Arum mencintai sepupunya sendiri yang bernama Angga. Gadis itu tahu jika cinta itu salah dan tidak seharusnya terjadi.
Meskipun Angga sudah memiliki kekasih, tetapi Arum tetap tidak bisa menghilangkan rasa cinta itu dari hatinya.
Bagaimana caranya Arum menghilangkan perasaan nya terhadap Angga jika mereka saja berada satu atap yang sama?
Apakah Angga akhirnya tahu jika sepupunya itu memiliki perasaan terhadapnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Navizaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sulit mengungkapkan
Happy Reading.
Lisa tersenyum malu-malu sejak siang tadi, mungkin pipinya sudah pegal karena perempuan itu tidak bisa berhenti tersenyum. Perasaannya campur aduk, sungguh tidak bisa dia gambarkan rasa senangnya saat ini. Gara-gara di tembak sama Angga, pria yang sudah sejak 4 tahu lalu dikenalnya.
Pria yang sudah dia sukai sejak saat itu juga, tidak dipungkiri jika Lisa adalah wanita biasa yang mengagumi sosok Angga yang memang tampan dan baik.
Rasa kagum itu hanya bisa dia pendam sendiri, karena biar bagaimanapun Lisa tahu jika Angga sama sekali tidak menaruh rasa kepadanya.
Lisa masih bisa mengontrol perasaannya pada Angga, dia tidak akan menunjukkan pada pria itu bagaimana pun caranya. Perencanaan itu memang pandai menyimpan perasaan.
Angga selama ini juga sudah baik sekali terhadapnya, memberikan dia pekerjaan yang bagus dan memberi gaji yang tidak sedikit. Apakah itu belum cukup bagi Lisa dan masih harus menginginkannya cinta Angga.
Tentu saja tidak, Lisa bukan orang yang maruk, dia sudah cukup bersyukur karena telah di bantu oleh Angga.
Namun, apa yang terjadi siang tadi, tiba-tiba Angga mengajak nya berpacaran. Mengajaknya untuk belajar saling mencintai? Pria itu ingin mereka membangun hubungan dan membuka hati satu sama lain.
Bagi Lisa membuka hati untuk Angga bukan hal yang sulit, bahkan sangat mudah, karena perasaan itu masih ada sampai sekarang.
Lisa masih menyukai Angga, terlepas dari apapun, dia hanya menyimpan perasaan nya rapat-rapat agar tidak ketahuan oleh pria yang berstatus sebagai atasannya itu.
Meskipun ada sedikit keraguan di hati Lisa, tapi tetap wanita itu merasa sangat bahagia. Pria yang jadi atasannya itu juga mengajaknya kencan malam Minggu nanti.
Mimpi apa Lisa semalam, hingga tiba-tiba saja hidup nya berubah status, yang awalnya single, menjadi memiliki kekasih. Apalagi pria itu adalah pria yang sudah ia sukai sejak lama.
Apakah dia mendapatkan kebaikan dari Tuhan karena selama ini dia menjadi perempuan yang baik? Huh, Lisa terlalu percaya diri.
Wanita cantik itu akhirnya memutuskan untuk merapikan bajunya yang baru saja dia ambil dari tukang laundry. Hidup dia sebatang kara sekarang karena kedua orang tuanya telah meninggal setahun yang lalu karena kecelakaan.
Lisa hanya bisa berserah pada Tuhan bagaimana kehidupannya kelak, apakah dia bisa menjalani hubungan yang serius bersama Angga, entahlah, yang pasti sekarang dia harus berusaha untuk menjadi kekasih yang pantas dan layak bersanding dengan Angga.
****
Angga pulang ke apartemen pada pukul 1 dini hari, wajahnya terlihat kusut dan lelah. Angga hampir lupa jika adik sepupunya ada di apartemennya sekarang. Adik sepupu yang dia cintai. Angga berjalan perlahan kearah kamarnya, dia membuka pintu kamar yang sudah redup lampunya dan menatap ke arah ranjang melihat Arum yang sudah terlelap.
Wajah cantik yang semakin cantik setelah dewasa itu membuat jantung Angga berdetak tidak karuan, dia tidak bisa jika harus tinggal se-apartemen dengan Arum.
Hanya melihat Arum yang tidur dengan posisi seperti itu sudah membuat nya berhasrat.
"Sial!!" Angga menarik rambutnya ke belakang, mengacak-acak nya karena bingung dengan perasaannya sendiri m
Sebenarnya Angga sengaja ingin pulang larut karena dia tidak mau berbincang dengan adik sepupu nya itu. Dia tahu tubuhnya akan bereaksi seperti apa kalau melihat Arum.
Angga memutuskan masuk ke dalam kamar mandi dan membersihkan diri, mengguyur tubuhnya dengan air hangat, Angga menatap pantulan tubuhnya dicermin, bias air membuat wajah tampan itu terlihat semakin tampan.
Angga memikirkan hubungan nya dengan Lisa, mulai besok dia dan Lisa bukan hanya sebagai sebatas sahabat ataupun sebagai atasan dan bawahan, tetapi sebagai pasangan kekasih.
Entah kenapa hatinya tetap merasa hambar, dia yang memilih membuka hatinya untuk Lisa, tetapi kenapa Angga belum merasa bahagia.
Tidak ada letupan-letupan yang dirasakan di dadanya, apakah karena dia sudah terbiasa bersama dengan Lisa.
Lisa cantik, menarik, sebagai wanita dia sudah cukup matang untuk dijadikan sebagai istri. Sifatnya yang dewasa juga pasti bisa mengayomi suaminya kelak.
"Haaahh!" Angga mendesahh, menghembuskan nafasnya dengan kasar.
Sebaiknya dia segera istirahat, tubuhnya begitu lelah. Angga mematikan shower nya dan dia keluar dengan handuk yang melilit di pinggangnya.
Arum yang mendengar suara pintu kamar mandi yang berbunyi mengakibatkan dia terbangun.
Angga mengambil kaos dan boxer ke dalam walk in closet dan membawanya menuju depan meja rias.
Angga yang tidak menyadari bahwa Arum sudah bangun dia memakai pakaiannya di depan gadis itu.
"Oh my god!! mataku yang suci ternodai!" Batin Arum menjerit.
Dia masih berpura-pura tidur dengan membuka matanya sedikit. Mengintip hal didepannya saat ini no sensor.
Arum yang melihat dada bidang Angga hanya bisa menelan salivanya. Seksi banget! tubuh Angga yang begitu atletis membuat Arum berfantasi sendiri.
Angga yang sudah selesai memakai pakaian nya dia langsung berbaring diranjang memunggungi Arum.
Setelah beberapa saat Alven pun terlelap. Sedangkan Arum yang berada disampingnya terlihat gelisah sedari tadi. Dia menghadapkan tubuhnya ke arah punggung Angga.
"Kak, bolehkah aku memelukmu?" batin Arum.
Setelah agak cukup lama Arum menunggu Angga terlelap akhirnya dia melingkar kan tangannya ke perut kotak-kotak pria itu.
Nyaman sekali rasanya, tubuh ini, punggung ini adalah hal yang sangat dirindukan gadis itu. Akhirnya Arum ikut terlelap.
*****
Sinar mentari pagi masuk ke sela gorden di jendela apartemen, Angga yang sudah terbangun mendapati sebuah tangan mungil yang melingkar diperutnya.
Dia baru ingat bahwa sekarang Angga tidur seranjang dengan adik sepupu nya sendiri.
Pria itu menoleh dan melihat wajah cantik Arum yang masih terlelap. Dia tersenyum dan menghadap ke Arum. Tiba-tiba Arum semakin mengeratkan pelukanya.
Angga yang merasa susah bergerak karena pelukan Arum, dia hanya bisa terdiam. Jantung nya berdetak kencang, Angga harus mengontrol dirinya agar tidak khilaf. Semakin lama dia mengamati wajah Arum semakin pula Angga mendekatkan wajahnya.
Cup ...
Angga mencium bibir Arum sekilas, membuat gadis cantik itu terbangun dan membuka matanya.
Tuh, kan khilaf beneran!
Angga tentu saja merasa malu karena ketahuan telah mencuri ciuman itu saat Arum masih terlelap.
"Selamat pagi kak Angga?" sapa Arum tersenyum.
"Selamat pagi Arum," jawab Angga gugup.
"Kalau seperti ini kita sudah seperti pasangan suami istri, ya?" ucap Arum terkekeh.
"Enak aja ngomongnya, mana bisa kita disebut pasangan, yang ada kamu kaya adik kecil yang ketakutan lalu memeluk kakaknya dengan erat," jawab Angga sambil melirik ke arah tangan Arum yang melingkar di perutnya.
Seketika Arum melepas pelukannya, dia merasa malu dan tidak enak.
"Tapi kak Angga, sebenarnya kita adalah ..."
"Aku mau mandi dulu," sela Angga sebelum Arum meneruskan ucapannya.
Dia bangkit dari tidur dan langsung menuju kamar mandi. Dia harus buru-buru agar Arum tidak curiga bahwa senjata rudalnya sudah bangun berdiri tegak dan mengeras.
Arum hanya memandang Angga dengan wajah yang sendu.
Kapan aku bisa mengatakan kebenaran nya pada kak Angga, tapi untuk apa kebenaran itu diungkap kalau kak Angga hanya menganggapku adik sepupu nya saja. Batin Arum.
Bersambung
DAN TERLALU BANYAK MEMBATIN..JADI KESANNYA TERLALU BANYAK DRAMA..
MAAF YA THOR,KENAPA NAMA PERAN SELALAU SALAH?? Tadi DIAH JADI BIANCA, SEKARANG RIAN JADI STEVEN..🤦🤦🤦🙇🙇
MAMPIR THOR 🙋🙋😃