NovelToon NovelToon
Jalan Kaisar Semesta

Jalan Kaisar Semesta

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Epik Petualangan
Popularitas:6.7k
Nilai: 5
Nama Author: Anonim

Shen Yuan berdiri paling DEPAN di antara puluhan ribu kultivator dengan senjatanya dia siap membelah langit jika jalanya hanya ada satu😗

Jangan lupa Follow Instagram Author

@arvn_63

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anonim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27: Tulang Emas Pucat dan Hutan Cermin Hitam

​Malam sebelum Ujian Seleksi Murid Dalam selalu menjadi malam terpanjang bagi Sekte Langit Berkabut. Di ratusan paviliun, lilin-lilin dibiarkan menyala hingga fajar. Ada yang bermeditasi menajamkan pedang, ada yang merapalkan mantra, dan tak sedikit yang sekadar menatap langit-langit kamar dengan lutut gemetar menahan takut.

​Namun di kamar Shen Yuan, kegelapan berkuasa mutlak. Lampion dimatikan, tirai ditutup rapat.

​Shen Yuan duduk bersila di atas ranjang kayunya, bertelanjang dada. Di depannya, kotak cendana terbuka, memperlihatkan sebelas batang Sumsum Darah Bumi yang memancarkan pendar merah rubi yang menggoda iman.

​"Satu batang telah membersihkan sumsumku dan memperkuat ototku ke batas maksimal manusia fana," gumam Shen Yuan pelan, tangannya melayang di atas kristal-kristal itu. Logikanya berhitung dengan sangat dingin. "Lapisan Ketujuh memiliki kapasitas penahan rasa sakit yang lebih besar. Jika aku memaksakan diri... dua batang adalah batas absolut sebelum tubuhku hancur dari dalam."

​Ia mengambil dua batang kristal merah tersebut. Tanpa ragu sehelai rambut pun, ia melemparkan keduanya ke dalam mulut dan menelannya.

​BLAAARRR!

​Jika memakan satu batang terasa seperti menelan besi cair, memakan dua batang sekaligus sama dengan menelan lahar letusan gunung berapi.

​Mata Shen Yuan terbelalak lebar, urat-urat di sekujur leher dan pelipisnya menonjol hingga nyaris meledak. Ia menggigit sepotong kayu oak yang sudah ia siapkan di mulutnya untuk meredam jeritan. Gigi-giginya bergemeretak keras hingga kayu keras itu retak.

​Di dalam tubuhnya, Benih Hitam di Dantian berputar dengan kecepatan yang menyamai badai puting beliung. Energi vitalitas merah yang meledak dari dua kristal itu dicekik, disaring, dan dipompa langsung ke dalam tulang belulangnya.

​Shen Yuan bisa merasakan sumsumnya mendidih. Tulang-tulangnya yang sebelumnya seputih giok, kini mulai menyerap esensi purba bumi. Perlahan-lahan, warna putih itu pudar, digantikan oleh semburat warna emas pucat yang menjalar dari tulang dada, tulang belakang, hingga ke kedua lengannya.

​Penempaan Tulang Emas. Sebuah tahap fisik legendaris yang biasanya hanya bisa dicapai oleh kultivator ranah Pembentukan Inti ke atas yang mengkhususkan diri pada bela diri fisik.

​Keringat bercampur darah merembes dari pori-porinya, langsung menguap menjadi kabut merah tipis karena panas tubuhnya yang ekstrem. Namun, di tengah penderitaan yang bisa membuat orang gila itu, kecerdasan Shen Yuan tetap memegang kendali. Ia dengan sengaja memisahkan aliran penyembuhan dari lengan kanannya, memastikan jaring bekas luka buatan di pergelangan tangannya tidak ikut terhapus oleh regenerasi sel yang gila-gilaan ini.

​Sebuah kebohongan harus dirawat sebaik merawat pedang sungguhan.

​Tiga jam menjelang fajar, panas di tubuhnya akhirnya mereda. Kayu oak di mulutnya telah hancur menjadi serpihan. Shen Yuan memuntahkan sisa kayu itu, terengah-engah, namun matanya memancarkan kilatan predator yang baru saja mengasah cakarnya.

​Kultivasi Qi-nya tidak naik satu lapis pun, tetap kokoh di awal Lapisan Ketujuh. Namun, jika ia mengerahkan Tinju Runtuh Gunung sekarang, tulang emas pucatnya sanggup menahan pantulan energinya hingga puluhan kali tanpa retak. Tubuhnya kini adalah senjata pusaka itu sendiri.

​Saat matahari pagi menembus kabut, ribuan murid luar dan pelayan telah berkumpul mengelilingi Alun-Alun Keadilan. Namun hari ini, tidak ada arena batu segi delapan yang didirikan.

​Sebagai gantinya, di ujung alun-alun, sebuah gerbang batu raksasa berukirkan seribu wajah iblis berdiri kokoh. Di tengah gerbang itu, terdapat pusaran energi berwarna abu-abu yang berputar lambat, memancarkan hawa dingin yang membuat bulu kuduk berdiri.

​Tiga ratus murid elit yang telah mendaftar berdiri dalam barisan yang tegang. Shen Yuan berada di barisan tengah, mengenakan jubah sutranya, topi bambu andalannya, dan sebuah ransel perbekalan kecil. Bekas luka di lengan kanannya sengaja ia biarkan menyembul dari balik lengan baju yang sedikit tersingkap.

​Di depan gerbang pusaran, Tetua Yun berdiri dengan tangan di belakang punggung. Suaranya yang tenang namun menggelegar menyapu seluruh alun-alun.

​"Jalan menuju Pelataran Dalam bukanlah panggung untuk memamerkan keindahan jurus," ucap Tetua Yun, matanya yang tajam menyapu tiga ratus wajah di depannya. "Sekte Langit Berkabut membutuhkan pedang yang bisa membunuh di medan perang yang sesungguhnya, bukan bunga yang layu saat terkena badai."

​Tetua Yun menunjuk ke arah pusaran abu-abu di belakangnya. "Di balik Gerbang Teleportasi ini terletak Hutan Cermin Hitam. Tempat di mana ilusi, racun, dan Binatang Buas Mutasi hidup berdampingan. Aturannya sederhana: Bertahan hidup selama sepuluh hari, dan bawa kembali sepuluh Inti Iblis tingkat menengah."

​Kerumunan pendengar menelan ludah. Sepuluh hari di Hutan Cermin Hitam? Hutan itu terkenal sebagai zona terlarang di pegunungan belakang sekte. Magnetik di dalam sana mengacaukan indra arah, dan pepohonannya bisa memantulkan ilusi yang membuat seseorang membunuh temannya sendiri.

​"Kalian diizinkan membentuk kelompok," lanjut Tetua Yun, suaranya kini dipenuhi peringatan dingin. "Namun ingat, jumlah Inti Iblis terbatas. Bagaimana kalian membaginya... atau bagaimana kalian merampasnya dari peserta lain, itu adalah urusan kalian. Sekte tidak akan menyelidiki kematian yang terjadi di balik gerbang ini."

​Kalimat terakhir itu mengonfirmasi ketakutan terbesar setiap murid yang lemah: Ini adalah ajang pembantaian legal.

​Shen Yuan mengangguk pelan dalam hati. Survival of the fittest. Ujian yang sangat jujur.

​Saat barisan mulai membubarkan diri untuk membentuk kelompok sebelum masuk, hawa dingin yang familiar tiba-tiba mendekati punggung Shen Yuan. Kerumunan di sekitarnya otomatis membelah, memberi jalan bagi sosok berbaju biru sutra yang berjalan dengan keangkuhan yang dipaksakan.

​Lin Feng.

​Mantan Bintang Sekte Luar itu berdiri tiga langkah dari Shen Yuan. Jubahnya berkibar anggun. Namun, bagi mata Lapisan Ketujuh Shen Yuan, ia bisa melihat kelemahan yang sangat jelas. Lengan Lin Feng bergerak sedikit kaku. Keluarga Lin pasti menghabiskan kekayaan yang luar biasa untuk membeli Pil Penyambung Sumsum tingkat tinggi demi menyembuhkan lengan Lin Feng agar bisa mengikuti ujian ini. Namun, pil ajaib selalu memiliki harga; fondasi Qi Lin Feng terlihat tidak stabil, sedikit bergetar layaknya air di dalam gelas yang terguncang.

​"Banyak yang bilang kau bersembunyi di dalam kamarmu selama empat bulan karena ketakutan," ucap Lin Feng memecah keheningan, suaranya ditekan rendah, hanya untuk didengar oleh Shen Yuan. Matanya dipenuhi oleh kebencian yang meracuni jiwa.

​Shen Yuan bahkan tidak memutar tubuhnya sepenuhnya. Ia hanya menoleh dari balik bahunya.

​"Dan banyak yang bilang lenganmu harus disuapi ramuan oleh pelayan selama tiga bulan karena kau bahkan tidak bisa mengangkat sumpit, Tuan Muda Lin," balas Shen Yuan, suaranya tenang, datar, dan mematikan. "Sepertinya rumor sering kali memiliki kebenaran."

​Wajah tampan Lin Feng berkedut hebat. Amarahnya nyaris meledak, namun ia sadar Tetua Yun sedang mengawasi dari kejauhan. Ia menarik napas dalam-dalam, tersenyum dengan raut wajah yang membeku.

​"Bicaralah sesukamu, Serangga," desis Lin Feng. "Di dalam Hutan Cermin Hitam, tidak akan ada aturan turnamen yang melindungimu. Tetua Yun tidak akan bisa turun dari langit untuk menghentikan pedangku. Aku dan kelompokku akan memburumu. Aku tidak akan membiarkanmu mati cepat; aku akan memotong lengan dan kakimu, lalu membiarkan Iblis Ilusi memakan otakmu perlahan-lahan."

​Lin Feng berbalik, melangkah pergi menuju sekelompok murid Lapisan Ketujuh yang rupanya telah ia bayar untuk menjadi pengawalnya selama ujian.

​Shen Yuan menatap kepergian Lin Feng dengan pandangan kosong. Ancaman itu tidak membuat jantungnya berdetak lebih cepat barang satu ketukan pun. Sebaliknya, logikanya justru merasa bersyukur. Musuh yang dikendalikan oleh amarah dan dendam adalah musuh yang mudah diprediksi. Lin Feng telah membawa masuk kelompok pembunuh bayarannya sendiri, dan Shen Yuan sangat menyambut "makan malam" yang diantarkan dengan sukarela itu.

​Tiba-tiba, sudut mata Shen Yuan menangkap pergerakan lain.

​Jauh dari kerumunan elit yang sibuk membentuk aliansi, Ye Chuan—sang 'Pedang Sunyi'—berdiri sendirian. Jubah linen putihnya berkibar ringan. Pemuda berwajah dingin itu tidak berbicara dengan siapa pun. Ia hanya menatap gerbang pusaran abu-abu itu dengan ketenangan seorang pemburu veteran.

​Seolah merasakan tatapan Shen Yuan, Ye Chuan menoleh sekilas. Mata sedingin es itu bertemu dengan mata obsidian Shen Yuan. Hanya satu detik. Tidak ada provokasi, tidak ada amarah. Hanya pengakuan hening antara sesama predator bahwa mereka menyadari eksistensi satu sama lain di lautan mangsa ini.

​Ye Chuan memalingkan wajahnya, melangkah santai menembus kerumunan, dan menjadi orang pertama yang berjalan masuk ke dalam pusaran abu-abu. Siluetnya langsung ditelan oleh ruang distorsi tanpa jejak.

​Teng... Teng... Teng...

​"Gerbang dibuka! Waktu kalian sepuluh hari dimulai dari sekarang!" teriak Tetua Yun.

​Ratusan murid elit langsung berhamburan, berlari layaknya gelombang air bah menembus pusaran tersebut. Kelompok demi kelompok saling mendahului, beberapa bahkan sudah mulai menyikut lawan mereka sebelum benar-benar masuk.

​Shen Yuan tidak ikut berlari. Ia menunggu hingga tiga perempat peserta telah masuk. Ia membetulkan letak ransel dan topi bambunya, lalu melangkah pelan dengan irama yang konsisten.

​Saat tubuhnya menyentuh pusaran abu-abu tersebut, hawa dingin yang ekstrem merayap ke dalam kulitnya. Pandangannya menggelap, dan sensasi ditarik oleh ruang dan waktu membuatnya sedikit mual.

​Namun ketika kakinya kembali menyentuh tanah keras, Shen Yuan disambut oleh aroma kematian yang manis.

​Di depannya, pepohonan raksasa dengan kulit kayu berwarna hitam legam menjulang menutupi langit. Tidak ada cahaya matahari yang tembus, hanya kabut abu-abu tebal yang memantulkan bayangan-bayangan aneh di ujung mata. Hutan Cermin Hitam telah membuka pintunya.

​Shen Yuan menarik napas panjang, membiarkan udara kotor hutan itu memenuhi paru-parunya. Benih Hitam di perutnya berdengung pelan, merespons kegelapan di sekelilingnya dengan kegembiraan yang buas.

​"Mari kita mulai," bisik Shen Yuan di tengah kesunyian hutan yang membeku. "Sebuah perburuan di mana tidak ada saksi yang akan menceritakan siapa sebenarnya yang menjadi mangsa."

1
Wiharso Saja
ceritanya bagus dan runut.... yg penting lg jgn sampai hiatus
Optimus prime
ga usah pakai kata mandor ...daiken...lebih enak nya pakai kata suhu...wakil sekte...senior...kn jdi enak baca nya thor
@arv_65: terlanjur udah nulis babnya banyak🙏
total 1 replies
Joshua Zirje
Author jangan sampai hilang lagi😁
@arv_65
Salam Untuk pembaca, mohon maaf karena beberapa hal author iseng, mengunakan istilah modrn di bab 1-100 dan nantinya kedepanya istilah itu author kurangi karena di bab keatasnya adalah mendalami sebuah Dao, jadi mohon maaf jika pembaca agak tidak enak membacanya dan mohon maaf juga jika nantinya bab untuk MC di sekte ada 80+ bab namun author sudah melakukan uplod lebih dari dua bab setiap harinya agar pembaca tidak bosan mohon maaf dari author🙏
Hazard
seru bangettt
A 170 RI
tolong jangan hiatus lg ya thor net💪💪
@arv_65: iya maaf sebelumnya karena bencana jadi hiatus, ini untung akunya masih bisa di pulihkan🙏🏽
total 1 replies
Kaisar Abadi
bang mampir bang
@arv_65: okeeh
total 1 replies
Aisyah Suyuti
seru
@arv_65: Terima kasih🤭
total 1 replies
Blue
Hasil Ai
Blue: oke bang, semangat💪
total 3 replies
@arv_65
😴
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!