NovelToon NovelToon
CEO Itu Ayahku

CEO Itu Ayahku

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Single Mom
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: T Moel

Perjuangan seorang anak yang lahir dari sebuah kesalahan, Prayoga berusaha sekuat tenaga untuk membahagiakan ibunya, Rania yang berjuang seorang diri untuk membuat putranya di akui oleh dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon T Moel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu kembali.

Ryan sangat terkejut saat melihat Rania untuk pertama kalinya sejak malam naas itu.

"Nona Rania.... " sapa Ryan.

Rania dan juga kedua wanita itu melihat ke arah Ryan yang sedang memperhatikan Rania.

"Tuan Ryan. "

"Apa nona akan bertemu dengan tuan Leon? " tanya Ryan dengan hormat.

"Iya, tapi mereka tidak memberi tahukan dimana ruang tuan Leon berada. "

Ryan menatap kedua wanita yang tadi tidak mengijinkan Rania untuk bertemu Leon. Keduanya tampak menunduk takut kemarahan tuan Ryan yang sama dengan kemarahan Tuan Leon.

"Mari nona saya antarkan anda. " ucapan Ryan.

Kemudian Ryan mengantarkan Rania menuju lift khusus eksekutif perusahaan. Namun sebelum nya Ryan meminta kedua wanita tersebut untuk menghadap HRD.

"Kalian sekarang jadi ga menghadap HRD,, karena kalian tidak menghormati calon istri tuan Leon." Kemudian Ryan pergi menyusul Rania yang baru sampai di depan lift.

Ryan membawa Rania dan Naila ke pantai tempat ruangan CEO berada. Beberapa saat kemudian lift terbuka, kemudian mengantarkan Rania ke ruangan Leon.

Sekretaris Leon sedang duduk mengerjakan tugas nya langsung berdiri mengetahui Ryan datang

Ryan mempersilahkan Rania untuk masuk ke dalam ruangan Leon yang sebelumnya di ketuk terlebih dahulu.

"Masuk." Suara dari dalam ruangan.

"Tuan, ada nona Rania dan nona muda Naila ingin bertemu dengan anda. "

Leon yang sedang serius dengan layar laptopnya, segera mengangkat wajahnya, rasanya sangat tidak percaya jika Rania saat ini ada di hadapan nya.

Rania menunduk saat mata Leon menatap nya tanpa berkedip, sedangkan Naila hanya tersenyum melihat papah nya yang sedang memandang mamahnya.

"Ka kamu Ra Rania? " Leon sangat tidak percaya jika yang ada di hadapan nya saat ini adalah Rania wanita yang beberapa tahun lalu pernah di lukai oleh dirinya.

"Tuan, maaf kan saya, jika kedatangan saya kemari mengganggu aktivitas tuan hingga pekerjaan tuan terbengkalai. " ucao Rania dengan nada bersalah sambil menunduk.

"Oh tidak tidak kamu sama sekali tidak mengganggu pekerjaan ku, silakan duduk. " Leon mempersilakan Rania untuk duduk di sofa.Leon kemudian bangkit dan berjalan menghampiri Rania yang sudah duduk di sofa.

Bagaimana dengan Naila?

Jangan di tanya bagaimana Naila, gadis kecil itu berlari menghampiri Leon yang sedang berdiri kemudahan meminta nya untuk menggendong dirinya.

"Papah, ila kangen. "

"Papah juga kangen sayang, ini kenapa belum ganti seragam sekolah nya.?

Dan Leon pun dengan segera menggendong Naila, hingga membuat Rania yang melihatnya merasa heran dengan interaksi antara Naila dan Leon, secara mereka baru bertemu hari ini, sehingga membuat Rania bertanya tanya apa yang sudah terjadi, apakah tuan Aditama sudah memberitahukan tentang keberadaan kedua anaknya.

" Maaf sebelumnya, saya ke sini sangat tiba tiba, dan mungkin anda terkejut, namun saat ini saya merendahkan diri untuk meminta tolong pada anda tuan. " Suara Rania bergelar.

"Minta tolong, minta tolong apa, kamu butuh uang? " Leon berpikir mungkin Rania memiliki masalah keuangan.

"Tidak tuan, saya membutuhkan tuan untuk menolong putra saya, dan putra anda juga. "

"Putra ku? "

"Ya tuan. "

"Maksud kamu Zidan? "

"Tuan sudah mengetahui tentang Zidan dan mengapa Naila begitu akrab dengan anda, apa yang sudah terjadi dengan kedua anakku? " Rania merasa terkejut.

"Nanti saja saya jelaskan, sekarang kamu minta tolong apa untuk menolong Zidan? "

"Zidan sakit leukemia. " Jawab Rania dengan susah payah.

"Apa, Zidan sakit leukemia? " Leon sangat terkejut mengetahui Zidan sakit leukemia.

"Kapan kamu tahu Zidan sakit leukemia? " Leon merasa dunianya hancur, mendengar putra nya sakit yang menakutkan, karena tidak banyak yang sakit leukemia akan sembuh.

"Saat sekolah tadi, tiba tiba saja Zidan pingsan saat akan di jemput oleh ibu. Dokter menyarankan agar Zidan melakukan dinit sum sum tukang belakang, saya minta tolong agar tuan mau mendonorkan sum sum tukang belakang tuan untuk kesembuhan Zidan, saya akan melakukan apa saja yang penting Zidan bisa sembuh. " Rania menangis

Naila menyenderkan kepala nya di bahu papanya, Naila ikut menangis karena tahu Zidan sedang tidak baik baik saja .

"Tanpa meminta pun, saya akan mendonorkan sum sun tulang belakang saya untuk kesembuhan putraku. "

Rania mengangkat wajahnya, senyum terbit dari bibir nya yang pucat karena keadaan yang membuatnya harus menangis.

"Ryan, kamu handle semua pekerjaan saya hari ini, kemudian reschedule semua jadwal meeting hari ini. " Perintah Leon

"Baik tuan, saya akan menghandle semua pekerjaan, anda fokus saja dengan pengobatan Zidan. " ujar Ryan.

"Terima kasih. Kamu memang bisa di andalkan. "

Leon seketika berdiri dengan masih menggedong Naila, Leon mendekati Rania agar berdiri dan berangkat ke rumah sakit secepatnya. Tanpa menunda waktu, Leon segera keluar dari ruangan nya dengan tangannya yang setia menggenggam tangan Rania, hingga sekretaris nya melongo karena selama dirinya bekerja dengan Leon tidak pernah memperlihatkan kemesraan dengan wanita manapun.

Walaupun pernah bertunangan dengan Stela namun Leon tidak pernah terlihat mesra dengan Stela dan terkesan tidak menyukai berdekatan dengan Stela.

Leon masuk ke dalam lift, keduanya masih tetap berdiam diri, berkutat dengan pikiran nya masing masing. Hingga akhirnya pintu lift terbuka, ada beberapa karyawan yang memang sedang masuk jam makan siang.

Karyawan yang sudah lama ikut Leon merasa sangat heran karena selama ini tidak dai pernah melihat Leon memegang tangan Rania yang satu lagi menggendong Naila.

"Gila, tuan Leon sudah punya pacar satu paket lagi, kenapa tuan Leon tidak melirik gue, secara gue lebih cantik dari tu perempuan. " ucapan salah seorang karyawan yang sudah lama mengidolakan bossnya.

"Kalau bener itu perempuan calon istri nya bos, sudah pasti akan ada atau Hat berjamaah. " ujar salah seorang karyawan yang menang sudah sangat lama mengidolakan bos nya.

"Iya bener, patah hati berjamaah jangan datang dulu dong, aku belum siap. " ujar yang lainnya.

"Ekhem... "

Semua orang berhenti berbicara, karena semuanya hafal dengan suara deheman itu. Tanpa banyak bicara lagi, semua karyawan yang sedang bergosip lari terbirit birit takut terkena SP seperti bagian resepsionis yang sudah terjadi pagi tadi.

"Kenapa sih, smeua karyawan di sini senang sekali dengan gosip, si bos lagi yang mereka gosip kan. " Ryan hanya menggeleng kepala.

Melihat bosnya sudah pergi menggunakan mobil, Ryan kembali ke lantai atas. Namun Ruan tidak langsung bie ruangannya namun namun mampir dulu ke bagian HRD untuk urusan dengan resepsionis pagi tadi yang sudah lancang dengan Rania.

Sampai di depan ruangan HRD, Ryan mengetuk pintu terlebih dahulu, walaupun dirinya orang nomer dua di perusahaan tersebut, namun Ryan tidak semena masuk ruangan orang lain dengan seenaknya saja.

"Masuk." suara dari dalam.

Ryan masuk ke dalam ruangan HRD, pak Bimo yang sedang duduk di mejanya segera bangkit dari duduk nya.

"Tuan Ryan, seharusnya saya yang mendatangi anda, bukan anda yang datang ke ruangan saya. " ucao pak Bimo

"Tidak apa apa, kebetulan saya baru drai bawah mengantarkan tuan Leon mengantarkan calon istrinya. " ucap Ryan.

Pak Bimo hanya mengangguk saja, berarti benar gosip yang beredar hati ini kalau tuan Leon berjalan di lobi kantor dengan seorang wanita dan juga menggendong anak kecil.

"Bagaimana dengan mereka pak Bimo, apa pak Bimo sudah mengambil keputusan.? " Tanya Ruan Ryan yang menunjuk ke dia resepsionis yang sedari tadi menunduk.

"Saya menunggu keputusan dari anda tuan, karena bagaimana semuanya harus dengan persetujuan anda.. " ucapan pak Bimo karena tidak ingin salah langkah .

"Kalau begitu, pecat mereka, dan blacklist mereka agar tidak ada satupun perusahaan yang akan menerima mereka bekerja. " perintah Ryan.

"Ampun tuan, saya mohon maaf,, saya tidak bermaksud apa apa dengan nona con istri tuan Leon. Ampuni kami tuan. " keduanya bersimpuh di lantai memohon agar tidak dihormati, karena jika mereka di pecat, bagaimana dengan cicilan mobil dan hutang yang mereka miliki.

"Saya sudah tidak ada toleransi terhadap kalian, karena dengan kejadian ini, semunya terkuak kalau kalian suka memandang rendah orang yang datang ke kantor ini. Dan semua tebukti dari CCTV.

Keduanya sudah tidak berdaya, memi ta ampun sampai menangis darah lunak rasanya sangat mustahil karena tuan Ryan sama tegas nya dengan tuan Leon.

Kembali ke Leon yang saat ini masih berada di jalan raya menuju ke rumah sakit Persada tempat Zidan di rawat, perjalanan yang seharusnya empat puluh lima menit, Leon memangkas nya menjadi dua puluh lima menit.

Leon mengendarai mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata karena ingin segera sampai di rumah sakit. Rania yang ketakutan dengan kecepatan mobil yang di kendaraai Leon.

Seadangkan Naila yang duduk di pangkuan Leon tidak rasa takut sekalipun. Mobil sampai di parkiran rumah sakit, Rania yang masih shock karena kecepatan mobil, masih tidak bisa beranjak dari duduknya. Leon yang menyasari hal itu segera menggenggam tangan Rania untuk menyalurkan ke damai an.

" Maafkan aku, tadi aku menyetir dengan cepat karena ingin cepat cepat sampai di rumah sakit untuk segera melihat putraku. " Leon merasa bersalahnya

"Tidak apa apa tuan, maaf kan say juga karena saya masih shock. " ucap Rania.

"Mamah ayo kita turun, kita sudah sampai di rumah sakit, ila ingin cepat lihat Zidan. " Naila terlihat khawatir.

"Oh iya sayang ayo kita keluar. " ajak Rania.

Leon yang sudah keluar lebih dahulu dari Rania mencoba untuk menolong Rania keliatan dari mobil, Leon khawatir jika Rania masih belum seimbang berdirinya.

Rania yang masih kaku dengan sentuhan Leon, dirinya merasa ada sesuatu getaran yang entah apa artinya, Tangan Leon yang dingin terasa membuat badannya merinding.

Leon yang melihat perubahan tersebut hanya terseyum tipis, andai saja Rania tahu apa yang saat ini di rasakan nya mungkin Rania akan menertawakan nya.

"Ayo papah kiya ke atas Zidan pasti ingin cepat ketemu papah. " Naila menghentikan situasi menegangkan di antara mereka berdua.

"Oya iya sayang, kita cepat ke atas melihat kondisi kakak kamu. " ucao Leo gelagapan.

Rania pun merasa sambat canggung dengan situasi yang membuatnya serba salah. Nasib baik Naila menyelamatkan dirinya dari situasi yang membuatnya canggung.

Ketiga nya berjalan menuju lobby rumah sakit, kemudian naik lift ke pantai lima tempat Zidan di rawat inap. Keadaan di dalam lift tampak hening, ke duanya memilih diam.

Sampai di lantai yang di tuju, Rania segera keluar dari lift karena ingin segera terlepas dari ketegangan yang sedang di rasakan nya saat ini.

Rania berjalan lebih dulu dari Leon, sampai di depan kamar rawat inap Zidan, Rania mengetuk pintu. Pintu terbuka, bu Arini yang melihat kalau Leon sudah berada di sana kemudian mundur ke belakang memberi kesempatan pada Leon untuk melihat putranya yang sedang terbalik lemah fi atas tempat tidurnya.

"Zidan dari tadi tidur terus? " tanya Leon.

"Tadi bangun sebentar bertanya di mana mamahnya, setelah itu tidur lagi. " jawab bu Arini.

Leon duduk di pinggir tempat tidur melihat wajah pucat putranya. Hatinya merasa terlaris melihat belahan jiwanya harus terbaring lemah.

Leon baru dua kali bertemu dengan Zidan, karena memang Zidan seperti dirinya yang tidak suka banyak bicara tidak seperti Naila yang cerewet merayu kakeknya untuk ikut ke kantor nya. hanya untuk bertemu dengan Leon.

"Ibu sudah makan? " tanya Rania yang bari menyadari kalau waktu saat ini sudah menunjukkan pukul dua siang.

"Belum, ibu tidak berani meninggalkan Zidan seorang diri. Ibu sangat khawatir jika ibu keluar kamar, Zidan akan menangis karena tidak ada siapa siapa. "

Leon yang mendengar perbincangan bu Arini dan Rania dengan sigap memesan makanan yang banyak karena dirinya pun memang belum makan siang.

"Maaf bu saya lancang memerankan makanan untuk kita makan, karena saya juga sudah melewatkan jam makan siang. " ucai Leon yang tidak enak hati.

"Tidak apa apa nak, ibu justru berterima kasih karena nak Leon memesankan makanan untuk kita semua. " ucao Bu Arini.

"Tidak apa apa bu, sayang kemari nak gendong papah ya. " Leon memanggil Naila untuk duduk di pangkuan nya.

Bu Arini yang baru saja menyadari kalau Naila tampak sangat dengan Leon, pikirnya bertanya tanya apa yang sudah terjadi. Ingin rasanya bertanya pada Rania, namun situasi nya sangat tidak memungkinkan karena Leon masih berada di dalam ruangan tersebut.

Tidak betapa lama, makanan yang di pesan pun datang, bu Arini segera menyiapkan makanan di atas meja, Leon memesan anak sekali makanan, terus tama makanan yang sangat di sukai Naila.

"Ayo semuanya makan, nak Leo duduknya bisa pindah ke sebelah sini. " tunjuk bu Arini.

"ila makannya sendiri ya, jangan merepotkan papah. " ujar Ranai

"Iya mah. " jawab Naila dengan lesu.

Melihat perubahan wajah putri nya, Leon tidak mau putrinya nya bersedih hanya karena di larang untuk merepotkan dirinya.

"Sini sayang makannya sama papah, tapi Naila makan sendiri ga apa apa kan? " tanya Lon.

"Tidak apa apa pah, ila bisa sendiri kok. Ila sudah biasa makan sendiri ga di bantuin mamah. " Jawab Naila jujur.

Leon merasa bangga dengan cara didik Rania dengan anaknya, Leo sangat berharap kalau Rania bersedia untuk bersatu dengan dirinya.

Semuanya makan dalam hening, hanya suara sendok saja.

...****************...

1
tia
dobel up thor
tia
dobel update thor
Nadia salma: Besok othor usahakan double up
total 1 replies
tia
lanjut thor
tia
cepat satukan thor kembar sama papa nya
Nadia salma: ada lika liku dulu kak, biar ada gregetnya
total 1 replies
tia
tambah lagi Thor 🫢,,suka cerita ny
Nadia salma: siap kak...
total 1 replies
tia
update yg banyak lah thor
Nadia salma: akan saya usahakan kak, karena saya sambil kerja membagi waktu. Terima kasih sudah menyukai karya saya.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!