Seaaon 1 tentang Jill dan Jeff (couple J).
Season 2 tentang Shanum dan Salman (couple S).
Jill kabur dari rumah untuk menghindari perjodohan, ia kemudian bekerja di sebuah perusahaan dan justru bertemu cowok tampan, mapan, dan menawan yang ternyata adalah bosnya.
Shanum terpaksa menggantikan kakaknya menikahi Salman, pria cacat yang tiba-tiba menjelma menjadi pria paling kuat.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Emma Shu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Yieeeek
Jill akhirnya menceritakan kejadian yang sebenarnya. Bahwa kedua orang tuanya menjodohkanyan dengan lelaki yang sama sekali belum ia kenal. Hampir setiap hari telinganya mendengar nama Didi.
Waktu itu, Jill dan kedua orang tuanya berada di restoran atas undangan dari keluarga Rony Pratama. Saking bersemangatnya, keluarga Jill lebih dulu sampai di restoran sebelum keluarga Rony tiba.
“Ayah, Bunda, rasanya aku kurang leluasa kalau aku dan Didi harus berada satu meja dengan Om Rony dan Tante Luna, bisakah aku minta tempat privasi?” tanya Jill kepada ayah dan bundanya kala itu.
“Maksudmu?” tanya Aldo dan Rani serentak.
“Aku mau duduk di meja lain, berdua aja sama Didi. Biar kami bisa bicara empat mata. Kami butuh privasi,” jawab Jill sembari memutar ide di kepalanya. Semoga idenya akan berjalan lancar.
Aldo dan Rani saling pandang. Kemudian Aldo mengangguk.
“Ooh... Boleh.” Aldo tersenyum.
“Kalau begitu, biar aku ke meja ruangan sebelah. Nanti aku kasih tau nomer mejanya lewat sms ya, Yah. Suruh aja nanti Didi nemuin aku ke mejaku. Tapi Didi harus sendirian. Aku mau empat mata aja sama dia.”
“Oke. Pergilah!” Aldo tersenyum lagi.
Jill buru-buru melangkah menuju ke ruangan sebelah. Ia memilih meja yang agak tersembunyi, lalu memesan jus pada pelayan. Ia meletakkan tas di sana sebagai tanda kalau meja tersebut sudah ia tempati. Ia kemudian mengirim pesan kepada ayahnya nomer meja yang ia tempati. Setelah itu ia ke toilet dan memasang wig keribo, kaca mata tebal dengan lingkar kaca warna hitam, dan tahi lalat besar di bawah hidung. Jill tertawa menatap wajahnya di cermin, ia terlihat culun dan menggelikan. Semoga saja dengan penampilannya yang demikian, Didi akan menlak perjdohan itu.
Jill meninggalkan toilet setelah memastikan penampilannya tidak ada yang salah. Ia berhenti melangkah saat dari kejauhan melihat ssok pria sudah duduk di meja yang ia pesan.
Oh... pasti pria itu adalah Didi.
Jill berjalan mendekati meja, lalu menarik kursi dan duduk di berhadapan dengan pria itu. Jill tertegun menatap pria di hadapannya, yang teryata memiliki penampilan jauh lebih menggelikan dari pada dirinya. Rambut pria itu lepek, berponi, ada tompel di pipinya, juga kumis tebal yang menghias atas bibirnya.
Pria itu menatap Jill kemudian bertanya, “Kamukah gadis yang akan dinikahkan denganku?”
“I i iiya...” Jill berlagak menjadi gadis gagap.
“Kau memesan dua jus. Apakah satu jus untukku?”
“Tttt te ten tentu.”
“Terima kasih.” Didi meneguk jusnya. “Sepertinya kau sudah tahu seleraku. Kita tidak usah pesan makanan ya! soalnya aku sudah kenyang.”
Jill mengangguk.
“Sebentar lagi kita menikah. Kamu mau mahar apa? Mobil? Rumah? Berlian? Atau apa? Sebutkan saja, aku pasti akan berikan untukmu, aku kan keturunan orang kaya, itu hal mudah bagiku,” ucap Didi sambil menusukkan ujung jemarinya ke lubang hidung. Dia bahkan sampai mendongak akibat benda yang dikorek tak kunjung kena.
Yieeeekk.... Jill menatap jijik pada Didi yang terlihat asik dengan pekerjaan menjijikkan di meja makan. Parahnya, Didi memelintir benda yang berhasil ia ambil dari dalam hidugnya lalu memasukkannya ke gelas miliknya yang sudah kosong.
Sumpah! Ini adalah pertama kalinya Jill bertemu pria menjijikkan sedunia.
“Bbbb bb bbi bisa bisakah kau tunda ngupilnya?” Jill bertanya dengan dongkl.
“Nanggung. Sebelah kiri belum. Biar kuselesaikan dulu pekerjaanku.” Didi dengan entengya kembali melanjutkan kegiatan menijikkan pada lubang hidung sebelahnya.
Oh ya Tuhan, kok ada ya manusia sejenis Didi? Pantas saja Didi nggak bisa nyari jodoh sendiri, dia mesti harus dijodohkan baru bisa dapet cewek. Kelakuannya aja begini. Mana ada cewek mau sama dia. padahal kan dia kaya raya.
TBC