NovelToon NovelToon
AUDREY (BUKAN MENANTU BIASA)

AUDREY (BUKAN MENANTU BIASA)

Status: sedang berlangsung
Genre:Konflik etika / Ibu Mertua Kejam / Cinta setelah menikah
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: ratu_halu

AUDREY DIRA ADIWANGSA, terlahir dari keluarga cemara yang memiliki sifat berani dan spontan.

Gadis itu dijodohkan oleh Papanya, Adiwangsa, dengan putra dari seorang Konglomerat yang bernama Wira Aldrian Bimasena. Namun ternyata keluarga calon suami nya itu Toxic, jauh berbeda sekali dengan kehidupan yang dijalani Audrey bersama keluarganya.

Akankah Audrey mampu menghadapi mereka ataukah Audrey akan kalah dan menyerah lalu kembali pada kehidupan nyamannya bersama keluarga besar Adiwangsa ??

Happy Reading...
Enjoy guys 💜

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ratu_halu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps 26

Di dalam lift.

"Memangnya kakak mau pergi kemana ?" Tanya Audrey yang tadi sempat mendengar perintah Wira pada asisten pribadinya.

Wira menarik pinggang Audrey dengan posesif, tatapannya begitu dalam menusuk tepat ke jantung Audrey.

"ke Jepang." jawab Wira dengan wajah yang sangat dekat. Sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan di dalam lift, Audrey memalingkan wajahnya.

Keluar dari lift eksekutif, bisik-bisik mulai terasa. Nama Audrey disebut pelan-pelan. Tidak keras tetapi cukup.

Audrey ingin melepas tangan nya dari genggaman posesif Wira, tapi pria itu tidak mengizinkan. Audrey mendongak menatap Wira, sedang pandangan lelaki itu hanya lurus ke depan seolah bisik-bisik iti tak berarti apa-apa. Namun, Audrey tau, setelah hari ini, tidak ada lagi ruang abu-abu.

"Kak, kita mau kemana ?" tanya Audrey.

Wira membantu Audrey memasang sabuk pengaman sambil menatap nya sejenak.

"Aku akan mengenalkan mu pada seseorang yang sangat berarti di hidupku." Jawabnya dengan seulas senyum.

Audrey meneguk ludah, pikirannya jadi terbang kemana-mana karena jawaban Wira yang terkesan ambigu.

Perjalanan mereka tidak menghabiskan banyak waktu sebab masih didaerah Jakarta Selatan.

Tak lupa Audrey menghubungi James untuk minta izin kalau hari ini dia tidak bisa balik ke posko karena ada urusan pribadi. James langsung mengizinkan tanpa bertanya lebih lanjut, bukan karena Audrey sahabatnya, tapi karena Audrey tidak pernah pulang sebelum ini.

Audrey menatap sekeliling ketika mobil Wira mulai memasuki kawasan pemakaman umum.

"K-Kak,?" Suara Audrey tercekat di tenggorokan,

Wira menoleh singkat kemudian senyum tipisnya kembali terbit.

Mobil Wira berhenti di parkiran yang sudah disediakan.

"Ayo, turun." Ucap Wira yang turun lebih dulu lalu membukakan pintu untuk Audrey.

"Ayo." Wira menadahkan tangannya, tanpa ragu lagi Audrey langsung menggenggam tangan Wira.

Sebelum masuk ke dalam area pemakaman, Wira membeli bunga tabur serta air mawar. Setelah membayar lebih pada penjual bunga itu, Wira bergegas membawa Audrey ke tempat yang sudah lama sekali tidak pernah dia kunjungi lagi.

"I-ini...Mama Adriana ?!" Tanya Audrey setelah membaca nama di batu nisan yang terlihat bersih dan terawat.

Wira mengangguk pelan dengan wajah sendu. Pria itu kemudian berjongkok dan Audrey pun mengikuti nya.

"Ma, ini Wira, Ma.." Suara Wira bergetar. Untuk pertama kalinya Wira menunjukkan sisi terlemah nya pada seseorang.

"Maafin Wira ya Ma, karena Wira baru berani menemui Mama lagi.." Wira menunduk dengan satu tangannya memegang batu nisan.

Audrey mengusap bahu Wira, seolah menyalurkan semangat dan kekuatan pada sang suami.

"Ma, Wira mau ngenalin seseorang sama Mama." Wira menoleh ke Audrey. "Ini Audrey, Ma. Dia istri Wira." Wira menggenggam tangan Audrey, di detik itu Audrey meneteskan air matanya seakan merasakan kesedihan yang sama seperti yang di rasakan Wira.

"Ma, aku Audrey. Ma, makasih sudah membawa Kak Wira ke dunia ini. Audrey merasa sangat beruntung takdir membawa kami bersama. Ma, meski jalan kami kedepan mungkin akan sangat sulit, tapi Audrey janji nggak akan ninggalin Kak Wira. Mama jangan khawatir ya, Ma, Audrey nggak akan bikin Kak Wira nangis dan sedih lagi."

Wira merasakan hatinya menghangat. Audrey bukan gadis biasa. Dia terlalu istimewa.

Di genggamnya tangan Audrey erat sambil berkata lagi, "Wira janji sama Mama, Wira akan bahagiain istri Wira seperti Ayah memperlakukan Mama dulu. Semoga Mama tenang disana ya, Ma."

Sejak dulu Wira sudah menyadari, meski Ayahnya sudah menikah lagi, tapi perlakuannya terhadap Bunda Santi jauh berbeda dengan perlakuan Ayah pada Mama Adriana. Mungkin benar, lelaki jika ditinggal istri kemudian menikah lagi, itu hanya untuk melanjutkan hidup, bukan untuk memulai kehidupan baru.

Sebelum pergi, Wira dan Audrey menabur bunga di atas kuburan Mama Adriana.

"Kak, makasih ya ?!" Audrey melingkarkan tangan di lengan kekar Wira. Mereka sedang berjalan menuju mobil.

"Untuk apa ?"

"Untuk hari ini."

Wira mengusap pipi Audrey dengan tangan nya yang lain.

"Seharusnya aku yang berterimakasih. Makasih karena kamu sudah mau bertemu Mama."

Setelah dari pemakaman, Wira mengajak Audrey ke suatu tempat. Tempat yang juga istimewa bagi dirinya ketika kecil.

"I-ini rumah siapa, Kak ?" tanya Audrey ketika sudah sampai di sebuah rumah mewah dengan gaya Klasik Amerika yang ada di kawasan elit. Halaman depannya luas dengan taman yang dirawat dengan baik.

Audrey dan Wira sudah turun, mereka di sambut oleh pembantu disana yang sudah bekerja puluhan tahun.

"Ayo masuk, nanti kamu akan tau." ucap Wira membawa Audrey masuk setelah pembantu membukakan pintu.

"Selamat datang, Cucu menantu ku yang cantik.."

Suara seseorang memecah keheningan ruang tamu ketika Audrey baru menginjakkan kaki nya disana.

Audrey menatap seorang wanita yang duduk di kursi roda yang didorong oleh wanita lain berpakaian suster.

"Omaya ??" Audrey nampak terkejut.

Wira mengambil alih pegangan kursi roda dari tangan Suster.

"Ja-jadi ini rumah Omaya ?" tanya Audrey.

"Iya, cantik. Ayo masuk, Omaya sudah menunggu kamu datang.."

Audrey menatap Wira dengan tatapan penuh tanya, tapi jawaban Wira diluar dugaan, pria itu mengedikkan kedua bahu dengan senyum yang penuh misteri.

Wira mendorong kursi roda Omaya ke ruang tengah.

Audrey menatap sekeliling interior rumah Omaya. Gaya dekorasi rumah Omaya lebih menekankan kenyamanan dan kehangatan. Seperti dinding yang berwarna netral, perabotan dengan desain klasik dan modern, serta aksesori seperti karpet, tirai dan lampu gantung yang menambah kesan estetik.

"Berhubung belum jam makan siang, kita ngeteh dulu saja ya."

Omaya memanggil pelayan lalu minta dibuatkan tiga ocha hangat beserta cake manis untuk menyambut cucu menantunya.

Wira dengan sigap membantu Omaya turun dari kursi roda dan duduk di sofa ruang tengah.

"Bagaimana kakinya, Omaya ? Apa sudah lebih baik ?" tanya Audrey hati-hati.

"Sudah. Tapi kata dokter masih harus menjalani perawatan beberapa kali lagi."

"Makanya, kalau turun tangga itu hati-hati. Kenapa sih udah nenek-nenek masih aja petakilan ?!" Wira mengomeli Omaya seperti Omaya bukan neneknya. Audrey sampai menahan nafas mendengar Wira mengomel pada Omaya.

Bugh!

Omaya melempar bantal tepat ke wajah Wira.

"Kamu ini! Sudah lama nggak datang bukannya prihatin melihat Omaya dikursi roda, malah ngeledek kerjaannya."

"Sebenernya aku prihatin, tapi itu terjadi karena kesalahan Omaya sendiri, kan ? Seharusnya tidak usah ikut-ikutan yang muda pake stiletto heels. Jadi nggak bisa hadir kan di acara tunangan dan nikahan aku sama Audrey ?!"

Omaya komat kamit. Bukan kesal tapi menyesal. Padahal waktu itu Omaya hanya ingin tampil maksimal di acara pertunangan cucu kesayangannya, tapi yang terjadi justru sebaliknya, salah satu kaki Omaya terkilir ketika menuruni anak tangga dirumah nya sendiri.

Dengan terpaksa Omaya harus dilarikan kerumah sakit untuk menjalani perawatan.

Audrey sudah tau sosok Omaya, fotonya terpampang nyata di Mansion utama. Tapi Audrey belum pernah bertemu langsung.

"Menginap disini, ya, sayang. Omaya sudah minta pelayan membersihkan kamar yang biasa dipakai suami mu."

Uhuk-uhuk.

Audrey yang baru meneguk sedikit Ocha di cangkirnya sampai terbatuk-batuk ketika Omaya tiba-tiba meminta mereka untuk menginap.

"Ehm..Ma-maaf Omaya. Ta-tapi sepertinya...."

"Iya Omaya, kami menginap disini malam ini." Sela Wira sebelum Audrey menyelesaikan kalimat penolakannya.

Audrey menatap Wira dengan perasaan cemas. Audrey takut kalau Omaya tau mereka tidak bisa tidur di ranjang yang sama dan Wira harus pergi ke kamar yang lain untuk tidur.

Setelah itu Omaya dan Audrey mengobrol layaknya dua orang yang sudah mengenal lama. Mereka cepat sekali akrab membuat Wira yang duduk di tengah-tengah keduanya merasa seperti nyamuk pengganggu. Tidak melakukan apapun, hanya diam menyimak setiap kata yang keluar dari mulut Omaya maupun mulut sang istri.

1
Sri Rahayu
itu si Shena dan Nabila anak ayah Adiwangsa atau anak bawaan bunda Sinta 😇😇😇....lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
marahin aja itu si Shena....kurang ajar sama.kakak iparnya 😡😡😡....lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
jgn bilang ga mungkin jatuh cinta ma kanebo kering Drey....bisa2 BUCIN ntar.lo ya....🤪🤪🤪...lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
Bang kanebo kering ternyata baik hati.... membawakan makanan utk teman2 Audrey....lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
Shena jauh2 dtng dari kota utk mengitimidasi Audrey....tp salah lawan dia 🤪🤪🤪...lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
Audrey....mulai memikirkan Wira...apa uda ada rasa😇😇😇...semoga kalian berdua sama2 ada rasa...lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
Good Wira....kamu hrs tegas pd adik dan mama....kl kamu uda menikah dan hrs mempertahankan nya 😍😍😍.. lanjut Thorr 😘😘😘
Sri Rahayu
ditunggu lanjutan nya Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
nah gitu donk berduan jalan2 walau didesa, jalin komunikasi biar jadi deket tdk kaku lg....dan timbul rasa saling cinta😍😍😍....lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
hahaha...si kanebo kering ternyata.nyusul Audrey ke tmpt KKN....kangen apa cemburu tu 🤪🤪🤪...lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
yaelah masa engga tau kl Dean menyukai mu Audrey....kasihan tu patah hati si Dean 🤩🤩🤩....lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
baik sekali ayah mertua Audrey...ga seperti suaminya si kanebo kering...palagi ipar dan ibu mertuanya. . lanjut Thorr 😘😘😘
Sri Rahayu
bukan lo yg bermasalah ma Dean...tp suami lo itu Audrey 🤩🤩🤩...lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
hahaha....apakah Wira juga cemburu pd pak Andreas ayah nya😇😇😇...lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
makanya Wira jgn sembarang ngomong ma Audrey....jgn anggap Audrey anak kecil lanjut Thorr 😘😘😘
Sri Rahayu
ditunggu lanjutan nya Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
kamu kelamaan mandi jd Wira keluar kamar Audrey 🤩🤩🤩...lanjut.Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
uda tinggal tidur aja si Wira....kl dia cuek ya cuekin balik aja....Audrey....lanjur Thorr 😘😘😘
Sri Rahayu
semoga Wira akan mencintai Audrey setelah mengenal nya lbh dekat...lanjut Thorr 😘😘😘
Sri Rahayu
mama Audrey blm kenal suara calon menantu....jgn khawatir mama Audrey bersama Wira...amab 😍😍😍...lanjut Thorr😘😘😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!