NovelToon NovelToon
AndaiKata

AndaiKata

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Fantasi / Slice of Life
Popularitas:206
Nilai: 5
Nama Author: Elegi223

Qirana Velaryne Azzahra atau bisa kalian panggil gua rana/Luna Mahasiswa dari kampus swasta biasa, Gadis cantik harapan orang tua, itu sulit buat merealisasikannya, ketika gua beranjak dewasa, banyak hal yang gua sesali, terutama masa kecil gua, mungkin andai kata gua bisa balik ke masa itu, mungkin gua bisa merubah sedikit takdir gua, andai gua ngungkapin perasaan gua sejak dulu, pasti cowok yang gua suka bakal jadi pacar gua saat ini, andai gua fokus bangun diri gua, terutama bakat utama gua di bidang seni lukis, mungkin gua akan ada penghasilan tambahan, kenapa gua nggak bisa mewujudkan semua itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elegi223, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26 Acara Pentas dan Lomba pt 1

Setelah mendengar cerita Mella, kami sudah dekat dengan ruang praktik mata pelajaran Prakarya. Disini para siswa sering sekali melakukan berbagai praktik mengenai pelajaran Prakarya, terakhir kali Gua pakai kelas ini pas pelajaran buk Tini saat kelas 8, lucunya bukannya enak malah satu kelas nggak mau makan. Hal itu membuat tekad Gua menyala untuk belajar memasak selama beberapa bulan hingga sekarang masakan Gua bisa menyaingi Ibu.

"lana, apa perlu gua bantu?"ucap Erin menawarkan diri pada Gua tapi, Gua tau orang ini sama hal nya kayak Gua dulu

"ah nggak usah repot-repon rin, duduk aja disana tolong jagain pintu bilang kalo osis pakai ruangan ini ya"ucap Gua memberikan intruksi pada Erin agar menjaga pintu supaya siapapun yang masuk nggak ganggu.

Erin mengangguk lalu keluar untuk meliha situasi, Gua melihat Yura dan Mella nampak akrab sampai bercanda. Gua bersyukur ia bisa melupakan apa yang ia alami sementara, Tawa ceria mereka membuat suasana hati Gua semakin membaik. Selama ini Gua tau Mella adalah teman yang menemani Gua dari awal semester hingga sampai akhir.

Saat ini Gua berada di dapur belakang, berbatas dengan plastik anti transparan, mereka tak bisa melihat apa yang Gua lakuin di dapur. Dalam kesendirian dan kesunyian ini hanya ada irama musik favorite Gua yang sering di putar saat Gua lagi sendirian. Gua merasa dunia ini milik Gua dan Gua adalah orang yang paling berkuasa dalam imajinasi yang tak ada habisnya.

Aroma masakan serta suara dentingan spatula yang bergesek dengan wajan membuat antensi Yura dan Mella teralih, mereka memejamkan mata lalu menghirup aroma masakan Gua dengan hikmat. Gua dari cela pembatas bisa melihat jelas raut wajah mereka yang nampak seperti orang kelaparan.

"makanan sudah jadi~ eh Yur panggilin Erin dong tolong"ucap Gua sambil menaruh piring yang berisi nasi goreng dan bubur telur kesukaan Erin tak lupa ada telur dadar untuk lauk nasi goreng.

"siap kapten!"ucap Yura lalu berlalu cepat keluar pintu sambil berteriak "ERINNNN" sampai-sampai Gua dan Mella menutup telinga karna suaranya yang sangat menusuk telinga.

Gua sekilas dapat mendengar suara Erin yang memarahi Yura, Gua tanpa sadar tersenyum mengingat hal ini seperti pada saat TK, Yura sering kali mengambil coklat milik Erin sampai Erin sendiri harus menyimpan ketat camilan miliknya. Mengingat hal ini Gua jadi berasa nostalgia.

Setelah itu mereka masuk lalu Gua bisa melihat Yura yang nampak membujuk Erin yang masih marah dengannya namun, pandangan Erin tertuju ke mangkuk berisi bubur telur kesukaannya, seketika marahnya itu menghilang seperti di tellan bumi. Ia duduk lalu memakan bubur tersebut dengan lahap di ikuti Yura yang mengambil telur dadar yang Gua sempat potong tiga. Mella yang awalnya malu-malu, ketika ia mencoba masakan Gua, rasa malunya itu juga ikut hilang.

"asik bener makan nggak ngajak gua ya, hmph"ucap Ghina yang masuk tak lama dari kami yang asik makan, ia kemudian duduk du sebelah Gua lalu ia membuka mulutnya mengisyaratkan minta di suap. Gua terkekeh melihat tingkahnya ini, jujur aja selama kenal dia Gua baru tau kalo dia sebenarnya manjanya nggak kalah sama Erin. Tanpa ragu Gua menyuapi Ghina yang langsung di lahapnya sampai habis tak tersisa.

Ghina adalah ketua di sanggar seni tari, ia di segani karna bakatnya yang menjuarai seni tari hingga tingkat provinsi, dia juga adalah seorang balerina, sejak kecil sudah mengenal seni tari. Tak hanya itu ia juga bisa menyanyi meskipun ia kurang berbakat di bagian alat musik, suaranya tak kalah dengan Yura.

"dah kelar persiapan lo ghin?"ucap Erin bertanya perihal persiapan yang akhir-akhir ini bikin dia sibuk

"iya rin baru aja selesai sulit banget ngatur anak baru"ucap Ghina mengeluh perihal adik kelasnya yang akhir-akhir ini sulit di atur

"biasa itu mereka emang perlu di kerasin, kalo di manja terus-terusan nggak bakal bertanggung jawab"ucap Erin santai baginya ini adalah hal biasa.

"buset lagi makan nggak ngajak kami ya?"ucap Edward yang entah dari mana sudah masuk, tak hanya ia ada Max, Delvano dan juga Alvin. Keempat orang ini sangat populer di sekolah, terutama Delvano dan Max, mungkin karna wajah mereka yang berbeda dengan orang nusantara pada umumnya membuat mereka menonjol di sekolah.

Max tanpa basa basi ia duduk di sebelah Gua lalu mengambil sendok kemudian memakan sesuap nasi goreng dari sendok bekas mulut Gua. Hal ini membuat seisi ruangan shok terutama Yura yang ngerti akan hal ini, ia tersenyum lalu memprovokasi Delvano agar bersikap proaktif seperti Max. Terjadilah perang sendok yang membuat suasana makan semakin berwarna.

***

Keesokan harinya SMP 33 palembang sudah siap mengadakan pentas seni, panggung megah dengan speaker di sisi kiri dan kanan dan aula panggung yang luas membuat acara ini semakin terlihat mewah meski persiapannya sederhana. mikrofon berada di tengah panggung serta ada beberapa alat musik yang tertata rapi di belakang panggung, luas lapangan SMP 33 ini sangat lah luas sehingga panggung yang kelihatan besar ini hanya seukuran semut saja.

Gua datang lebih awal untuk melihat anak-anak sanggar yang sibuk menata dan meletakan beberapa karya, baik itu berupa patung maupun lukisan, Gua hanya siswi biasa jadi hanya melihat mereka tanpa membantu karna ini bukan urusan Gua. Gua melihat Erin yang mengambil komando acara ia naik keatas panggung lalu mengecek sound kemudian memberikan isyarat jempol pada para kru editor.

Tak terasa waktu semakin dekat, para tamu datang berhamburan mereka penasaran acara lomba berkedok pentas ini akan seheboh apa. Berbagai pihak dari SMA maupun para orang tua murid duduk di kursi yang di sediakan, kalau di hitung tamu yang datang ada sekitar 2-5 ribu orang. Itu tidak termasuk pihak perwakilan antar sekolah yang hadir.

Lukisan Gua yang di taruh sengaja di pojok dekat dengan sanggar seni lukis agar ketika mereka ingin ke memasuki sanggar mereka harus melewati sanggar seni lukis terlebih dahulu. Ini berka Erin yang memberikan fasilitas yang memadai untuk sanggar seni lukis, soal siapa Gua disini, hanya orang iseng yang sering ke sanggar ini. Ketuanya Gua kenal dekat ia Utari anak osis sekaligus orang terdekat Erin.

"cek hallo cek satu dua tiga"ucap Erin mengetes kembali mikrofon, lalu mempersilahkan kepala sekolah SMP 33 untuk memberikan sambutan, setelah sambutan Erin naik ke panggung lalu memberikan kata sambutannya untuk para tamu hadirin. acara di mulai dengan kelompok Ghina yang menampilkan Tarian Gending Sriwijaya guna menyambut para tamu dengan megah. Penampilan Ghina kali ini sungguh menawan, Gua melihat kak Kaylo yang nampak tak berkedip menatapnya, Gua punya firasat akan ada benih cinta antara mereka berdua, Erin sendiri dulunya adalah ketua Ekskul Teater, meskipu ia ketua osis sekalipun tanggung jawabnya di sanggar teater tetap ia lakukan, setelah penampilan Ghina yang menawan akhirnya giliran Erin dan para anggota sanggar teater, menampilkan cerita rakyat yaitu kisah cinta pulau kemaro.

Gua salut dengan akting Erin yang luar biasa ini, ia berperan sebagai siti fatima, sedangkan ketua sanggar teater sebagai Tan bun an, kisah cinta ini jujur aja Gua udah muak dengarnya dari Ibu tapi, ini adalah cerita favoritenya jadi Gua menyimaknya meski tau akhir cerita tapi melihat akting Erin, cerita ini terasa seru untuk di saksikan. Tak lama setelah itu giliran para peserta lomba musik, mulai dari SMP 19, SMP Tunas Bangsa hingga perwakilan SMP binus jaya namun perhatian Gua teralih pada suatu orang yang familiar

"eh kapan kamu sampe kok nggak ngabarin!"

nyahoo sampai sini dulu semoga kalian suka cerita aku, sampai jumpa di bab selanjutnya see you MUACH

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!