NovelToon NovelToon
Tertawan Pesona Ibu Susu Bayaran

Tertawan Pesona Ibu Susu Bayaran

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu susu / Nikah Kontrak / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:7.5k
Nilai: 5
Nama Author: Hernn Khrnsa

Dalam satu waktu, Giana kehilangan dua hal paling berharga dalam hidupnya. Bayi yang ia nantikan sejak lama, dan suami yang memilih pergi saat ia sangat rapuh. Di tengah duka yang belum sembuh, satu-satunya penghiburnya hanyalah suara tangis bayi yang baru lahir.

Namun, takdir justru mempertemukannya dengan Cameron Rutherford, presdir kaya dan dingin yang tengah mencari ibu susu untuk keponakannya yang baru lahir. Sebuah kontrak pun disepakati. Giana mendadak jadi Ibu susu bagi keponakan sang presdir.

Awalnya, semua berjalan seperti biasa. Giana melakukan tugasnya dengan baik. Tetapi kemudian, semuanya berubah saat Cameron merasa terpesona oleh ibu susu keponakannya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hernn Khrnsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26

Pagi itu, suasana di panti asuhan berjalan seperti biasa. Anak-anak bermain di halaman dengan riang, sementara para pengasuh sibuk dengan aktivitas mereka masing-masing. Di dapur sederhana, Giana membantu menyiapkan makanan sambil sesekali melirik ke arah Cayden yang tertidur tenang di dalam buaian.

Ketukan di pintu depan membuat suasana sedikit berubah. Salah satu pengurus panti segera membukanya, dan tak lama kemudian seorang pria dengan penampilan rapi melangkah masuk. Wajahnya tenang, tetapi tatapannya menyiratkan keseriusan yang tidak biasa.

Begitu melihatnya, Giana sontak membeku. Jantungnya berdegup lebih cepat. Secara refleks, ia segera menghampiri Cayden dan menggendongnya, seolah ingin melindungi bayi itu dari kemungkinan apa pun.

Abraham mendekat dengan sikap tenang. “Nona Giana,” sapanya sopan.

Giana menatapnya dengan waspada. “Untuk apa Anda datang ke sini?”

“Saya datang untuk menjemput Anda dan bayi itu,” jawab Abraham tanpa berbelit.

Giana langsung menggeleng cepat. “Tidak. Saya tidak akan ikut. Kemana Tuan Cameron?” tanyanya tegas, meskipun terselip getaran yang tidak bisa ia sembunyikan.

“Saya tidak akan kembali ke rumah itu,” lanjutnya. “Saya tidak ingin diusir lagi.”

Abraham tidak langsung menjawab. Ia tampak memahami ketakutan yang tersirat dalam ucapan Giana. Setelah beberapa saat, ia berkata dengan tenang, “Anda tidak akan kembali ke sana.”

Giana mengernyit, bingung. “Apa maksud Anda?”

“Anda dan bayi itu akan dibawa ke tempat lain. Tempat yang lebih aman,” jelas Abraham. “Tuan Cameron sudah menyiapkannya.”

Giana terdiam, mencoba mencerna ucapan itu. “Kenapa?” tanyanya pelan.

Abraham menarik napas singkat. “Karena situasinya belum memungkinkan. Tuan Cameron sedang berusaha mengendalikan keadaan. Sampai semuanya aman, Anda tidak bisa terlihat berada di rumah utama. Maka dari itu, saya mohon ikut dengan saya, Anda tidak bisa membiarkan Tuan Muda tinggal di sini.”

Giana menatap Cayden dalam pelukannya. Bayi itu tampak tenang, seolah tidak mengetahui betapa rumitnya dunia yang mengelilinginya.

“Tapi, dia akan baik-baik saja, kan?” tanyanya lirih.

Abraham mengangguk tegas. “Selama Anda bersama saya, tidak ada yang akan berani menyentuhnya. Saya bisa menjamin bahwa Anda dan Tuan Muda akan aman.”

Hening sejenak menyelimuti mereka. Giana memejamkan mata sejenak, menimbang pilihan yang sebenarnya tidak banyak. Pada akhirnya, ia mengangguk pelan.

“Baiklah,” ucapnya dengan helaan napas.

Abraham memberi isyarat kepada stafnya untuk membantu membereskan barang-barang Giana. Tidak banyak yang ia miliki, hanya beberapa pakaian sederhana dan kebutuhan bayi.

Tak lama kemudian, mereka pun bersiap pergi. Saat melangkah keluar dari panti asuhan, Giana menoleh sekilas ke belakang. Tempat itu sederhana, tetapi telah memberinya perlindungan di saat ia tidak memiliki apa-apa. Kini, ia kembali harus pergi menuju sesuatu yang belum ia ketahui.

***

Di London, suasana di dalam rumah keluarga Rutherford terasa jauh lebih tegang. Cameron baru saja menyelesaikan pertemuan keluarga ketika Bianca menarik lengannya dan membawanya ke dalam kamar pribadinya. Pintu ditutup dengan cepat, menyisakan keheningan yang terasa berat di antara mereka.

“Apa yang sebenarnya terjadi denganmu?” tanya Bianca tanpa basa-basi. Nada suaranya tidak lagi sekadar dingin, melainkan dipenuhi kecurigaan yang sulit disembunyikan.

“Kau seharusnya fokus pada pertunanganmu dengan Regina,” lanjutnya. “Bukan sibuk mengurusi pelayan itu dan bayinya.”

Cameron menatap ibunya dalam diam. Untuk beberapa saat, ia tidak mengatakan apa pun. Namun kali ini, ia tidak memilih untuk menghindar.

“Ini bukan hanya tentang Giana, Bu,” ucap Cameron akhirnya.

Bianca mengernyit. “Lalu tentang apa?”

Cameron menarik napas dalam, lalu menatap ibunya dengan lebih serius. “Yang sangat aku khawatirkan adalah keadaan Cayden,” katanya tegas. “Semenjak Ibu mengusirnya pergi, aku tidak tahu bagaimana nasib keponakanku.”

Bianca semakin bingung. “A-apa maksudmu? Keponakanmu?”

Cameron tidak mengalihkan pandangannya dari sang ibu. “Dia bukan anak orang lain, Bu. Dia adalah cucu Ibu. Cucu kandung Ibu, ahli waris yang sah keluarga Rutherford.”

“Apa maksudmu, Cameo? Ibu … Ibu tidak mengerti, katakan dengan lebih jelas,” desak Bianca masih berusaha memahami ucapan Camero.

Dan saat itulah Cameron mengungkapkan kebenarannya.

“Aku tak akan mengulanginya lagi, Bu. Cayden adalah cucumu,” ucapnya pelan. “Putra dari Kak Cassandra.”

Ruangan itu seketika terasa sunyi. Bianca membeku di tempatnya. Matanya melebar, seolah tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.

“Itu … tidak mungkin,” gumamnya. “Cassandra? Cassandra sudah menikah dan memiliki anak? Kenapa … Kenapa Ibu tidak pernah tahu? Kau menyembunyikan fakta sebesar itu dari Ibu, Cameo?”

Namun Cameron tetap menatapnya, tidak memberi ruang untuk menyangkal. Ia kemudian menjelaskan semuanya, tentang kehamilan Cassandra, tentang insiden yang terjadi, serta alasan mengapa bayi itu harus disembunyikan dan dilindungi. Setiap kata yang keluar dari mulut Cameron terasa seperti beban yang akhirnya dilepaskan.

Sementara itu, Bianca perlahan kehilangan pijakan. Tubuhnya melemah hingga akhirnya ia terduduk di tepi ranjang. Tangannya gemetar, dan pikirannya dipenuhi berbagai kemungkinan yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.

“Aku mengusirnya,” bisiknya pelan. “Aku mengusir cucuku sendiri.”

Penyesalan mulai memenuhi wajahnya. Namun Cameron segera berbicara lagi, menghentikan perasaan itu sebelum berkembang lebih jauh.

“Ayah tidak boleh tahu hal ini, Bu,” ucapnya tegas. “Ayah sudah cukup kecewa dengan keputusan Kakak, jika Ayah sampai tahu hal ini, entah apa yang bisa dia lakukan pada Kak Cassie.”

Bianca menoleh cepat. Tatapannya kali ini jauh lebih serius. “Kau benar, jika Ayah tahu, semuanya akan menjadi lebih buruk,” lanjutnya. “Bukan hanya untuk Cayden, tetapi juga untuk Cassandra.”

Michael bukan seseorang yang akan menerima hal seperti itu dengan mudah. Jika rahasia ini terbongkar, konsekuensinya bisa jauh lebih besar dari yang mereka bayangkan. Bianca menunduk, merasa untuk pertama kalinya benar-benar kehilangan kendali.

Dan untuk pertama kalinya pula, ia menyadari bahwa kesalahan yang telah ia lakukan bisa mengubah segalanya.

“Apakah … apakah sekarang Cayden sudah ditemukan? Ini salah Ibu, Ibu seharusnya tidak mengusirnya,” gumam Bianca lirih. “Ya Tuhan, apa yang sudah kulakukan?”

1
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Berarti kamu aman Giana 🤭
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
modus 🤭
awesome moment
menghilang bersama. keknya lbh keren. bikin smua blingsatan. tp...ttp mengendalikan sumber uang. regina pasti menggila. bianca antara cemas, lega dan kangen. ayah cameron tiba2 dpt boom dri bianca. bhw cameron melindungi anak cassie. ato...munculkan asal usul giana. yg...sdh pasti tdk bisa diabaikan. kn keren tu.
HK: Kak, thank u km sudah memberiku ide 🥺👏👏👏
total 1 replies
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Semoga kamu ketahuan selingkuh Regina 😏
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
mungkin dikira Cameron itu ayahnya 🤭
awesome moment
😄😄😄buka kaki lebar2 y, Regina. service hra paripurna utk hasil yg memuaskan
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Wah hatimu sudah berpaling 🤣
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
bersabarlah Giana 🤭
awesome moment
kapan cameron akan memilih cay dan giana. regina makin arogan
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Dasar ulat bulu 😏
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Kamu merindukan mereka 🤭
awesome moment
yg ptg Giana dan Cay, aman dlu. buat bianca tersiksa rasa bersalah. tp...jgn smp bocor ke regina
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Ibu harus minta maaf pada Giana 😒
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
sekarang cari lg Cayden 🤭
awesome moment
akhirnya...cay dan giana aman.
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Ayo pulang Cameron 🤭
elief
cameron harus nya lebih tegas, batalin aja pertunangannya thor. jadi gemes ih
awesome moment
nha kn bener. kasihan cay. ditolak ibunya. pamannya jg g bisa melindungi. biarkan giana dan cay menghilang lg j. g ush ketemu cameron. buat p? g guna. klo toch ketemu jg g bakalan bisa melindungi. cameron akan ttp tunduk ke keingan kelg. menghilamg lagi lah. giana dan cay. hidup berdua dgn nyaman meski g berlimpah. jgn smp jd korban plin plannya cameron. pergi yg jauh. klo perlu...g ush kembali.
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
betul 🤭
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Wah sembarangan nih 😤
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!