NovelToon NovelToon
Bumi 6026

Bumi 6026

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Dunia Masa Depan / Sistem / Sci-Fi
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: imafi

Bumi, anak SMA biasa yang cuma jago ML, terbangun pada tahun 6026 untuk menjadi penolong dunia. Ia harus mencari sebuah daerah yang paling aman di muka bumi, tapi ia malah terdampar di wilayah yang hanya diisi oleh perempuan muda dan cantik. Pemimpin mereka ingin Bumi menghamili semua yang ada di sana, padahal ternyata mereka adalah...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon imafi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

Bab 29

Di tengah perjalanan ke atas. Nuri kesakitan. Bumi terpaksa menggendong Nuri. Entah dari mana kekuatan itu, Bumi tidak merasa badannya kesakitan sama sekali. Ia hanya merasa lapar. Lapar yang luar biasa.

Mereka berempat, tiba di sebuah ruangan yang lebih besar. Terlihat lorong-lorong yang menyambungkan gorong-gorong, dengan pipa-pipa besar. Suara air mengalir dan mesin filter yang menderung serta asap yang keluar dari ventilasi, membuat telinga tidak bisa lagi mendengar dengungannya sendiri.

Dengan menggunakan bahasa isyarat, Sally mengajak Pam jalan ke arah utara. Nuri dan Bumi tidak mengerti apa yang dikatakan Sally. Mereka hanya mengikuti saja. Ketika Sally jalan, mereka jalan. Ketika Sally berhenti, mereka berhenti. Ketika Sally jalan menunduk, mereka semua jalan menunduk. Ketika Sally ngumpet, semua ngumpet.

Ada langkah kaki dari kejauhan datang mendekat. Suara langkah itu diiringi oleh suara percakapan kedua pria. Percakapannya bukan tentang bagaimana cara mengamankan kota atau hal-hal serius, tapi mereka membicarakan cara mendapatkan akses ke penari bugil hologram secara gratis.

Bumi melirik Nuri. Nuri menepuk Bumi, memberikan cubitan keras agar Bumi tidak berpikiran macam-macam, seperti kedua orang itu yang ternyata mereka berpakian sekuriti. Seperti tentara, hanya saja bermotif loreng hitam abu-abu. Bajunya terbuat dari kulit yang sepertinya anti peluru. Sehingga mereka tidak perlu lagi memakai rompi hitam di dada mereka. Dengan senjata yang gepeng, seperti senjata laser. Bumi bisa memperkirakan bahwa pelurunya pasti unlimited.

Belum sampai kedua orang itu benar-benar pergi. Ada bunyi notifikasi di jam tangannya Pam.

Sally menoleh ke Pam.

Pam dengan panik mematikan bunyi di jam tangannya. Ternyata Nash bertanya apakah sudah bertemu dengan Sally.

Tapi Pam tidak sempat membalasnya, karena kedua penjaga tadi kini balik dan jalan mendekati dinding tempat Bumi dan yang lainnya sembunyi.

Sally mengeluarkan senjata, pistol seperti milik penjaga itu tapi lebih kecil ukurannya, hanya segenggaman tangan.

Pam mengeluarkan senjata miliknya.

Nuri mengeluarkan pisau Arbuck miliknya.

Sedangkan, Bumi mengacungkan kedua tinjunya. Senjata yang mereka ambil ketika di awal bendungan dari para penjaga, sudah tenggelam terbawa arus aluran air.

Kedua penjaga itu datang mendekat. Dengan sinyal dari Sally, Bumi dan yang lainnya berhasil membuat dua penjaga itu pingsan.

Bumi hendak mengambil senjata mereka, tapi Sally teriak, “Jangan! Bahaya kalau kita terlihat membawa senjata mereka.”

Bumi mengangguk dan meninggalkan senjata dan para penjaga itu.

Sally bergegas mengajak yang lainnya, keluar dari gedung saluran air yang entah berapa luasnya. Bumi dan Nuri mengira-ngira mungkin sebesar mall Pondok Indah.

Mereka keluar di bagian belakang yang langsung berhadapan dengan motor milik Sally. Motornya berbentuk seperti kapsul pesawatnya, ada empat tempat duduk yang saling berdempetan, dan penutup kepala, hanya saja ukurannya sedikit lebih kecil, tidak ada mesin belakang dan tempat menyimpan barang-barang. Hanya ada mesin kontrol dan dua tempat duduk di depan dan belakang. Tanpa berpikir, Sally dan Pam duduk paling depan. Bumi dan Nuri masing-masing duduk di belakang Pam dan Sally.

Motor Sally itu tiba-tiba menyala dan terbang di udara. Persis seperti pesawat kapsul miliknya.

Mereka terbang di atas kota California.

Matanya Bumi dan Nuri terbelalak kaget, melihat kota California tidak seperti kota yang mereka temui sebelumnya. Tidak seperti tempat Bumi pertama kali bangun. Di sebuah kota kecil dengan lapangan yang luas. Tidak seperti tempat Nuri pertama kali bangun, di sebuah kerajaan yang terbuat dari reruntuhan bangunan benteng tua yang besar dan berlumut. Tapi kota itu benar-benar kota masa depan. Pantas disebut kota tahun 6026.

Gedung bertingkat. Seperti saling melayang. Lorong-lorong jalan tol yang saling bertumpuk satu sama lain di udara. Tidak ada pohon sama sekali. Yang ada adalah tiang-tiang papan reklame yang menayangkan iklan dengan hologram. Timbul seperti nyata. Dari satu daerah ke daerah lain ada suara yang entah apa itu. Bising, tapi Bumi dan yang lainnya tidak bisa mendengarkannya dengan baik.

Sally mengendarai motornya, masuk ke sebuah pipa lorong. Seperti jalan tol tapi melayang dan satu arah. Ada empat lajur di setiap lorong. Tapi semuanya satu arah, sehingga tidak akan ada tabrakan dari arah lain. Hanya saja pasti orang yang pertama kali mengenal sistem jalanan di kota itu, pasti pusing. Karena jalan bertumpuk dan berputar. Ada GPS di bagian depan motor Sally, tapi Sally sama sekali tidak memperhatikannya. Ia fokus menatap ke depan.

Kendaraan di jalanan melayang itu, berbagai macam bentuk. Ada yang gepeng seperti ufo, banyak yang berbentuk kapsul, tapi ada juga yang berbentuk seperti mobil BMW yang ada pada tahun 2026.

Bumi dan Nuri saling berpandangan, merasa ketakutan akan teknologi apa yang akan mereka hadapi.

“Ada yang ngikutin kita, kayaknya,” kata Sally melirik Pam. Pam melirik di dashboard motornya, lalu menekan layar kamera belakang. Ada sebuah motor kapsul warna merah mengikuti mereka.

“Siapa?” tanya Bumi.

“Nggak tau.”

“Mungkin temannya Michael,” jawab Sally santai. “Mereka membujuk aku supaya ikutan balapan di festival, tapi aku menolaknya.”

“Kenapa?” tanya Pam.

“Buat apa aku ikutan lomba, kakak nggak ada,” jawab Sally singkat.

“Sekarang aku ada,” kata Pam.

“Ya, apalagi sekarang. Kalau mereka tahu kakak ada, mereka akan menanyakan teman-teman kakak yang kabur sama kakak,” Sally memutar bola matanya.

“Bener juga,” Pam mematikan kamera belakang di dashboard. “Mereka nggak boleh tahu aku ada.”

“Terus gimana dong?” Nuri tampak bingung.

“Ya, kabur!” Sally menekan gas. “Pegangan!”

Motor Sally melintas dengan cepat di jalan tol, bahkan sampai menempel ke bagian atas jalur tol. Seperti akrobatik. Rambut Nuri, Pam, dan Sally terbang tertarik grafitasi. Nuri memejamkan mata, ketakutan. Sementara Bumi tampak sangat menikmati.

Tapi motor di belakang terus mendekat.

Sally berusaha belok kanan, kiri, masuk ke lorong tol atas, bawah, berputar. Motor yang mengejar mereka terus mengikuti.

“Aku mulai mual,” kata Nuri dengan wajah pucatnya.

“Aduh sori, Kak!” Sally tampak cemas. “Gimana ini?”

“Turun kan aku!” kata Pam.

“Hah?” Bumi kaget.

“Kamu keluar dari jalur tol, turunkan aku di dekat kafe Jericho, lalu cepat pergi dan hadapi mereka,” kata Pam menatap Sally.

Sally tidak berkata apa pun, ia hanya mengangguk, lalu menggas motornya lagi.

Di tempat yang diminta Pam. Sally membuka pintu motor. Pam melompat, lalu lari masuk ke dalam gang gelap. Bumi bergegas mengambil alih posisi Pam. Sally menjalankan motornya lagi, menjauh dari gang. Dan membawa motor yang mengikuti mereka pergi menjauh dari Pam.

Bumi menatap Nuri yang tidak suka Pam ditinggal sendiri, padahal sudah membantu mereka, “Kita akan kembali menjemput Pam.”

1
Q. Adisti
seruu, lanjut kaaak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!