NovelToon NovelToon
Cinta Di Pesantren Story

Cinta Di Pesantren Story

Status: tamat
Genre:Teen / Contest / Teen Angst / Tamat
Popularitas:197.1k
Nilai: 5
Nama Author: supriyanti210701

Asyifa Alexandre Saputri sering dipanggil syifa,anak seorang pengusaha yang kaya raya bernama Albert Alexandre.memiliki sifat dingin,keras kepala tapi pintar. kesibukan orangtuanya membuat Syifa melakukan hal hal yang tidak baik,sehingga kedua orangtuanya memasukkan Syifa kepesantren untuk memperbaiki ilmu agama di pesantren milik teman dari ayah adinda kakak dari Albert


namun tidak disangka Syifa malah mendapatkan jodoh

tapi saat dia bertemu jodohnya Syifa mengalami kecelakaan sehingga membuat setengah ingatannya hilang,lalu apa yang terjadi selanjutnya

saksikan kelanjutannya ceritanya di novel yang berjudul "cintaku di pesantren story"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon supriyanti210701, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

28. Kedatangan Albert

"Syifa itu anak yang keras kepala nak,bagaimana jika tidak mau memaafkan Om."

"Om salah, singa kecil itu anak yang baik." Ustadz Bian tak terima.

"Dia selalu berdoa di sepertiga malam agar Om dan Tante bisa pulang ke Indonesia dalam keadaan sehat,dia ingin berkumpul bersama seperti keluarga Om Faris,dia juga anak yang pintar banyak penghargaan yang dia dapat atas prestasinya tapi dia sembunyikan karena dia ingin menunjukkan kepada kalian berdua."

"Tapi kenapa dia tidak pernah menunjukkan kepada kami saat pulang ke Indonesia?"tanya Albert tak percaya.

"Apakah kamu lupa saat kamu kembali kalian berdua sibuk dengan urusan kalian masing masing,mungkin itu alasanya.Tapi dari mana kamu tahu semua tentang Syifa Bian?"

"Bian tahu karena singa kecil itu sering menemani Bian meeting,dia mengganti kan sekretaris Bima saat dia minta izin cuti."Bohongnya.

Ustadz Bian tidak mengaku jika sebenarnya dia memang menyuruh orang lain untuk mencari tahu tentang Syifa karena dia penasaran.

"Kamu memang calon menantu Papa yang terbaik Bi."Puji Faris sedangkan yang dipuji terlihat malu.

"Kak apakah kita bisa ke Indonesia sekarang, Albert ingin segera menemui Syifa sudah lama Albert menahan rasa rindu pada Syifa. Tapi Ibunya Syifa belum bisa ikut karena Suaminya."Jelas Albert tak sabar untuk menemui anak tercintanya.

"Iya kami kesini memang ingin menjemput kamu.Tapi tidakkah kamu memberi tahu dulu mantan Istrimu itu, bagaimana pun dia juga Ibu Syifa dan harus tahu keadaan Syifa."Faris menjelaskan dan memberi saran.

"Baik Kak." Albert menanggapi dengan singkat.

Dia langsung meraih henpone miliknya disaku lalu menelpon mantan Istrinya itu.

🤳

"Assalamualaikum Al." Ibu Syifa memberi salam.

"Waalaikumsalam kamu akan ikut ke Indonesia tidak ?,Syifa sekarang kritis di dirumah sakit,kamu ajak saja suami dan anak anak mu."Albert berbicara to the poin.

"Apakah mereka sudah tahu semuanya?"

"Iya."Albert menanggapinya dengan suara dingin.

"Nanti kami akan menyusul saja."

"Baiklah tidak masalah."Albert memutuskan sambungan telepon.

Albert meminta jadwal meeting nya di batalkan semua sampai nanti anaknya sembuh.

Setelah selesai ia menuju kearah Faris dan Ustadz Bian,lalu mereka berangkat ke Indonesia bersama.

Sesampainya di Indonesia mereka menuju ke rumah sakit, mereka sampai pada pukul 18:30, setelah sampai mereka melangkahkan kaki turun dari mobil menuju ruang rawat Syifa.

Sesampainya di depan,terlihat semua keluarga Faris dan Kyai Ismail masih setia menunggu Syifa sadar tapi hasilnya masih nihil.Syifa masih belum sadarkan diri.

Albert melangkah masuk keruang rawat Syifa

sesampainya di depan Syifa, Albert menangis saat melihat tubuh anaknya.Albert menuju kearah Syifa lalu mendekapnya.

"Maafkan Ayah sayang, Ayah pikir yang Ayah dan Ibu lakukan itu yang terbaik untuk kamu.Tapi ternyata Ayah salah hal itu akan membuat Ayah kehilangan kamu.Percayalah sayang kamu adalah harta Ayah yang paling berharga,kamu bangun ya sayang Ayah akan menjelaskan semuanya pada kamu,kamu sudah cukup dewasa untuk mengetahui semua ini."

Albert masih berada di dalam bersama Syifa,diluar semua bertanya kepada Faris dan Bian tentang gimana cara mereka membujuk Albert sehingga dia bisa pulang.

"Bagaimana caranya kalian membujuk Albert,kemana Istrinya dan mengapa sepertinya Albert sangat sedih dan terpukul?"tanya mama Adinda dan yang lain hanya mendengarkan.

Faris menceritakan semua hal yang terjadi pada Albert tidak ada satu pun yang terlewat, semua yang mendengar sangat sedih mendengar cerita Faris.

Setelah bercerita Faris masuk keruangan untuk menemui Albert.

"Assalamualaikum,Dek."Salam Faris sekaligus menyapa.

"Waalaikumsalam Kak."

"Tenanglah Dek, Syifa itu anak yang kuat,dia pasti bisa berjuang untuk bertahan hidup."

"Apakah kamu tahu,sebelum kamu pulang Syifa itu kekurangan darah dan saat itu stok darah sedang habis,tapi dia masih bisa tetap hidup."Faris meyakinkan Albert.

"Lalu siapa Kak yang mendonorkan darah untuk Syifa?"

"Alhamdulillah Bian mau mendonorkan darah untuk Syifa."

"Albert mau keluar dulu Kak, Albert harus mengucapkan terimakasih kepada Bian."Ucap Albert sebelum berlalu menuju ke luar.

Setelah di luar.

"Bian , Om mengucapkan banyak terimakasih kepada kamu,kamu sudah menolong anak Om dan rela mendonorkan darah mu untuk Syifa."Ucap Albert tulus.

"Tidak masalah Om, Bian hanya menginginkan singa kecil itu terus hidup."

Albert membekap Bian sambil menangis.

"Terimakasih nak,kamu memang orang baik,tidak salah Kak Faris ingin menjadikan kamu menantunya."

"Seandainya kamu bisa menjadi suami Syifa saya pasti sangat senang."Batin Albert yang masih membekap Bian.

Hari terus berganti sudah 3 hari Albert berada di Indonesia tapi Ibu Syifa masih tidak kembali ke Indonesia untuk melihat keadaan Syifa.

"Sayang sudah 3 hari Ayah bersama mu kenapa kamu masih belum sadar apakah kau ingin membalas semua apa yang telah Ayah lakukan,tolong jangan seperti ini Ayah rela jika harus kehilangan semua harta yang Ayah punya asalkan kamu bisa bangun."Ucap Albert sedih.

Tiba tiba dokter datang.

"Maaf pak sudah 5 hari Syifa kritis kami harus melepaskan alat bantu dia hidup,kasihan Syifa, biarkan dia pergi dengan tenang."

"Jangan dok, Syifa adalah harta saya yang paling berharga. "Albert memohon

"Tenanglah Al,bisakah kami membeli peralatan seperti ini dan dipasang di rumah Adik saya saja dok?"tanya Faris yang sedang melihat keadaan Syifa di rumah sakit.

"Bisa Pak tapi akan membutuhkan biaya yang sangat besar karena harga peralatan ini sangat mahal pengirimannya juga membutuhkan waktu yang cukup lama."Balas Dokter pada mereka.

" Harga tidak jadi masalah yang terpenting anak saya masih bisa hidup,saya yakin dia bisa sembuh.Lagi pula untuk apa harta banyak tapi saya kehilangan orang yang saya sayangi."

"Baiklah Pak, saya akan mengurus semuanya.untuk sementara waktu kita bisa memakai yang ada di rumah sakit terlebih dahulu."

Dokter segera memesan peralatan yang Syifa butuhkan,lalu Dokter mempersiapkan semua peralatan yang di butuhkan Syifa untuk melakukan perawatan di rumah, Syifa segera di bawah pulang dengan 2 orang Dokter dan 6 orang Perawat.

Albert selalu setia menemani Syifa meskipun terkadang dia pergi ke kantor tapi itu hanya sebentar karena semua pekerjaan yang biasa dia kerjakan di serahkan kepada sekretaris kepercayaannya.

Hampir satu bulan Syifa kritis tapi ibunya masih tidak datang, Albert selalu menelpon mantan Istrinya itu tapi tidak pernah dijawab

Albert.

"Apakah Syifa masih belum sadar karena Ibunya belum melihat keadaannya ya."Batin Albert berpikir.

"Jika memang itu yang kamu inginkan kita akan pergi ke Australia untuk menemui Ibu mu sayang."

Albert berniat untuk pergi ke Australia mengajak Syifa agar Ibu Syifa bisa melihat Syifa tanpa harus pulang ke Indonesia.

Faris yang mendengar tentang niat Albert datang menemuinya.

"Al,kamu serius mau mengajak Syifa ke Australia?"tanya Faris memastikan.

"Kakak khawatir nanti terjadi sesuatu saat di jalan menuju Australia melihat keadaan Syifa yang masih sangat lemah."Jelas Faris khawatir.

"Iya Kak, Albert sudah mempersiapkan semuanya.Al juga membawa Dokter dan beberapa perawat untuk mengawasi keadaan Syifa selama kami berada di pesawat."

"Baiklah Kakak hanya bisa berdoa agar Syifa cepat sembuh setelah bertemu Ibunya.Kapan kalian akan pergi?"

"Iya terimakasih doanya Kak,kami akan pergi besok pagi. Albert sudah kehilangan Ibu Syifa karena perceraian, jadi Albert tidak sanggup jika harus kehilangan Syifa juga.Jika itu terjadi ,Albert mau mati saja Kak."Jawab Albert dengan raut wajah sangat sedih dan putus asah.

"Baiklah besok Kakak sekeluarga akan datang kesini untuk melihat keadaan Syifa. "Balas Faris lagi.

***Terus ikuti novel cinta di pesantren story ya dan jangan lupa like,komen, tip dan votenya

Terimakasih 🙏***

1
𝓗𝓐𝓔𝓒𝓗𝓐𝓝
lanjut kak
𝓗𝓐𝓔𝓒𝓗𝓐𝓝
beruang kutub
syafaulqi#ukhty
beruang kutub 😭🤣🤣
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung biar gak melenceng yaa
𝓗𝓐𝓔𝓒𝓗𝓐𝓝: bagus banget buat gue nangis
total 1 replies
Nur Lutvi
thor kok tamat sih ceritanya bagus loh
Dini Eriani
harta bukan segala nya
tapi masih sayang dan perhatian itu melebehi segalanya
Dini Eriani
bapak nya syifa gak peduli sih sama ank sendiri
Dini Eriani
kuntilanak jodohmu tuh kak🤣
Dini Eriani
biar pun nakal syifa tetap tahun nvaji sholat
Dini Eriani
awas jodoh lo ntar
Dini Eriani
🤣🤣🤣
Dini Eriani
awas jodoh lo ntar
Dini Eriani
issshhh kok mama gua dibawa” sih thor
Dini Eriani
nmx kek sm
Dini Eriani
IQ nya pinter bngt umur 15 udh lulis S2
jisoo❄❄
loh loh, kata syifa tadi di Amerika😕
Purianti Santi
lanjuuuutt tor
گسنيتي
emmmmm bikin kesel thor. kok dikit bgt sieh gak ada asmara melnda mereka ber empat
گسنيتي
lanjud thor mkin seru,
گسنيتي
ayo dong thor jodohin syifay sm ustadz abian biar diel thor gk rela syifa sm ustadz david he
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!