pokoknya baca ajah ya gais
semoga suka!!!
hao chen adalah anak satu-satunya dari walikota hao yang selama kepemimpinannya sangat disukai oleh masyarakat karna tegas dan adil kepada rakyannya
tapi karna suatu kejadian di mana mafia yang ingin mengedarkan narkoba di wilayahnya,walikota hao mengerahkan semua keamanan kota untuk meringkus semua orang- orang yang terlibat
akibat itu pula lah malam berdarah di keluarga hao terjadi pembantaian dan pembakaran kediaman dari walikota hao
dan anak satu-satunya berjuang untuk membalaskan dendam dari keluarganya
Apakah dendam hao chen dapat terwujud ataukah hao chen gagal dan melepaskan dendamnya kita lihat saja nanti
Dan apa yang akan terjadi setelah hao chen mati apakah dewa akan bermurah hati kepada hao chen atau dia akan langsung terlempar di alam baka....
tetep baca terus ceritaku ya kawan ada kultivator nya hehehe...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dhiinda Rohma Dinda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 26 : pembicaraan di pengadilan
Bammmmmm
debu mulai berterbangan saat hantaman elemen angin itu mengenai tubuh hao chen
"akkhhh" hao chen berteriak karena dia langsung mengalami luka dalam karena elemen angin itu tepat mengenai dada kiri hao chen
"haha lihatlah anak kecil sepertimu seharusnya tetap di rumah bukannya berpetualang hingga tersesat seperti ini" ucap prajurit tadi yang mengenai hao chen dengan tinjunya
karena keributan yang terjadi di dalam restauran membuat seisi ruangan itu hancur berantakan. dan pengunjung restauran pun berhamburan keluar
dengan sekuat tenaga hao chen bangkit kembali dia tidak boleh kalah disini
saat orang itu ingin menyerang lagi tiba-tiba ada seorang paruh baya yang mengenakan pakaian khas dari benua timur di lihat dari pakaiannya pun bisa di lihat kalau itu adalah kualitas terbaik
"berhenti" hanya dengan tekanan di ranah jalan surgawi *4 membuat semua orang di ruangan itu tertunduk
"si....siapa kau" ucap tuan muda lu dengan eskpresi yang tampak tak enak di pandang
lelaki itu pun tak menjawab dia lebih memilih menghadap ke arah hao chen
"sedang apa kau disini" ucap lelaki itu dengan nada tampak menghawatirkan hao chen
"ka..kak kekaisaran" dengan cepat hao chen menundukkan badannya memberi hormat namun karena gerakan tiba-tibanya membuat hao chen memuntahkan seteguk darah segar dari mulutnya
"adik hao chen" dengan cepat dia membantu hao chen
"adik kekaisaran tak apa kakak ketiga kekaisaran" hao chen hanya menampilkan senyum tak berdayanya karena dia bertemu dengan kakak kekaisarannya dengan ke adaan seperti ini
'ke...kekaisaran siapa orang berambut putih itu sebenarnya' batin orang-orang yang ada di tempat itu bingung dan mereka semuanya juga pasti memiliki perasaan yang sam yaitu takut dengan identitas orang yang mereka hajar habis-habisan
saat sedang membantu hao chen walikota desa xianxin pun datang di tempat itu
"pangeran lin Chan" ucap walikota dengan sedikit ngos-ngosan karena berlari mengejar pangeran lin chan
"kenapa pangeran berlari ke mari pangeran" memang benar saat itu pangeran lin chan berada di restauran yang tepatnya berada di sebelah dari penginapan bulan monster itu dan tiba-tiba saja berlari ke arah penginapan bulan monster dan langsung menghentikan perkelahian yang terjadi
"siapa, siapa yang berani menindas adik pangeran ini" ucap pangeran lin chan dengan penekanan dan membuat semua orang yang berada di tempat itu tertunduk gemetaran
"pa...pangeran dia menggoda calon istruku" ucap tuan muda lu itu dengan gemetaran
"menggoda, adik kekaisaran ini tidak mungkin menggoda seseorang di jalan, banwang tau seperti apa sifat adik pangeran ini" ucapnya lagi mereka memang memiliki jalan hidup yang berbeda hao chen tinggal di klan sedangkan dirinya tinggal di istana tetapi persaudaraan mereka sangatlah kuat
"kakak kekaisaran lebih baik kita bicarakan hal ini dengan kepala dingin" hao chen tau dengan status dirinya dan kakak kekaisarannya adalah seorang pangeran dia tentunya tak mau jika masalah ini akan menimbulkan konflik di lain hari nantinya
"benar pangeran lin chan lebih baik kita bawa adik pangeran lin chan di obati terlebih dahulu di kediaman hamba" ucap walikota mencoba meredam amarah pangeran lin chan ini
"baiklah" akhirnya pangeran lin chan pun lebih memilih mengobati adik kekaisarannya itu levih dulu karena di lihat dari lukanya dia mendapatkan luka dalam
"mari pangeran" ucap wali kota ramah dan pandangannya kembali teralihkan ke arah orang-orang yang menyerang hao chen tadi "kalian itu aku ke persidangan" ucapnya. dengan sigap prajurit yang di bawa walikota membawa mereka semua termasuk juga putrinya itu, untung saja walikota ini terkenal dengan sifat adilnya jadi dia tidak akan pandang bulu jika putrinya juga ikut bersalah maka hukumanlah yang akan di terimanya
_
Setelah sampai di kediaman walikota hao chen pun sudah di obati dan saat ini juga tengah menghadiri pengadilan atas kasus dirinya yang membuat keributan di wilayah desa xianxin ini dan juga Patrick klan lu pun hadir karena tuan muda mereka ikut andil dalam masalah ini
"jadi tuduhan apa yang kau berikan kepada pangeran hao chen tuan muda lu" ucap walikota. dia tentu sudah di beri tahu bahwa hao chen adalah seorang pangeran maka dari itu dia tak bisa menyepelekan masalah ini
"dia menggoda na anming walikota" ucap tuan muda lu yang memiliki nama lu yong itu dengan nada tidak sopan ke arah hao chen
"jaga nada bicaramu lu yong ingat statusmu"ucap Patrick lu yang mulai kesal kepada salah satu anaknya ini yang memiliki sikap suka seenaknya sendiri dan tak memikirkan dampak yang akan terjadi jika dirinya seperti ini
"tapi ayah dia menggoda na anming ayah tau sendiri aku menyukainya" ucap lu yong tentunya setelah mendapat bentakan dari ayahnya dia merengek sungguh fakta yang tak sesuai dengan realita sangat cocok dengan kesan tuan muda yang suka merengek
"diam" ucap Patrick lu seketika itu pula lu yong terdiam
"na anming apa benar pangeran hao chen menggodamu" tanya walikota dengan suara tegasnya
"ti...dak ayah aku hanya mengobrol dengan pangeran hao chen bahkan dia hanya mendiamkan ku saja dan fokus dengan makanannya" ucap na anming dengan jujur dengan sifatnya yang ceria dan sedikit kekanakan itu dia berani mendekati hao chen karena ketampanan yang di miliki hao chen sehingga membuat na anming jatuh cinta ke padanya
namun dia tak menyadari karena lu yong yang memang sedari dulu menyukai dan mengejar-ngejar dirinya malah membuat semua hal ini menjadi rumit
"kau sudah dengar itu tuan muda lu yong dan kau akan mendapatkan hukuman karena sudah menyerang keluarga kekaisaran dan hukumannya tentu saja hukuman mati" ucap pangeran lin chan dengan nada dinginnya karena tentunya dia tak terima jika adiknya mengalami luka yang cukup parah untung saja dia menolong adiknya saat itu jika tidak apa yang akan dia ucapkan nanti pada bibi lin yun
.
.
.
**like
like
like**
pantes nie novel sepi