NovelToon NovelToon
SELAMATKAN AKU

SELAMATKAN AKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Romantis / Selingkuh / Cintamanis / Pengantin Pengganti / Nikah Kontrak
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: Gurania Zee

Acara perayaan ulang tahun Rachel, Sang Keponakan yang berusia empat tahun, keponakan dari si kembar Seza dan Sazi. Yang seharusnya menjadi hari paling menyenangkan dan membuat happy semua orang tapi tidak untuk Sazi adik dari Seza. Dunianya seolah runtuh karena tragedi tenggelam saat itu.
Antara hidup dan mati yang ia rasakan saat itu, keduanya tenggelam bersamaan. Namun cara diselamatkan oleh kedua pria berbeda usia itu yang jauh berbeda juga dari adegan romantis seperti drama film pada umumnya. hal itu yang dirasakan oleh Sazi adik dari Seza.
jika Seza ditolong dengan cara digendong ala bridal seperti ala drama romantis, tapi berbwda dengan pria ngeselin yang bikin kesal Sazi sepanjang sejarah ia baru ditolong dengan cara menyebalkan yaitu dengan cara dijambak dan diseret.
dan yang lebih memalukan lagi sazi hampir saja diberi nafas buatan oleh pria itu. namun saat bibir itu sudah mulai mendekat ia langsung memaksakan diri untuk sadar. dari situ ia sadar akan satu hal, apa itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gurania Zee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 26

Setelah bermunculan kabar di beranda, tak ada lelah Fadli menscroll lagi dan lagi, sebelum ia menginjakkan langkah kakinya menuju pesawat yang akan ia naikki saat itu.

Memakai jaket modis berwarna hijau toska, dipadu padankan dengan kaos berwarna putih dan celana pendek berkantung, dilengkapi style kaca mata dan juga sepatu sporty yang membuat auranya semakin membuat siapapun terpana akan ketampanannya.

Fadli menatap layar ponselnya lebih lama dari yang seharusnya, jari jemarinya menari lalu menggantung diudara tak jadi menggeser layar saat melihat di titik ketiga kalinya ia membelalakkan kedua netranya saat melihat video viral tersebut.

"Anjir itu si Sazi bini gue sama si dewa ngapain mereka jalan bareng?." rahangnya mengeras ketika ia kembali memastikan wajah istrinya tersebut.

Sazi yang sedang berdiri cukup tenang bersama Sadewa, yang tak lama mereka mengabaikan Ayu Qibtia begitu santainya namun nampak terlihat risih oleh kelakuan ayu saat itu.

terlihat Sadewa menarik tangannya lalu dengan reflek merangkul pundak Sazi seolah menjadi pahlawan untuk melindungi istrinya itu dan mereka jalan bersama, disitulah yang membuat Fadli begitu tidak nyaman.

Hingga ia menutup ponselnya dengan kasar. mengingat Sadewa yang berdiri terlalu dekat, dan Sazi yang begitu ceria saat bersama sepupunya itu.

Fadli benar benar tak suka dan tak terima. Dadanya naik turun, rasa lelahnya seolah tertutup oleh sesuatu yang mulai mendidih.

"Baru juga gue tinggal sebentar." ucap Fadli mencebik kesal. Namun kalimat itu menggantung, bahkan dirinya pun menyadari jika dirinya tak memiliki hak penuh untuk marah pad istrinya itu.

Meski sejatinya ia adalah suami istri seolah itu hanyalah iktatan perjanjian diatas kertas tanpa membawa perasaan didalamnya. "Kenapa gue yang jadi kepikiran terus sih,..."

Di Bandung suasana yang begitu kontras, Sazi masih saja bisa tertawa kecil kadang juga terbahak jika ada yang lucunya kelewat. keduanya tangannya masih sibuk membuka bungkusan bersama Sadewa namun Sadewa malah sibuk mengunyah terus tinggal Sazi yang sibuk mengerjakannya sendiri menata menu yang sudah dibeli untuk sarapan.

"Wah ini anak anakku pada beli apa nih?, enak tuh kayaknya."

"ini mah tadi Sazi beli cilok ada seblak, nasi uduk ya bisa dipilih aja deh sesuka seleranya aja."

"Wah ketoprak enak tuh kayaknya, mama mau ketoprak aja deh, bentar mama panggil si ayah dulu mau nggak dia."

"Yah, ayah, turun yah, ini si dewa sama si Sazi sudah belikan kita sarapan loh."

"Bentar mah, ayah jemur handuk dulu, baru juga kelar mandi."

"Yaudah kalo gitu, mama siapin ya yah."

"Iya mah."

"Wa, bantuin Napa malah sama si mamah ikh elo mah malah sibuk ngunyah."

"Wedan,.. anjir, Sazii elo mau niat butuh gue ya, pedesnya gila gokil parah, ini tadi rasaan gue bilangnya pedesnya sedang deh, ini bumbu siapa sih yang bikin mau niat bunuh orang apa ya,."

"Lebay Lo Wa, sedangnya disini ya segitu, coba sini gue cobain."

"Dih mana pedesnya coba Mah, lebay banget si dewa."

"Dia emang enggak begitu suka pedes Zi, satu cabe aja dikira sepuluh cabe, nangisnya kejer kayak udah disiksa orang aja."

"Masa sih mah, haha."

"Iya Zi, ikh Tante nih saksi hidup dari dia berojol bayi merah tuh udah kepegang sama Mama."

"Ya ampun kocak, Wa, dewa."

"Bongkar aib nih si Tante, segini ponakannye ada depan mata, pasti nih bentar lagi bongkar aib anaknya deh." ucap Sadewa sesekali mengipas ngipas mulutnya yang kepedesan.

"Jiah Wa, gue pesen nasi uduk dibilang jangan pake sambel ini pake sambel juga lagi."

"Hari ini kayaknya bukan hoki kita buat nyari yang nampol ya Zi, pasti ada zonk nya haha."

"Iya nih?."

"Ramai sekali pagi pagi, mana nih ketoprak buat ayah wanginya sudah bikin perut keroncongan."

"Ini, ni yah ketopraknya kata dewa mah enak katanya?."

"loh kok katanya, emang kamu enggak makan?."

"Enggak doyan dia Tante, makanya dia belinya nasi uduk dari dulu enggak berubah haha."

Keseruan dipagi hari itu nampak seperti keluarga bahagia, terlihat Sazi yang menikmati kebersamaan bersama ayah ibu mertuanya. Mengingatkan dirinya pada keluarganya sendiri.

Dalam hati Sazi, "Yah andai ayah disini Sazi senang banget, ayah dimana sih yah, kapan pulang, Sazi kangen banget sama ayah?."

Dalam tawa Sazi, seolah menyimpan hal yang begitu dalam tersembul dilubuk hatinya. Seseorang yang begitu ia nanti dan rindukan. Namun sampai kini ia tak tau dimana keberadaannya.

Hanya bisa mengurai rindu yang ia utarakan lewat do'a disepertiga malamnya. Sazi yang sempat menatap kosong dan terdiam sekilas meski tidaklah lama bahkan Sadewa dan yang lainnya pun tidak menyadarinya sama sekali.

"Wa nanti beli es ya gue haus banget."

"Iya ntar beli seRt klo perlu biar elo enggak kehausan."

"Gas."

"Kembung atuh woelah Sazi haish."

Ayu Qibtia tidak berhenti sampai disitu, ia masih terus saja memprovokasi lewat setiap pesan anonim pada semua orang baik di keluarga Fadli maupun pada Fadli sendiri.

Seolah ingin benar benar satu hancur semua harus hancur juga. Di dalam pesawat yang belum lepas landas, beberapa kali sebelumnya Nadia menghubunginya namun tidak ia hiraukan, karena pikirannya penuh dengan Sazi Sazi dan Sazi saat ini.

Fotonya bersama Sadewa yang membuatnya tidak tenang, padahal belum tau saja ketika ia pulang mungkin saja badai itu akan menerjang dirinya sendiri.

Menerima kiriman pesan lagi dan lagi, tapi kali ini lebih parah dari yang sebelumnya. Membuat emosinya memuncak hingga kepalan tangannya mengeratkan ponsel yang dipegangnya.

"ANJ*NG!." desis Fadli dengan suara yang berat.

**

"Yee Zi menang."

"Ah elah Zi, kamu curang woy."

"Dih kau tidak menerima kekalahan ferguzo."

"Tanya ayah nih, iyakan yah, dia sendiri yang tadi salah jalan wle."

"Hahaha, Wa, kau sudah kalah terima saja, Mah, coret mukanya si Dewa hahaha."

"Ah si om enggak mau bela ponakannya sendiri."

"Game is game Wa, sportiflah, yok lanjut kali ini saya enggak akan kalah dari kalian berdua anak muda iya enggak mah?."

"TOS dulu yah, nih minum dulu, sini sambil mama pijitin biar energinya bisa membawa kehokian yah, hehe kalahkan mereka berdua yah."

Seperti itulah keseruan main kartu Uno bersama keluarganya Fadli saat itu. Sazi sesekali memperhatikan dan mengamati orang orang disekelilingnya yang begitu menyayanginya.

Terlintas dalam benak "Yah ayah kemana sih, Zi kangen sama ayah, ayah kerja dimana, ayah lagi apa sekarang?, apa ayah enggak kangen sama mama dan anak anak ayah?." begitulah ia berkelakar dalam batinnya.

Sesekali ia menyeka airmata yang hampir keluar dari sudut matanya semuanya ia lakukan dengan cepat sampai tidak ada yang menyadari akan dirinya yang sedang sedih saat ini.

1
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
Anto D Cotto: sama2 👌👍
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!