NovelToon NovelToon
Aku Pergi Bukan Untuk Kembali

Aku Pergi Bukan Untuk Kembali

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Pernikahan Kilat / Pelakor
Popularitas:17.4k
Nilai: 5
Nama Author: Linda Pransiska Manalu

"Aku sudah lelah." desis Ribka menatap lambaian daun jambu di teras samping rumahnya. Sepasang mata milik Raymond melirik ajam.
"Aku lelah, selama ini telah mengalah!" ulang Ribka lagi. "Lelah menjadi lilin yang menerangi duniamu. Sudah saatnya aku pergi, mencari kebahagiaanku sendiri."
Ribka menarik kopernya. Diiringi tatapan sinis dari keluarga suaminya. yang selama ini tidak pernah menghargainya.
Cinta di ujung senja. Perjalanan Ribka mencari kebahagiaannya setelah bercerai dengan suaminya. Berhasilkah Ribka menemukan kebahagiaannya?

"Aku pergi bukan untuk kembali."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Linda Pransiska Manalu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29. Diterima bekerja.

Pak Mario Hasiholan tengah sibuk menandatangani beberapa berkas. Ketika pintu ruang kerjanya diketuk.

"Masuk!" perintah Pak Mario tanpa melihat ke pintu. Kenny melongokkan kepalanya. Melihat papanya yang menekuri lembaran kertas di tangannya.

Tanpa melihat sama sekali siapa tamu yang masuk ke dalam ruangannya. Kenny menggelengkan kepalanya. Sudah menduga akan sikap papanya. Selalu saja dia dicuekin.

Tanpa bicara Kenny menarik kursi dan duduk di depan Papanya. Menyodorkan kertas dan minta tanda tangan.

"Ada apa mencari Papa. Pasti ada maunya kan?" tebak Pak Mario. Karena sudah hapal tabiat anaknya. Pak Mario masih fokus dengan pekerjaannya. Kesannya seolah tidak peduli. Karena memang sudah menduga siapa yang datang.

"Ck ck ck, " Kenny mendengus sebagai protes. Pak Mario melirik sekilas. Cuma sekilas. Lantas perhatiannya beralih lagi ke berkas di hadapannya.

"Kenny butuh tanda tangan Pa."

"Tanda tangan apa? Apakah kamu butuh rekomendasi?" Tanpa memeriksa berkas yang disodorkan. Pak Mario menandatangani kertas yang disodorkan Kenny. Semudah itu papanya menaruh tanda tangan. Tanpa memeriksa lebih dulu.

"Kenny sudah menemukan orang yang cocok, Pa." ucap Kenny tersenyum sumringah, karena telah berhasil mendapatkan persetujuan papanya. Pak Mario menghentikan jemarinya yang tengah menulis sesuatu.

Dipandangnya Kenny lekat. Lagi-lagi cuma sekilas. Lalu jemarinya kembali menari di atas kertas.

"Pacar kamu ya? Sudah yakin mau ngasih anak orang makan?"

"Siapa yang ngomong soal pacar? Kenny bicara tentang asisten pribadi Papa. Kenny sudah menemukan orang yang cocok." Kenny tersenyum smirk, saat melihat tangan papanya terhenti. Menepikan berkas itu dari hadapannya.

Menautkan kedua telapak tangannya. Duduk tegak. Dan pandangan papanya menelisik tepat ke wajahnya. Akhirnya dia bisa mencuri perhatian papanya.

"Kamu merencanakan soal apa lagi? Siapa yang butuh asisten.pribadi. Masalah itu sudah kelar, kenapa lagi kamu mengungkitnya." sorot mata Pak Mario menyipit.

"Kenny gak berisik, karena memang belum dapat yang cocok Pa."

"Trus apa yang ini akan cocok dengan, Papa. Papa tidak akan ngomong dua kali. Apapun rencananya, batalkan! Paham?" Pak Mario kembali meraih berkas yang disingkirkan tadi.

"Yakin, Papa tidak akan menyesal?" ledek Kenny.

"Kenapa menyesal? Papa tidak butuh asisten pribadi. Mubazir." nada suara Pak Mario berubah. Kenny malah tertawa.

"Hem, tapi kalau yang ini Papa pasti menyesal menolaknya. Lagi pula Papa tidak bisa menolak. Karena Kenny sudah memutuskan." Kenny langsung berdiri dan berjalan ke arah pintu.

"Hei apa-apaan ini?" bentak Pak Mario.

"Papa sudah menyetujuinya." Kenny mengacungkan kertas yang barusan ditanda tangani Pak Mario.

"Kenny akan suruh Mira menyerahkan ini ke bagian HRD. Thanks, Papa!" Tubuh Kenny lenyap dibalik pintu.

Pak Mario tidak berkutik. Ada-ada saja ulah putranya itu. " Dasar anak sableng!"

Entah apa tujuannya mengangkat asisten pribadi. Bukankah Mira sudah ada? Pak Mario menggelengkan kepalanya. Berkas di hadapannya lebih penting. Ketimbang mengurus ide putranya yang terkadang di luar logikanya.

"Nah, Ibu resmi diterima disini sebagai asisten pribadi, Pak Mario. Menyangkut tugas Ibu, semua tercantum disini. Jadi tolong Ibu pelajari. Dan kalau ada hal yang tidak dimengerti, silahkan ajukan pertanyaan ya, Bu." Susi asisten kepala HRD memberikan beberapa pengarahan. Sehubungan dengan cara kerja dalam perusahaan.

"Mulai besok, Ibu sudah bisa bekerja. Dan hubungi Mira sebagai sekretaris Pak Mario, kalau ada kendala ya, Bu."

"Baik Bu, terima kasih. Ibu akan pelajari dulu ini. Permisi." Ribka keluar dengan perasaan lega. Dia telah diterima resmi bekerja di perusahaan NAULI PERSADA GROUP.

Senyum, mengembang di sudut bibir Ribka. Dia bergegas menuju riangan Mira. Ribka masih tidak percaya. Kenapa dia bisa diterima bekerja di perusahaan itu?

Apakah koneksi Kenny begitu kuat. Sehingga semudah itu dia diterima menjadi karyawan?

Apapun itu Ribka sangat berterima kasih kepada Kenny. Berkat jasanya dia bisa diterima bekerja, di perusahaan. Yang selama ini tidak pernah diduganya.

Palingan, dia bekerja jadi pembantu. Atau pekerjaan apa saja asal halal, pasti akan dilakoninya untuk bertahan hidup. Ternyata Tuhan beri berkat lebih dari yang dia harapkan.

"Kenny, kalau nanti Tante sudah gajian. Tante akan traktir kamu ya. Sebagai ucapan terima kasih Tante." ucap Ribka saat perjalanan pulang mereka. Usai melamar pekerjaan. Dia resmi bekerja besok. Dan Kenny berjanji akan mengantar jemput Ribka sepulang kerja.

"Apa tidak akan merepotkan kamu. Gimana dengan pekerjaan kamu.?" ucap Ribka sungkan. Baginya pertolongan Kenny sudah terlalu banyak. Dia tidak ingin merepotkan Kenny lebih banyak lagi.

"Tante akan belajar naik angkot. Sepertinya ada jalur angkot menuju tempat kerja Tante."

"Tidak apa Tante. Kan tempat kerja Kenny searah. Jadi bisa pulang pergi bersama. Tante duluan turun. Kenny lanjut lagi."

"Nak Kenny kerja di daerah mana?"

"Ke arah Utara Tante." Kenny menyebut komplek perkantoran. Namun, percuma saja Ribka tidak kenal daerah itu. Ribka hanya ber oh saja mengiyakan.

"Oh, ya Tan. Janji Tante akan Kenny tagih nanti ya. Tapi sekarang Kenny yang akan traktir Tante dulu."

"Jangan nambahin utang Tante. Tante mau pulang saja." Tolak Ribka halus.

"Ini tidak masuk daftar hutang kok. Kenny cuma mau merayakan, karena Tante telah diterima bekerja di sana."

"Tapi sebenarnya Tante agak curiga, Ken." ucap Ribka tiba-tiba.

"Curiga apa Tante?" Kenny melihat Ribka sekilas. Lalu fokus ke jalan raya.

"Masak sih Tante diterima semudah itu. Kamu bilang kan, pelamarnya banyak kok cuma Tante saja tadi yang diwawancarai."

"Uhuk!" Kenny terbatuk tiba-tiba karena tidak menduga pertanyaan Ribka. "Oh, soal itu Tan, pelamarnya gak datang berbarengan. Kebetulan lowongan ini sudah lama. Tapi belum ada pelamar yang pas didalam hati pimpinannya.

"Jadi, Bos perusahaan itu melihat saat test wawancara?" seru Ribka kaget.

"Iya dari ruangan lain. Dan mungkin juga saat membaca berkas lamaran Tante." jelas Kenny. Setiap kata yang lewat tenggorokannya seolah berubah jadi duri. Karena terpaksa membohongi Tante Ribka.

"Kamu kenapa, Kenny? Kok suaramu berubah?" Ribka menatap lekat ke arah Kenny. Dipandangi seperti itu. Kenny merasa ditelanjangi. Membuatnya gugup karena telah berbohong.

"Ah, gapapa Tante. Tenggorokanku mendadak seret. Butuh aqua mungkin." kelakar Kenny menetralisir perasaannya.

"Hem, kamu ada-ada saja. Bawaannya selalu bercanda." ponsel Ribka tiba-tiba berdering. Nama Raymond terlihat di layar.

Ribka memandang Kenny. Ragu untuk menerima telepon itu.

"Kenapa gak diangkat Tante? Siapa yang nelpon?"

"Suami Tante."

"Oh, diangkat saja Tante. Siapa tau ada hal penting."

Ribka menekan tombol terima. Suara Raymond terdengar marah di seberang.

"Ribka! Kamu dimana? Kenapa tidak menyusul datang ke rumah sakit. Kamu itu masih menantu Ibu!" bentak Raymond kalap, karena istrinya entah pergi kemana.

Tadi dia pulang sebentar ke rumah. Dan mendapati pesan di atas meja. Ribka telah pergi meninggalkan rumah. Tanpa memberitahu kemana pergi. ***

1
Yantie Narnoe
ahirnya up jagu...semangat thor💪💪
Linda pransiska manalu: iya mak, ada famili meninggal, abis itu kita sakit.
total 1 replies
Ray Aza
so far sampe eps ini ceritanya lmyn menarik dan tdk bertele2 tp knp sepi ya?
Ray Aza: menurut aq bagus kok.. sdh bkn saatnya bikin tokoh utama yg cengeng dan menye2 kek sinet ikan terbang. bnyk yg lbh jelek dr karya ini tp bs lolos retensi. ga tau jg kriteria NT yg kek gimana. tetap semangat ya bu.. 😃
total 1 replies
Test Baru
kok belum up lagi thor 🙏🙏🙏
Linda pransiska manalu: ada famili yg meninggal. dan author kurang sehat. semoga bessok bisa up Mak.
total 1 replies
Listiyawati Rinda
lanjut kak
Ma Em
Pak Mario datangnya terlambat sehingga Ribka ditampar sama Kathy , semoga semua orang yg sdh menghina Ribka segera dipecat sama pak Mario , dan Raymond pasti kaget dan sock setelah tau Ribka sdh menikah dgn bos nya .
Linda pransiska manalu: iya Mak, bakalan kaget jumpalitan.🤭
total 1 replies
Listiyawati Rinda
double up thor
Linda pransiska manalu: belum bisa ya. keluarga sedang berduka cita. hari ini acafa adatnya.
total 2 replies
Lyeend
hahahaha 🤣 memang itu yang patut kamu fikirkan Raymond
Yantie Narnoe
doublr up thor...💪💪
Yantie Narnoe: turut berduka cita thor...
total 2 replies
Ma Em
Bagus Ribka terima saja lamaran pak Mario biar si Raymond menyesal sdh menceraikan mu Ribka , buat si Kathy kalah darimu Ribka karena Ribka membuang suami yg tdk berguna malah dapat bosnya Raymond .
Linda pransiska manalu: iya Mak, kita gaskan
total 1 replies
Retno ataramel
ayo terima ribka lamarannya
Linda pransiska manalu: ayo Mak, kita gaskan, hehehe.
total 1 replies
Linda pransiska manalu
makasih ya Vote nya
Retno ataramel
ak kasih vote karna udah double up 💪
Retno ataramel
terimaksih mak author sudah double up😍
Linda pransiska manalu: makasih atas dukungan cerita mak.
total 1 replies
Yantie Narnoe
double up donk...
awesome moment
smg kenny adalah jason
Yantie Narnoe
semangat up thor...💪💪
Linda pransiska manalu: Makasih dukungannya, bund. besok ada bonus Up nya.
total 1 replies
Retno ataramel
vote berhasil mendarat untuk pak mario ,kayanya jodoh nya ribka ya thor
Linda pransiska manalu: makasih ya bund vote nya serta dukungannya. atas cerita Mak.
total 1 replies
Agnes Kewa
Lanjut dong, penasaran. deh
Linda pransiska manalu: makasih dukungannya ya.
total 1 replies
Dinda Putri
up lagi thoor makin seru
Linda pransiska manalu: Mungkin nanti usai lebaran. karena sibuk di dunia nyata.🙏
total 1 replies
Lyeend
Alisya lagi bagus pemikirannya daripada abang dengan ibunya
Dan aku rasa Mirza itu anaknya Raymond dengan Kathy.
Linda pransiska manalu: iya sedikit lebih waras dia bun.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!