NovelToon NovelToon
Lepaskan Aku, Tuan Jason

Lepaskan Aku, Tuan Jason

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO Amnesia / Pelakor / Dijodohkan Orang Tua / Romansa Fantasi / Konflik etika / Selingkuh
Popularitas:6.8k
Nilai: 5
Nama Author: MTMH18

Min Ara wanita yang di jodohkan dengan Jeon Jason, lelaki tampan yang mempunyai kharisma kuat yang merupakan seorang putra tunggal dari keluarga Jeon.

Sebagai syarat lelaki itu mendapatkan seluruh hak warisnya, Jason harus menikah dengan Ara.

Ara mengira kehidupannya akan bahagia dengan menjadi istri Jeon Jason, tetapi semua itu hanya ada dalam angannya saja. Jason yang berstatus suaminya itu, tidak lebih dari seorang iblis yang selalu menyakiti hatinya.

Ara tidak bisa mengelak perasaannya yang mulai terjebak di dalam lingkaran yang di buat Jason, tetapi itu semua adalah sebuah kesalahan besar baginya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MTMH18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

27| Tak Sejalan

Ara menatap kembali ke arah meja makan, ia kembali mengusap matanya untuk memastikan penglihatannya. Di atas meja makan sudah banyak hidangan yang tersaji dan semua itu bukan di masak oleh asisten rumah tangga, melainkan Jason.

Ara bisa mengetahuinya, karena Jason masih berada di dalam dapur menyelesaikan masakannya. Bahkan lelaki itu tidak menyadari kehadirannya.

“Kau sudah bangun?” tanya Jason yang datang dengan membawa lagi dua piring lauk lagi di tangannya

Ara melihatnya dan masih diam di tempatnya sampai Jason menarik lembut tangannya menuju ke arah meja makan. Ara duduk di kursi yang sudah di tarik sang suami untuknya.

“Terima kasih,” ucap Ara setelah duduk.

“Kau ingin makan apa? Biar aku mengambilkannya!” Jason mengambil piring dan mengisinya dengan nasi, Ara hanya terdiam menatapnya dan tersenyum kecil.

“Seharusnya aku yang melakukan ini semua, bukan kau,” balas Ara yang hendak mengambil piring dari tangan sang suami, tetapi Jason menjauhkan piring tersebut dari jangkauan sang istri.

“Tidak! Biarkan aku yang melakukannya, untuk hari ini,” titah Jason membuat Ara memilih untuk menyerah saja.

“Aku ingin ayam dan sayurnya,” jawab Ara yang membuat sang suami mengambil apa yang di sebutkannya.

Setelah selesai, Jason mengisi piringnya juga dengan lauk yang sama dengan Ara.

“Selamat makan!” seru Jason sebelum mereka melahap makanannya. Ara mulai mengunyahnya dan ia terkejut dengan rasanya yang begitu nikmat.

“Ini sangat nikmat dan aku menyukainya!” seru Ara sebelum kembali melahap makanannya,

Jason tersenyum kecil mendengarnya.

“Kalau kau suka aku bisa membuatkannya lagi untukmu,” ujar Jason yang di balas senyum manis dari Ara.

Ara sangat senang bisa merasakan masakan dari sang suami yang sangat pas dengan lidahnya, sudah lama ia tidak merasakan rasa masakan seperti ini, sehingga membuat Ara tak sadar meneteskan air matanya, namun secepatnya ia menghapus air matanya sebelum Jason menyadarinya.

...***...

“Apa nanti kau tidak ada acara?” tanya Ara saat ia mencuci piring kotor kepada Jason yang duduk di kursi pantry dengan memakan buah apel di tangannya.

“Nanti malam tidak ada acara, memang ada apa?” tanya balik Jason.

“Aku ingin kau menemaniku ke suatu tempat, apa kau tidak keberatan menemaniku ke sana?” Ara berjalan menghampirinya setelah selesai mencuci piring.

Jason menatapnya dengan mata memicing dan Ara hanya menaikkan sebelah alisnya menunggu jawaban dari sang suami.

“Tentu saja, aku tidak akan keberatan. Jam delapan malam kau sudah harus bersiap-siap, ketika aku sampai kita langsung ke tempat itu! Sekarang kita harus ke kantor, kau berangkat bersamaku!” jelas Jason dengan mengacak-acak rambut Ara sebelum beranjak dari tempatnya.

Ara menatap punggung lebar Jason yang menaiki tangga menuju ke kamar untuk bersiap-siap.

“Semoga kau menepati janjimu untuk nanti malam, karena ada hal penting yang ingin ku beritahu kepadamu,” gumam Ara yang masih menatap ke arah suaminya sampai tak terlihat lagi.

...***...

Ara berangkat ke kantor tidak bersama Jason, karena lelaki itu ada meeting di luar sehingga mereka beda arah.

Awalnya Jason bersikeras untuk mengantarnya terlebih dahulu ke kantor, namun Ara menolaknya , tetapi ia takut sang suami akan telat menghadiri meeting penting itu. Sehingga Ara berangkat ke kantor di antar oleh Michael.

Ara memilih duduk di depan, karena ia tidak mau Michael terlihat seperti supirnya. Ara menganggap Michael seperti kakak laki-lakinya, karena sifatnya Michael hampir mirip dengan kakak laki-laki satu-satunya. Yang terlihat dingin, namun sangat perhatian kepadanya, Ara jadi merindukan kakaknya itu.

“Aku ingin mampir ke minimarket depan untuk membeli sesuatu,” ujar Ara kepada Michael di sampingnya itu.

“Baik,” balas Michael dan menghentikan mobilnya di depan minimarket yang di sebut Ara.

“Saya akan menemani anda!” seru Michael dan di tahan oleh Ara saat ia hendak membuka pintu mobil.

“Tidak perlu, lagi pula hanya sebentar saja. Aku tidak ingin kau terlihat seperti bodyguardku, sudahlah aku bukan anak kecil. Kau tidak perlu mengkhawatirkanku, tunggu di sini sebentar!” ujar Ara yang langsung keluar dari mobil.

“Padahal saya hanya ingin melindunginya saja,” gumam Michael.

Ara memasuki minimarket dengan bersenandung kecil, ia melangkah ke arah lemari es untuk membeli minuman dingin. Ara melihat beberapa jenis minuman dingin yang ada, ia berpikir untuk memilih salah satu dari jenis minuman tersebut sampai pandangannya terkunci dengan minuman kaleng yang sangat familier baginya, Ara tersenyum melihatnya.

“Ini saja!” seru Ara mengambil dua kaleng minuman dingin beda rasa, kemudian ia melangkah kecil ke arah kasir untuk membayar minuman tersebut.

Tetapi, langkah Ara terhenti saat melihat seseorang yang sedang membayar di kasir. Ara berniat menghampirinya, tetapi lagi-lagi ia menghentikan langkahnya saat orang tersebut langsung digandeng oleh orang lain. Ara melihat mereka sampai keluar dari minimarket, baru Ara melanjutkan langkahnya ke kasir untuk membayar.

“Apa anda baik-baik saja?” pertanyaan Michael itu membuat Ara tersenyum kecut dan memilih untuk memberikan satu kaleng minuman dingin kepadanya.

“Kau melihat mereka?” tanya balik Ara setelah meneguk minumannya.

“Iya, apa kita tidak jadi ke kantor? Saya rasa anda tidak bisa bekerja hari ini.”

Ara tertawa miris mendengarnya, Michael terdiam. Ia takut salah bicara, tetapi Ara menatapnya dengan tatapan pedihnya.

“Antarkan aku ke taman kota!” titah Ara yang di balas anggukan oleh Michael,

Michael langsung mengubah arah mobilnya menuju taman kota. Michael memilih diam dan Ara mengetikkan sebuah pesan untuk Nara, kebetulan Nara tidak bekerja hari ini. Karena, perempuan itu mendapatkan bonus libur sehari setelah proyeknya mendapat peringkat pertama di meeting dua hari lalu.

“Kau bisa kembali pulang, aku akan menghabiskan waktu bersama Nara,” ujar Ara setelah mereka sampai di taman, Nara juga sudah sampai dan melambaikan tangan kepadanya.

“Baik, kalau ada apa-apa hubungi saya! Saya pamit dulu,” pamit Michael yang mulai pergi dari taman kota. Ara melangkah cepat ke arah Nara.

“Ada apa?” tanya Nara ketika mereka sudah duduk di salah satu bangku taman.

“Ternyata begitu sakit ya melihat kebohongannya tepat di depan mataku sendiri,” gumam Ara.

“Hatimu sangat kuat Ara, aku sangat takjub denganmu yang mampu bertahan sampai sekarang ini. Tetapi, setelah aku tersadar sebelum berangkat ke sini. Aku sarankan kau untuk tetap berjuang, karena setelah kau sadar dengan melihat lagi ke belakang. Kau akan tahu seberapa banyak perjuanganmu sampai di titik ini, itu adalah hal pertama yang akan membuatmu tidak ingin berhenti berjuang,” jelas Nara membuat Ara tersadar dan kembali mengingat semua usaha yang sudah ia lakukan.

Ara teringat kata-kata kakaknya, yang mengatakan bahwa perjuangan besar membutuhkan usaha yang besar juga dan yakin kalau usaha yang sudah di lakukan itu tidak akan membuat kita menyesalinya, semuanya akan berubah menjadi seperti yang kita inginkan, tinggal menunggu saja waktu itu akan datang dengan sendirinya. Kalimat itu mulai kembali merasuki pikirannya setelah beberapa tahun ia tidak mengalami masa seperti ini.

“Kau benar, telah banyak yang aku korbankan dan aku tidak bisa berhenti begitu saja,” lirih Ara.

Bersambung...

1
Bagong
jijik
Piyah
ara lebayy
Mita Paramita
jason lagi akting baik yaaa🤨 curiga ada udang dibalik batu 🤣🤣🤣
Piyah
lanjut
Piyah
dialognya kurang banyak
Ara putri
mampir kak, jika berkenan mampir juga keceritaku PENJELAJAH WAKTU HIDUP DIZAMAN AJAIB
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!