Disarannkan sebelum baca cerita ini baca dulu karya saya Gadis Miskin Kesayangan CEO ya, agar tidak gagal fokus, disana cerita Tania dan Dokter Anton bermula.....#
Anton adalah seorang Dokter Umum yang melanjutkan studinya untuk meraih gelar sebagai Dokter spesialis kejiwaan, dalam tugasnya Dokter Anton bertemu dengan seorang pasien yang bernama Dinda yang sedang mengalami depresi berat atas meninggalnya kekasih yang ia cintai dalam kecelakaan.
Lambat laut kedekatan mereka membuat Dinda menemukan kekasihnya dalam diri Dokter Anton. Tapi saat ini Anton belum bisa membuka hatinya untuk siapa pun, dihatinya masih ada Tania yang susah sekali ia lupakan.
Berjalannya Waktu Tania tiba-tiba datang setelah Anton sudah sedikit melupakannya dan ingin melanjutkan hidupnya siapakah nanti yang akan mengejar cinta Anton?? Apakah Tania atau Dinda??
Karya ini hanya sekedar hayalan Author ya 🤭 semoga kalian suka ceritanya...!!
Happy reading!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indaria_ria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
29. Wanita Bayaran
Disepanjang perjalan hati Alex benar-benar sedang tidak baik-baik saja, dia merasa dirinya sangatlah rendah di mata Tania. Padahal dia sudah merasa percaya diri sekali kalau Tania juga mencintainya. Tapi nyatanya Tania tidak bisa langsung menjawabnya.
''Harus dengan apa lagi aku bisa menaklukan hatimu Tania, bahkan hal kotor saja sudah aku lakukan. Aku kira kamu akan malu setelah aku sudah pernah melihat semua isi tubuhmu, serta pernah merasakan bagaimana hangatnya tubuhmu. Aku pikir kamu bisa menerimaku. Tapi nyatanya!!!! Sial....!!!! Benar-benar sial.....!!!" Umpat Alex di didalam mobilnya.
"Maaf Pak, bolehkan saya memberi saran!" Ucap sang sopir pribadinya yang sebenarnya tidak tega melihat bosnya patah hati.
"Apa saran kamu!"
"Kalau sepengetahuan saya kalau ingin mendapatkan hati seorang perempuan, kita harus bisa memberinya perhatian lebih, membuat mereka nyaman berada di samping kita jangan terburu-buru Pak, yang ada Bu Tania akan lari dari Bapak!"
"Benarkah seperti itu?"
"Begini-begini saya pernah jadi rebutan Pak!" Dengan tertawa sang sopir pribadinya bercerita.
Disana Alex mulai tertarik dengan ide-ide yang di berikan oleh sopirnya, mungkin dia akan mencobanya dia akan mencoba melakukan saran yang di berikan oleh sopir pribadinya yang ternyata dia adalah suhu dalam menaklukan hati wanita.
Dalam hal cinta memang Alex bukanlah ahlinya, dia kalah dengan Adiknya Arka yang sudah sering bergonta ganti pasangan. Kedua orang tua Alex juga sampai heran dengan putra pertamanya, Dimata mereka Alex terlalu memilih-milih bahkan mereka ingin sekali menjodohkan Alex dengan pilihan mereka.
Setelah melakukan perjalanan yang lumayan jauh akhirnya Alex sampai juga di rumahnya, sekarang malam sudah sedikit larut, ditambah lagi diperjalan sangatlah macet disana sini.
Kini Alex sudah turun dari mobilnya, dia ingin segera masuk kedalam rumahnya dan ingin segera membersihkan badannya, dia tahu Arka sang adik pasti sudah tertidur pulas. Dia tidak ingin mengganggu istirahat Arka, maka Alex putuskan untuk segera masuk kedalam kamarnya, tapi belum sempat dia membuka pintu kamarnya kini dia mendengar samar-samar ada sebuah suara di dalam kamar adiknya.
Dengan rasa penasaran, Alex memberanikan diri pelan-pelan mendekati kamar yang ditempati oleh Adiknya, dari dalam kamar itu dia mendengar ada suara perempuan yang sedang mendesah seiring dengan suara adiknya yang kemungkinan sedang melakukan sesuatu didalam.
Disana Alex segera memasang telinganya tajam-tajam untuk memastikan dia tidak salah mendengar suara itu. Benar saja dia tidak salah mendengar bahwa adiknya sedang melakukan hal yang menjijikan di dalam kamar tamu miliknya. Alex benar-benar marah disana bisa-bisanya sang adik melakukan semua itu di rumahnya.
Dengan cepat Alex segera memegang gagang pintu, dengan satu kali tarikan nafasnya dia ingin sekali menangkap basah kelakuan bejat sang adik, tanpa basa basi Alex segera mendorong dengan keras pintu itu.
Gubraaaaaaaak......!!!
Nampak disana terpampang jelas kalau adiknya Arka sedang berada di atas tubuh seseorang yang entah wanita mana yang sudah di bawa adiknya kerumah itu.
Mata Alex sangatlah merah padam menahan amarah yang sudah ingin ia ledakan, sedang dua pasang orang didepannya sangat kaget melihat kedatangan kakak dari Arka yang secara tiba-tiba sudah masuk kekamar itu, mereka disana sudah tidak memakai pakaian sehelai pun Alex segera memalingkan muka saat apa yang terlihat di depannya benar-benar menjijikan.
"Arkaaaaaaaaa!!!!"
Disana baik Arka dan teman wanitanya langsung melepaskan diri dari penyatuan mereka, disana nampak mereka sedang memunguti baju-baju mereka yang sudah berserakan di mana-mana.
Tanpa aba-aba mereka saling kompak dengan segera memakai baju mereka masing-masing. Disana nampak wajah pucat Arka yang terang-terangan sudah ketahuan oleh kakaknya kalau dia sedang mengencani seorang wanita bayaran.
"Arka temui aku di ruang tamu!!!!"
Alex pun segera meninggalkan Arka dan juga teman wanitanya, disana mereka saling pandang hasrat yang belum terselesaikan harus mereka akhiri begitu saja karena kedatangan Alex yang tiba-tiba, Arka mengira kakaknya tidak akan pulang karena sibuk dengan pekerjaannya.
"Bagaimana ini?" Ucap wanita di depan Arka.
"Sial..!! Kakakku datang dengan waktu yang tidak tepat, sudah kamu pergi saja nanti uangnya aku akan transfer ke rekeningmu!"
Akhirnya Wanita bayaran itu langsung pergi dari hadapan Arka, dia pun keluar dengan rasa takut. Sedang di ruang tamu dia melihat kakak Arka yang sedang duduk di sebuah sofa dengan wajahnya yang terlihat emosi.
Mata Alex sangat tajam melihat kearah wanita yang sudah disewa oleh adiknya, dia sangat kecewa dengan adiknya. Arka datang kerumahnya malah membawa wanita penghibur.
Wanita itu dengan cepat langsung berlari keluar untuk bisa menyelamatkan diri dari amarah kakak dari Arka, kini di belakang nya lagi nampak Arka sudah berjalan menuju keruang tamu menemui kakaknya, sebenarnya Arka sedikit takut pada sang kakak.
"Duduk!" Ucap Alex dengan wajahnya yang kesal, sebenarnya badannya sudah terlalu lelah setelah tadi melakukan perjalanan jauh, sampai rumah malah Arka adiknya berulah.
Arka segera duduk di depan sang kakak, wajahnya masih tertunduk disana dia yakin kakaknya pasti akan memarahinya kali ini.
"Apa yang sudah kamu lakukan hah!" Tanpa basa basi Alex segera mencerca pertanyaan pada adiknya.
"Maaf kak."
"Maaf katamu! Kamu tahu ini rumah siapa hah!"
"Iya aku salah!"
"Kakak tidak menyangka kelakuanmu sangat b3jat, kakak tidak menyangka kalau kamu berani-beraninya membawa pulang wanita kerumah ini. Sungguh menjijikan! Besok kamu segera tinggalkan rumah ini dan janga lupa bersihkan kamarmu itu!"
"Tapi kak!"
"Tidak ada tapi-tapian kakak sangat muak melihat wajahmu!" Dengan cepat Alex segera meninggalkan Arka sendiri di ruang tamu.
Setelah kepergian kakaknya Alex segera meninju sofa disampingnya, dia pun mengacak-acak rambutnya sendiri. Dia sangat kesal dengan kecerobohannya sendiri sampai membuatnya harus kembali kerumahnya lagi, padahal dia sedang menghindari hukuman dari kedua Orang tuanya.
**
Pagi hari pun tiba, kini saatnya Dinda sudah di perbolehkan pulang oleh Dokter Anton. Sebenarnya Dinda sangat berat sekali meninggalkan tempat itu, tempat yang sudah nyaman baginya karena disana dia menemukan Andreasnya kembali pada diri Dokter Anton.
"Sayang, kenapa? Sepertinya kamu tidak suka kita pulang kerumah." Ucap Bu Sinta pada Dinda.
"Dinda tidak kenapa-kenapa Bu, hanya saja tempat ini penuh kenangan Dinda."
"Apa kamu ingin sering berkunjung kesini?"
"Apa boleh?"
"Tentu saja, nanti Ibu akan selalu menemani kamu kalau kamu mau datang mengunjungi Rumah Sakit ini."
"Benarkah?" belum sempat Bu Sinta menjawabnya kini sudah terdengar suara ketukan pintu dari luar.
Tok....tok....tok ...
Kali ini entah siapa yang datang kalau pun ayah Dinda biasanya tanpa mengetuk pintu, dengan cepat Dinda beranjak dari duduknya dia ingin melihat siapa yang datang pagi-pagi mengetuk pintu ruang perawatannya.
To Be Continued..
Terimakasih banyak saya ucapkan pada kalian semua yang sudah baca karya novel saya, semoga kalian terhibur ya ...
Terimakasih banyak juga untuk kalian yang sudah memberi dukungan pada Author...saya tidak bisa menyebutkan satu persatu, tapi nama kalian selalu muncul di like yang kalian beri ..terimakasih banyak ya readers🙏😊