NovelToon NovelToon
Aku Bukan Siapa-siapa

Aku Bukan Siapa-siapa

Status: tamat
Genre:Contest / Keluarga & Kasih Sayang / Pernikahan Kilat / Ibu Mertua Kejam / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:16.1M
Nilai: 4.8
Nama Author: Trianti Fersa

Haii Readers...

Ini karya Ku yang ke empat semoga kalian suka...

"Dasar wanita ja**ng, aku menyesal menikahimu." Abbas menarik rambutku.

Ppllaakk.
Abbas menampar ku hingga bibir ku mengeluarkan darah segar.

"Mas, maafkan aku. Aku sangat mencintaimu." Aku memegangi lutut suami ku.

"Cepat kamu ceraikan dia, Mommy ngga sudi mempunyai menantu miskin, ja**ng dan mandul seperti dia." Usir Mommy mertua ku.

Air mata ku mengalir deras, Daddy mertua ku hanya diam saja.

Bagaimana kelanjutannya kisahnya?
Kisah ini diambil dari seorang sahabat, bukan plagiat ini kisah nyata. Semoga kalian menyukainya...

Jangan lupa Vote, like dan komentarnya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Trianti Fersa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kabar Yang Menyakitkan

"Boy, Papi berharap setelah ini kamu Benar-benar berubah. Jangan mengikuti sikap Mami mu." Batin Papi Mario setelah keluar dari mushola.

Papi Mario terus melanjutkan melangkahnya, tiba-tiba langkahnya berhenti di depan kamar Mami Siska di rawat. Papi Mario menatap Mami Siska dari jendela, ada rasa iba dan hatinya merasa gundah. Melihat wanita yang dulu pernah ia cintai dan melahirkan putranya.

"Sis, entah aku tidak tega melihat kamu seperti ini. Walau di hati sudah ada cinta untuk mu, tapi dari lubuk hatiku tidak tega melihat mu seperti ini. Maaf aku sudah tidak bisa mencintai mu lagi, karena sifat kamulah membuat aku tidak lagi mencintai mu. Tapi jika kamu mau berubah aku akan pikirkan lagi." Papi Mario menyekat airmatanya, lalu pergi menuju pakiran mobil.

Ketika Papi Mario ingin masuk ke mobil, tiba-tiba ponselnya berdering.

Ddrrtt... Ddrrtt...

"Assalamualaikum Pi." Panggil tersebut dari Alsava.

"Wa'alaikumsalam, putri Papi yang cantik. Bagaimana kabar kamu dan keluarga disana?." Papi Mario tersenyum mendengar suara Alsava membuatnya menghilangkan rasa gundah di hatinya.

"Alhamdulillah baik, Pi. Papi sendiri gimana?Baik-baik ajakan? Kenapa papi ngga pernah memberi aku kabar, aku kan khawatir." Alsava merasa khawatir karena sejak Papi Mario pergi, Papi Mario tidak memberi kabar kepada Alsava.

"Papi baik-baik aja, maaf ya. Papi ngga sempat menghubungi kamu, karena urusan disini tambah ribet. Papi butuh waktu lama menyelesaikannya, sayang."

"Yang penting papi harus jaga kesehatan dan jangan sampai kelelahan, atau perlu aku kesana menemani papi. Aku takut papi nanti kenapa-napa."

"Kamu memang wanita yang baik, Abbas akan menyesal meninggalkan kamu." Batin Papi Mario.

"Hallo, Pi. Kok, diam. Kenapa?."

"Eh! Maaf, tadi Papi melepas penyamaran Papi." Katanya bohong. Alsava mengetahui rencana Papi pulang ke Indonesia.

"Pi, maafkan aku, gara-gara aku papi harus bercerai dari orang yang papi cintai." Batin Alsava.

"Kamu jangan kesini dulu, nanti kalau keadaan mendadak baru kamu kesini. Papi mau menghukum Abbas dulu, biar dia menyesal menceraikan kamu dan memilih wanita ja**ng itu."

”Ya udah, yang penting papi jangan lupa hubungi aku. Oke."

"Siap tuan puteri, ya udah. Papi mau nyetir dulu, Assalamualaikum putri Papi yang cantik."

"Wa'alaikumsalam papi aku ganteng dan baik hati."

Panggilan telp telah usai, kemudian Papi Mario melajukan mobilnya.

🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸

Dua hari kemudian, Abbas mendatangi perusahaan Papinya.

"Pi,." Abbas asal masuk aja tanpa mengutuk pintu atau memberi salam. Sedangkan Papi Mario melihat kedatangan Abbas yang tidak sopan hanya menghela napas.

"Ada apa kamu datang." Ketus Papi Mario dan pura-pura mengetik laptopnya.

"Jadi benar Papi, menceraikan Mami. Apa Papi tidak memberikan Mami kesempatan?." Abbas menghampiri Papi Mario yang sedang berkutik dengan laptopnya.

"Tidak ada kesempatan, sama seperti kamu terhadap Alsava." Kata Papi Mario tajam hingga menusuk di hati Abbas.

"Pi, masalah aku dan Alsava beda." Abbas mengelak.

"Beda gitu, asal kamu tau gara-gara kamu Alsava depresi dan mengakhiri hidupnya." Papi Mario berbohong.

"Maafkan Papi, nak. Terpaksa harus berbuat ini biar Abbas menyesal." Kata Papi Mario dalam hati.

"APA!!!." Abbas terkejut dan Abbas merasa hatinya seperti tertusuk sembilan pisau mendengar perkataan Papi Mario.

"Kenapa kaget?bukannya kamu harus senang Alsava udah tiada." Papi Mario menatap tajam.

"Bu-bukan begitu, Pi."

"Bukan begitu kenapa?." Papi Mario terus memojokkan Abbas agar melihat penyesalannya.

"Maafkan aku, Pi. Aku ngga tau kalau kaya gini, kapan Alsava meninggal?." Airmata Abbas tiba-tiba keluar.

"Kamu harusnya minta maaf kepada Alsava bukannya Papi." Papi Mario dengan santainya duduk di sofa, di ikuti Abbas.

"Pi, kapan Alsava meninggal dan dimana pemakamannya?." Abbas menggoyangkan tangan Papi Mario dan meneteskan airmata.

"Waktu persidangan, makanya ia tidak datang."

Dduuaarrr

Hati Abbas seakan meledak.

"APAAA!!! Kenapa Papi tidak memberitahu Abbas?Ya Allah, maafkan dosa Hamba." Abbas terasa lemas dan duduk di lantai.

"Kenapa kamu pergi secepat itu?aku menyesal hiks... hiks... hiks..." Abbas menangis sejadi-jadinya. Papi Mario melihat Abbas menangis seperti itu merasa tidak tega.

"Buat apa kamu menangis seperti itu?bukannya saat ini ada wanita yang kamu cintai dan sedang mengandung anakmu." Papi Mario melirik sinis Abbas.

"Pi, Eliana emang saat ini istriku. Tapi hati ku entah cuma ada nama Alsava, Pi. Tolong beritahu aku dimana Alsava di makamkan. Aku ingin minta maaf." Abbas menghadap dan memegang tangan Papi Mario, ia masih duduk di lantai.

"Tidak ada gunanya kamu minta maaf sekarang, orangnya udah tidak ada. Lebih baik kamu pergi dari sini, sebelum Papi marah sama kamu." Papi Mario menepis tangan Abbas.

"Hiks... Hiks... Hiks... Maafkan Abbas, Alsava maafkan Aku." Abbas terus berusaha memegang tangan Papi Mario, walau Papi Mario beberapa kali menepis tangan Abbas.

.......

.

.

.

......Berikan jempol mu yang banyak ya.........

👍👍👍🏻👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍

1
Noerlina
Biasa
Noerlina
Kecewa
Reni Ajja Dech
Tadi di jelasin kembar 4.kenapa di bilang twins
Reni Ajja Dech
Lebih cantik Reina daripada Alvana
Reni Ajja Dech
Kasih jodoh yg lebih baik thorrr
Nawalia Mohdlekat
cerita kurang menarik
Lasmi Dewina Wati Siregar
ganti peran cewek nya , yg lebih cantik, menawan dan lembut
Asih Prawawati
Sejauh ini berarti Abbas blm tahu bahwa dia yg sebenarnya bermasalah dgn alat reproduksi nya...bahwa dia yg mandul ...
Ririn Santi
Abbas sungguh bodoh, dia yg ngejalang lalu kenapa Al yg dituduh jalang?
Ririn Santi
aseeek...gaaaas plototin terus tuh isi ATM😁😁😁
Ririn Santi
syukurnya papa mario msh realistis
Ririn Santi
mmg karakter aslinya gak bs hilang, tukang main perempuan . syukur deh lgsg talak 3. ntar nyesel nyesel deh sono
Sue Salmi
Wellcome to*
Soraya
menurutku yg slh itu bukan Abbas klo dri awal Alsava sm Mario jujur ceritanya beda lagi ya thor
Soraya
katanya orang terkaya no dua di dunia ms kulkas nya sampe kosong 🤔
Soraya
lah Mario juga aneh bukannya jujur sama Abbas eh malah ditinggal pergi
Soraya
mengejar cinta Alsava butuh waktu empat thn, nikah baru satu tahun dh cerai
Soraya
jgn ada kata untuk kembali bersama ya thor
Soraya
baru komen, hehehe Alsava cari penyakit sendiri
Soraya
mampir dulu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!