“Aku tempat kamu pulang.”
Rianti yuliani
cinta pada suami yg tidak mencintainya,hingga akhirnya dia lelah dan memilih pergi.. Dan disaat itu suaminya aditya erlangga kusuma sadar bahwa dia kehilangan istrinya..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuni Maryuni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 30
Rianti tertidur di Sofa ruang tamu menunggu Aditya yang belum juga pulang, padahal jam telah menunjukkan pukul 2 pagi, tak lama terdengar suara mobil.
Aditya masuk ke dalam rumah, di lihatnya Rianti yang tertidur di Sofa.
Lelaki itu menarik nafas.
"Dia pasti menunggu ku." ujarnya seraya mendekati Rianti.
Aditya mengangkat tubuh Rianti membawanya masuk ke kamar dan merebahkan nya di ranjang.
"Melly benar-benar menyusahkan."
batinnya.
flashback
HP Aditya berdering, wajah Aditya berubah saat di lihatnya nama Melly di layar.
"Ada apa?!" jawabnya ketus.
"Dit, tolong antar aku ke rumah sakit." ucap Melly dengan suara lemah.
"Kamu kenapa?"
"Aku sakit."
"Hubungi teman mu Rama atau saudaramu!"
"Rama sedang ke luar kota Dit, sedangkan saudaraku kamu tau mereka tidak ada yang tinggal di Jakarta."
Aditya berpikir keras, dia tau Melly hanya tinggal sendiri di Jakarta tapi kan dia pasti memiliki teman selain Rama, karena merasa kasihan akhirnya dia menyanggupi.
"Ok aku ke rumah mu." Aditya mematikan teleponnya.
Dia bergegas menuju mobilnya.
"Kamu pulang saja Han, saya ada urusan." perintahnya pada Johan.
"Baik Pak." Johan memberikan kunci mobil pada Aditya.
Aditya tiba di rumah Melly, masuk ke kamarnya dan mendapati Melly tengah meringkuk di ranjang, dia berjalan ke sisi ranjang.
"Sakit apa?" tanyanya seraya memegang kening Melly.
"Sepertinya aku salah makan, aku muntah-muntah sejak tadi." mata Melly menatap Aditya senang,
dia merasa Aditya masih sangat peduli padanya.
"Ayo aku antar kamu ke rumah sakit." kata Aditya akhirnya.
Melly berusaha bangun dari ranjang tapi tubuhnya sempoyongan, Aditya dengan cepat memegang tubuhnya dan membantunya berjalan.
aaditya melajukan mobilnya dengan cepat
sampai di rumah sakit.
Dokter segera memeriksanya, Melly keracunan makanan, entah makanan apa yang dia makan.
Aditya menemui Melly yang sudah ada di ruang rawat.
"Aku harus pulang."
"Dit tolong temani aku, aku takut sendirian."
"Apa? dulu ku pergi ke luar Negeri tanpa rasa takut, kenapa sekarang hanya di rumah sakit kamu takut. aneh." Aditya berkata sinis.
"Diit." tatapan Melly penuh permohonan.
"Terserahlah." ujar Aditya mendudukkan badannya di kursi dengan kasar.
Dia menuruti Melly menemaninya di rumah sakit, dan ketika dia melihat Melly sudah tertidur dia akhirnya berjalan pulang.
flashback off
Rianti terbangun begitu melihat Aditya sedang duduk di tepi ranjang.
"Kamu dari mana?" tanyanya seraya berusaha duduk.
"Mengantar Melly ke rumah sakit." jawabnya datar.
"Melly?! sakit?" Rianti bertanya diiringi dengan rasa cemburu di hatinya serta dadanya juga yang tiba-tiba terasa sesak sekali.
"Iya dia sakit, dia hanya tinggal sendiri di Jakarta mau tidak mau aku menolongnya." Aditya membuka kemejanya.
"Kamu masih menghubunginya?"
"Dia yang menghubungiku."
Aditya berjalan ke kamar mandi mencuci mukanya
lalu kembali ke ranjang dan tidur.
Rianti menatap punggung Aditya lalu kembali tidur.
Mendesah beberapa kali mengeluarkan sesaknya saat tadi mendengar Aditya menyebut nama Melly,
wanita yang mungkin masih ada di hatinya.
14hari kemudian.
Aditya menerima surat dari rumah sakit yang tadi pagi di berikan oleh Johan.
Dengan cepat di bukanya dan di bacanya hasil DNA dia dan anaknya, seraya terus berteleponan dengan Roman menanyakan apa benar yang di bacanya.
"Bener lah Dit ngapain gue rekayasa tuh hasil DN kurang kerjaan amat gue."
Roman berkata ketus pada Aditya yang masih saja tidak percaya.
"Jadiii?" Aditya bertanya lagi.
"Ya anak lu, masa anak gue aneh lu! di situ juga kan jelas tertulis POSITIF, lagian lu lain kali kalau bikin anak jangan sambil mabok, kaga berasa kan lu jadinya!" maki Roman.
"Bisa diem nggak! berisik!!" Aditya tak kalah sengit.
"Ya udah matiin, ngapain juga lu telepon gue. ganggu kerjaan gue juga!" setelah berkata Roman mematikan telepon nya.
"Eh, hallo, Man Roman. bener-bener nih orang, malah di matiin." Aditya menggerutu tidak jelas.
Tangannya masih memegang kertas rumah sakit saat Rianti tiba-tiba masuk ke kamar.
"Sudah keluar hasilnya kan?" tanya Rianti yang tadi melihat Johan membawa surat dari rumah sakit.
Aditya menggangguk lalu menyerahkan suratnya
"Ku lihat sendiri, aku mau ke kantor."
Aditya berjalan keluar meninggalkan Rianti
yang menatapnya bingung.
****