanan, dan tubuh Lady Genevieve tetaplah cangkang fana yang membutuhkan daging dan air. Ia tidak memiliki kemewahan untuk merenungi kekuatan barunya terlalu lama. Ia harus mencari jalan keluar dari dasar Jurang Hitam ini sekarang juga.
Bagi orang bodoh yang baru saja mendapatkan kekuatan, insting pertama mereka mungkin adalah memanjat tebing es di luar sana dan menggunakan bayangan untuk bertarung melawan gravitasi. Namun, Genevieve adalah seorang ahli strategi. Ia tidak akan membuang energinya untuk melawan alam jika peradaban masa lalu telah membangun jalan pintas untuknya.
Ia memutar tubuhnya, membelakangi altar obsidian, dan mengarahkan pandangannya pada deretan rak buku kayu besi yang menjulang tinggi di sisi ruangan. Sebuah faksi militer dan magis sekelas Ordo Naga Berkepala Tiga, yang memiliki kejeniusan untuk membangun tempat sebesar Suaka Gerhana di dasar bumi, tidak mungkin merancang markas mereka seperti sebuah kantong jebakan tanpa jalan keluar alternatif. Pasti ada jalur rahasia yang menghubungkan tempat ini dengan dunia permukaan.
Dengan langkah yang tenang dan tanpa suara—sebuah efek samping pasif dari *Aura of the Predator* yang membuat keberadaannya nyaris tak terdeteksi oleh lingkungan—Genevieve berjalan menyusuri rak-rak buku tersebut.
Jari-jarinya yang ramping menyentuh punggung-punggung buku bersampul kulit tua dan gulungan perkamen yang tertutup debu. Ia tidak mencari mantra serangan atau buku sejarah. Ia mencari sesuatu yang spesifik: arsitektur.
"Pindai judul-judul di rak ini," perintah Genevieve sambil berjalan perlahan di lorong utama perpustakaan. "Abaikan teks teologi, sejarah, atau sihir murni. Cari kata kunci: 'Cetak Biru', 'Jalur Logistik', 'Terowongan Permukaan', atau 'Struktur Pertahanan'."
Sistem bekerja dengan efisiensi yang mengerikan. Lapisan cahaya perak yang sangat tipis memancar dari mata Genevieve, menyapu ratusan buku dalam hitungan detik. Terjemahan bahasa kuno berkelebat di retinanya layaknya aliran air yang deras.
*Menyortir 4.500 literatur kuno...*
*Menyortir 2.100 gulungan logistik...*
Langkah Genevieve terhenti secara tiba-tiba di depan sebuah rak yang letaknya agak tersembunyi di sudut paling gelap, jauh dari pendaran kristal ungu. Di sana, matanya terkunci pada sebuah tabung perunggu berkarat yang bentuknya silindris dan panjang.
**[Kecocokan Ditemukan. Analisis Teks Eksterior: "Cetak Biru Pertahanan Vertikal - Sektor Utara Aethelgard".]**
Genevieve segera menarik tabung perunggu itu. Bebannya cukup berat. Ia membawa tabung tersebut ke salah satu meja baca kayu ek di tengah ruangan, membersihkan lapisan debu tebal di atas meja dengan kibasan lengannya, lalu membuka tutup tabung itu.
Sebuah gulungan kulit hewan yang sangat lebar dan diawetkan dengan getah pohon ditarik keluar. Saat gulungan itu dibentangkan di atas meja, Genevieve harus menahan napasnya.
Di hadapannya terbentang sebuah diagram arsitektur yang digambar dengan tinta hitam yang sangat presisi. Itu adalah penampang lintang (*cross-section*) dari tebing Jurang Hitam dan area permukaan di atasnya. Diagram ini tidak dibuat beberapa bulan yang lalu; ini adalah gambar yang usianya ratusan tahun, dibuat sebelum Kastil Ravenscroft modern berdiri di atas sana.
Mata Genevieve yang analitis menyusuri garis-garis tinta itu dengan kelaparan seorang jenderal yang sedang mempelajari peta benteng musuh. Ia segera mengenali lekukan tebing tempat ia dilemparkan semalam.
Di bagian paling bawah diagram, tergambar struktur Suaka Gerhana. Namun, yang membuat jantung Genevieve berdetak lebih cepat adalah sebuah garis vertikal putus-putus yang menembus ke atas, tepat dari langit-langit balairung melingkar—ruangan tempat ia menemukan mayat mumi dan meja peta 3D tadi.
Garis putus-putus itu terus naik membelah batu tebing obsidian, hingga berujung pada sebuah struktur menara pengawas tua di permukaan. Di samping garis vertikal itu, terdapat tulisan kuno yang langsung diterjemahkan oleh Sistem di matanya.
*"Lifter Hidrolik Geotermal. Jalur Evakuasi Darurat Kelas Satu."*
"Sebuah lift," bisik Genevieve tak percaya. Senyum kemenangan yang sangat dingin menghiasi wajahnya. Ordo Naga memiliki teknologi hidrolik bertenaga panas bumi—menggunakan uap dari Sungai Umbra—untuk menaikkan dan menurunkan beban dari dasar jurang langsung ke permukaan.
Pikirannya langsung menghubungkan informasi ini dengan realitas di masa kini. Kastil Ravenscroft yang ditempati oleh suaminya dan para pelayan pengkhianat itu jelas dibangun tepat di atas fondasi benteng Ordo Naga yang telah dihancurkan oleh Kaelen Blackwood. Jika menara pengawas tua di diagram ini masih ada, atau setidaknya fondasinya masih digunakan oleh arsitektur Ravenscroft modern... maka jalur evakuasi ini akan membawanya langsung masuk ke dalam perut kastil, melewati seluruh penjagaan di luar gerbang.
Genevieve menggulung kembali cetak biru itu dan menyimpannya ke dalam tabung perunggu, lalu mengaitkan tabung itu ke sabuk kain di pinggangnya. Pengetahuan ini terlalu berharga untuk ditinggalkan.
Ia tidak membuang waktu sedetik pun. Dengan *Nightfang* tergenggam erat di tangan kanannya, ia berjalan cepat meninggalkan perpustakaan raksasa tersebut. Ia melewati pintu perunggu ganda yang terbuka, melangkah kembali ke dalam balairung melingkar yang diterangi oleh meja peta 3D di tengahnya.
Udara di balairung ini terasa lebih dingin dan berbau debu logam. Mayat mumi dari agen rahasia yang tewas akibat gas beracun masih tergeletak kaku di lantai, persis seperti sebelumnya. Genevieve berjalan memutari ladang ubin jebakan dengan kecepatan yang jauh lebih berani, mengandalkan memori visualnya yang tajam untuk menghindari pelat-pelat tekanan yang mematikan.
Ia berdiri tepat di tengah ruangan, di samping meja peta batu bundar. Ia mendongak, menatap ke arah langit-langit yang gelap gulita di atas meja tersebut.
"Sistem," perintah Genevieve, suaranya menggema tajam di ruangan kosong itu. "Fokuskan pemindaian pada langit-langit tepat di atas titik ini. Cari anomali struktural atau pelat logam yang bisa bergeser."
Panel biru berkedip cepat.
**[Memindai Struktur Langit-Langit...]**
**[Anomali Ditemukan. Terdapat pelat baja melingkar berdiameter tiga meter di ketinggian delapan meter dari lantai. Pelat tersebut adalah dasar dari platform angkat mekanis. Kondisi saat ini: Terkunci dan tertutup karat pasif.]**
Mata Genevieve menyipit. Platform lift itu ada di sana, menggantung di atas kepalanya. Namun, bagaimana cara menurunkannya? Tidak ada tuas raksasa di dinding, tidak ada rantai katrol yang menjuntai.
Ia mengalihkan pandangannya ke bawah, menatap meja bundar batu di hadapannya yang dipenuhi ukiran peta topografi Aethelgard. Ia berjalan mengelilingi meja itu, ujung jarinya menyusuri tepian batu yang dipahat kasar. Jika ini adalah ruangan yang menyembunyikan akses ke lift rahasia, maka pemicunya tidak mungkin diletakkan secara sembarangan. Pemicunya pasti dirancang sedemikian rupa agar hanya anggota Ordo yang tahu cara mengaktifkannya.
Ia memperhatikan ukiran peta di atas meja. Pegunungan, lembah, dan sungai dipahat dengan sangat detail. Namun, di tengah-tengah daratan Aethelgard pada peta tersebut, ada sebuah cekungan kecil berbentuk bulat—tepat di lokasi geografis ibukota kerajaan saat ini.
Cekungan itu terlalu halus, terlalu melingkar sempurna untuk menjadi sebuah lembah alami. Ukurannya persis seukuran... bagian bawah gagang sebuah senjata.
Genevieve perlahan mengangkat belati *Nightfang*. Belati meteorit ini adalah kunci yang membuka pintu perunggu Suaka Gerhana. Masuk akal jika belati pusaka ini juga menjadi kunci master untuk mengoperasikan struktur mekanis utama benteng ini.
Ia memegang bilah belati itu, lalu mengarahkan bagian pangkal gagangnya yang membulat—yang terbuat dari logam hitam pekat—tepat ke atas cekungan kecil di peta tersebut.
Dengan ketegasan absolut, ia menancapkan pangkal gagang belati itu ke dalam cekungan.
*Klik.* Suara mekanis yang sangat dalam dan berat beresonansi langsung dari dalam perut meja batu tersebut.
Genevieve tidak menarik belatinya. Ia menggunakan kedua tangannya untuk memutar gagang belati itu ke arah kiri, berlawanan dengan arah jarum jam. Awalnya, mekanisme itu menolak untuk bergerak, tertahan oleh karat ratusan tahun. Namun, Genevieve menyalurkan sebagian kecil energi bayangan dari Inti Kegelapan ke lengannya, meningkatkan kekuatan ototnya secara magis selama beberapa detik. Urat-urat di lehernya menegang, dan dengan satu sentakan brutal, mekanisme batu itu menyerah.
*KRAK! GRRRRUMMM...*
Guncangan dahsyat seketika merambat dari bawah lantai marmer. Debu-debu tebal berjatuhan dari langit-langit balairung seperti hujan salju yang kotor. Suara desisan uap bertekanan tinggi terdengar meledak dari dalam pilar-pilar ruangan, memekakkan telinga.
Genevieve segera melangkah mundur, mencabut *Nightfang* dari meja, dan mendongak dengan tatapan penuh kewaspadaan.
Di atas sana, pelat baja melingkar yang menutupi langit-langit mulai bergeser. Suara gesekan logam raksasa yang sudah lama tidak bergerak terdengar seperti raungan monster yang dibangunkan dari tidur panjangnya. Rantai-rantai besi raksasa yang tebalnya seukuran lengan pria dewasa mulai menjulur turun, menurunkan sebuah platform bundar besar yang terbuat dari kisi-kisi baja hitam.
Platform lift itu turun dengan perlahan, diiringi kepulan uap putih berbau belerang panas yang menyembur dari pipa-pipa ventilasi tersembunyi di dinding poros. Hawa panas dari uap geotermal itu langsung menyapu wajah Genevieve, memberikannya kehangatan yang sangat ia rindukan di tengah udara dingin dasar jurang ini.
Ketika platform baja itu akhirnya mendarat dengan bunyi debuman keras yang menggetarkan lantai, tepat menutupi meja peta di tengah ruangan, kepulan uap putih perlahan mereda.
Genevieve berdiri menatap elevator kuno tersebut. Tidak ada tali rapuh yang perlu ia panjat, tidak ada tebing es yang harus ia taklukkan dengan tangan kosong. Kematian yang direncanakan Gideon untuknya baru saja ia hancurkan dengan kecerdasan dan keberanian untuk menggali kebenaran.
Ia merapatkan sisa gaun linennya, membersihkan debu dari rambut peraknya yang kusut, lalu melangkah santai naik ke atas kisi-kisi baja platform tersebut.
Platform ini sangat luas. Di tengahnya, terdapat sebuah tuas kendali perunggu yang berdiri kokoh. Genevieve berjalan mendekati tuas itu. Ia meletakkan tangannya di atas logam dingin tersebut, matanya menatap tajam ke arah lubang vertikal gelap gulita yang terbentang lurus ke atas, menuju permukaan. Menuju Kastil Ravenscroft. Menuju musuh-musuhnya.
"Gideon," bisik Genevieve pelan, sebuah senyum mematikan yang tidak memancarkan emosi apa pun melengkung di wajahnya yang sepucat pualam. "Kau mengira kau membuang sebuah mayat ke dalam jurang. Tapi bersiaplah, karena malam ini... jurang itu sendiri yang akan merangkak naik untuk menjemputmu."
Dengan satu gerakan penuh tenaga, ia menarik tuas perunggu itu ke bawah.
Uap geotermal kembali mendesis dengan kekuatan penuh. Rantai-rantai raksasa berderit tegang. Platform baja itu bergetar hebat sebelum akhirnya terangkat perlahan, meninggalkan dasar neraka putih Aethelgard, membawa sang Lady kembali ke dunia yang telah membuangnya.
Perburuan yang sesungguhnya telah dimulai. Dan kali ini, Genevieve yang memegang peran sebagai sang predator.