NovelToon NovelToon
Bukan Inginku Jadi MADUMU

Bukan Inginku Jadi MADUMU

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Nikah Kontrak / Single Mom
Popularitas:14.5k
Nilai: 5
Nama Author: Dewi Risnawati

"Kamu harus tahu diri. Kamu wanita yang tidak pernah di inginkan oleh mas Yusuf. Jangan sesekali meminta perhatian darinya. ingatlah, mas yusuf menikahimu hanya ingin bertanggung jawab pada bayi itu!" tekan Nora.

"Aku tahu, Mbak. Maaf jika sikapku sudah membuat mbak nora tidak nyaman," jawab Siti hajar dengan wajah menunduk.

Kejadian yang tak terduga membuat Siti harus mengandung anak dari majikannya. Menjadi orang ketiga, dan di nikahi secara siri tidaklah membuat gadis malang itu bahagia. ia harus menerima segala hujatan dari nora istri sah Yusuf.

Bagaimana kisah selanjutnya? yuk ikuti ceritanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi Risnawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Surat untuk Yusuf

Perlahan tapi pasti. Yusuf membuka amplop surat yang terletak paling atas. Ia sangat mengenali tulisan tangan Siti. Terlihat sangat rapi dan juga ada goresan yang di tulis dengan derai air mata.

"Mas Yusuf yang sangat aku hormati dan aku cintai.

Maafkan aku karena pergi tanpa berpamitan, maafkan aku karena meninggalkan tempat ini tanpa memberi kabar atau tahu ke mana aku akan melangkah. Aku tahu, keputusanku ini mungkin akan membuat Mas terkejut, mungkin akan membuat Mas cemas, atau mungkin juga akan membuat Mas marah. Namun sungguh, Mas, aku mengambil keputusan ini bukan tanpa alasan, dan bukan pula dengan hati yang ringan. Aku mengambil keputusan ini setelah memikirkannya berulang kali, setelah bertarung dengan perasaanku sendiri, dan setelah meyakinkan hati dan pikiranku berkali-kali lipat.

Mas, selama hampir satu bulan aku tinggal di rumah yang indah dan lengkap ini, aku menyadari satu hal yang sangat menyakitkan namun juga sangat nyata. Selama aku masih tinggal di sini, selama aku masih berada di kota yang sama dan di tempat yang selalu mengingatkan aku pada segala hal tentang Mas, aku tidak akan pernah bisa benar-benar tenang. Setiap sudut ruangan, setiap benda, bahkan setiap hembusan angin yang aku rasakan selalu saja membawa kenangan tentang kita, tentang masa lalu, dan tentang rasa cinta yang begitu besar namun akhirnya harus berakhir dengan cara yang begitu menyakitkan. Dan yang paling berat harus aku terima, kenyataan bahwa aku bukan lagi siapa-siapa di hidup Mas. Bukan lagi istri, bukan lagi bagian dari hidup yang Mas anggap penting. Aku hanyalah orang asing yang terpisah oleh takdir dan keputusan yang sudah kita buat bersama.

Aku sadar, jika aku terus bertahan di sini, aku hanya akan terus menyakiti diriku sendiri, terus berharap pada hal yang mustahil, dan terus hidup dalam bayang-bayang yang tak akan pernah menjadi kenyataan. Aku tidak ingin hidup seperti itu selamanya, Mas. Aku ingin bisa berjalan terus ke depan, aku ingin bisa membesarkan Daffa dengan hati yang tenang dan damai, tanpa dibebani rasa sakit dan rindu yang tak berujung ini. Maka dari itu, aku memutuskan untuk pergi. Aku akan pergi ke tempat yang jauh, tempat di mana tak ada satu pun orang yang mengenal kami, tempat di mana aku bisa memulai hidup baru, hidup yang hanya berisi aku dan Daffa, tanpa ada rasa sakit atau ingatan yang terus menghantui.

Mas, aku kembalikan surat kepemilikan rumah ini kembali kepada Mas, begitu juga dengan buku tabungan yang berisi segala nafkah dan biaya hidup yang begitu baik dan dermawan sudah Mas berikan kepada kami. Sungguh, aku sangat berterima kasih atas segala kebaikan dan kemurahan hati yang pernah Mas berikan. Namun aku tidak bisa dan tidak berhak mengambil atau menggunakannya lagi. Uang dan harta ini adalah milik Daffa, dan aku ingin Daffa kelak tahu bahwa ibunya mampu membesarkannya dengan usaha dan keringatnya sendiri, tanpa harus bergantung pada bantuan siapa pun, meskipun bantuan itu datangnya dari Ayahnya sendiri. Yang aku bawa hanyalah uang hasil kerja kerasku saat dulu menjadi pembantu di rumah Mas dan Mbak Nora, serta sedikit uang pemberian Mas saat aku sedang mengandung Daffa. Itu sudah cukup bagiku, Mas. Aku ingin pergi dengan tangan yang bersih dan hati yang tenang, tanpa merasa berutang apa pun kepada siapa pun.

Janganlah mencari kami, Mas. Biarkan kami pergi dan menghilang seperti kabut di pagi hari. Mencari kami hanya akan membuat Mas susah payah, dan juga hanya akan membuka kembali luka yang sudah mulai mencoba kami tutup rapat-rapat. Aku tidak pergi karena marah atau benci, Mas. Percayalah, tidak ada sedikit pun rasa benci atau dendam yang tersimpan di dalam hati ini. Aku pergi semata-mata demi ketenangan jiwaku dan masa depan anak kita. Aku tidak akan pernah melupakan Mas, dan rasa cintaku ini akan tetap ada dan melekat selamanya sampai aku menutup mata untuk selamanya.

Dan satu hal yang paling penting yang ingin aku sampaikan kepada Mas. Janganlah khawatir atau merasa cemas mengenai apa yang akan aku ceritakan kepada Daffa kelak saat ia sudah tumbuh dewasa dan mengerti segalanya. Aku berjanji, Mas. Aku akan selalu menceritakan sosok Ayahnya sebagai seorang laki-laki yang baik, yang bertanggung jawab, yang memegang teguh janji dan kata-katanya, serta seorang ayah yang sangat mencintai putranya. Aku tidak akan pernah menanamkan rasa benci atau pandangan buruk apa pun di dalam hati dan pikiran anak kita. Aku masih menyimpan satu foto Mas yang paling aku sayangi dan paling aku kagumi, dan kelak aku akan tunjukkan foto itu kepada Daffa, menceritakan betapa ganteng dan mulianya hati ayahnya, serta betapa besar kasih sayang yang dimilikinya. Bagiku, Mas Yusuf akan selalu menjadi laki-laki terbaik dan paling mulia yang pernah aku kenal seumur hidupku.

Jagalah diri Mas dan juga jagalah Haikal serta Mbak Nora dengan baik dan penuh kasih sayang. Semoga hidup Mas senantiasa dilimpahi kebahagiaan, kedamaian, dan segala hal yang baik. Terima kasih untuk segala hal yang pernah ada dan pernah terjadi. Terima kasih sudah pernah menjadi bagian terindah sekaligus terberat dalam perjalanan hidupku.

Dari aku, yang akan selalu mencintaimu sampai napas terakhirku berhenti,

Siti.

Setelah selesai membaca setiap kata yang tertulis di surat itu, tangan Yusuf yang memegang kertas itu akhirnya terkulai lemas jatuh ke samping tubuhnya. Air mata yang sedari tadi ia coba tahan sekuat tenaga akhirnya jatuh juga, mengalir deras membasahi kedua pipinya yang kini terasa begitu dingin dan mati rasa. Dadanya terasa sesak luar biasa, seakan ada ribuan batu besar yang menindihnya hingga ia hampir tak mampu bernapas. Rasanya dunianya seakan runtuh seketika, seakan tanah yang dipijaknya kini hilang entah ke mana.

Ia menatap buku tabungan dan surat rumah yang tergeletak di meja itu, bukti nyata kebaikan hati dan keteguhan hati Siti yang sungguh tak pernah ia sangka akan berakhir seperti ini. Wanita itu benar-benar pergi. Ia pergi jauh, membawa serta Daffa, pergi tanpa meninggalkan jejak apa pun, pergi dengan kemurnian dan kehormatan yang tetap terjaga, meskipun perlakuan yang Yusuf berikan padanya selama ini begitu menyakitkan dan tidak adil.

Di sampingnya, Nora juga terdiam membisu. Ia membaca surat itu juga, dan meskipun ia tidak merasakan rasa sakit dan rasa kehilangan yang sama seperti yang dirasakan Yusuf, namun hatinya pun ikut tersentuh dan terguncang oleh ketulusan, kesabaran, serta kemuliaan hati yang begitu besar yang dimiliki oleh Siti.

Yusuf berlutut di tempatnya, menangis sejadi-jadinya seolah anak kecil yang kehilangan hal yang paling berharga dalam hidupnya. Rasa sesal yang selama ini sudah ada di dalam hatinya kini berlipat ganda menjadi rasa sakit yang tak terlukiskan. Ia menyadari sepenuhnya, bahwa keputusan yang ia ambil, keputusan yang ia pikir paling benar dan paling adil menurut pandangannya sendiri, ternyata telah menghancurkan hidup wanita yang paling tulus dan paling mulia yang pernah ia temui. Ia sadar, bahwa ia telah kehilangan bukan hanya Siti, namun juga Daffa, dan ia sadar betul bahwa kesempatan untuk memperbaiki semuanya atau setidaknya menebus kesalahannya kini sudah hilang lenyap selamanya.

"Kenapa... Kenapa harus begini akhirnya?" rintih Yusuf di sela-sela isak tangisnya yang memilukan. "Kenapa dia harus pergi sejauh ini? Kenapa dia harus melepaskan segalanya dengan cara yang begitu mulia dan membuat rasa bersalahku semakin menjadi-jadi? Siti... Maafkan aku... Maafkan aku yang sudah menjadi laki-laki yang begitu jahat dan kejam padamu. Kamu pergi membawa rasa cinta yang begitu besar dan tulus, sedangkan aku yang tetap tinggal di sini, aku yang harus hidup dengan rasa bersalah dan penyesalan yang akan menyiksaku sampai aku mati nanti..."

Di tengah rumah yang kosong dan hening itu, hanya terdengar suara tangis Yusuf yang menyayat hati, meratapi nasib dan kenyataan pahit yang kini harus ia terima sepenuhnya. Ia tahu, mulai saat ini, bayangan Siti dan Daffa, serta rasa bersalah yang mendalam itu akan terus menjadi bayang-bayang yang tak akan pernah lepas dari dirinya seumur hidupnya. Dan ia pun sadar, bahwa surat yang ditinggalkan Siti itu adalah bukti paling nyata bahwa wanita itu memang benar-benar wanita yang luar biasa, wanita yang ia tidak pantas miliki, namun juga wanita yang tidak akan pernah bisa ia lupakan seumur hidupnya.

Nora yang melihat keadaan suaminya yang begitu hancur dan menderita, hanya bisa berdiri diam di sampingnya, hatinya pun terasa perih dan bercampur rasa bersalah yang samar-samar. Ia tidak menyangka bahwa keputusan yang ia minta dan desakkan itu akan berakhir dengan dampak yang begitu besar dan menyakitkan bagi semua pihak. Namun apa yang sudah terjadi, sudah terjadi. Tidak ada lagi yang bisa diubah, dan tidak ada lagi yang bisa diperbaiki.

Bersambung....

1
❀∂я🆁🅰🅹🅰Riᷯsͧkᷜyͥ⁴ᵐ•§͜¢•
critany mntap kk,poligami,smngat ykk
❀∂я🆁🅰🅹🅰Riᷯsͧkᷜyͥ⁴ᵐ•§͜¢•
Nora egois gktulungan
❀∂я🆁🅰🅹🅰Riᷯsͧkᷜyͥ⁴ᵐ•§͜¢•
srba slah smua kyany SMA snora ini
❀∂я🆁🅰🅹🅰Riᷯsͧkᷜyͥ⁴ᵐ•§͜¢•
mksd dri prtnyaanmu apa sih anak kutu
❀∂я🆁🅰🅹🅰Riᷯsͧkᷜyͥ⁴ᵐ•§͜¢•
nah gtu dong hrs tegas
❀∂я🆁🅰🅹🅰Riᷯsͧkᷜyͥ⁴ᵐ•§͜¢•
prgi aj ish,atau Siti abg tamvan yg jemput mau👉👈,Siti SMA abg tamvan aj,abg jnji Siti abg jaga dan urus sprti Malika skacag kedele🤭
❀∂я🆁🅰🅹🅰Riᷯsͧkᷜyͥ⁴ᵐ•§͜¢•
gaji?,gila kmu y
❀∂я🆁🅰🅹🅰Riᷯsͧkᷜyͥ⁴ᵐ•§͜¢•
dia brhak punya ayah,TPI kau gbsa tegas SMA istri tuamu,dsni yg trsiksa badan dan batin itu siti
❀∂я🆁🅰🅹🅰Riᷯsͧkᷜyͥ⁴ᵐ•§͜¢•
yudh pigi aj,mentalmu jga hrs kau jga
❀∂я🆁🅰🅹🅰Riᷯsͧkᷜyͥ⁴ᵐ•§͜¢•
mmg sih gda wanita yg mau dmadu,pun pria gda yg mau dduakn,TPI dsni Siti korban uyyy,ingt itu korban,BKN sngja mnggoda suamimu
❀∂я🆁🅰🅹🅰Riᷯsͧkᷜyͥ⁴ᵐ•§͜¢•
TPI kau jga hrus bnarbnar adil SMA Siti loh Yusuf,slma dia jdi istrimu prlkukan dia sbgaimna istri prtamamu
❀∂я🆁🅰🅹🅰Riᷯsͧkᷜyͥ⁴ᵐ•§͜¢•
yg sabar sit,SMG nntiny kau gpisah dri ank dan suamimu
❀∂я🆁🅰🅹🅰Riᷯsͧkᷜyͥ⁴ᵐ•§͜¢•
masih kcil loh itu,psti dia dngr orgtuany blg sprt itu
❀∂я🆁🅰🅹🅰Riᷯsͧkᷜyͥ⁴ᵐ•§͜¢•
y gmslh KLO Siti ska,kn Yusuf suaminy🙄
❀∂я🆁🅰🅹🅰Riᷯsͧkᷜyͥ⁴ᵐ•§͜¢•
dih tampol aj udh
❀∂я🆁🅰🅹🅰Riᷯsͧkᷜyͥ⁴ᵐ•§͜¢•
sykurlh mrtuany baik
❀∂я🆁🅰🅹🅰Riᷯsͧkᷜyͥ⁴ᵐ•§͜¢•
sharusny Yusuf jgn mngikutin bngt kemauan Nora,bgaimnapn Siti itu istriny,hrs bsa adil dong
❀∂я🆁🅰🅹🅰Riᷯsͧkᷜyͥ⁴ᵐ•§͜¢•
mka kau brdosa Yusuf
❀∂я🆁🅰🅹🅰Riᷯsͧkᷜyͥ⁴ᵐ•§͜¢•
kteepaaangg katany🙄
❀∂я🆁🅰🅹🅰Riᷯsͧkᷜyͥ⁴ᵐ•§͜¢•
enkny y mmisahkn ank dan ibu,KLO mmg mau mlepaskn Siti biarkn aj ankny ikt dia, kn Siti ibuny
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!