Masalah ekonomi membuat sepasang suami istri terpaksa harus tinggal di salah satu rumah orang tua mereka setelah menikah. Dan mereka memutuskan untuk tinggal di rumah orang tua sang istri, Namira.
Namira memiliki adik perempuan yang masih remaja dan tengah mabuk asmara. Suatu hari, Dava suami Namira merasa tertarik dengan pesona adik iparnya.
Bagaimana kisah mereka?
Jangan lupa follow ig @wind.rahma
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wind Rahma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menggila
Dava menahan pintu kamar Sera yang hendak di tutup kembali. Ia dorong dan buka pintu tersebut hingga bisa ikut masuk ke dalam kamar gadis itu.
"Kak Dava apa sih?" Sera sudah tampak kesal dan muak dengan semua ini.
"Aku gak suka sikap kamu yang cuek kayak sekarang semenjak kamu punya pacar lagi, Sera. Aku mau kamu yang kayak dulu."
"Udah lah, kak. Lagian aku gak mau terus menerus nyakitin kak Namira. Aku juga berhak atas hidup aku, aku gak bisa kayak gini terus, kak. Aku juga ingin punya pacar kayak temen-temen aku. Apa salahnya sih?"
"Tapi aku rindu kamu yang dulu, sayang. Ah ayolah, kita masih bisa seperti hari-hari kemarin kan? Jujur, aku rindu kamu sayang."
Dava menarik tengkuk Sera kemudian dia mencium bibir wanita itu, akan tetapi Sera berusaha melepaskan tautan bibirnya.
"Udah, kak. Stop, please! Aku gak mau kita kayak gini terus," seru gadis itu, namun Dava sepertinya mulai menggila.
"Aku gak bisa terlepas dari kamu, sayang. Aku udah terlanjur jatuh ke dalam pelukan kamu, aku mau kita sama-sama terus."
"Aku gak mau, kak. Aku mohon, stop ganggu aku lagi, aku mau kak kita kembali layaknya sebelum sejauh ini. Lupakan semua yang terjadi di antara kita, aku mau kak Dava bersikap layaknya kakak ipar dan aku pun akan bersikap sebagai adik ipar sebagaimana mestinya."
"Aku gak mau, sayang. Aku udah terlanjur nyaman sama kamu, aku mau kita tetap bisa berhubungan seperti yang sudah kita lakukan. Bukankah kamu juga suka?"
Sera merasa jika kakak iparnya ini sudah mulai terobsesi terhadap dirinya. Jika sudah seperti ini, ia jadi takut juga.
"Aku mau kamu, sayang. Kita lakukan lagi, ya." Dava menarik lengan Sera, akan tetapi di tepis oleh gadis itu.
Tatapan Dava mulai berubah dan Sera jadi takut akan pria itu. Gadis itu mundur selangkah ketika Dava maju mendekat.
"Kak, udah ya. Kak Dava mending sekarang keluar dari kamar aku, aku mau istirahat."
Sera berusaha membujuk pria itu untuk keluar dari kamarnya. Alih-alih pergi, Dava justru malah kian mendekat. Sera jadi semakin takut meski sudah pernah berhubungan dengan pria itu.
Sera sudah sampai di tepi ranjang, ia sudah tidak bisa mundur lagi. Entah kenapa ia jadi takut akan pria itu, melihat tatapan Dava yang tak biasa.
Sedetik kemudian, Dava menjatuhkan tubuh Sera ke atas ranjang dan menerkam gadis itu tanpa ampun. Sera berusaha menjauhkan tubuh pria yang menindih tubuhnya tanpa suara agar tidak sampai terdengar oleh siapapun terutama ibunya, akan tetapi Dava sudah di penuhi oleh kabut hasrat sehingga pria itu makin menggila.
"Kak Dava, udah stop, kak! Mmphh .."
Dava tidak memberi Sera kesempatan untuk melayangkan protes, ia segera mellummat bibir mungil gadis itu sehingga tidak ada lagi yang mampu keluar dari mulutnya selain dessahhan manja.
Sera terus berusaha melepaskan diri, akan tetapi tubuh Dava lebih besar darinya, sehingga sulit baginya untuk berkutik.
Tanpa melepaskan ciumannya, Dava mulai melucuti pakaian Sera. Setelah terlepas bagian atasnya, pria itu beralih menciumi bagian dada Sera layaknya seekor anjing yang sedang kelaparan.
"Aghhh .." Sera tidak sengaja berteriak lantaran Dava melakukannya dengan kasar.
Suara Sera barusan mengundang perhatian seseorang di rumah itu.
Dava terus menciumi permukaan kulit Sera hingga membuat beberapa tanda merah di leher gadis itu. Sera merasa seperti sedang di perkaos, padahal sebelumnya mereka sering melakukan hubungan semacam itu dengan sukarela yang menyenangkan.
Akan tetapi, berbeda dengan kali ini. Sera sudah tidak ingin melakukan hal semacam itu lagi bersama kakak iparnya. Jadi ia merasa seolah seperti sedang di perkaos.
"Aaaaaaa ..."
Teriakan seseorang barusan menghentikan aksi Dava seketika. Ia menoleh ke belakang dan melihat seseorang tengah berdiri di ambang pintu kamar.
_Bersambung_