NovelToon NovelToon
SWEET MARRIAGE

SWEET MARRIAGE

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Tamat
Popularitas:6.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: shanum

ini adalah kisah lanjutan dari season pertama yang judul nya *musuhku adalah suamiku* dengan perbaikan kata dan bahasa sedikit ya dears.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shanum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 27

Rafa dan Arin yang telah selesai bersiap dengan acara makan malam mereka bersama kedua orang tua nya tengah sibuk mempersiapkan makanan yang Rafa pesan dari restoran karena tak ingin ribet jika memasak. Dengan segala kecerewetan Rafa yang meminta Arin hanya duduk diam saja membuat Arin selalu protes dan jengah dengan tingkah berlebihan Rafa.

Terdengar bunyi bel apartemen dan langsung disambut oleh Arin dan Rafa membuka pintu yang memang orang tua mereka. Rafa dan Arin langsung mencium tangan dan memeluk orang tua mereka dan mempersilahkan mereka masuk. Semua orang tua yang masih heran mulai duduk di ruang tamu dengan di temani Arin sementara membuatkan mereka minum di dapur. Seusai membuat minuman Rafa membawanya ke depan dan meletakkannya di meja lalu duduk di sebelah mama nya karena istri nya lebih dulu di apit oleh mama dan mertuanya.

" Ini tumben sih kalian undang undang kita" tanya mama Rafa

" Ya engga apa ma, kangen aja makan bareng" sahut Rafa cengengesan.

" Kalian baik aja kan? Engga ada masalah kan? " tanya mama Rafa lagi yang mengetahui jika mantan Rafa tengah kembali dan mencari Rafa membuatnya khawatir dengan pernikahan anak nya.

" Baik ma " jawab Rafa yang mulai bertingkah manja pada mama nya.

" Makan yuk ma, pa, Arin udah lapar" ajak Arin dengan senyum malu malu.

Mereka pun berjalan menuju ruang makan dengan Rafa yang menuntun Arin dan membantu nya duduk membuat orang tua mereka menatap heran terlebih ketika di meja makan Rafa menyuapi Arin dengan sabar hingga Arin nambah lagi. Kedua orang tua mereka yang merasa heran dengan tingkah anak anak nya masih terus menatap ke arah Rafa dan Arin sampai selesai makan.

" Ma, pa kita ke depan yuk, ada yang mau Rafa omongin penting " ajak Rafa dengan wajah serius agar semua kembali ke ruang tamu yang membuat orang tua mereka merasa aneh pada Rafa.

" Kenapa sih nak? Kamu bilang engga ada apa apa. Masalah Kania? " bisik mama Rafa ke arah Rafa

" Engga usah bahas itu deh mas, Rafa engga suka" protes Rafa dengan ekspresi malas. " Udah mama duduk sana dulu, Rafa ke kamar bentar ambil sesuatu" tambah Rafa sambil mengantar Arin duduk di sofa ruang tamu lalu pergi ke kamar atas untuk mengambil hasil periksa kandungan Arin. Dengan cepat Rafa kembali lagi ke ruang tamu dan duduk di sebelah Arin.

" Ma, pa tujuan kita undang semua kesini karena mau tunjukin ini ke kalian" ucap Rafa dengan wajah datar menyodorkan hasil rumah sakit dan membuat semua terkejut

" Siapa yang sakit nak? "tanya papa Arin yang pertama menerima amplop bertulisakan rumah sakit di ujung kanan nya dengan rasa takut.

" Papa buka aja" jawab Rafa datar lagi.

Dengan perasaan campur aduk antara takut dan khawatir perlahan papa Arin membuka amplop putih di tangan nya dan seketika tersenyum lebar dengan wajah berseri ketika tahu hasil pemeriksaan Arin.

" Kamu hamil nak? 8 minggu? " teriak papa Arin terkejut bahagia membuat semua orang di sana berebut amplop di tangan papa Arin

" Nak, ini serius? " tanya mama Arin tak percaya disambung dengan mama Rafa dan papa Rafa yang tak kalah terkejut bahagia langsung memeluk Rafa dan Arin mengucapkan selamat pada mereka. Disambung dengan para papa dan para mama saling berpelukan mengucap selamat pada masing masing.

Rafa dan Arin sangat bahagia melihat kebahagiaan orang tua mereka mengetahui kehamilan Arin. Rafa pun di dorong mama nya minggir agar ia bisa duduk dengan menantunya yang di apit langsung dengan mama Arin di samping nya membuat Rafa sedikit kesal namun bahagia karena kehadiran anak nya di sambut bahagia semua keluarga.

" Terimakasih ya nak " seru para mama bersamaan dan memeluk Arin bersama

" Kamu ada ngidam apa gitu gak nak? " tanya mama Rafa

" Engga ada ma, aku engga pengen apa apa" jawab Arin dengan senyumnya.

" Rafa ingat, engga boleh manja sama Arin dulu" tegas mama Rafa memperingatkan putranya yang memang selalu manja pada istrinya.

" Engga boleh dulu ya nak, kalau mau itu nanti ya kalau udah lewat trimester awal dan di perbolehkan dokter" tegas mama Arin mengingat menantunya yang tak bisa menahan keinginannya

" Iya ma, dokter juga udah bilang kok puasa dulu sampai usia 3 bulan" jawab Rafa malu.

" Engga apa nak, dulu papa malah 5 bulan engga boleh" jawab papa Rafa membuat Rafa terbelalak

" Masa sih pa? "tanya Rafa terkejut jika ia juga harus bertahan selama itu

" Iya, soalnya mama kamu engga mau sama bau nya papa jadi papa tidur di luar" cerita papa Rafa mengingat ketika mama Rafa mengandung Rafa

" Itu sih papa nya yang engga pernah mandi" ledek Rafa tertawa disambut dengan lainnya

" Enak aja, kamu yang engga pernah mandi" balas papa Rafa

" Rafa bersihan kok pa" bela Arin

" Bersih apa, kamu tahu selama di pingit hampir satu minggu dia engga mandi. Kamu tanya Adi sama Alex deh nak" jelas mama Rafa membuat Rafa langsung protes

" Engga yank, mama ih " protes Rafa jengkel

" Kamu jorok banget sih yank, jadi ilfil aku sama kamu" sahut Arin bergidik jijik mendengar suami nya tak mandi selama di pingit.

" Engga yank, ih mama lihat tuh" seru Rafa memrotes mama nya karena membuat Arin ilfil.

Mama Rafa dan lainnya hanya tertawa terbahak melihat Arin bereaksi jijik dengan Rafa.

" Kamu tidur di luar mulai sekarang yank" tegas Arin membuat Rafa kalang kabut seketika dan malah membuat lainnya semakin terbahak.

Karena waktu sudah semakin larut orang tua mereka pun berpamitan untuk pulang dan mama Rafa dan mama Arin berjanji akan kembali besok untuk memasakan Arin dan membawa semua keperluan selama hamil.

" Jaga baik baik istri kamu sama cucu kita" tegas mama Rafa.

" Iya mama ku yang cantik" jawab Rafa manja.

Mereka pun mulai beranjak meninggalkan Rafa dan Arin menuju rumah mereka dengan perasaan bahagia. Meski ingin sekali menemani Arin namun mengingat banyak kebutuhan yang harus mereka beli untuk Arin selama kehamilan membuat mama Rafa dan mama Arin harus pulan dan berbelanja esok harinya.

" Tidur yuk yank, ini aku beresin besok ya " seru Rafa

" Engga mau, kamu jorok aku tidur sendiri aja" jawab Arin beranjak ke kamar meninggalkan Rafa

" Yaaaaank" teriak Rafa yang langsung berlari mengejar Arin.

1
0606
gak ad bosen ny baca ini novel..
gk tau udh kebrp x ny baca masih ajh ngakakk klo baca.../Joyful/kereen bgt sey thor..
prima yanary
Luar biasa
Wiyanti Yanti
sampe guling guling ketawanya thor dasar persahabatan sengklek,
Wiyanti Yanti
ternyata cuma prank, udah takut aja aku kirain beneran arin meninggal ga rela bgt pokoknya
Wiyanti Yanti
kasihan alex, reta cwe ga bener tuh
Wiyanti Yanti
kayanya ulah kania nih
Wiyanti Yanti
sakit perut aku ngakak smp guling guling, alex gokill
Wiyanti Yanti
gue suka sama alex cpt tanggap ga kaya rafa udh tau arin suka ngambek msh aja no mantan msh d simpen aja
Wiyanti Yanti
sweat bgt si rafa, takut d tinggalin rafa smp trauma
Wiyanti Yanti
bikin mewek thor, ikutseneng jg ahirnya arin pulang K pelukan rafa
haney apin
yang sabar ya
Fa Rel
cerita yg gk bs di tebak sumpah bagusss
Fa Rel
adi lebih imut 😂🙄
Sri Jamilah
🤣🤣🤣🤣
Tata Arlita
Kalau memang gk suka dari awal kan bisa jujur lalu di batalkan pernikahannya, nanti reta dapat karma, karmanya ditinggal pergi sama angga
Putri Puputriepiiee
mampus aja reta . karma lo
Rosmi yanti Yanti
mana nover baru nya yang berjudul sang pewaris kok gak ada thor
Nurazmi Azmi
telpon aja nggak pala susah nyamperin nya
Nurazmi Azmi
kalau memang Arin mau udah dari dulu kali,dasar perempuan yang nggak tau diri tuh yessi, masa iya mau pisahin Adi dari sahabat nya yang baik, kecuali sahabat nya membawa pengaruh jelek tuh baru tuh nggak apa-apa
Safira Auliannisa
lanjutt dong kk...asyik ceritanya...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!