NOVEL PERTAMA, MAAF JIKA BANYAK TYPO.
Autor hanya ingin menulis bercermin dari kehidupan sehari-hari, jauh dari CEO atau lehidupan yang kaya raya. selamat membaca.
Queen! begitulah teman-teman dia sering memanggil, seorang gadis sederhana berusia 18 tahun yang baru lulus SMA. Tidak banyak impian gadis ini, hanya ingin segera mendapatkan pekerjaan, dan membantu ekonomi keluarganya.
queen memiliki kekasih sejak 1 tahun terakhir, tepat nya saat queen duduk di bangku kelas 3 SMA.
Bagaimana perjalanan cinta seorang queen, apakah dia bisa mewujudkan keinginannya membantu ekonomi keluarga??
Selamat membaca, saran dan kritik saya nantikan, jangan menghujad yang bisa meruntuhkan mental autor ya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi ars, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
28
Kekuatan cinta yang sesungguhnya adalah ketika pasangan mampu menerima kekurangan, tidak menuntut kesempurnaan , memahami kebersamaan dan menghargai keputusan. Jangan membuat hati membeku, hati yang membeku mampu menutup gerbang cinta yang sesungguh nya belum sirna.
" kalian sudah baikan? " tanya mbak tiyas.
" maaf mbak kami merepotkan mbak tiyas dan mas ni" queen menjawab hal yang berbeda.
" jalinan hubungan tidak akan bisa lama jika tidak bisa menahan ego, mbak tidak tau dan tidak ikut campur masalah kalian, mbak hanya berpesan hadapi masalah, masalah datang bukan karena tiba, tetapi masalah datang karena hasil dari perbuatan" mbak tiyas berkata sambil memberi sedikit nasehat, bukan menyalahkan atau menghakimi.
Queen mengambil kan nasi untuk erfan, lalu mengambil nasi untuk diri nya sendiri. Mba tiyas meninggalkan mereka berdua dan menyusul suami nya ke kolam ikan. Putri yang mau ambil buah mengurungkan niat setelah melihat ada tante dan kekasih nya.
" nambah mas?? Tanya queen
"cukup dek" jawab erfan.
"mbak tiyas tidak ikut makan dek?" lanjut erfan
"tidak, mau nemenin mas ni ke kolam katanya" jawab queen.
Mbak tiyas dan suami nya petani sekaligus peternak. Mereka memiliki sawah dan beternak sapi, unggas, juga memiliki beberapa kolam ikan lele dan nila, mereka kini sedang membangun vila untuk menginap para wisatawan yang berkunjung ke pantai.
" kamu masih mau di sini atau mau pulang kapan dek?, soalnya aku bawa motor" kata erfan.
" aku pulang lusa gimana mas?" jawab queen
"oke, mau naik travel apa naik motor sama aku? "
" naik motor, sekalian menikmati perjalanan" jawab queen.
Setelah makan erfan duduk di teras yang menghadap sawah juga laut, sedangkan queen membersihkan meja makan dan mencuci piring. Setalah selesai queen ikut duduk di depan teras.
" apa rencana kamu setelah ini dek?"erfan membuka percakapan.
hufffft, queen menghembuskan nafas, bingung langkah apa yang mau dia ambil, di lain sisi dia masih tidak nyaman dengan erfan setelah semua yang terjadi.
" aku tau kamu bingung, tetapi jangan sekali-kali kamu berpikir untuk meninggalkan aku dek" kata erfan.
"aku hanya bingung bagaimana jika aku hami mas" mata queen berkaca-kaca.
"aku yang akan bertanggung jawab, aku akan mengatakan pada ibu bapak kalau aku ayah dari bayi yang kamu kandung" jawab erfan.
" Tapi masalah nya tidak sesederhana itu mas... Dan penyelesaiannya tidak semudah itu juga" queen kembali menunduk.
Erfan meraih tangan queen lalu menggengggam nya.
" apapun itu kita hadapi bersama... Lalu... Kita kembalikan pada takdir, yakinlah kita pasti mampu"
Queen hanya menganggukkan kepala dan balik menggenggam erfan, queen lalu memgajak erfan keliling menuju kolam. Ternyata mbak tiyas dan suami nya sedang panen nila dan lele, para tengkulak berjejer siap membeli ikan-ikan itu. Mas ni sedang memisahkan yang induk.
"waaaah banyaknya mba.... " teriak queen.
"kamu mau bakar ikan??" tanya mba tiyas.
"Malam-malam di saung sana enak buat bakar ikan ikan nanti malam dek, apa lagi malam ini malam purnama" sambung mas ni.
" gimana mas??" tanya queen pada erfan.
" terserah kamu dek, aku ngikut saja" jawab erfan.
" halah kalian ini kebanyakan sungkan" kaya mba tiyas.
" putri... Ambilkan wadah nak, kita bakar ikan nanti malam" teriak mas ni pada putri nya
" iya pak" jawab putri dengan senang nya
Saat melewati queen dan erfan queen berkata
"jangan lupa bagi saku nya tante hahahaha"
"beres put, minta ke om juga ya" jawab putri.
putri yang pemalu pipi nya langsung merona, dia langsung berlalu pergi, membuat semua orang tertawa.
"jangan di ambil hati ucapan queen ya fan, dia hanya bercanda" kata mas ni
"ini langsung di jual mas??" tanya erfan.
"iya... Tiap 3 bulan panen, kalau waktu panen mas telp mereka, tapi kadang 2,5 bulan juga sudah di panen jika ada pesanan hajatan"
" sudah berapa lama mas ternak ikan? Tanya erfan
" dari sebelum nikah sama mbak mu fan, tau kan... Wanita sulit takluk kalau tidak ada uang, hahaha"
" ah mas ni benar ini, wanita butuh modal dari kita buat nyenengin kita juga " jawab erfan dengan bercanda.
Mereka saling bercakap hingga tak terasa ikan semua terangkut. Mbak tiyas menerima uang dari para tengkulak, lalu mereka membersihkan kolam, berbenah dan menabur benih baru.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...