Perjodohan mempertemukan mereka, menyatukan keduanya yang berbeda satu sama lain dan kebobrokan Naya membuat semuanya lebih cepat dari yang seharusnya. Kenakalannya membuat sang ayah sakit kepala dan menyerah pada putrinya, kemudian menyerahkannya kepada Marcel sosok pria yang cukup sempurna untuk lanjut mendidik Naya.
"Naya belajar dengan baik, besok ada kuis di mata kuliah, Saya!"
"Iya, Mas!"
"Tapi jangan terlalu begadang, nanti Kamu bisa sakit!"
"Iya, Mas ...."
"Jangan terlalu banyak makan makanan manis. Ingat Kamu sudah manis dan yang terlalu manis bisa membuat gigimu sakit!"
"Iya, Mas."
"Besok setelah mata kuliah terakhir, langsung pulang ke rumah dan berhenti keluyuran!"
Iya dan iya mas, selalu menjadi jawaban Naya. Hampir tidak pernah melawan perkataan suaminya, tapi apa? Sayangnya Dia juga hampir tidak pernah mematuhinya. Kata iya yang keluar dari bibirnya seolah tak berarti apa-apa dan Marcel cukup pusing dibuatnya.
Lantas bagaimana kelanjutan ceritanya?
Simak selengkapnya hanya ada di My Perfect Husband oleh Saiyaarasaiyaara
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Saiyaarasaiyaara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 25
○○○
Malamnya dikediaman keluarga Lutfan, Nana dan Yuyun menikmati malamnya dengan acara menonton berdua sebelum tidur.
"Mas Iqbalquhh, lusung pipitmu lama-lama membuatku gila, hhhuuhh ... kecup manja dariku muachhh!" Heboh Yuyun memandangi sang idola pembawa berita kesayangannya dari balik layar televisi. "Duh, lesung pipitnya!" Sambungnya berbinar penuh kekaguman. "Sungguh manis meluluhlantahkan hatiku!"
Sontak saja Nana menoleh malirik aneh Adik Iparnya itu. Hey! Nana juga penggemar Iqbal Himawan, tapi gak segitunya juga dan lagian kalau dingat Nanalah yang mengenalkan Yuyun dengan Iqbal Himawan sang pembawa acara yang lesung pipitnya amat diidolakan Nana.
"Yun, jangan gilalah. Aku lagi pusing tahu!" Omel Nana bawel.
"Kenapa sih, biasanya Mbak juga gitu. Malahan lebih gila sampai berkoar-koar sambilbminta resep lesung pipit Mas Iqbal," jawab Yuyun mendengus kesal.
Tanpa bicara Nana beranjak berdiri menuju kamarnya dan pak Marcel. Entahlah moodnya sedang buruk dan sedang tak ingin berdebat dengan Yuyun, walaupun itu adalah kegiatan favoritnya.
Sementara Yuyun yang melihat hal itu biasa saja dan mengacuhkannya. Biarlah kakak iparnya berkembang bodoh amat yang penting Mas Iqbal dulu baru Mbak Nana belakangan.
○○○
Dalam kamar Nana hanya duduk dan termenung gundah. Raut wajah prustasi ditambah uring-uringan membuatnya tampak memprihatinkan.
Nana butuh pak Marcel. Dia kangan dan merindukan omelan galaknya.
Hanya pak Marcel dan pak Marcelnya yang dibutuhkannya sekarang. Mungkin itu juga yang mampu menyelamatkannya saat ini.
"Hhhuuuaaa!! mas Marcel cepat pulang!" Teriak Nana mulai gila. "Nggak usah membawa oleh-oleh asal pulangnya saja dicepatin ..."
○○○
Hari berganti begitu cepat dan kini sudah dua minggu pak Marcel pergi. Selama itu harinya Nana tidaklah mudah dan terasa buruk sekali. Terasa hambar dan membosankan sekali.
Bahkan hal itu berefek pada kuliah Nana. Gadis itu jadi sering membolos dan tak masuk kuliah. Kerjanya hanya tiduran tak bosannya mengingat kenangannya bersama Marcel.
Tidak ada semangat dalam diri Nana selama Marcel tidak bersamanya. Bahkan dua jadi sering telat bangun, kelupaan makan dan mandi. Alhasil Nana tampak kucel mengurus seperti tak terawat.
Menyadari hal tersebut, membuat Deva tega melihat sahabatnya begitu, selalu melamun seakan tidak punya gairah hidup.
Deva pun memikirkan berbagai macam cara untuk menghiburnya. Ide mengunjungi wahana taman hiburan jadi obsinya. Maura dan Yuyun tak ketinggalan dan ikut dalam rencana Deva.
Rencana Deva berhasil dan membuat Nana kembali seperti semula melupakan kegundahannya.
Bagaikan anak bocah keempatnyanya begitu bersemangat mencoba berbagai wahana yang ada. Mulai dari Bianglala, Rumah hantu yang sudah jelas ada hantunya, tapi tetap dimasuki, alhasil pas keluar nafas ketiganya terengah-engah ketakutan. Anehnya setelah itu entah apa yang lucu tiba-tiba mereka kompak tertawa.
Pulang dari sana Nana, Deva dan Yuyun tak lupa membeli jajan camilan khas karnaval, permen kapas, berondong jagung dan beberapa makanan lainnya. Bahkan balon berbentuk animasi kartun tak lupa dibawanya pulang. Keempatnya benar-benar menjadi bocah.
○○○
"Capek juga, ya. Hhuhh ..." Keluh Deva sambil menghempaskan dirinya menyandar sofa menyamankan dirinya disana.
Hal tersesebut dikuti Maura, Yuyun dan Nana sambil mendesah lelah. Barang bawaannya diletakkan begutu saja dengan sembarangan.
"Bikinin minum Na," perintah Deva seenaknya sambil menyengir.
"Enak saja, aku capek bikin saja sendiri sana!" tolak Nana.
"Kamu jangan lupalah Na ..." celetuk Deva membuat Nana mengerutkan dahinya bingung.
"Lupa apa? Jangan aneh-anehlah Va," Jawab Nana mencebik kesal.
"Tamu adalah Raja jadi-" Jelas Deva terpotong oleh ucapan Nana.
"Iya, iya! kamu mau minum apa?" Tanya Nana berdiri dengan malasnya.
"Yang ada dingin-dinginnya terus segar-segarnya," jawab Deva me-request sambil menyunggingkan seyuman manisnya.
"Aku juga, ya Mbak. Sekalian buatin buatku, tapi aku ada asem-asemnya, ya ..." timpa Yuyun dengan cengiran khasnya.
"Ok, aku buatkan," Jawab Nana menjeda sebentar lalu melanjutkan, "tapi boong! Sudahlah kalian bikin sendiri aku malas."
"Mbakku, yang cantik tolonglah bikinkan Yuyun minuman menyegarkan, aus nih. Kalau Mbak mau, janji nanti Mas Marcel Yuyun teleponin." Yuyun merayu penuh harap.
"Hmm, memangnya dia mau jawab telepon darimu?" Tanya Nana tak percaya.
"Maulah, kalau nggak dia bisa mengatahui kabar Mbak dari siapa? Gak mungkin langsung tanya Mbak, orang kalian berantam. Sudahlah, sekarang mau gak Mbak?? Kemarin malam Mas Marcel juga menjawab panggilan telepon dariku loh ..."
Nana berpikir dan menimang. Benarkah ucapan Yuyun bukan bualan semata. Baiklah dia akan mencoba yakin. Siapa yang mengatahuinya, hal itu bisa jadi keuntungan Nana untuk melepas rindu.
TO BE CONTINUED
05-08-2020
○○○
Jika ada salah kata dalam penulisan semisalnya typo ataupun kalimat yang kurang dimengerti, mohon infonya.
Author akan senang jika disapa ramah lewat sosmed😊😊🥰
Facebook : Saiyaara saiyaara
Instagram : Saiyaarasaiyaara
Noveltoon : Saiyaarasaiyaara
bingung .bknnya Marcel LG keluar kota? ko tiba2 udah nongol aja kapan baliknya
Kurangnya komunikasi antara pasangan dan gak jujur dgn perasaan sendiri ke pasangan,Bisa bikin hubungan tambah panas dan akhirnya pertengkaran..