Ayda adalah wanita muda berusia 30 tahun yang mempunyai sifat lembut dan penyayang. Ia menerima pinangan pria bernama Fattah dan menjalani kehidupan yang bahagia.
Hingga sebuah kekecewaan Fattah dan kehadiran wanita dalam kehidupan mereka membuat keadaan rumah tangganya jauh dari kata harmonis. Ayda merasa Fattah semakin jauh darinya dan lebih dekat dengan Anita.
Akankah Ayda mampu menerima keadaan baru itu dan apakah Fattah mampu mengembalikan keutuhan rumah tangga mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon TRIO A, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
28
Anita dan Janet keluar kamar bersamaan , menuju ke kamar mandi. Sementara Bu Ratna sudah selesai menyiapkan semuanya dan beralih membersihkan tanaman di pot - pot bunga di depan rumah.
" Pagi Nek ... " sapa Janet melihat neneknya yang tampak asyik merawat tanaman dalam pot di samping jendela.
" Sudah bangun cantik ... pagi juga , mama sudah bangun Nak ... " balas Bu Ratna yang saat itu tetap asyik membersihkan beberapa daun yang kering juga rumput yang tumbuh di dalam pot hingga ia tak memperhatikan saat Anita di samping jendela.
" Mama barusan lewat Nek ... , sekarang ke kamar mandi , Nenek sibuk sih ... sampai - sampai tak tahu ada yang lewat di samping sini , kalau aku tadi gak menyapa pasti Nenek gak tau ya kan ... " . Perkataan Janet yang panjang lebar seperti itu menandakan kalau hatinya sedang riang moodnya lagi oke.
" Kamu gak masuk sekolah cantik ... ?" tanya Bu Ratna pada Janet.
" Sekolah Nek ... , kan sekarang masih pagi ... " jawab Janet sambil menggeliatkan tubuhnya.
Bu Ratna menghentikan kesibukannya membersihkan tanaman dalam pot , pergi cuci tangan dan kakinya dengan air kran yang dekat dengan tanaman , sebuah ide Fattah membuatkan saluran air yang sangat berjasa.
Bu Ratna masuk ke dalam, melihat jam masih jam 05.50 , sementara Anita duduk di kursi meja makan menikmati teh panas yang sudah disiapkan ibunya.
Melihat neneknya masuk ke dalam, Janet menyambutnya dengan pelukan sayangnya.
" Janet cantik ... , pintar sekolahnya ya sayang " ujar Bu Ratna dengan pelukan eratnya .
Sementara Anita hanya melemparkan senyuman melihat Janet dan Bu Ratna berpelukan.
Janet melepaskan pelukannya dari Bu Ratna melangkahkan kaki menuju meja makan menuangkan segelas air putih dan meminumnya.
" Janet kenapa tak diminum susunya ... , Nenek sudah membuatkan untuk kamu sayang ... " ujar Bu Ratna saat melihat Janet hanya minum air putih saja.
" Iya Nek ... nanti sehabis mandi susunya baru Janet minum " jelas Janet.
" Hari ini Mama mau antar Janet ke sekolahnya lebih awal ya ... , Mama ada urusan " kata Anita pada Janet yang masih duduk bermalas-malasan di kursi meja makan.
" Oh ... , iya Ma " jawab Janet lemas.
Anita mengambil ponselnya yang tergeletak di atas meja makan , melihat jam ponsel menunjukkan jam 06.20 , ia beranjak dari tempat duduknya melangkahkan kaki ke kamar menyiapkan seragam sekolah Janet.
****
Di rumah Nenek Yati , Ayda disibukkan dengan persiapan Fattah yang mau berangkat kerja, Teguh yang mau berangkat sekolah. Sedangkan Bara juga masuk kuliah pagi, dan hari itu jadwal Ana dan Nissa posyandu.
Penyajian sarapan harus cepat , Ayda juga harus membuatkan bubur nasi buat nenek. Saat nenek merasa tak enak badan, nafsu makan berkurang dan Ayda dengan sabar dan telaten menyiapkan makanan agar nenek mau makan.
Bubur nasi adalah makanan kesukaan nenek saat beliau tak enak badan. Nenek lebih suka bubur buatan Ayda daripada bubur yang beli di luar.
" Ma ... , Pa ... , Teguh berangkat dulu ya ... " . Teguh berpamitan sambil mencium tangan kedua orang tuanya.
" Iya Nak ... hati - hati ya ... , belajar baik - baik dan perhatikan penjelasan Bu guru ya sayang ... " . Pesan Ayda buat Teguh sebelum berangkat .
" Iya Ma ... , siap laksanakan " jawab Teguh dengan tangan kanan hormat .
Ayda dan Fattah tersenyum lebar melihat putranya semakin tumbuh dewasa.
" Teguh ... belum pamitan sama Nekyut ( nenek buyut ) beliau masih di kamar Nak ... " . Ayda mengingatkan putranya.
" Oh iya , maaf Ma ... " .
Teguh berlalu menuju kamar nenek dan berpamitan dengan mencium tangan nenek, tampak nenek masih terbaring lemas , agak pucat .
" Yut ... cepat sembuh ya ... , Teguh berangkat sekolah dulu ".
" Iya Nak ... , makasih doanya ... " sahut Nenek Yati pelan.
Teguh keluar dari kamar meninggalkan nenek sendirian. Ia berangkat ke sekolah dengan penuh semangat.
Melihat kakaknya mau berangkat ke sekolah , Nissa dan Ana mencium punggung tangan kakaknya, sambil berpesan untuknya.
" Hati - hati ya Kak ... ".
" Iya deek ... " balas Teguh.
Teguh keluar rumah dan menutup pintu pelan - pelan , di ujung pintu baru dia ucapkan salam.
Assalamu'alaikum
Waalaikumsalam ... jawaban kompak semuanya.
- bersambung
Terimakasih yang udah dukung karya aku, kasih like , komentar bahkan kasih vote buat aku. Sungguh besar rasa terimakasih saya buat kalian.
Kritik dan saran saya tunggu ya ... terimakasih