Warning!!!!!!
Shenina Valerie Arous hanya menginginkan satu hal—cinta yang tulus.
Namun, pria yang ia cintai justru memberinya kasih sayang karena rasa kasihan.
Saat hatinya hancur, seorang pria berbahaya muncul dalam hidupnya.
Arsen Erzaquel Lergan—pewaris keluarga ternama yang terbiasa mendapatkan segalanya, termasuk dirinya.
Obsesi Arsen bukan cinta. Itu lebih seperti penjara yang tak terlihat.
Di saat yang sama, Andrew Kyle hadir sebagai satu-satunya pria yang tulus, rela melakukan apapun demi kebahagiaannya.
Di antara cinta, obsesi, dan pengkhianatan—
pilihan Shena akan menentukan apakah ia akan diselamatkan… atau justru hancur lebih dalam.
Dan ketika sebuah rahasia besar terungkap, segalanya tak akan pernah sama lagi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nupitautari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27
Shena menggeleng pelan. "Aku mau dengan ayahku" pintanya sesenggukan.
Matthew melepaskan tangan Shena dan mendorongnya pelan. Arsen langsung mengambil kesempatan untuk menggendong tubuh Shena ala bridal style. Shena sedikit memberontak. "Arsen, lepaskan aku. Aku ingin dengan ayahku" pintanya sesenggukan.
"Diam lah" ucap Arsen dingin. Ia sangat marah saat ini dan tidak ingin mengetahui apapun.
Selama diperjalanan pulang, Shena dan Arsen tidak berbicara sepatah kata pun. Arsen hanya menatap Shena dalam diam sambil menggenggam erat tangannya sementara Shena tidak berhenti menangis.
Tiba di apartemen, Arsen meletakkan Shena duduk di sofa. "Pergilah. Aku mau sendiri" pinta Shena pada Arsen.
"Aku mau disini sama kamu" ucap Arsen pelan. Ia memeluk Shena erat. Shena tidak nyaman dengan pelukan Arsen. Ia berusaha mendorong Arsen namun kalah tenaga dengan Arsen.
"Arsen, bisakah kau tidak menemui ku lagi? Aku tidak bisa menerima fakta bahwa kita bersaudara". Pinta Shena.
Arsen semakin merapatkan pelukannya di tubuh Shena. "Bahkan jika kita bersaudara aku ga akan pernah melepaskan mu" ucap Arsen dingin.
"Kita sedarah, hubungan kita ga akan pernah bisa melangkah lebih jauh. Menyerahlah" ucap Shena.
Arsen melepaskan pelukannya pada Shena. Ia meraih wajah Shena dan berkata. "Tidak ada yang tahu maka biarlah jadi rahasia seumur hidup kita, Shena. Aku tidak bisa hidup tanpamu" ucap Arsen penuh obsesi dimatanya. Shena takut dibuatnya. Ia tak pernah melihat tatapan berbahaya seperti ini dari Arsen sebelumnya.
"Arsen, aku ga mau. Pergilah dan lupakan aku" ucap Shena gemetar.
Arsen terdiam beberapa saat. Ia menatap Shena dalam. Tangan kanannya yang membelai wajah Shena perlahan turun hingga ke leher Shena. Arsen lalu mencengkram leher Shena kuat. Shena tersentak. Ia kesulitan bernafas. Tangannya berusaha menarik tangan Arsen dari lehernya. Tatapan Arsen sangat menyeramkan. Itu penuh dengan obsesi berbahaya. "Sudah ku bilang jika tidak dengan mu maka aku akan mati. Itu artinya aku akan mati bersamamu". Ucap Arsen dingin.
Arsen menundukkan wajahnya mendekati wajah Shena. Ia melonggarkan cengkeramannya sehingga Shena bisa bernafas.
Shena terengah-engah dibuat Arsen. Ia sangat ketakutan. "Arsen, pergilah" pinta Shena gemetar.
"Kau akan jadi milikku apapun yang terjadi" ucap Arsen dingin.
Arsen mendekatkan wajahnya perlahan ke wajah Shena dan mencium bibirnya. Shena berusaha memalingkan wajahnya namun tangan Arsen menahan kepalanya sangat kuat.
Amarah dan obsesi bercampur menjadi satu. Arsen tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri. Ia mencium Shena dengan sangat ganas penuh gairah. Arsen tidak memberikan jeda untuk Shena sekedar bernafas.
Bibirnya beralih ke leher Shena. Shena menarik udara rakus ketika Arsen melepaskan bibirnya. Tubuh Shena terasa sangat aneh seperti ada gelenyar aneh merayapi tubuhnya. Arsen mencium, menghisap dan menggigit leher Shena sangat kuat sampai Shena berteriak kesakitan.
"Arsen, hentikan. Kendalikan dirimu" pinta Shena sambil menangis sesenggukan. Ia berusaha mendorong Arsen namun tenaga Arsen sangat kuat hingga tak bergeming sedikitpun.
Arsen tidak menghiraukan teriakan dan tangisan Shena. Ia meremas payudara kanan Shena sangat kuat. Shena berusaha menahan tangan kiri Arsen dengan menarik telapak tangan itu menjauh dari payudaranya namun semakin ditarik semakin Arsen menguatkan remasan di dadanya itu.
Arsen bangkit sejenak dan menatap Shena dalam. Shena berusaha bangkit namun Arsen mendorong tubuhnya kuat.
"Srett...." Arsen merobek baju sekolah Shena. Shena berteriak ketakutan. Tangannya berusaha memberikan perlawanan. Arsen menahan tangan Shena di atas kepala Shena sementara tangannya yang lain membuka semua pakaian atas yang membalut tubuh Shena. Shena merasa sangat marah dan malu di buat Arsen seperti ini.
"Arsen, hentikan. Huaaa.... Ku mohon jangan lakukan ini".
Arsen tidak memperdulikan tangisan dan teriakan Shena. Yang hanya ia pikirkan adalah bagaimana cara agar Shena tetap berada disisinya dan menjadi miliknya. Arsen mencium bibir Shena dan melumatnya kasar. Tangannya bergerak memberikan sentuhan kasar di seluruh tubuh Shena. Ada banyak tanda merah di leher dan dada Shena.
Arsen menaikan rok sekolah Shena dan menurunkan celana dalam Shena. Shena masih berteriak histeris. Ia menggelengkan kepalanya sambil berusaha memohon namun Arsen tidak kunjung berhenti.
Arsen menurunkan resleting celananya dan mengeluarkan pusaka kebanggaannya. Itu sangat besar, panjang dan berurat. Ia pijit sebentar dan mengarahkannya pada lubang syurgawi Shena. "Arsen jangan..." Pinta Shena sesenggukan.
Arsen memandang wajah Shena sambil bergerak mendekatkan batangnya pada rumahnya itu. Ia gesek pelan ujung kepala batangnya pada lubang Shena.
"Ahhh .. Arsen... Jangan" pinta Shena. Desahan halus tak sengaja keluar. Rasanya sangat aneh namun nikmat.
Arsen berusaha mendorongnya masuk namun kesulitan. Itu mungkin karena Shena masih perawan. Ia berusaha membangkitkan gairah Shena dengan memberikan sentuhan sensual menggunakan jarinya.
Shena masih menangis dan berusaha memberontak. Arsen berusaha mendorong dan menekannya untuk masuk beberapa. Hal itu membuat Shena menjerit kesakitan.
"Akhhh...." Jerit Shena kala Arsen berhasil menyatu dengannya. Arsen bergerak sangat cepat dan kasar bagaikan binatang buas. Tangisan Shena tak membuat ia berhenti barang sejenak. Arsen seperti kehilangan kontrol atas dirinya sendiri. Ia terus bergerak bahkan setelah Shena tak sadarkan diri karena kelelahan.
Arsen melenguh keras setelah pelepasan terakhirnya. Ia memandang Shena yang berada di bawah tubuhnya. Arsen belai kepala Shena lalu mencium puncak kepalanya dalam. "Bahkan jika hubungan kita terlarang aku akan tetap memilikimu" ucap Arsen sendu sambil menatap wajah Shena.
Arsen beranjak bangkit. Ia menggendong Shena dan membawanya ke kamar Shena. Ia baringkan Shena dengan pelan seolah takut membangunkannya. Arsen lalu memunguti semua pakaian yang berceceran di lantai lalu duduk di sofa kamar Shena sambil menatap Shena yang terlelap.
Suara pintu terdengar terbuka dan menutup kembali. Arsen langsung berdiri dan keluar dari kamar Shena. Ia Matthew, supir pribadi ibunya. Ah, ataukah sekarang ia harus menyebut bajingan ayahnya atau calon ayah mertua? Ini benar-benar terasa lucu sekaligus menyesakkan bagi Arsen. Seorang paman yang selalu ia hormati ternyata tak lebih dari seorang bajingan yang menjijikan. Bagaimana ia masih bisa berdiri di depan Arsen saat ini? Bukankah dia tidak punya malu?
Arsen memandang Matthew dengan penuh kebencian dan amarah. Matthew melihat tatapan dingin penuh kekecewaan di wajah Arsen yang tak pernah ia lihat sebelumnya. Hatinya mendadak terasa sakit. Putra yang selalu ia jaga dan perjuangkan masa depannya kini memandangnya dengan penuh kebencian dan tatapan hina.
*Hi readers. Jangan lupa untuk memberikan dukungan kalian pada novel ini dengan cara berikan komentar terbaik kalian, kasih like dan vote novel ini ya. Dukungan kalian pada novel ini sangat berarti karena itu akan menjadi semangat buat author menyelesaikan cerita ini hingga akhir. Tetap pantau terus ga kelanjutan dari cerita ini. Akan ada banyak keseruan yang kalian dapatkan. Happy reading all 🙏