NovelToon NovelToon
Sheilla Abraham

Sheilla Abraham

Status: tamat
Genre:Tamat
Popularitas:70.1k
Nilai: 5
Nama Author: lizkook lovers

Ini kisah seorang gadis cantik, Sheilla Abraham namanya. Seorang gadis nakal, pembuat onar yang akhirnya memutuskan untuk berubah.

Namun, ternyata keputusan Sheilla untuk berubah malah membuat nya menjadi bahan bullyan di sekolah baru nya.

Lalu, akankah Sheilla melawan? atau membiarkanmu dirinya menjadi bahan bullyan murid-murid di SMA Raharja?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lizkook lovers, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Thirty

...Bukan ku membenci mu, namun hati terlanjur kecewa. Luka yang kau torehkan, tak akan bisa sembuh begitu saja. Ia butuh perawatan yang lama hingga perlahan rasa sakit dan kecewa ku dapat berkurang....

...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...

Sheilla sadar jika prilakunya tadi pagi itu sangat tinggi baik, seharusnya ia tak mengacuhkan ibunya seperti itu. Namun, bagaimana lagi jika hati Sheilla sudah terlanjur kecewa?

Ia butuh ketenangan hati, dan ketenangan hati untuk nya adalah mengunjungi anak panti bersama dengan Ryan.

Sebelum pergi ke panti, keduanya menyempatkan diri untuk membeli beberapa hadiah untuk anak-anak. Mulai dari baju baru, mainan, buku cerita, makanan dan masih banyak lagi.

"Hi, anak-anak, kakak Lala datang."

"KAK LALA!" Anak-anak panti langsung berhamburan mengerubungi Sheilla dan Ryan.

"Kak Lala dan Kak Andra kok baru kesini sekarang sih?" Tanya seorang anak panti dengan kedua rambut di kuncir, gadis cantik dengan jepit rambut kelinci itu memeluk kaki Sheilla.

Sheilla tersenyum, lalu menggendong gadis kecil itu. "Maaf ya, akhir-akhir ini kakak sibuk. Kamu kangen ya sama kakak?"

Gadis itu mengangguk pelan, terlihat sangat menggemaskan. "Ih gemes deh, siapa namanya adek cantik?"

"Abel," Jawab gadis itu malu-malu.

"Wah, Abel ya, nama yang bagus," Puji Sheilla membuat gadis itu merona. "Oh ya, Abel mau main sama kak Sheilla gak?" Si bocah mengangguk pelan.

"Baiklah, ayo kita bersenang-senang!!"

Hari itu Sheilla bersenang-senang bersama anak-anak panti, Mereka bercanda dan bermain bersama layaknya saudara.

Hari menjelang malam, Sheilla dan Ryan pun berpamitan pulang dengan ibu panti dan anak-anak. Ya, walaupun lagi-lagi Sheilla rasanya gak rela banget kalau harus pulang sekarang.

"Nanti kita bisa datang lagi, kamu jangan sedih." Sheilla di belakang sana hanya mengangguk pelan, lalu memeluk Ryan dan meletakkan kepalanya di punggung sang kekasih.

Awalnya perjalanan mereka santai dan damai sampai segerombolan anak-anak bermotor hijau mengelilingi mereka.

"WOY, PECUNDANG!" Seseorang yang menyamai laju motor Ryan itu menendang-nendang motor Ryan, namun untung nya, Ryan dapat menstabilkan motornya dengan baik.

Sheilla yang tak Terima pun menendang motor itu dengan kuat hingga terjatuh, beberapa anak motor yang lain berhenti untuk membantu tenan mereka, sedang kan sebagian nya lagi kembali mengejar Ryan yang sudah melaju cepat.

"Mereka lagi ngincar kita."

Ryan melirik beberapa kali dari spion motor nya.

Sheilla dengan inisiatif nya sendiri berdiri di atas motor, awalnya Ryan melarang karena itu bahaya, namun Sheilla bersikeras.

Satu motor mulai mensejajari motor Ryan, namun Sheilla dengan gesit menendang kepala di pengendara hingga ia oleh dan terjatuh.

Sheilla mengeluarkan kelereng yang tadi ia gunakan untuk bermain dengan anak panti dari saku jaketnya. "Untung aku bawa kelereng yang sangat banyak."

Sheilla langsung menebar kelereng itu hingga menutupi hampir seluruh jalan, beberapa dari mereka tergelincir dan jatuh, namun beberapa lagi masih bisa lanjut.

Sheilla tidak kehabisan ide, ia melemparkan pisau kecil yang selalu ia bawa hingga menancap di tangan beberapa dari mereka hingga mereka kehilangan kesempatan dan terjatuh.

Kini masih tersisa 3 motor yang masih mengejar mereka, dan sialnya jalanan di sana sangat sepi sehingga mereka tidak bisa meminta bantuan.

DOR!!

"RYAN, KANAN!" Ryan mengikuti instruksi Sheilla dengan cepat, untung Sheilla dan Ryan sigap hingga mereka tidak terkena tembakan itu.

"Si*l, berani sekali mereka menggunakan senjata api."

Sheilla bingung, harus bagaimana lagi ia menyingkirkan mereka, namun tiba-tiba sebuah motor hitam besar mencekal ke tiga motor itu.

Ketiga motor itu berhenti, mereka semua turun dan akhirnya berkelahi. Ryan reflek ikut memberhentikan motor nya juga.

"Siapa dia? kenapa dia bantu kita?"

Sheilla menggeleng tak tahu, "Kita bantu gak?"

Ryan menganggukkan, walau bagaimana itu sosok itu tengah membantu mereka sekarang.

Akhirnya terjadilah perkelahian satu lawan satu, dan tentu saja perkelahian di menangkan oleh pihak Sheilla.

"Thanks ya,,, Loh, lo?" Sheilla sepertinya mengenal laki-laki ini.

Laki-laki itu tersenyum, "Hi, nona cantik kita bertemu lagi."

Jack, kalian pasti masih ingat dengan laki-laki yang Sheilla temui di pantai waktu itu kan?

Ryan mengangkat satu alis, "Kalian saling kenal."

Jack mengangguk dengan senyuman bangga, membuat Ryan mendelik tak suka.

"Gak penting dia, ayo pulang." Sheilla menarik Ryan mengajak nya pergi, namun Jack langsung menahan tangannya.

Dengan wajah menyebalkannya laki-laki itu berkata, "Kalian tidak ingin berterimakasihlah? aku telah menyelamatkan kalian lho."

Sheilla yang kelas langsung menghempaskan tangan Jack, ia dan Ryan langsung pergi begitu saja meninggalkan Jack.

Jack di sana hanya tersenyum, senyuman yang aneh dan lebih terkesan seperti sebuah seringaian.

"Gadis cantik ku."

Kejadian penyerangan secara terang-terangan itu tidak bisa Sheilla biarkan begitu saja, ia langsung melapor pada Mahen dan yang lainnya.

Ini bukan masalah kecil, seperti nya mereka memiliki dendam dengan Sheilla, terlihat sekali jika mereka selalu mengincar Sheilla.

"Kita gak bisa diem aja kalau sudah begini, gue gak terima ya! Berani banget mereka keroyokan ngejar kembaran gue!!"

Aren mengangguk setuju, "Mereka keterlaluan, mainnya keroyokan. Kalau mereka berani, seharusnya mereka menyatakan perang sama kita secara langsung, buka cuma ngincer Sheilla."

"Dengan ngincer Sheilla, mereka sama saja menyatakan perang dengan ARMI." Arjun mendesis marah, tatapan laki-laki itu sangat mengerikan.

Mahen berpikir sebentar, "Apakah mereka adalah anak geng kobra?"

Sheilla di sana mengangguk yakin, ia melihat jelas lambang geng Kobra di motor orang yang mengejarnya dengan Ryan tadi.

"Sepertinya kita harus menyerang mereka," Usul RM.

Mahen mengangguk, "Kirimkan surat ajakan perang, besok malam kita berperang," Putus nya.

RM mengangguk, ia akan segera membuatku surat ajakan berperang dan akan di kirim ke markas utama geng Kobra.

Sheilla pulang sedikit larut, bahkan ia hampir saja tidak pulang jika Nathan tidak menelfon nya, meminta ia untuk pulang.

Sheilla tidak menyangka jika seluruh keluarga nya menunda makan malam hanya untuk menunggu dirinya. "Seharusnya kalian makan lebih dulu saja, bagaimana jika aku tidak pulang nanti?"

"Ya kami tidak akan makan malam," Ucap Alena acuh.

Sheilla memasang muka jengkel atas ucapan sang adek bungsu.

Riana meletakkan sepiring nasi dengan beberapa lauk di hadapan Sheilla, "Dihabisin ya sayang."

Sheilla mengangguk, ia memberikan senyuman tipis kepada sang mommy. "Maaf soal yang tadi pagi, mom."

Riana tersenyum hangat, "Tidak masalah, itu juga karena salah mommy sendiri makannya kamu kecewa. Maafin mommy ya sayang."

"Daddy juga minta maaf, ya. Daddy sudah gagal menjadi ayah yang baik buat kalian," Ucap Victor tulus.

Nathan, Sheilla dan Alena telah memaafkan mereka, hanya saja rasa kesal dan kecewa masih ada. Butuh waktu untuk mereka menghilang rasa kecewa dan kesal ini, terlebih Sheilla yang sudah merasakan kekecewaan ini berulang kali.

Malam ini, untuk pertama kalinya keluarga Abraham menghabiskan waktu bersama menikmati camilan sambil menonton pertunjukan talkshow di TV.

"Hahaha, gila tuh orang. Sakit banget perut gue, hahaha." Alena sudah tak tertolong, tertawa di atas karpet sampai guling-guling.

Nathan yang duduk di samping Alena hanya bisa menggeleng kan kepala.

Sheilla duduk di bawah bersama kedua orang tuanya, ia benar di jadikan ratu oleh mereka.

"Alena, jangan ketawa terus sayang, nanti kamu kencing lho," Nasehat Riana.

Alena yang tadinya tertawa sambil guling-guling pun berhenti, kemudian kembali duduk meski sambil menahan tawa.

"Hahahaha, apaan tuh? hahaha ngakak banget anjirr!" Alena telah berhenti, kini Sheilla yang beraksi, ia tertawa sampai melorot dari sofa.

"Hahaha, iya kan? kocak banget emang nih orang." Sekarang Alena punya teman buat ngakak bareng.

Melihat anak-anak nya pada duduk di bawah, Victor dan Riana pun ikut mendudukkan diri di bawah bersama ketiga anak mereka.

Sheilla tidak menyangka jika hari ini akan datang, hari dimana ia dan kedua saudaranya kembali mendapatkan kasih sayang orang tua yang sudah lama tidak mereka dapatkan.

Bahkan hari ini kedua orang tua Sheilla secara khusus mengambil libur untuk menghabisi waktu bersama.

Pagi-pagi sekali mereka berjoging bersama mengelilinginya komplek, lalu sehabis joging, mereka sarapan bersama. Riana, Alena, dan Sheilla sendiri yang memasak makanan untuk sarapan.

Mereka terlihat sangat kompak ketika memasak, bi Ina yang melihat nya pun tersenyum haru, akhirnya keluarga itu harmonis seperti dulu kala. Rasanya senang sekali melihat senyuman di wajah nona-nona nya yang biasanya murung.

"Hahahaha, mommy liat deh Alena cemong banget," Tawa Sheilla membuat Alena kesal. "Ih, ini gara-gara kak Sheilla sih, kan Alena jadi kotor lagi padahal tadi udah mandi." Alena merenggut kesal.

Bukannya meminta maaf, Sheilla malah tertawa dan menjulurkan lidah untuk meledek sang adik bungsu, "Biarin wlek, itung-itung kamu bedakan sehabis mandi."

"Mommy~" Rengek Alena membuat Sheilla dan Riana terkekeh di buatnya.

Jika para perempuan tengah memasak,maka beda cerita dengan Nathan dan Victor yang tengah serius menonton berita pagi ini.

"Beritanya itu-itu mulu, mana gak penting-penting banget lagi. Kayak kekurangan berita aja mereka," Komentar Victor yang mendapat anggukan setuju dari Nathan.

"Biasalah dad, mereka emang suka gitu. Hal kecil aja di beritain, kayak kedekatan kedua anaknya Raffi Ahmad. Padahal kan wajar aja ya."

Dan keduanya pun lanjut menggibah hingga acara berita itu selesai.

1
arniya
luar biasa kak
arniya
Alex..... mencurigakan??!
arniya
berasa nonton film
Mung Cha
Luar biasa
✧・゚: ✧・゚: Nelly Widiany :・゚✧:・
🥰🥰
Authoraja
Gak kebalik tuh thor🤣🤣
Nopiayya
25 jam berarti satu hari lebih 1 jam
Authoraja
25 jam? 24 jam kali thor
Mrinpur
iyh smoga itu adlah sheilla namun tdak dngan ingatan yg dulu hanya rasa cinta ny ajj,,,
ririn
😭😭😭😭😭kenapa sheilla harus mati padahal belum bahagia
Mrinpur
wahhhh,,,ternyata sad ending yach,,,kasian ryan ku kira bakal bahagia sama sheilla pada hal hidup sheilla slalu sedih,,,,
Mrinpur
wahhhhh,,,,deg deg an nich asli tp stelah ny bersambung jd penasaran,,,,
ririn
happy ending thor
Mrinpur
ohhhhh,,,gthu toh,,,tp ap memang sheilla yg bully kaka ny love,,,bsa ajj kn lw kaka ny love yg duluan jahatin sheilla maka ny sheilla coba bles,,,
Mrinpur
masih misteri ,
Mrinpur
kayak ny laki laki yg td sama cwe ny itu dech dalang dri semua penderitaan sheilla,,,
Mrinpur
sebener ny siapa yg dendam sma sheilla yach trus apa penyebab ny,trus si jack ini siapa yach,,,,semua ny masih misteri,,,,
Mrinpur
si jack dh kayak penguntit dmna ad sheilla lg sndiri pasti d situ si jack muncul bikin curiga ajj,,,,
Mrinpur
semoga lancar selalu kak,,,

ikutan sedih,,,soal ny penjahat asli ny lom tahu ad dendam ap sma sma sheilla trus kn kayak sembunyi d balik layar gthu,,,,
Nopiayya: Amin kak,,, semoga kakak juga selalu sehat dan di berikan kelancaran dalam segala urusan.
total 3 replies
Mrinpur
siapa sich yg di mksud sama ketua cobra,penasaran bnget,,,🤔🤔🤔
ryan keren,dh kayak pangeran berkuda besi ajj,,,🤭🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!