Betapa gilanya perubahan dalam kehidupan Alex semenjak punya istri Nakal yang membuat hidupnya porak-poranda dengan segala tingkah istrinya itu .
Semenjak menikah Alex perlahan mulai kehilangan ketenangan dalam dirinya berganti dengan amarah , emosi berkepanjangan dan juga kekacauan dalam perasaan nya .
" Aku tidak mencintaimu jadi jangan berharap perlakuan lebih" ucap Alex menatap Lala yang berdiri disudut ruangan setelah memecah sebotol bir .
" Aku cuma ingin mencoba bir ini Om, bukan menginginkan cinta mu " pernyataan Lala menatap dengan sedih sebotol bir yang tumpah di lantai .
" Sekali lagi kamu mencoba menyentuh minuman di dalam lemari , aku yang akan memberikan kamu pelajaran " tegas Alex memanggil pelayan untuk membersihkan pecahan beling dan bir di lantai .
" Apa sih Om, marah-marah terus , nih aku sentuh wekkkk" cibir Lala menyentuh botol bir dalam lemari dan berlari kencang ketika Alex akan melempar nya .
Yuk baca cerita Lala😋
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28 Kedatangan Ibu
Drettt
drettt
" Apa lagi ?" pertanyaan Alex pada sahabatnya itu.
" Alex , sialan berani sekali kau memblokir nomerku " omel Daniel ketika Alex menjawab telfon nya .
" Makanya jangan mengganggu aku " ketus Alex .
" Alex , aku udah pulang dari luar negeri ayo ke club' " ajaknya .
" Tidak bisa aku sangat lelah , ajak Rey saja " kata Alex langsung menutup telfon nya .
Alex langsung mengaktifkan mode silent di ponselnya karena tau kalau Daniel akan terus menelfon nya .
...........
Muachhh
Alex mematikan lampu utama kamar dan mengecupi pipi Lala beberapa kali.
" Cantik dan lucu " kata Alex menoel pipi Lala yang sudah tertidur nyenyak .
" Pipi nya boleh di gigit " gemas Alex yang sebenarnya setiap malam selalu memperhatikan wajah Lala yang sedang tidur .
" Buka bajunya ya , aku ingin menyicil praktek" kata Alex mengangkat baju Lala keatas .
Keesokan paginya.
Hoammm
Lala yang baru bangun itu menguap dan duduk mengucek matanya yang masih mengantuk .
" Mmmmh, males banget " kata Lala kembali merebahkan tubuhnya yang masih terasa mengantuk .
" Lala bangun , mau berangkat kerja jam berapa kamu " kata Alex yang baru keluar dari kamar mandi menatap Lala yang masih berbaring diatas ranjang.
" Hari ini boleh izin aja nggak Om, Lala capek mau bobok " kata Lala dengan suara kecil nya .
" Kamu pikir kerja boleh seenaknya libur kalau nggak sakit atau ada alasan mendesak nggak boleh " tegas Alex .
" Masa mau libur aja harus nunggu sakit dulu , kejam amat jadi atasan " kata Lala duduk dengan matanya yang masih mengantuk .
" Kerja memang ada aturan nya dan kalau mau sesuka hati tidak usah bekerja " kata Alex yang sebenarnya tidak ingin Lala bekerja .
" Pokoknya mau kerja , wekkkk" kata Lala mencibir dan berlari masuk kedalam kamar mandi .
" Lala berjalan pelan nanti kamu jatuh " tegur Alex melihat cepatnya Lala berlari .
Alex masuk keruang ganti untuk bersiap-siap karena akan menghadiri meeting pagi .
" Om" panggil Lala setelah beberapa saat.
" Ommm, sini " Lala terus memanggil sampai Alex keluar dari ruang ganti .
" Kenapa?" kata Alex yang berjalan menghampiri Lala sambil mengancingkan baju nya .
" Lala lupa bawa handuk , tolong ambilkan dong Om" pinta Lala yang sudah selesai mandi.
" Makanya jangan lari-lari kedalam kamar mandi itu , bawa yang perlu " kata Alex sementara Lala hanya melet-melet mendengar ceramah Alex .
" Malah melet-melet kalau dinasehati" geram Alex langsung menarik bibir Lala yang berdiri dibalik pintu kamar mandi hanya kepalanya saja yang keluar .
" Mmm, Om cepetan ambilkan handuk, Lala udah dingin nih " rengek Lala yang berdiri tanpa memakai apa-apa.
" Udah berjalan keluar aja , sama suami sendiri kok malu " kata Alex dengan santainya bersandar ke dinding menunggu Lala keluar tanpa busana .
" Mmmmh, Om , ambilkan handuk Lala" Lala bukan cuma merengek tapi sudah tantrum didalam kamar mandi karena Alex tidak mau membantunya .
" Iya-iya" gemas Alex melihat Lala yang sampai meronta-ronta segera masuk keruang ganti untuk mengambilkan Lala handuk .
" Terimakasih" senyum nya menerima handuk yang Alex berikan .
" Om lepasin " rengek Lala ketika Alex memberikan handuk namun tidak mau melepaskan nya .
" Ihhhhh, apa tengok-tengok " ketus Lala semakin bersembunyi dan menarik handuk itu cepat-cepat menutup pintu kamar mandi .
" Dia bersembunyi karena takut kelihatan padahal aku sudah melihatnya dari pantulan kaca wastafel" ucap Alex meneguk salivanya membayangkan bagian belakang tubuh Lala yang terlihat dari cermin .
............
Siang harinya kantor dihebohkan dengan kedatangan Ibu nya Alex yang membuat para wanita tebar pesona berharap akan terpilih jadi calon menantu .
" Selamat siang Nyonya , mari saya antar keruangan pak Alex " ucap sekretaris Alex yang menyambut di pintu masuk perusahaan.
" Apa kalian yakin Lala ada disini ?" tanya Ibu berbisik pada bodyguard nya.
" Iya " kata mereka berjalan mengawal Nyonya besar dengan penuh hormat .
" Apa Alex ada diruangan nya?" pertanyaan Ibu pada sekretaris Alex .
" Untuk sekarang belum Nyonya tapi 10 menit lagi pak Alex akan keluar dari ruang rapat " jawab sekretaris itu dengan sopan .
" Lah terus dimana Lala?" suara kecil Ibu , karena tidak mungkin Lala ikut Alex keruang rapat .
" kenapa Nyonya , apa ada yang bisa saya bantu?" pertanyaan sekretaris itu dengan sopan karena tidak begitu mendengar perkataan Nyonya besar .
" Tidak ada" kata Ibu mengedarkan pandangannya ke sepanjang jalan yang mereka lewati .
............
" Apa Kak Anna tau kenapa kantor ramai sekali hari ini?" tanya Lala begitu datang pada teman-teman nya karena mereka akan pergi makan siang .
" Selain ada event tahunan akan berlangsung dua hari lagi jadi banyak pihak yang akan berpartisipasi didalam nya nanti , mereka datang mungkin untuk survei lokasi atau sedang melihat situasi " jawaban Anna.
" Katanya ini bukan sekedar event saja tapi juga peresmian gedung cabang perusahaan baru jadi Presdir juga akan mengundang beberapa artis terkenal untuk mengisi acara " kata Bara .
" Wahhhh, aku akan ikut bernyanyi dan bergoyang nanti " kata Lala dengan semangat langsung geol-geol hingga mereka semua tertawa .
" Jika kamu bergoyang seperti itu , Presdir akan memberikan surat peringatan" tawa mereka karena Lala bergoyang heboh sekali padahal baru simulasi apa lagi nanti .
" Ayo kita ma, " Lala langsung bersembunyi di balik punggung Anna begitu melihat Ibu lewat bersama beberapa bodyguard nya .
" Lala , kok tiba-tiba kamu sembunyi " heran Anna melihat Lala yang tiba-tiba takut , namun terlambat Ibu sudah menuju kearah kemari sepertinya dia terlanjur melihat Lala .
" Lala " Panggil Ibu memutar langkahnya dan menghampiri Lala sementara semua karyawan terdiam bahkan beberapa manajer yang lewat juga menghentikan langkah nya .
" Selamat siang Nyonya " kata semua karyawan menunduk hormat begitu Ibu berdiri di hadapan mereka.
Ekspresi Ibu benar-benar langsung berubah melihat Lala yang memakai pakaian karyawan biasa dan semakin terkejut melihat name tag dibaju Lala yang bekerja sebagai seorang teknisi .
" Lala, Nyonya memanggilmu " ucap mereka karena Lala hanya berdiri menunduk bahkan tidak menyapa Nyonya besar .
" Ikut Ibu sekarang" ucap Ibu memegang tangan Lala dan membawanya .
Ibu berjalan menggenggam tangan Lala yang membuat seisi perusahaan penasaran dengan siapa Lala sebenarnya.
Diruangan nya Alex yang baru duduk itu sudah keringat dingin melihat Ibu yang datang membawa Lala .
" Duduk " kata Ibu sementara Lala tidak sanggup menatap siapapun.
" Alex kamu mempekerjakan istri kamu sendiri ?" tanya Ibu dengan nada penuh intimidasi .
" Ibu , Lala yang ingin bekerja bukan Om Alex yang menyuruh " kata Lala tidak ingin Alex di salahkan.
" Lala diam , Ibu bicara dengan Alex " kata Ibu dengan tegas.
" Alex apa yang akan orang pikirkan jika seorang Nyonya keluarga Alexander Graham bekerja sebagai karyawan biasa di perusahaan nya sendiri , dan menjadi teknisi apakah kamu ingin membunuh istrimu , menyuruh dia mengerjakan pekerjaan seberat itu " kata Ibu lagi .
dobleeee donk thor😄💪
lanjuuttttttttt thor🤭😄💪
lanjutttttt💪😄