NovelToon NovelToon
Pria Yang Seharusnya Tidak Ada

Pria Yang Seharusnya Tidak Ada

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Action / Romantis
Popularitas:17.3k
Nilai: 5
Nama Author: Bang Chitholl

Di dunia yang dikendalikan elite global, Rafael Alkava tumbuh sebagai anak buangan yang seharusnya tidak pernah hidup. Tanpa mengetahui asal-usulnya, ia bangkit dari kemiskinan, menaklukkan dunia trading, dan berangkat ke Amerika demi mencari kebenaran tentang dirinya.
Namun langkahnya justru menyeret Rafael ke dalam konflik mafia internasional, konspirasi negara, dan organisasi bayangan yang menguasai dunia dari kegelapan. Perlahan, ia menyadari bahwa hidupnya adalah bagian dari perang lama yang belum pernah berakhir.
Ketika semua rahasia terbuka, satu pertarungan mematikan mengubah segalanya.
Rafael Alkava dinyatakan mati.
Tapi di balik kematian itu, sesuatu justru mulai terbangun—
dan dunia akan segera tahu bahwa kesalahan terbesar mereka adalah membiarkannya hidup.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bang Chitholl, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sumpah & Tekad

Riverdale Modern Estate – Present Time.

Rafael membuka mata, kembali ke present. Memory itu masih fresh. Conversation yang mengubah segalanya.

Valhalla.

Organisasi yang keberadaannya di ungkapkan dalam momen kemarahan dan putus asa.

Rafael belum memahami sepenuhnya apa itu Valhalla saat itu. Tapi sekarang, setelah semua yang terjadi, setelah bertarung melawan The Obsidian Circle, setelah "mati" dan "hidup" lagi, dia mulai menghubungkan titik-titik tersebut.

Valhalla ada untuk keseimbangan dunia. Itu yang Ryzen bilang.

Elite global mengatur dunia dari balik layar dengan cara yang kejam. Mereka menciptakan peperangan untuk keuntungan. Memanipulasi ekonomi untuk keuntungan pribadi. Mengorbankan jutaan orang demi kekuasaan.

Dan Valhalla melawan mereka.

Tapi kenapa?

Apa motivasi mereka?

Rafael yakin, berdasarkan kemungkinan yang dia simpulkan, bahwa Valhalla adalah korban dari kekejaman elite global. Ini bukan tentang idealism. Ini tentang balas dendam. Tentang keadilan untuk mereka yang menderita.

Elite global. Valhalla.

Keduanya sama-sama ingin menguasai dunia, tapi dengan cara yang berbeda.

Elite global menggerakkan dunia dari bayangan, menarik tali, membuat keputusan yang mempengaruhi miliaran orang tapi tidak ada yang tahu siapa mereka.

Valhalla melawan mereka dari balik layar, sabotage, assassination, information warfare.

Lalu apakah mereka sama-sama jahat?

Atau apakah ini tentang kejahatan yang perlu dilawan dengan kejahatan yang lebih besar?

Rafael tidak tahu jawabannya. Belum.

Tapi dia tahu satu hal dengan kepastian, hilangnya Samuel Alkava ada hubungannya dengan salah satu dari mereka.

Antara Samuel yang menjadi korban elite global dan bergabung dengan Valhalla untuk pembalasan.

Atau justru sebaliknya, Samuel adalah partner dari elite global, dan Valhalla yang menghapusnya dari keberadaannya.

Rafael akan segera tahu semuanya. Pada saat dia mengetahui kebenaran, pada saat dia menemukan dimana orang tuanya, dia akan mengambil keputusan.

Dan jika ternyata orang tuanya jahat, jika mereka partner dari sistem yang corrupt, yang menyebabkan penderitaan untuk miliaran orang, Rafael tidak akan segan untuk melawan.

Bahkan jika itu berarti membunuh orang tuanya sendiri.

Karena pada dasarnya, mereka tidak benar-benar merawat Rafael dengan baik. Mereka membuangnya. Meninggalkannya di depan rumah orang asing. Membiarkannya tumbuh dalam kemiskinan, dalam kesulitan, dalam kesakitan.

Mereka tidak pantas mendapatkan pengampunan.

Mereka hanya pantas diadili.

Rafael menatap langit-langit dengan mata yang gelap, yang dingin, yang penuh tekad.

"Gue pasti bakal menemukan kalian," bisiknya ke kegelapan.

"Dan saat gue menemukan kalian, gue akan memastikan kalian membayar untuk semua yang kalian lakukan."

"Tidak peduli siapa kalian. Tidak peduli seberapa powerful kalian."

"Gue akan datang membawa keadilan. Dengan cara apapun yang diperlukan."

Di mansion yang sepi ini, dengan hanya bunyi AC dan sesekali ada mobil yang lewat di luar, Rafael membuat sumpah.

Sumpah untuk menemukan kebenaran.

Sumpah untuk menemukan orang tuanya.

Sumpah untuk membuat mereka bertanggung jawab.

Dan sumpah untuk, jika diperlukan, menghancurkan mereka.

Rafael bangkit dari sofa, gerakan yang tiba-tiba, yang penuh energi kegelisahan. Dia berjalan ke jendela besar yang menghadap ke taman belakang.

Kolam renang Infinity terlihat di bawah sana, airnya berkilau di bawah lampu bawah air, menciptakan pola riak yang menghipnotis.

Tapi Rafael tidak melihat itu. Yang dia lihat adalah pantulan-nya sendiri di kaca jendela. Wajah yang mirip dengan Samuel, atau setidaknya, itu yang Thomas dan Jefri katakan.

Apakah dia akan menjadi seperti Samuel?

Powerful, berpengaruh, tapi akhirnya ditakdirkan untuk menghilang?

Atau apakah dia akan membuat takdir-nya sendiri, takdir yang berbeda, yang tidak berakhir dengan tragedy?

Rafael menekan tangan ke kaca, sensasi dinginnya meresap melalui telapak tangan.

"The Deadly Seven Sins," dia berbisik.

"Valhalla. Elite Global. Yang entah bagaimana semuanya tehubung."

Pikirannya bekerja dengan kecepatan yang brutal, menghubungkan potongan-potongan yang selama ini berserakan.

Ryzen bilang Valhalla melawan elite global. The Obsidian Circle, organisasi yang menyewa Lyra Vantross untuk membunuh Rafael, bekerja untuk elite global. Itu sudah terkonfirmasi.

Jadi pertanyaan berikutnya: apakah Samuel Alkava terlibat dengan salah satu faction ini?

Jika Samuel korban elite global, mungkin Adam dan Lusi dibunuh oleh mereka, mungkin Raisha dan baby Rafael terancam, maka masuk akal kalau Samuel join Valhalla untuk balas dendam.

Tapi jika Samuel adalah partner dari elite global, mungkin dia naik ke puncak karena backing mereka, mungkin dia mengorbankan keluarga untuk kekuasaan—maka Valhalla yang menghentikan-nya.

Bagaimana pun, hilangnya Samuel bukan sebuah kebetulan. Semua di perhitungkan. Semuanya di sengaja.

Dan Rafael, bayi yang mereka tinggalkan di Jakarta—adalah salah satu faktor yang sengaja ditinggalkan untuk peperangan yang lebih besar.

"Tapi kenapa gue ditinggalkan di Indonesia?" Rafael bertanya ke pantulan-nya sendiri.

"Kenapa mereka gak kirim gue ke panti asuhan sini? Kenapa kirim gue sejauh itu?"

Kecuali... Samuel ingin Rafael tersembunyi. Sembunyi dari siapapun yang mengancam-nya. Tersembunyi begitu dalam sampai tidak ada yang bisa mencarinya.

Tapi kenapa Nur Aini dan Budi Haryanto?

Kenapa keluarga sederhana di Jakarta?

Apa hubungan-nya?

Atau mungkin itu random?

Mungkin Samuel meletakkan bayi Rafael di depan pintu acak, berharap untuk yang terbaik?

Terlalu banyak pertanyaan.

Tidak cukup jawaban.

Rafael mengepalkan tangan, buku-buku jari menjadi putih karena tekanan.

"Gue pasti akan menemukan kalian," katanya lagi—kali ini dengan suara yang lebih tegas, lebih determined.

"Samuel Alkava. Raisha Anastasya Leonovich Ivanova. Wherever you are. Whatever you're doing. Gue akan melacak kalian sampai dapat."

"Dan saat gue menemukan kalian..."

Dia berhenti. Menatap reflection-nya dengan eyes yang cold, yang merciless.

"Gue akan memastikan kalian membayar untuk semua yang kalian lakukan. Untuk setiap tahun gue hidup tanpa tahu siapa gue yang sebenarnya. Untuk setiap malam gue menangis sampai tertidur setelah Bunda, Ayah, Nenek meninggal. Untuk setiap moment gue merasa ditinggalkan, tidak diinginkan, dibuang"

"Tidak peduli siapa kalian. Tidak peduli seberapa powerful kalian. Tidak peduli dengan siapa kalian aliansi."

"Keadilan akan datang. Dan gue sendiri yang akan mengantarkan-nya."

Karena Rafael Alkava bukan lagi anak yatim yang tidak berdaya. Dia bukan lagi bocah yang cuma bisa menangis di depan cermin.

Dia adalah founder dari Alkava Global Enterprises, perusahaan yang dalam kurang dari setahun sudah menjadi rival dengan perusahaan yang mapan.

Dia adalah master trader dengan portfolio ratusan juta dollar, skill yang dia develop sendiri tanpa mentor, tanpa guidance, murni melalui tekad dan kecerdasan.

Dia adalah member dari The Deadly Seven Sins—warrior yang sudah menghadapi kematian dan bertahan, yang sudah membunuh untuk melindungi orang-orang yang dipedulikannya.

Dan sekarang, sekarang dia tahu, dia adalah son of Samuel Alkava.

Son of legend yang menghilang. Son of man yang pernah berdiri di puncak dunia. Son of ghost yang existence-nya terhapus dari sejarah.

Warisan itu, warisan yang rumit, yang gelap, yang misterius, sekarang menjadi miliknya untuk dibawa.

Dia bisa menerimanya. Bisa memakai nama Alkava untuk membuka pintu yang sebelumnya tertutup. Bisa memanfaatkan koneksi lama Samuel, kekuatan lama Samuel, pengaruh lama Samuel.

Atau dia bisa menghancurkannya. Bisa expose semua rahasia yang Samuel kubur. Bisa merobohkan apa pun yang dibangun Samuel. Bisa memastikan dunia tahu kebenaran, tidak peduli betapa jeleknya, tidak peduli seberapa dahsyatnya.

Waktu yang akan menentukan jalan mana yang akan dia pilih.

Tapi satu hal yang jelas—Rafael tidak akan berhenti sampai dia mendapatkan jawaban.

Sampai dia tahu kebenaran.

Sampai keadilan ditegakkan.

Rafael berbalik dari jendela, berjalan ke dapur yang berkilau dengan peralatan baja tahan karat dan meja dapur marmer. Dia membuka kulkas yang Seraph bilang sudah diisi penuh.

Dan dia benar. Berbagai macam makanan tersedia, sayuran segar, potongan daging premium, keju impor, bahkan ada wine yang mungkin harganya ratusan dollar per botol.

Tapi Rafael tidak punya nafsu makan. Dia hanya mengambil botol air mineral, minum langsung dari botol dengan tegukan yang panjang.

Air dingin turun ke tenggorokannya, menyandarkan-nya, membawanya kembali ke momen sekarang dari pikiran-pikiran yang berputar.

Dia meletakkan botol di counter dengan bunyi yang nyaring di mansion yang sunyi.

Besok dia akan mengunjungi AGE. Akan melihat dengan mata sendiri apa yang Kimberly, Seraph, dan lainnya sudah bangun. Akan merebut kembali tempatnya, mungkin bukan sebagai CEO, tapi setidaknya sebagai founder, sebagai visioner, sebagai pemimpin yang mereka butuhkan.

Tapi malam ini, malam ini dia butuh istirahat. Butuh process semua yang dia pelajari hari ini. Butuh mempersiapkan diri secara mental untuk tantangan yang akan datang.

Karena Rafael tahu, dengan pengungkapan ini, dengan kebenaran tentang Samuel Alkava, dengan pemahaman tentang Valhalla dan Elite Global, hidupnya akan menjadi jauh lebih rumit.

Lebih berbahaya.

Lebih mematikan.

Tapi dia ready. Dia sudah menghadapi kematian sekali. Dia sudah kehilangan segalanya berkali-kali.

Apa lagi yang dunia bisa ambil dari dia?

Tidak ada. Sama sekali tidak ada.

Dan itu, itu yang membuat Rafael berbahaya.

Orang tanpa apapun untuk kehilangan adalah orang paling berbahaya di dunia.

Rafael berjalan menaiki tangga ke master bedroom, ruangan dengan king bed yang besar sekali, lemari pakaian yang jauh lebih besar dari ukuran apartement lama-nya, bathroom dengan jacuzzi dan rain shower.

Dia jatuh di kasur tanpa ganti baju. Hanya melepas sepatu dan berbaring di sana, menatap langit-langit lagi.

Besok adalah hari baru. New chapter. New beginning.

Tapi juga melanjutkan dari story yang dimulai tujuh belas tahun lalu, saat Samuel Alkava membuat keputusan untuk meninggalkan bayi-nya di Jakarta.

Cerita yang sekarang Rafael akan tulis ending-nya.

Dengan darahnya sendiri jika perlu.

 

Bersambung...

1
Nani Ummu Al
bagus
KIMI
makin seru aja nih
Bang Chitholl: belum. masih letak keseruannya masih ada di bab kedepannya
total 1 replies
Sonic soniciwa
kenapa kok se ucrit. mending nunggu seminggu baru baca🤭
Bang Chitholl: boleh tuh. di tabung aja dulu
total 1 replies
Nandar Nandar
aku suka
KIMI
yg hari ini mana,liburnyakan besok🗿
Bang Chitholl: eh udah ya
total 1 replies
Ahmad Pandawa
💪💪💪💪
Ahmad Pandawa
lanjut min
Ahmad Pandawa
makin seru aj..
Ahmad Pandawa
lanjut min.. 💪
KIMI
mana nih upny
KIMI: tumben telat Thor
total 1 replies
Kurniawan Wawan
luar biasa
ricky hayathe
gas kunzzzz
Bbg Anto
yaelah cepat kali lah bab nya, sekali-sekali 2 hitu ya kan heheh
Rifqi Ilham
lanjutt thorr, kok dikit banget
Bang Chitholl: lagi capek cuk🥲
total 1 replies
zora
novel yg sangat Ter struktur, tipe ku banget gk belibet,yg selalu ada ajah kejutan,tipe novel tingkat menengah bagi ku.
cerita tak monoton seperti novel bertemakan mafia atau CEO sama Y/N gituhhhh 😜, dan terima kasih buat Mimin yg bikin novel ini, guehh suka nya kebangetan Ama ni novel ,Semangat terus bang.
zora: sama-sama🤭bng
total 2 replies
Danil Septia n
lanjut thor
RAMBOL
not bad,gw juga ga tau bahasa percintaan
Bang Chitholl: 🥲 agak sulit sih ini
total 1 replies
Danil Septia n
lanjut thor
Arlen Mirza
lanjut Thor
Kurniawan Wawan
🥺🥺🥺
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!