Kisah cinta antara Fatimah, seorang gadis cantik yang periang dan ramah, dengan Arshaka, CEO muda tampan yang pendiam tetapi sangat menyayangi seluruh keluarganya. Dan juga kisah cinta sang kakak, Keinan dengan seorang dokter cantik yang memiliki nama yang hampir sama dengan dirinya, Keisha.
Berawal dari sama-sama saling menyukai secara diam-diam, sampai akhirnya Arshaka nekat mengajak Fatimah untuk menikah dengan dirinya, demi keselamatan Fatimah dan juga keluarganya yang lain.
Sementara Keinan yang merasa sedikit minder untuk mengejar cintanya, mengingat status sosial mereka berdua yang berbeda. Tetapi sang gadis justru terus berusaha untuk meyakinkan Keinan bahwa status sosial bukan halangan bagi mereka. Sampai akhirnya Keinan pun berusaha dengan keras untuk membuktikan kepantasan dirinya.
Bagaimanakah perjalanan kisah cinta kedua pasangan adik dan kakak ini? Apakah mereka akhirnya mampu untuk meraih kebahagiaan di dalam kehidupan pernikahan mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Iin Nuryati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
29. Sweet Night
Dan seperti yang sudah disampaikan oleh Rayyan ketika makan siang tadi, malam hari ini agenda kesepuluh anak muda itu adalah jalan-jalan dan berburu kuliner di pusat jajanan malam yang letaknya tidak begitu jauh dari villa pribadi milik keluarga Rayyan tersebut.
Setelah berkendara sekitar lima belas menit, mereka bersepuluh pun akhirnya sampai ke tempat pusat jajanan malam itu. Suasana di tempat itu sudah cukup ramai dengan pengunjung.
Terdapat banyak gerai makanan yang menawarkan beraneka macam jenis jajanan, baik lokal maupun kekinian. Stand-stand jajanan tersebut berjajar dengan rapi di sebelah kanan dan kiri jalan.
Cuaca malam yang dingin tidak begitu terasa karena mereka semua sangat bersemangat untuk jalan-jalan mereka malam ini. Ditambah juga dengan keindahan bulan yang kebetulan sedang dalam keadaan bulat sempurna. Benar-benar waktu yang tepat untuk menghabiskan waktu dengan jalan-jalan di luar seperti ini.
Arshaka dan yang lainnya kemudian mulai berkeliling-keliling di area pusat jajanan malam tersebut. Mereka kadang juga berhenti di salah satu gerai makanan untuk membeli makanan yang sesuai dengan keinginan mereka masing-masing.
"Mas mau nyobain waffle-nya?" tawar Arnelle seraya mengangkat waffle dengan toping coklat keju yang ada di tangannya.
"Boleh, Ar," balas Rayyan.
Arnelle kemudian mendekatkan waffle yang sedang dia pegang itu kepada Rayyan dan Rayyan pun langsung menggigitnya.
"Gimana? Enak kan? Manis dan gurih banget, ya," kata Arnelle meminta pendapat dari suaminya itu.
"Enak kok," balas Rayyan. "Tapi nggak se-enak kamu," bisik Rayyan yang sudah mendekatkan wajahnya ke dekat telinga Arnelle saat ini.
"Maaasss,,," rajuk Arnelle dengan wajah yang sudah memerah.
Rayyan tertawa melihat wajah istrinya yang menggemaskan itu. Sementara Arnelle mengerucutkan bibirnya. Suaminya itu memang suka sekali menggoda dirinya seperti ini.
"Fa, kakak minta lagi dong takoyaki-nya," pinta Keinan kepada Fafa.
"Kak Kei isshhh. Tadi pas beli ditawarin nggak mau. Eh sekarang malah ngabisin punya aku. Aku baru makan dua loh, kakak udah lima aja," gerutu Fafa, berbanding terbalik dengan tangannya yang bergerak menusuk takoyaki kemudian menyuapkannya kepada kakaknya itu.
Hap. Nyam-nyam-nyam.
"Habisnya tadi nggak kepengen sih. Eh setelah kamu suapin ternyata rasanya enak juga," balas Keinan di sela-sela kunyahannya.
"Nggak mau tau, pokoknya nanti kalau habis kakak harus beliin aku lagi," sewot Fafa.
"Ogah," balas Keinan, sengaja menggoda adiknya itu.
"Kakak," rajuk Fafa.
Arshaka yang berjalan di sebelah kakak beradik itu pun mengulum senyum kecil melihat perdebatan Keinan dan Fafa tersebut.
"Nggak pa-pa, Fa. Nanti biar aku aja yang beliin buat kamu lagi," sahut Arshaka kemudian.
"Eh, makasih Kak Shaka," balas Fafa dengan tersenyum juga. " Tuh Kak, jadi orang tuh yang baik kayak Kak Shaka gini. Bukan yang sukanya usil kayak kakak gitu," lanjut Fafa, memprotes sikap Keinan yang memang sangat suka usil kepada dirinya itu.
"Hilih, kamu bilang gitu karena ada maunya, kan? Muji-muji biar dibeliin lagi sama Shaka, iya kan?" ledek Keinan.
"Enggak ya. Fafa ngomong apa adanya kok. Kak Kei iiissshhh," ucap Fafa seraya mencubit pinggang Keinan.
"Hahaha, iya deh iya, maaf," pinta Keinan dengan tertawa karena geli bercampur sakit.
Arshaka semakin tersenyum melihat pertengkaran yang justru memperlihatkan keakraban antara Keinan dengan Fafa tersebut.
Keisha dan Clarissa juga sudah asyik sendiri dengan dunia mereka. Mencoba berbagai macam jajanan yang belum pernah mereka temui sebelumnya. Tidak lupa Keisha dan Clarissa juga mengajak serta Jenni dan Fafa untuk seru-seruan bersama mereka berdua. Keempat gadis cantik itu pun cepat sekali menjadi sangat akrab dengan satu sama lain.
Berbeda dengan Jonathan, Arshaka, dan Arvin yang tetap bersikap cool dan kalem seperti biasanya. Dan tidak seperti Keinan juga yang seringkali menggoda Fafa. Atau bahkan mencuri kesempatan secara diam-diam untuk bisa mendekati Keisha. Berusaha untuk bisa merebut hati Bu Dokter cantik yang diam-diam sudah memiliki tempat khusus di dalam hati Keinan saat ini.
"Eh, ada yang jual sekoteng. Beli yuk, Cla," ajak Keisha kepada Clarissa.
"Ogah ah, Kei. Kan Lo tau sendiri gue nggak suka minum yang berbau wedang jahe gitu, pedes," tolak Clarissa.
"Yah," lirih Keisha dengan raut wajah murung.
"Bu Dokter kembaran mau beli sekoteng? Yuk aku temenin," kata Keinan kemudian menawarkan diri.
Seketika raut wajah Keisha kembali ceria.
"Kak Kei mau nemenin aku? Beneran?" tanya Keisha, meyakinkan.
"Beneran dong. Ayo!" jawab Keinan dengan kembali mengajak Keisha.
"Oke deh, Kak Kei. Ayok lah kalau gitu," ucap Keisha kemudian bersemangat.
Keinan dan Keisha lalu meninggalkan rombongan dan berjalan menuju ke arah gerobak penjual wedang sekoteng.
"Dih, ditemenin cowok ganteng sampe lupa tuh sama temen sendiri. Main pergi gitu aja, nggak pamit pula," gerutu Clarissa.
"Ssssttt. Diam. Jangan ganggu orang mau pedekate," kata Arvin tiba-tiba.
"Eh, iyakah? Oh, ternyata begitu, ya," ucap Clarissa seraya menganggukkan kepalanya beberapa kali setelah memahami maksud perkataan Arvin tadi.
Clarissa lalu beralih kepada Arvin.
"Tumben Mas Arvin nggak sama Bang Shaka? Biasanya kalian berdua kan 'nggak terpisahkan'," tanya Clarissa dengan penekanan pada akhir kalimatnya.
"Si Shaka juga sama aja. Tuh lihat, dia juga kayaknya lagi pedekate tuh sama Fafa," jawab Arvin seraya mengendik ke arah Arshaka dan Fafa yang sedang berdiri di dekat gerobak penjual jagung manis.
Clarissa mengikuti arah pandang yang ditunjukkan oleh Arvin. Dan seketika Clarissa pun membulatkan kedua matanya dengan mulut yang terbuka.
"Hah? Itu beneran Bang Shaka, ya? Astaga, nggak nyangka banget gue. Ternyata Bang Shaka yang dingin gitu bisa juga ya pedekate ke cewek," kata Clarissa seakan tidak percaya.
"Ngomong apa sih? Shaka kan juga cowok normal, Cla," ucap Arvin, tidak terima.
"Hehe, iya deh Mas, maaf," sesal Clarissa dengan cengirannya.
🍃🍃🍃
"Kak Kei juga suka minum sekoteng, ya?" tanya Keisha, sembari menikmati semangkuk sekoteng di hadapannya.
"Ya lumayan sih, Bu Dokter kembaran. Sesekali suka beli juga. Apalagi kalau pas cuaca lagi dingin. Cocok banget buat anget-anget," jawab Keinan.
"Ehem, Kak Kei manggilnya jangan gitu terus dong, aku kan jadi malu. Panggil nama aja nggak pa-pa kok, Kak," kata Keisha, merasa canggung.
"Nggak mau. Itu kan udah jadi panggilan kesayangan khas dari aku buat Bu Dokter kembaran," tolak Keinan.
Keisha menjadi tersipu malu setelah mendengar perkataan dari Keinan itu tadi. Apalagi ketika melihat keseriusan dan juga senyuman manis di wajah tampan pria yang diam-diam juga sudah berhasil merebut hatinya itu.
🍃🍃🍃
"Awas masih panas, Fa. Hati-hati makannya," peringat Arshaka kepada Fafa.
"Iya, Kak," balas Fafa dengan tersenyum.
Fafa lalu meniup jagung manis yang sedang dia pegang kemudian menggigit jagung manis tersebut. Arshaka mengulum senyum kecil melihat Fafa yang nampak begitu asyik menikmati jagung manisnya itu.
"Kak Shaka mau cobain jagung manisnya?" tawar Fafa kemudian seraya mengangkat jagung manis yang sedang dia pegang.
"Boleh," jawab Arshaka.
Fafa lalu mendekatkan jagung manis yang sedang dia pegang itu ke arah mulut Arshaka. Arshaka pun lalu menggigit jagung manis tersebut.
"Gimana, Kak? Enak kan?" tanya Fafa.
"Hmm, iya Fa, enak. Apalagi karena kamu yang suapin. Jadi tambah enak lagi deh rasanya," jawab Arshaka yang diakhiri dengan menggoda Fafa.
Wajah Fafa seketika merona merah karena mendengar perkataan dari Arshaka tersebut.
"Kak Shaka apaan sih," elak Fafa, tersipu malu.
"Tapi emang bener begitu kok, Fa," kata Arshaka.
"Udah ah, Kak. Kak Shaka jangan godain aku mulu. Kan aku-nya jadi malu," ucap Fafa semakin tersipu.
"Orang nggak lagi godain kamu kok. Kan aku cuma ngomong apa adanya aja loh ini," kata Arshaka lagi, meyakinkan.
"Kak Shaka iiissshhh," rajuk Fafa.
Arshaka justru tertawa melihat tingkah Fafa yang begitu menggemaskan di mata Arshaka tersebut.
"Iya deh, udah, aku nggak godain kamu lagi. Ayo dilanjut lagi makan jagungnya," kata Arshaka kemudian.
"Iya, Kak," balas Fafa masih dengan malu-malu.
Arshaka tersenyum melihat tingkah malu-malu gadis cantik yang sedari awal sudah berhasil mencuri perhatiannya tersebut.
ternyata papa dan opa nya Darren mengetahui semua apa yang di lakukan Darren dan apa yang Darren lakukan ke shila
Darren bener" gak ada otak ya bisa" nya acara keluarga shila saja dia sampai lupa dan dia lebih mentingin Evelyn
selamat buat kesya dan shila ya
wah wah shila sama Darren udah beneran menjadi suami istri kah ini