NovelToon NovelToon
Lima Anak Kembar Milik CEO Kejam, Lumpuh Dan Buta

Lima Anak Kembar Milik CEO Kejam, Lumpuh Dan Buta

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Anak Genius
Popularitas:13.9k
Nilai: 5
Nama Author: Yayuk Triatmaja

Kimberly kembali ke negaranya bersama ke empat anak kembarnya untuk membawa anak sulungnya yang terpaksa dititipkan oleh seorang pria. Di mana pria tersebut adalah seorang CEO yang terkenal dengan kekejamannya dan super dingin.

Kimberly hamil di luar nikah karena melakukan hubungan satu malam dengan seorang pria. Di mana saat itu Kimberly di jebak oleh Ibu tirinya dan adik tirinya demi mendapatkan warisan yang ditinggalkan oleh Ibunya.

Selain ingin membawa putra sulungnya, Kimberly berniat membalaskan dendam terhadap Ibu tirinya dan juga adik tirinya dengan cara menikah dengan pria yang membuat dirinya hamil.

Akankah rencananya berjalan lancar? Apakah pernikahan Kimberly berakhir bahagia atau bercerai? Mengingat banyak orang yang ingin memisahkan hubungan mereka. Ikuti yuk novel terbaruku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayuk Triatmaja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Apa Yang Harus Aku Jawab?

"Kamu sangat baik terhadap Arnold dan Arnold sangat menyayangimu. Karena itulah Aku juga menyukaimu." Jawab Diego jujur.

"Aku merasa kamu bukan suka padaku tapi kamu suka karena Aku menjadi pengasuh anakmu, benar bukan?" Tanya Kimberly yang tidak percaya dengan perkataan Diego.

"Keluarga kita tidak akan pernah kekurangan pengasuh." Jawab Diego.

"Kimberly." Panggil Diego.

"Ya." Jawab Kimberly dengan singkat.

"Enam tahun yang lalu, ada seorang gadis yang juga membuat hatiku berdebar seperti ini. Perasaan yang kamu berikan padaku sangat mirip dengannya." Ucap Diego sambil menatap ke arah Kimberly yang juga sedang menatap dirinya.

("Enam tahun yang lalu? Jangan-jangan ...." Ucap Kimberly menggantungkan kalimatnya sambil memegang sendok makan).

"Wanita yang membuatku berdebar enam tahun lalu itu adalah Ibunya Arnold ..." Ucapan Diego terhenti ketika Kimberly tidak sengaja menjatuhkan sendok makan.

"Ada apa?" Tanya Diego dengan tatapan menyelidik.

"Sampai sekarang hubungan yang hanya sekilas lewat itu, tidak mungkin membuatmu terus mengingatnya, benar bukan?" Tanya Kimberly balik bertanya.

"Sebenarnya setelah malam itu, Aku juga mencarinya tapi tidak membuahkan hasil." Jawab Diego jujur.

"Awalnya Aku pikir Aku harus menyerah tapi wanita itu meninggalkan seorang anak untukku. Menurut kamu apa maksud wanita itu meninggalkan putranya dan memberikan padaku?" Tanya Diego sambil masih menatap ke arah Kimberly.

Hal ini dilakukan karena Diego bisa mengetahui kalau Kimberly berbohong atau tidak. Sedangkan Kimberly berusaha bersikap biasa saja agar Diego tidak curiga dengan dirinya.

"Kenapa kamu menceritakan hal ini padaku?" Tanya Kimberly balik bertanya.

"Mungkin kamu bisa memberitahuku apa yang ada di pikirannya." Jawab Diego.

"Mungkin saja Dia tidak mampu membesarkan putra kami mengingat putra kami ada kelainan ketika dilahirkan. Atau bisa juga karena Dia mempunyai pria lain di luar sana karena itu putra kami, Aku yang merawatnya." Sambung Diego.

Kimberly terdiam sambil berpikir dan menunggu kalimat selanjutnya yang keluar dari mulut Diego.

"Asalkan Dia jujur padaku, maka apa pun masalahnya Aku tidak akan mempermasalahkannya." Ucap Diego.

"Diego, maafkan Aku. Aku bukan wanita itu, jadi Aku juga tidak tahu apa yang Dia pikirkan." Ucap Kimberly berbohong.

("Orang ini, demi meyakinkanku untuk mengakuinya sampai-sampai Dia mengarang cerita sesukanya." Sambung Kimberly yang tidak mungkin mengatakan hal itu di depan Diego).

"Aku menunggunya selama enam tahun." Ucap Diego dengan wajah mendadak berubah sedih.

Hal ini membuat Kimberly sangat terkejut dengan perubahan wajah Diego yang mendadak berubah. Kimberly hanya terdiam sambil menunggu kalimat selanjutnya.

"Kalau bukan karena kecelakaan itu, mungkin Aku masih akan terus menunggu." Ucap Diego.

"Benarkah?" Tanya Kimberly yang tidak percaya dengan apa yang dikatakan Diego.

"Tentu saja benar." Jawab Diego.

"Aku dengar sebelum kecelakaan itu, kamu sudah bertunangan dengan Valen?" Tanya Kimberly.

"Tunangan dengan Valen?" Tanya ulang Diego.

"Ya." Jawab Kimberly dengan singkat.

"Itu hanya candaan yang diucapkan oleh kedua orang tua kami jadi sama sekali tidak serius." Ucap Diego.

"Oh, begitu rupanya. Padahal Aku mengira kalau kalian berdua saling mencintai." Ucap Kimberly.

"Aku ini hanya ingin membesarkan putraku dengan baik sambil mencari ibu kandungnya." Jawab Diego.

"Oh ya, menurutmu kenapa wanita itu tidak pernah muncul dan menemuiku? Apakah di mata wanita itu Aku seburuk itu hingga Dia tidak mempercayaiku?" Tanya Diego pada dirinya sendiri.

"Tentu saja tidak. Menurutku kamu adalah orang baik. Kalau tidak, untuk apa Aku menikah denganmu?" Tanya Kimberly sambil meminum anggur yang berkadar rendah.

"Apa yang kamu katakan benar juga. Tapi meski kita sudah menikah namun kita belum mempunyai surat nikah. Karena itu kita harus mengurus surat nikah dulu secepat mungkin." Ucap Diego sambil menatap Kimberly yang sedang meminum anggur.

"Uhuk .... Uhuk ..." Ucap Kimberly yang tiba-tiba terbatuk hingga muncrat ke wajah dan jas milik Diego.

"I ... ini terlalu mendadak!" Seru Kimberly yang melihat Diego sama sekali tidak marah malah yang ada men lap wajahnya dengan sapu tangan yang selalu di bawanya.

Kimberly yang melihat hal itu merasa bersalah, membuat Kimberly berdiri dan berjalan ke arah Diego untuk membantunya.

Kimberly menghentikan langkahnya di samping Diego lalu ikut membersihkan jas milik Diego yang basah dengan menggunakan sapu tangan milik Kimberly.

Namun tiba-tiba Diego menarik tangan Kimberly, Kimberly yang belum ada persiapan langsung duduk di pangkuan Diego.

Mereka berdua saling terdiam dan saling menatap hingga beberapa saat kemudian Kimberly tersadar dan berusaha untuk berdiri namun Diego menahan tubuh Kimberly.

"Jadilah pasanganku yang sah. Menurutmu, apakah kamu senang atau tidak senang?" Tanya Diego sambil menatap wajah Kimberly dari jarak dekat.

"Tentu saja Aku sangat senang tapi Aku takut jika kamu menyesal karena menikah denganku." Jawab Kimberly yang mencari alasan yang tepat sambil berusaha bangun namun Diego masih memeluk pinggang Kimberly.

"Keputusan yang sudah Aku buat, tidak akan pernah Aku sesali. Justru kamu setelah menikah denganku jangan harap bisa kabur." Ucap Diego.

"Aku berjanji padamu, Aku akan berusaha sebaik mungkin dalam batas kewajibanku. Yaitu menjadikanmu Nyonya Diego Roberto yang dihormati semua orang." Sambung Diego.

("Aduh gawat, Aku tidak boleh percaya dengan janji seorang pria dan Aku harus berusaha untuk tidak jatuh cinta." Ucap Kimberly).

"Selain itu Arnold pasti akan sangat senang mendengarnya. Selain itu gadis kecil yang selalu memanggilku dengan sebutan 'Ayah' dan memanggilmu Ibu'. Pada saat pesta pernikahan kita nanti, Aku ingin mengundangnya sebagai gadis pembawa bunga." Ucap Diego.

"Apa? Ada pesta pernikahan juga?" Tanya Kimberly dengan wajah terkejut sambil berusaha melepaskan pelukan Diego karena Kimberly merasakan bokongnya ada yang mengganjal.

Diego yang merasakan adik kecilnya mulai tegang dengan sangat terpaksa melepaskan pelukannya. Hal ini membuat Kimberly berdiri dan berjalan ke arah kursi makan yang tadi diduduki.

"Tentu saja." Jawab Diego.

Kimberly yang mendengar jawaban Diego langsung menghentikan langkahnya tanpa membalikkan badannya.

"Tapi untuk mengundangnya sebagai gadis pembawa bunga tidaklah mudah. Karena Aku sudah mengirim banyak orang untuk mencarinya tapi tidak kunjung menemukannya." Ucap Diego.

Kimberly yang mendengarkan perkataan Diego langsung membalikkan badannya dan menatap ke arah Diego yang sedang duduk di kursi makan.

Sedangkan Kimberly masih berdiri dengan tegak sambil menatap ke arah Diego yang juga sedang menatap dirinya.

"Menurutmu, bukankah itu aneh?" Tanya Diego dengan tatapan menyelidik.

"Aku juga tidak tahu di mana Dia tinggal." Jawab Kimberly berbohong.

"Tidak apa-apa. Karena Aku bisa menyuruh orang untuk terus mencari keberadaan anak kecil itu." Ucap Diego.

"Oh ya, setelah kita selesai makan kita akan pergi untuk mendaftarkan pernikahan kita." Sambung Diego.

("Waduh, apa yang harus Aku jawab?" Tanya Kimberly sambil berpikir untuk mencari jawaban yang tepat.

1
Sumawita
org yg menculik cari mati
Yayuk Triatmaja
Ada yang komplikasi makanya author ganti
Fanny Puspita
nama kok ganti thir🤣
Andrea Ann
🤣🤣nama ya ampun thor🤭
Yayuk Triatmaja: hehehehe
total 1 replies
Sumawita
sebenarnya apa sih yg ada di pikiran Kimberly, dan jg Diego ko percaya aja ga curiga apa klo Kimberly ga jujur
Sumawita: ya kak, semangat kak😍😍😍😍😍
total 2 replies
Nadira ST
namanya kok ganti Senin Selasa Rabu kms jmt thor🤦🤦🤦
Yayuk Triatmaja: Awalnya senin, selasa, rabu, kamis dan jumat terus sama author di ganti tapi belum semuanya
total 1 replies
Amalia Putri
lanjut thor💪💪💪
Sumawita
mantap kak
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto: sama2 👌👍
total 2 replies
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
Yayuk Triatmaja: siap. hari ini dobel up
total 1 replies
Rainie Mahadun
nama ibu,keren sekali kimberly,sekali nama anak²nya..haduhhh thor baik tukar nama anak²nya..pelik²
Yayuk Triatmaja: Hehehehe .... Kali ini author bikin nama2nya agak lain. Kalau kurang suka, mohon maaf untuk ke depannya tidak akan bikin nama2 nya yang seperti ini🙏
total 1 replies
Yayuk Triatmaja
betul sekali
Sumawita
sepasang suami-istri yg cerdik🤣🤣🤣
Sumawita
lanjut kak,
Yayuk Triatmaja: Siap hari ini up lagi
total 1 replies
Isabela Devi
wah Diego baru di obati Rabu Uda bisa liat, ajaib memang akupuntur itu
Yayuk Triatmaja: Terima kasih atas komentarnya.
total 1 replies
Yayuk Triatmaja
Hehehehe ... 😄
Yayuk Triatmaja
Betul sekali
Yayuk Triatmaja
Siap. Terima kasih banyak atas komentarnya.
Yayuk Triatmaja
Siap. Terima kasih atas komentarnya
Isabela Devi
bagus juga kasih nama anak hari Senin sampai jumat🙏
Yayuk Triatmaja: Terima kasih banyak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!