Tisha adalah seorang gadis yang tinggal bersama bininya. Iya dibohongi oleh bibinya sendiri. Dan hampir terjadi pernikahan sedarah. Selain itu bibi Tisha seorang yang mata duitan. Iya tega menghancurkan hidup keponakannya sendiri. Bahkan iya rela mengorbankan Tisha hanya demi uang. Dan seseorang yang tega merenggut kehormatannya. Bahkan Pria itu dan Ibunya tega membunuh Tisha. Hingga pada akhirnya Tisha bisa membuka semua kejahatan pria dan wanita itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon heila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ika terkejut
*2 bulan kemudian*
Akhirnya Tisya pun memperlihatkan dirinya di depan musuhnya. Tapi iya kini berperan sebagai orang lain bukan Tisya. Tisya mengganti namanya menjadi Maura.
" permisi pak Rendi.. tamu bapak yang mau menyuntikkan dana ke perusahaan sudah datang. " kata sekertaris Rendi. " baik.. saya akan segera menemuinya" kata Rendi. dan Rendi pun segera menemui orang tersebut. Di ruang pertemuan Rendi melihat 2 orang..laki laki dan perempuan yang menghadap membelakangi Rendi. * itu mereka orangnya pak.. * kata sekertaris nya. kemudian mereka menoleh kepada Rendi, Rendi pun terkejut dengan apa yang dia lihat di depan matanya. Ya.. dia tak lain adalah Tisya.. tapi kalau Beni Rendi belum mengenalinya. " Tisya.. Kk.. kamu masih hidup" kata Rendi dengan gugup. " Tisya?? who is tisya?.. saya.. bukan Tisya.." kata Tisya berlogat bahasa asing. " Perkenalkan nama saya maura" kata Tisya lagi sambil memperkenalkan dirinya.. " Bisa kita mulai meeting nya sekarang " kata Beni. " Ya bisa " jawab Rendi. Dan mereka pun memulai meeting nya..
Maura ( Tisya ) pun berhasil melakukan perannya dengan berpura pura menjadi Maura. kali ini dia berhasil menjalankan misi pertamanya.. Rendi yang agak mata keranjang seperti tertarik pada penampilan Maura. Iya memandangi Maura dari ujung kaki hingga ujung rambut. Sementara dalam hati Tisya, Iya sedang menertawakan Rendi. " Baik kalau begitu kita pamit pergi" kata Maura alias Tisya dengan logat bahasa asing. " Terima kasih atas bantuan bak Maura yang mau menyuntikkan dana ke perusahaan ini" kata Rendi sambil menjabat tangannya ke Maura. " It's ok.. " jawab Maura membalas jabatan tangan Rendi. Maura ( Tisya ) dan Beni pun berlalu pergi.
Dalam mobil mereka tertawa terbahak bahak " Sumpah kamu tu jago banget acting nya Tisya.. Pemain sinetronnya aja kalah sama kamu" kata Beni sambil memuji Tisya. " Hahaha.. kamu bisa aja ya.. Ben.. tapi sumpah Aku pengen ketawa tadi melihat ekspresi Rendi.. Dia itu seperti ngelihat hantu aja pas melihat Aku.. " kata Tisya dengan tertawa yang ngakak bersama Beni. " Aku yakin Rendi pasti akan memberi tahu mamanya akan hal ini dan Aku sangat yakin mamanya pasti penasaran dengan Aku." Kata Tisya. " Ben.. untuk sementara ini jangan panggil Aku Tisya ya.. Panggil Aku Maura.. karena rencana kita berhasil.. " Kata Tisya pada Beni.. " Baik.. mulai sekarang Aku panggil kamu Maura. " jawab Beni.
* Di rumah Rendi *
Sesampainya di rumah Rendi langsung menemui mamanya. " ma..! tau ga ma.. tadi Aku melihat apa di kantor? " kata Rendi kepada mamanya. " Kamu kenapa si Ren?.. kok kamu panik gitu? "tanya mamanya.. " Di kantor tadi ma.. " Kata Rendi tidak melanjutkan perkataannya. " Iya di kantor ada apa? jangan buat mama bingung deh.. " kata mamanya. " Di kantor ada Tisya ma? ".. jawab Rendi. " Apa?.. hahaha.. jangan ngaco kamu Rendi.. mana mungkin... Tisya itu sudah mati. dan tidak mungkin siang siang ada hantu" kata mama Rendi yang tak percaya dengan perkataan Rendi. " Ma.. mama tahu kan kalau perusahaan kita lagi butuh dana? " tanya Rendi. " Iya terus? " tanya mamanya penasaran. "Mama tahu enggak siapa tadi yang datang untuk menyuntikkan dana? " Rendi balik bertanya. " enggak mama tidak tahu. " jawab mamanya. " Tadi itu yang datang ke perusahaan namanya Maura ma.. Dia mirip banget sama Tisya.. Aku pikir dia Tisya".. jawab Rendi. Mama Rendi megang dahi Rendi "kami ga sakit ren? ".. " hahaha.. ya ampun.. jadi itu penyebabnya.. yang buat kamu panik..? " " aduuuhhh Rendi.. orang mirip itu tidak hanya saudara, atau saudara kembar.. orang yang tidak ada hubungan darah pun pasti ada, yang mirip.. " lagian ya.. mirip itu bukan berarti orang yang sama. " Kata mamanya kepada Rendi. "Ma.. ketemu sama orangnya.. dia itu mirip sekali sama Tisya.. tidak ada celah perbedaan sedikitpun.. nanti mama kalau bertemu dia pasti mama kaget juga seperti Aku. " kata Rendi meyakinkan mamanya. " Iya kah?.. Mama jadi penasaran.. seperti apa si Maura itu..! ? " tanya mamanya Rendi.. " Oh iya.. kalau begitu pertemukan mama dengan Maura... Mama penasaran sama dia.. " kata mamanya.. " baik besok lusa.. Mama bisa ikut Aku ke perusahaan C." kata Rendi.. " Baik " jawab mama Rendi..
* perusahaan C *
pagi ini mamanya Rendi tak sabar ingin segera sampai ke perusahaan C. dan Akhirnya mereka pun sampai pada tujuan. " silahkan Ibu dan bapak tunggu di ruang pertemuan sebentar lagi Ibu Maura akan datang.. Rendi dan mamanya pun menunggu di ruang pertemuan. Dan Maura pun datang menemui mereka.. " ehmm ada yang bisa saya bantu" kata Maura dengan logat bahasa asing.. Rendi dan Ibunya menoleh ke sumber suara tersebut.. Ibu Rendi sangat terkejut dengan apa yang dilihatnya.. " plak.". Iya tiba tiba menampar maura. " dasar licik.. rencana apa yang telah kamu lakukan Tisya.. " kata mamanya Rendi. " sambil memegang pipinya karna tamparan.. " Hei.. siapa Tisya..? saya ini Maura.. " kata Maura sambil tersenyum... " jangan bohong kamu" jawab ika.. " haduuhh.. dasar manusia tidak tahu terimaksih.. hei.. Kamu lihat itu.. ( sambil memperlihatkan CCTV-nya). Anda sudah menuduh saya yang bukan bukan... Anda sudah menuduh saya orang lain. dan Anda sudah melakukan kekerasan hari ini pada saya" katanya dengan logat bahasa asing.. " Anda mau saya tuntut"?? kata Maura mengancam. Ika dan Rendi pun terdiam.. dalam hati Tisya.. Iya tertawa terkekeh melihat tingkah Rendi dan Ibunya saat ini
Suara seorang wanita yang tiba-tiba memanggilku. "Ada apa, Bi?" jawabku.
Ya wanita yang ku panggil Bibi itu adalah Bibi ku.
bla bla bla bla