SINOPSIS
Gretta Alesia Nobara, 18 tahun, pindah ke SMA Binara 2 untuk melarikan diri dari trauma perundungan di sekolah lama. Ia mengubah penampilannya agar lebih percaya diri dan bertekad memulai hidup baru dengan fokus pada pelajaran.
.
Gian Leminzo cowok pemalas di kelas bahkan sering tidur saat guru menerangkan, di snagat tampan dan di sukai banyak cewe tapi dia selalu menghiraukan cewek-cewek yang mendekatinya.
Namun pertemuan Gretta dengan Gian menjadi sebuah hal yang tidak terduga di antara keduanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rienza27, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 22 JAM TERAKHIR
Jarum jam dinding di atas papan tulis kelas 2C baru saja bergeser sedikit, menandakan pelajaran materi dari Bu Karin yang dipenuhi rumus-rumus menguras otak akhirnya selesai. Atmosfer kelas yang tadinya tegang seketika dipenuhi helaan napas lega dari para murid. Namun, ketenangan sesaat itu langsung pecah ketika sebuah getaran panjang muncul dari ponsel Bu Karin yang tergeletak di atas meja.
Bzzztt... bzzztt...
Sebuah pesan singkat dari Kepala Sekolah masuk ke ruang obrolan grup dewan guru. Mata Bu Karin membelalak sesaat membaca deretan kalimat di layar ponselnya. Ada pengumuman yang sangat penting untuk segera disampaikan.
Demi menenangkan riuhnya suara bisik-bisik para murid yang sudah bersiap untuk pergantian pelajaran keempat, Bu Karin mengambil penggaris kayu panjang andalannya.
Plak! Plak! Plak!
"Anak-anak! Tolong minta perhatiannya sebentar!" pekik Bu Karin dengan suara lantang yang langsung memotong jalur udara di kelas.
"Iya, Buuu? Ada apa?" jawab anak-anak serentak, kompak menghentikan aktivitas mengemas buku mereka. Bu Karin menghela napas, merapikan letak kacamatanya yang sedikit merosot di hidung. "Ibu punya pengumuman yang sangat penting untuk kalian semua terkait kegiatan belajar hari ini."
Sebelum Bu Karin menyelesaikan kalimatnya, dari barisan kursi paling belakang, Zordan—sang ketua sekte komedi kelas 2C—langsung menyela dengan wajah cengengesan tanpa dosa. "Kenapa, Bu? Apa sekolah kita tercinta ini mau diliburkan selama setahun penuh biar kami semua bisa fokus jadi pro player game online?"
Candaan absurd Zordan spontan membuat seisi kelas pecah dalam tawa riuh. Murid-murid lain langsung melempar gumpalan kertas ke arah Zordan sambil bersorak setuju atas ide gila tersebut.
"DIIAAAMMM!!!" pekik Bu Karin sambil menggebrak meja guru dengan telapak tangannya.
Suara gebrakan itu membuat tawa anak-anak langsung tertelan kembali ke tenggorokan. Kelas seketika hening, menyisakan Zordan yang langsung pura-pura fokus menatap langit-langit kelas seolah sedang menghitung cicak di sana.
"Baik, Buuu..." jawab anak-anak serentak dengan nada pasrah yang kompak.
Bu Karin menggelengkan kepala, mencoba menahan senyum kegelian melihat tingkah murid-muridnya. "Hari ini, kalian semua diperbolehkan pulang lebih awal. Dan bukan cuma itu, karena para dewan guru akan melaksanakan rapat penting yang mendesak bersama pihak yayasan, mulai besok sekolah akan libur selama empat hari berturut-turut!"
Kalimat terakhir Bu Karin bagaikan musik surga yang turun ke bumi.
"HOREEEE!!!" Teriakan histeris penuh kemenangan bergemuruh dari seluruh sudut kelas 2C.
Bu Karin hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya pasrah melihat pemandangan di depannya. Dasar anak-anak ini, kalau dengar kata libur langsung berubah jadi pasukan perang, batin Bu Karin geli.
"Baiklah semua, Ibu permisi dulu. Kerjakan tugas yang belum selesai, dan sampai jumpa di minggu depan!" pekik Bu Karin penuh wibawa. Beliau segera merapikan buku-buku tebal, meraih tas jinjingnya, dan berjalan meninggalkan kelas 2C.
"Baik, Buuu! Terima kasih, Bu!" seru para murid serentak mengiringi langkah sang guru keluar pintu.
Begitu punggung Bu Karin menghilang di belokan koridor, anak-anak kelas 2C langsung berhamburan. Mereka mengemas tas dengan kecepatan yang menyaingi kilat. Di barisan tengah, Ruby dengan gerakan lincah langsung melompat dan duduk di atas meja kayu milik Gretta, menggoyangkan kakinya dengan riang sambil melihat sekelilingnya.