Berawal dari kesalahfahaman, ketika Iel tertangkap basah menyembunyikan seorang pria dalam kontrakannya. Padahal, Iel hanya menolong Jack yang sedang terluka tembak yang cukup parah. Jack yang bersikeras tak mau dibawa ke Rumah sakit, akhirnya dibawa oleh Iel kekontrakan kecilnya, dan dirawat sendiri dengan alat seadanya.
"Menikah, atau kami bawa ke kantor polisi dengan tuduhan perzinahan?"
Akhirnya, dengan sangat terpaksa, Iel dan Jack menuruti permintaan mereka, dengan menikah secara rahasia dan tersembunyi dari publik. Itu semua dilakukan demi keamanan dan kenyamanan masing-masing.
Tapi siapa sangka, Pria yang Ia nikahi itu adalah seorang konglomerat yang memiliki sebuah hotel mewah dan kekayaan berlimpah. Sehingga, meski hanya istri rahasia tapi Iel masih diperlakukan bak ratu diistana milik. Jack itu.
Tak hanya memiliki banyak harta. Jack juga memilika begitu banyak musuh yang sangat jahat. Diantaranya Dawn, yang tak lain adalah mantan sahabat Jack, yang juga Kakak dari kekasih Jack yang telah meninggal dunia.
Dawn begitu marah dan dendam pada Jack, karena telah memakai jantung Sang adik untuk dirinya tetap hidup. Begitu egois, baginya kala itu.
Karena hubungan yang harus tetap dijaga kerahasiaannya, pada suatu ketika Iel bertemu Dawn. Mereka cocok, dan menjadi sahabat, bahkan Dawn menganggap Iel sebagai pengganti Deandra, dan mengangkatnya sebagai adik.
Perjalanan hubungan mereka begitu mulus dan tak diketahui satu sama lain. Hingga Naya, sahabat mereka. Ia diam-diam memberi tahu Dawn, tentang hubungan Iel dan Jack.
Bagaimana respon Dawn mengetahui itu semua?
Bagaimana hubungan mereka, ketika tahu bahwa mereka saat ini harus melindungi wanita yang sama. Iel sebagai istri Jack, dan juga sebagai adik angkat Dawn.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erna Surliandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29
Kali ini mereka tak menaiki taxi, Jack meminta Amy membawa mobilnya pulang, dan tak lupa kembali berpesan padanya agar langsung kembali kerumah. Amy dan Iel berjalan dalam diam, dan Amy tak ingin membuyarkan lamunan Sang Nyonya..
Fikiran Iel melayang jauh, terbayang Jack saat ini. Entah apa, yang jelas hanya terbayang Jack dimatanya.
"Kak Amy, tolong berhenti disupermarket sebentar. Aku haus." pinta Iel padanya.
Tak lama kemudian, Amy melihat sebuah minimarket yang terletak tak jauh dari tempatnya saat ini. Namun, suasana yang ramai membuatnya kesulitan mencari tempat parkir.
"Biar aku saja turun sebentar, Kakak cari tempat parkir. Aku tak akan lama." ucap Iel, yang dibalasa anggukan Amy padanya.
Gadis itu langsung turun, dan berjalan ditrotoar menuju minimarket tersebut, sedang Amy masih berputar-putar mencari tempat parkir untuk mobilnya.
Iel sedang memilih minuman untuknya, menyusuri setiap sudut minimarket itu, hingga seseorang mengejutkan-nya.
"Cari apa?" tanyanya, membuat Iel bejingkrak karena kaget.
"Eh... Kak Dawn. Kok disini?" tanya Iel. Wajah yang awalnya galau, kini tersenyum merekah melihat sosok tampan rupawan itu.
"Kau fikir, hanya kau yang haus? Aku juga." Dawn mengambil sebotol minuman bersoda dari showcase.
Mereka akhirnya terlibat dalam sebuah obrolan yang menarik. Ketika Iel baru saja menceritakan pengalaman yang nyaris membuatnya mati hari ini. Apalagi, ketika Ia justru diomeli oleh seseorang, dan bukan dipuji.
Iel begitu kesal, namun membuat Dawn tertawa karenanya.
"Kau lucu." ucap Dawn.
"Kenapa aku lucu? Aku sedang kesal, malah dikata lucu." sanggah Iel.
"Jika aku menjadi temanmu itu, aku akan melakukan hal yang sama. Bahkan, aku akan menjitak kepalamu yang keras itu." Dawn, memperagakan jitakan-nya dikening Iel.
"Semua laki-laki sama saja, tak pernah bisa menghargai semua pengorbanan wanita."
"Dan wanita pun, nyaris semua sama. Selalu mengambil tindakan tanpa pernah memikirkan akibatnya. Bahkan jika harus mempertaruhkan nyawa, Ia pun rela."
"Kak... Kata-katamu, mengingatkan aku pada seseorang."
"Siapa?"
"Ah, sudahlah. Aku sekarang sedang malas mengingatnya, meski sebenarnya wajahnya menyebalkan itu selalu terngiang-ngiang dikepalaku." jawab Iel, dengan menyeruput air mineralnya. Hingga tanpa dirasa, Amy menelpon-nya karena terlalu lama dan tak kembali.
Iel pun langsung berdiri dari kursinya, dan akan membayar minuman itu dikasir, dan Dawn mencegahnya.
"Apa kau menghinaku? Hanya sebotol air mineral saja, aku bisa membayarnya untukmu. Pergilah, seseorang sudah menunggumu, bukan?" sergah Dawn, dengan menggelengkan kepalanya menyuruh Iel pergi.
"Baiklah Kakak, aku pergi. Aku yakin, meski aku tak menyimpan nomor Hpmu, tapi kita akan bertemu lagi nanti. Bagaimanapun kondisinya." ucap Iel, lalu berlari pergi menuju parkiran tempat Amy berada.
"Maaf, lama...." ucap Iel dengan membuka pintu mobil dan masuk kedalamnya.
"Kau ingin Tuan memarahimu lagi? Kenapa Kau begitu suka memancing emosinya?"
"Hey, aku sudah minta maaf. Aku hanya bertemu dengan temanku dan ngobrol sebentar tadi. Apakah, Ia akan mengatahuinya juga?" tanya Iel.
Amy tak langsung menjawabnya, Ia memilih fokus membelah jalanan yang begitu ramai itu. Karena jam siang adalah jam sibuk disana. Para pekerja dalam, mau pun pekerja luar lalu lalang pergi mencari makan siang, dan para ojol atau jasa pengiriman makanan juga memanfaatkan kesempatan itu melayani customer mereka dengan baik, meski harus berebut dan mengebut dijalan besar.
Tiba dirumah, mereka dikejutkan dengan parkirnya sebuah mobil berwarna ungu dihalaman rumah. Wajah Amy langsung berubah kesal, dan begitu tak enak dilihat.
"Siapa yang datang?" Iel penasaran.
"Wanita itu, yang kita temui dibutik. Ada apa Dia kemari? Apakah dia sudah mengotak atik isi rumah? Aaah, menyebalkan." gerutu Amy, dengan memarkirkan mobilnya digarasi.
majikan dan pekerjanya" . aku pikir di Indonesia sangat split menemukan keluarga seperti ini. beda dg di eropa, majikan aja di panggil namanya tanpa embel2 🤣