NovelToon NovelToon
Shattering Heart

Shattering Heart

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Miarosa

Dimitri Romanov seorang CEO perusahaan Romanov Industries jatuh cinta kepada seorang aktris dan saat mereka akan bertunangan, sang Aktris dinyatakan berselingkuh dengan pria lain. Akankah Dimitri mempertahankan sang Pujaan Hati tetap disisinya atau ia lebih memilih menyerah dan kembali ke mantan tunangannya yang dulu?

Andai saja waktu bisa diputar, ia ingin memperbaiki semuanya - Dimitri Mikhail Romanov

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miarosa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kebencian Sofia

Pagi harinya Sofia terbangun dengan suara tangisan Lizzie.

"Anak itu sudah membuatku sangat kesal."

Sofia dengan cepat pergi ke kamar Lizzie dan melihatnya dengan rasa marah.

"Kamu bisa diam tidak? Kamu sudah menganggu tidurku. Kamu tahu ini jam berapa? Ini masih jam 6 pagi. Maumu apa sih? Kamu lapar? Ingin minum susu. Baik, aku akan membuatkanmu susu. Diam dan tunggu."

Tidak lama Sofia kembali dengan botol susu ditangannya, lalu memberikannya pada Lizzie.

"Ini minumlah dan jangan menangis lagi."

Tapi Lizzie terus saja menangis dan membuat Sofia menjadi kesal.Entah apa yang ada dipikirannya saat itu, dia mulai mengambil bantal dan dia mencoba membekamnya dengan bantal dan Lizzie menggeliat-geliat di bawahnya, tiba-tiba pintu terbuka dan Shiori langsung melepaskan bantal itu dari wajah Lizzie." Dimitri,’’katanya terkejut.

"Sofia, apa yang kamu lakukan?’’

"Aku..aku sedang memberikannya susu. Iya aku sedang memberikannya susu sepertinya dia lapar, tapi aku tidak tahu kenapa dia menangis terus"

Dimitri langsung mendekati Lizzie dan mengambil botol susu dari tangan Sofia.

"Sofia kenapa kamu memberikan susu panas padanya? Apa kamu tidak berpikir, ini akan membuat lidahnya terbakar,’’bentak Dimitri.

"A..aku tidak tahu kalau susu itu terlalu panas untuknya."

"Lain kali kamu harus belajar membuat susu. Aku akan membuatkannya kembali. Tolong jaga dia!"

Dimitri berlalu pergi dari kamar dan Sofia mendekatkan wajahnya pada Lizzie yang sedang terbaring.

"Kali ini kamu selamat karena ayahmu tiba-tiba datang, tapi lain kali mungkin kamu tidak akan selamat."

Sofia tersenyum menyeringai .Tidak lama berselang ia mendengar derap langkah semakin mendekat dan dia cepat-cepat mengendong Lizzie dan berpura-pura baik padanya.

"Kemarikan dia!’’

"Tidak biar aku saja yang memberikannya susu. Ingat aku juga adalah ibunya,’’katanya sambil tersenyum manis pada Dimitri.

"Baiklah. Aku mau mandi dan berpakaian dulu. Lizzie sayang, baik-baik dengan ibumu ya,’’kata Dimitri.Setelah Dimitri pergi Sofia kembali menatap Lizzie lagi.

"Kamu tahu kalau aku benci padamu, karena ibumu adalah wanita yang aku benci, mungkin aku akan lebih sayang padamu jika ibumu bukan Aleandra. Ibumu sudah merebut pria yang aku cintai."

Bibi Ester masuk dan Sofia menyerahkan Lizzie kepadanya. Bi Ester hanya melihat kepergian nyonya dengan pandangan sedih.

"Sepertinya ibu angkatmu tidak menyukaimu. Kemarin saja dia hampir membunuhmu,’’gumamnya.

Sergei yang melewati kamar Lizzie tidak sengaja mendengar gumaman bibi Ester. Rasanya ia tidak mempercayai kalau Sofia hampir membunuh Lizzie.Dia berusaha untuk menyangkal yang dia dengar tadi.

Bibi Ester membawanya ke kamar mandi untuk dimandikan.Tiba-tiba Sofia muncul di kamar mandi.

:Mau di mandikan ya bi. Biar aku bantu."

"Tapi nyonya, nanti nyonya jadi basah lagi."

"Aku tidak akan basah."

Bibi Ester tidak dapat menolak keinginan nyonyanya untuk memandikan Lizzie.

"Sebaiknya bibi sekarang menyiapkan pakaiannya sekarang."

"Baik nyonya Sofia."

Bibi Ester pergi ke kamar untuk menyiapkan pakaian Lizzie

"Airnya hangat bukan,’’kata Sofia sambil terus memandikan Lizzie, kemudian niat jahat Sofia kembali muncul dalam dirinya. Dia mencoba menengelamkan Lizzie tapi perbuatannya kembali di ketahui oleh bibi Ester yang berada di depan kamar mandi, karena merasa cemas dengan Lizzie berada dengan Sofia dan rasa cemasnya terbukti ia melihat Sofia mencoba menenggelamkan Lizzie.

"Maaf nyonya Sofia, pakaiannya sudah saya siapkan. Apa Anda sudah selesai memandikannya?’’tanya bibi Ester pura-pura tidak tahu tentang perbuatan nyonyanya tadi.

"Iya...iya aku sudah selesai memandikannya."

Sofia menyerahkan Lizzie padanya.

Sofia pergi ke bawah untuk sarapan pagi bersama Seperti biasa makan pagi mereka terlihat sepi dan dingin. Mereka bertiga disibukkan dengan pikiran masing-masing.

"Aku pergi dulu!’’kata Dimitri setelah mengelap mulutnya.

Sebelum Dimitri menaiki mobilnya , dia melihat Lizzie sedang digendong oleh bibi Ester.

’’Selamat pagi tuan Masumi!’’

"Selamat pagi! Apa flumu sudah sembuh?’’

"Sepertinya begitu. Aku tidak ingin berlama-lama sakit, nanti nona Lizzie tidak ada yang mengasuh."

Dimitri membelai wajah anaknya dan Lizzie tersenyum padanya. Hati Dimitri seketika menghangat.

’’Ayah, pergi dulu ya!’’

Dimitri mengecup keningnya.’’Tolong jaga dia baik-baik!’’

"Tenang saja tuan , saya akan menjaganya dengan baik."

Dimitri tersenyum sebelum akhirnya pergi meninggalkan rumah.

"Aku akan menjaga nona Lizzie dari niat jahat nyonya Sofia,"batin bibi Ester.

🌻🌻🌻

Leonid yang sedang menunggui wanita yang sedang terbaring koma di rumah sakit merasakan ada gerakan ditangannya dan dia juga melihat matanya mulai bergerak-gerak , lalu mata itu terbuka.

Leonid tersenyum pada wanita itu.

"Akhirnya kamu sadar juga."

Leonid segera memanggil dokter. Sementara wanita itu melihat kesekeliling ruangan yang berwarna putih dan melihat tubuhnya yang dikelilingi kabel dan selang.

"Dimana aku dan apa yang telah terjadi denganku?’’

Tidak lama kemudian dokter sudah mulai berdatangan dan cepat-cepat memeriksanya. Leonid menunggu di luar dengan tidak sabar. Pintu kemudian bergeser terbuka.

’’Dokter, bagaimana keadaannya?’’

"Dia sekarang baik-baik saja."

Leonid menghembuskan nafas lega.

"Terima kasih dokter."

Leonid segera masuk dan menemukan wanita itu sedang memandang ke arah luar jendela.

"Halo!’’

Wanita itu menoleh.’’Ha..halo. Siapa kamu?’’

"Namaku Leonid Moskal dan kamu?"

"Aleandra Ivanov."

"Apa yang terjadi denganku?"

"Aku menemukanmu di hutan ketika aku pulang dari camping."

"Terima kasih sudah menolongku."

"Sebaiknya kamu istirahat saja."

"Aku harus pergi dari sini. Aku harus mencari anakku?"

"Anak?""

"Anakku telah diculik. Aku harus pulang dan mencarinya."

"Kamu bisa mencarinya sampai kamu sembuh betul."

"Istirahatlah!"

Aleandra mengangguk.

🌻🌻🌻

Anastasia duduk di kursi makannya. Rasa cemasnya pada adiknya sudah semakin besar. Saat ini satu-satunya orang yang dapat menolong Aleandra dan untuk menemukan Lizzie adalah Dimitri.

"Sekarang aku harus menemuinya,"gumamnya.

Anastasia segera beranjak dari kursinya dan segera pergi. Ia berharap Sofia tidak ada di sana.

Anastasia telah berada di depan kantor Dimitri. Dia merasa ragu-ragu untuk memasuki gedung itu, tapi saat ini dia tidak punya pilihan lain. Ia mendesah panjang dan akhirnya dia melangkah masuk dan segera menekan tombol lift. Di dalam lift terus berpikir apa yang harus dia katakan lebih dulu. Tangannya menjadi dingin dan dia merasakan dirinya sangat gugup. Sabrina yang melihat kedatangan Rei merasa terkejut.

"Anastasia, ada apa kamu datang kesini?’’

"Aku ingin bertemu dengan pak Romanov. Apa dia ada?’’

"Sayang sekali saat ini pak Romanov baru saja memasuki ruang rapat."

Anastasia mendesah kecewa.’’Kapan rapatnya akan selesai?’’

"Mungkin setengah jam lagi. Memangnya ada hal penting yang ingin kamu katakan padanya?’’

"Benar, ada hal yang sangat penting yang ingin saya katakan kepadanya. Ini mengenai Aleandra."

"Baiklah. Kalau kamu mau, kamu bisa menunggu di dalam kantornya."

"Hmm..baiklah. Aku akan menunggunya di dalam."

Sabrina membukakan pintu dan menyuruhnya masuk. Tidak lama kemudian Sabrina membawakan kue dan minuman.

’’Terima kasih nona Sabrina."

Sabrina pergi meninggalkannya. Anastasia sedang membayangkan bagaimana reaksinya jika dia memberitahunya kalau Aleandra sudah memberikannya seorang anak perempuan. Ia menghabiskan waktunya dengan membaca beberapa majalah. Setengah jam pun sudah berlalu , lalu terdengar pintu terbuka. Dimitri duduk di kursi kerja, sedangkan Anastasia berdiri menghadapnya.

"Selamat siang pak Romanov."

"Siang! Jadi ada keperluan apa kamu datang menemuiku?’’

"Ada sesuatu yang penting yang ingin saya beritahu pada Anda?’’

Anastasia merasakan didirinya bertambah gugup dan gemetaran, tapi dia berusaha untuk menenangkan dirinya setenang mungkin.

"Katakan apa yang ingin kamu katakan padaku?’’

Dimitri terus menantap Anastasia dan itu membuatnya menjadi semakin gugup.

"Ini mengenai Aleandra,’’katanya parau.

"Aleandra?"

" Dia hilang. Sekarang saya tidak tahu dimana dia, tapi setahun yang lalu aku pergi bersamanya."

"Apa hilang?"tanyanya terkejut.

Anastasia mengangguk.

"Tapi bagaimana itu bisa terjadi?"

Sekarang Dimitri nampak panik dan gelisah.

‘’Itu karena Aleandra telah kehilangan sesuatu yang sangat penting dalam hidupnya, makanya dia pergi untuk mencarinya, tapi Aleandra tidak pernah kembali lagi."

"Sebenarnya apa yang dia cari?’’

"Dia mencari Li...’’

Tiba-tiba pintu terbuka dan Sofia muncul dihadapannya sebelum Anastasia menuntaskan kalimatnya. Mereka terkejut dengan kedatangan Sofia tiba-tiba.

"Ternyata kamu lagi."

Sofia menatapnya dengan pandangan tidak suka.

"Selamat siang nyonya Romanov!’’

Sofia melewati Anastasia begitu saja tanpa membalas sapaannya dan langsung mendekati suaminya.

"Apa yang sedang kamu lakukan disini?’’tanya Dimitri.

"Aku ingin mengajakmu makan siang."

Dimitri sebenarnya tidak ingin makan siang dengannya nafsu makannya telah hilang setelah mendengar hilangnya wanita yang ia cintai, tapi Anasatasia ada di depannya sekarang,dia tidak mungkin menolak ajakan istrinya di depan Anastasia, karena dia harus memperlihatkan kemesraan dengan istrinya di depan umum walaupun itu hanya di depan Anastasia.

"Sepertinya aku pulang saja. Aku tidak ingin menganggu kalian berdua. Permisi!’’ [ ]

1
jul choe
aduh cerita yang membingungkan dengan nama ya sama ..jadi mls baca nya
Bundha Shantie
naahh...ko aneh...td blgx aleandra tp ko malah kembar ,piye iki
ira rodi: kalo bukan kembaran aleandra yg dipergoki dimitri...bisa jadi itu orang lain yg menyamar jadi aleandra untuk membuat hubhngan aleandra dan dimitri putus...buktinya saat dimitri melihat aleandra ada yg foto mereka dan teersenyum...mgkn itu kaki tangan si dalang utama...
total 1 replies
cccc
Ceritanya bagus.Author buat cerita ttg kmbaran Aleksandra dgn Ivan dong, di novel ini kan tdk ada dibhas
Ida Susmi Rahayu Bilaadi
critamu aneh Thor, mbulet
Ida Susmi Rahayu Bilaadi
Krn critamu yg sprti sinetron ikan terbang, mbulet ae, shg 1 vote pun gak ada buatmu thor
Ida Susmi Rahayu Bilaadi
Bodohnya Sergei, knp ngasih tau Sofia klo itu anak Ale & Dimitri? Ya jls marahlah sofia
Ida Susmi Rahayu Bilaadi
mbulet ae koyok sinetron ikan terbang 😆😆😆
Ida Susmi Rahayu Bilaadi
Knp sll ada nama MAYA? Salah tulis ato gmn Thor?
cloe
Boseen...dimana kerennya, yg pasti dimitri pernah menikah dgn sophia..
Rini Haryati
keren dan mantap
Ely
menarik cerita nya
Ely
😭😭😭😭
Ely
Belgorod 🌻🌻🌻
Ely
🤣🤣🤣🤣kok baru sekarang tahu hamil....
Ely
ya..ya kembaran mu aleandra....jadi deg deg kan... ayo thor dimitri jangan nikah sama sofi....❤❤❤
Ely
Aleandra ini kembar identik ya?? waduh kok gak ada yg tahu......sabar2 aleandrà. Ivan ini kok gak nyelidiki dulu, langsung kabur aja.
Hasan Abas
film drama minikahi fesdir
Qoqo Bin Wahab
Tyan mazumi itu siapa ? sakura itu siapa ? slh ketik trs thor
Bella Dania
nyimak tapi keren
Thressia Gwen
gila harta tu bpk nya dimitri,dasar iblis misahi ank sm ibu nya.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!