NovelToon NovelToon
Lady'S Gentleman

Lady'S Gentleman

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Dijodohkan Orang Tua / Nikah Kontrak / Cinta setelah menikah / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:4.8M
Nilai: 5
Nama Author: Septira Wihartanti

Bagaimana perasaan kamu, saat mendapati bahwa cinta pertamamu ternyata akan menjadi calon mertua kamu?

Milady Adara akan dijodohkan dengan Bossnya di Kantor, Trevor Michael Bataragunadi. Betapa terkejutnya ia saat mendapati sosok Sebastian Bataragunadi yang diperkenalkan sebagai Ayah Trevor! Percintaannya dengan Sebastian sudah berlangsung 10 tahun yang lalu yang berakhir dengan pahit. Mereka berdua bahkan menganggapnya aib yang memalukan.

kini, Milady sudah tidak mungkin mundur lagi dalam perjodohan tersebut karena Trevor memintanya sendiri. Ia tahu akan dimanfaatkan oleh Trevor untuk kebebasan pria itu dari ayahnya yang otoriter.
Selain menyadari bahwa ia ternyata masih memendam perasaan ke Sebastian, Pria itu bersikap antara dingin padanya, namun mendekatinya terus. Membuat Milady bingung dengan perasaan pria itu.
Kalau bisa memilih, Milady ingin membatalkan perjodohannya dengan Trevor.
Namun ternyata Sebastian ingin pernikahan Milady dengan Trevor tetap terlaksana.

NAMA, TEMPAT DAN KEJADIAN DI DALAM NOVEL ADALAH MURNI KHAYALAN AUTHOR SEMATA, TIDAK ADA HUBUNGANNYA DENGAN KEHIDUPAN NYATA

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Septira Wihartanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mr. X

Trevor mulai waspada.

Milady kalau sedang serius dan memendam masalah... Trevor meyakini pasti hal itu adalah sesuatu yang penting, baik diri Milady maupun diri Trevor.

Sejak lama wanita ini menjadi radar baginya untuk memilah kapan ia harus santai dan kapan ia harus bergerak cepat.

Dan karena sifat Milady yang lembut dan seringkali bersikap tenang, terkadang masalah sepele sudah selesai tanpa Trevor harus turun tangan. Yang sampai ke mejanya hanya masalah yang terbilang mendesak membutuhkan keterlibatan Trevor atau Bram.

Dan kini...Milady sangat tegang.

Hal apakah yang akan disampaikannya?

Masalah pekerjaan?

Apakah Bangunan di coastview? Atau mengenai pameran di Jepang? Rasanya hanya dua hal itu yang mendesak.

Atau...

Mengenai masalah pernikahan ini?

Penyebab kenapa Milady memutuskan untuk mundur?

"Kamu...tahu kan kalau selama ini aku memendam perasaan ke seseorang...?"

"Oh iya...Mr. X..."

"Hah? Mr. X ?"

Trevor terkekeh. "Iya, aku dan Bram menjuluki laki-laki misterius dambaan kamu itu dengan sebutan Mr. X."

Milady mencibir. Lalu menghela napas panjang.

"Sebenarnya... Baru-baru ini aku bertemu lagi dengannya..."

Trevor langsung mendekat dan mencondongkan tubuhnya. Dia tampak antusias.

"Dia masih hidup?" tanya Trevor dengan berbisik.

Milady mengernyit. "Aku ngga pernah bilang dia sudah meninggal Trev..."

Trevor tampak mengingat. "Sepertinya kamu bilang dia sudah mati."

Milady berdecak.

"Dia sudah 'mematikan' hatiku, iya?" Milady mengulangi kata-katanya yang dulu, saat Trevor dan Bram menanyakan mengenai keberadaan Mr. X.

Trevor tertegun, dia kembali mengingat.

"Oh iya... Hehe...sori." akhirnya ia ingat kata-kata pastinya.

Laki-laki... kalau diajak curhat kebanyakan hanya ingat sepenggal-sepenggal... Keluh Milady dalam hati.

"Lalu... Siapa dia?" tanya Trevor. Ia bersiap-siap menelpon Bram.

"Ini diantara kamu dan aku saja. Karena Bram dan Dimas tidak menjadi calon suamiku. "

Trevor berdecak sambil menurunkan ponselnya.

"Aku ngga biasa menyembunyikan sesuatu dari Bram." keluh Trevor.

"Yang ini, diantara kita saja, itupun karena aku mau mundur dari pernikahan dan aku butuh kerjasama kamu..." Milady sedikit memaksa. "Bram bukan calon suami aku... Kamu yang calon suami aku. Jadi, ini diantara kita saja..."

"Kalau Bram bertanya?"

"Bilang saja kamu sudah disumpah sama Milady untuk bungkam. Dia tidak akan bertanya lagi kalau sudah berhadapan denganku."

Trevor berpikir.

Selama ini, yang bisa menaklukan Bram memang hanya Milady. Kalau menyangkut wanita ini, dia biasanya mengalah. Mereka bahkan biasa berdebat berdua, dengan senyum masih terpatri di bibir mereka masing-masing.

"Oke..." Trevor menghela napas pasrah. "Jadi... Siapa dia?"

"Tebak?"

"Dia yang membuat wajah kamu seperti itu?"

"Seperti apa?"

"Merona dan menerawang..."

"Hm... Begitu yah." Milady tersipu lagi.

"Dan yang membuat kamu berdandan secantik ini."

Milady tersenyum malu.

"Dan juga, yang membuat kamu melupakan komitmen kita."

Milady menghela napas.

"Dia...adalah..."

Milady menahan dagunya dengan tangannya di meja. Bersabar menunggu Trevor menebak.

"James bukan?" tebak Trevor.

"Kenapa harus dia?!" Milady sewot

"Dia mencecarku di telepon, bertanya bernarkah kita akan menikah. Kubilang saja kita baru pacaran..."

"Gara-gara itu kamu menyimpulkan kalau Mr. X adalah James?"

"Yah, yang akhir-akhir ini bertemu kamu lagi setelah sekian lama kan dia."

"Bukan James..." keluh Milady.

"Ya udah kasih tahu aja, aku ngga pintar tebak-tebakan." Trevor menggaruk tengkuknya. "Yang pasti sih bukan ayahku..." tambahnya.

Milady membeku.

Ia diam.

Lalu menegak air putihnya.

Trevor menatap tingkahnya yang salah tingkah.

"Milady..." ia menekan suaranya.

"Hm..." Milady menunduk menatap cakenya yang baru dimakan setengah.

"Mr. X itu... Adalah..."

Milady melirik Trevor, lalu kembali membuang muka.

"Astaga..." gumam Trevor.

*****

Arran berdiri bersandar ke pilar yang menghadap air mancur raksasa. Ia kini berada di Garnet Central, salah satu Mall terbesar di negara ini, dibangun di bawah Garnet Grup.

Ia disini karena...

Yah, walaupun terdengar memalukan, ia sedang menunggu teman kencannya yang dikenalnya secara online lewat aplikasi jodoh.

Bukannya ia tidak laku...

Tapi...

Setelah Milady menolaknya, Arran merasa ia telah salah melangkah. Sehingga saat ini ia butuh pelampiasan lain.

Seakan ia tidak bisa mencari pasangan di kehidupan nyata.

Namun karena ia sedang bosan, jadi kemarin...

(Flashback kemarin)

Situs perjodohan trending, Arran mengetahui dari salah satu media sosialnya. Lalu jemarinya otomatis mencari tahu dan masuk ke alamat virtual.

Situs ini selain menyediakan jasa perjodohan, juga menawarkan jasa teman kencan. Anggotanya eksklusif, harus membayar sejumlah biaya administrasi dan pengecekan identitas segala. Setelah itu harus mengisi data diri.

Biaya administrasinya lumayan mahal, tapi itu jasa paling top di situs itu.

Setelah Arran sadar, ia bahkan sudah sampai ke tahap submit.

Ya ampun... Pikir Arran.

Apa yang kulakukan?

Kenapa aku mendaftar tanpa pikir panjang? Bahkan sampai membayar biaya anggota?

Memangnya aku segitu putus asanya dengan status jombloku?

Kalau mau berkencan bukankah lebih baik dengan para wanita yang rutin mengirimiku bingkisan setiap minggu?! Kenapa aku harus ke situs kencan segala??

Namun karena ia sudah membayar biaya anggota, jadi ia tidak ingin dirugikan. Jadilah ia menekan tombol submit data dirinya.

Hm...

Situsnya lumayan unik

Pengunjung tidak bisa berkomentar dengan kata-kata sendiri.

Para wanita atau pria yang statusnya available tidak dapat diakses lagi baik itu foto maupun data dirinya.

Dan ada beberapa orang di urutan top class.

Arran mengakses salah satu data wanita dengan level tertinggi di sana.

Wow...

Cantik sekali!

Lalu membaca komentar pilihan.

Rata-rata pria yang sudah berkencan dengannya mencontreng kata-kata pilihan : kenyataannya lebih cantik daripada di foto, sangat ramah, berwawasan luas, akan berkencan dengannya lagi.

Arran mencoba menginvitenya dalam chat pribadi melalui situs itu, karena pengunjung tidak diperbolehkan untuk mencantumkan nomor ponsel pribadi.

Namun pria itu juga tidak terlalu berharap dibalas karena wanita ini berada di urutan paling atas, mungkin ada banyak penawaran invite dari pria lain.

Lalu pria itu meletakkan ponselnya di atas meja dan kembali ke pekerjaannya merancang konsep dan detail bangunan dari komputernya.

"Pak Arran, ada paket." Tony mengetuk pintu ruangannya.

Arran menghampirinya dan membuka pintu.

Tampak wajah sumringah Tony dengan kotak berwarna coklat di depan dadanya.

Arran membukanya sekilas.

Cake.

Dari cafe bunga.

Cafe yang sedang booming belakangan ini, dan rencananya mau buka cabang di Garnet coastview.

Lumayan sebagai penglaris mall yang baru dibangun, jadi mungkin Arran akan minta pihak mereka bekerjasama untuk promosi awal.

Arran mengambil kartunya.

"Bagikan saja ke anak-anak..." desisnya.

Raut wajah Tony langsung menyeringai cerah.

"Baik Pak!" desisnya riang.

Arran kembali duduk di kursi kerjanya sambil membaca kartu.

Terima kasih atas bantuan kamu waktu di notaris.

Yori Hainez.

Senyum tipis Arran mengembang. Satu keluarga dengan nama aneh...

Tapi sejujurnya, menurutnya, Yori bukan tipe wanita yang bisa dijadikan istri. Dan tampaknya wanita itu juga tidak mencari suami. Ia terlalu mandiri dan jenis yang independent. Arran tidak akan kaget kalau Yori bisa mengganti ban mobil sendiri.

Dan saat itu ponselnya berdenting tanda notifikasi.

Besok, jam 10 pagi, Garnet Central, depan air mancur. Oke?

Arran tertegun melihatnya.

"Waduh..." gumamnya.

Ia tidak menyangka balasannya tiba secepat ini.

dan sejujurnya Arran agak ragu untuk mengetik balasannya.

(Flashback Off)

Dan disinilah ia sekarang.

Menunggu teman kencannya, yang nicknamenya bernama Queenie.

Kok... rasanya deg-degan yah. Padahal Arran menganggap ini hal konyol. Kencan buta, seperti yang dia lakukan jaman SMA waktu masih ada aplikasi friendster.

"Arran?"

terdengar suara memanggilnya.

Arran menoleh mengikuti arah suara.

lalu pria itu tertegun beberapa saat, memicingkan mata, dan... tetap tidak mengenal wanita yang memanggilnya.

Sangat cantik menurutnya. Hampir mirip dengan Milady, namun yang ini lebih mungil.

":Iya?"

Wanita itu menghela napas. "Ini Yori... masih inget dong..." decak wanita itu.

Mata Arran terbelalak.

"Hah?" sahut Arran, lalu ia memandang Yori dari atas kepala sampai kaki wanita itu. Penampilannya benar-benar berbeda. Yang ini sangat feminim dengan gaun berwarna salem dan sepatu hak tinggi. Walaupun rambutnya sama-sama pendek, tapi wanita yang di depannya ini mengenakan riasan dan tanpa tindik berlebihan. "Masa?"

"Dih kamu nih... belum juga seminggu ketemu udah lupa aja... batalin ah kerjasama iklannya!" Yori pura-pura ngambek.

Ah iya, suaranya suara Yori.

Arran terkekeh. "Habisnya..." dia tidak melanjutkan kalimatnya, mengagumi dandanan Yori.

Penasaran, untuk siapa wanita ini berdandan semanis itu.

"Kaget yah?" tanya Yori sambil berdiri di sebelah Arran.

"Pasti mau pacaran yah..." tebak Arran.

"Hehe..." balas Yori. "Belum kenal sih, mau ketemuan aja dulu."

"Maksudnya?"

"Mau...kencan buta."

Arran kehilangan senyumnya. Perasaannya langsung tidak enak.

Lalu pria itu meraih ponselnya.

dan mengangkatnya ke sebelah wajah Yori.

Foto queenie.

"Kenapa?" tanya Yori.

"Kamu...Queenie?" gumam Arran.

Yori terpaku.

*****

1
Feezah Faizura
Nah ini disebut ukuran jarinya Miladi. Giliran dikasi cincin sama Mas Yan malah nanya tau darimana. Hadeeeuuuuh...
🦋🌻Ẅåmāřį💞🦄
Di bagian ini, rasanya nasib dimas apes bener disebelim ama sebastian, berulang2 bacanya gak bosan2
🍌 ᷢ ͩ𝐀⃝🥀ρҽNσʋ🎀⁰⁰
mobil 80 miliar.. dompetku bergetarrrr
🍌 ᷢ ͩ𝐀⃝🥀ρҽNσʋ🎀⁰⁰
lionellllll
𝕴𝖇𝖚𝖓𝖞𝖆 𝖆𝖓𝖆𝖐-𝖆𝖓𝖆𝖐
wow...
tp takut gak sih kalo dapat pelanggan yg aneh²,
𝕴𝖇𝖚𝖓𝖞𝖆 𝖆𝖓𝖆𝖐-𝖆𝖓𝖆𝖐
jaman sekarang saingannya bukan sama yg cantik tp sama yg ganteng...
𝕴𝖇𝖚𝖓𝖞𝖆 𝖆𝖓𝖆𝖐-𝖆𝖓𝖆𝖐
baca lagi novel ini...

belum bisa move on
🇮🇩 F E E 🇵🇸
Pernah bilang, lupa neh. Waktu LG bareng Pak Yan diresto trus Trevor telp nanyain kapan ada waktu mau beli cincin tunangan, kan Milady kasi tau ukuran jari manis 5 jari tengah 6.
Denis Saipulah
bikin shick shack shock ini cerita terlalu barat bgt, tapi BAGUSSSSS
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
dari semua tokoh novel milady ada di tahta tertinggi
madam septira gambarin sosok nya di luar nalar , mendekati sempurna malahan.
lembut , sexyyy , independen, cantik, pesonanya tumpah² dan yg pasti otak nya selain cerdas juga liarrr/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
aku pengen kayak dia wkwwkwkwk
LOVE U TOO¹
rahwana lagi do oven
LOVE U TOO¹
bakarayou..
LOVE U TOO¹
hansel
Ari Martiana
ter debest....
ida nurhidayah
ceritany bagus bgt...semangat otor😘♥️
Bee mi amore
wah aku Melu mewek
Bee mi amore
anak aku sekolah di PL looo🤣🤣
Bee mi amore
kok Yo Nemu wae istilah aneh madam iki 🤣🤣
Bee mi amore
wkwkwk 🤣
Bee mi amore
wahhh...bojone Sandra Ellen
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!