NovelToon NovelToon
My Doctor'S Bastard

My Doctor'S Bastard

Status: tamat
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cintapertama / Dokter / Tamat
Popularitas:786.8k
Nilai: 5
Nama Author: Lunoxs

Laura Carter adalah seorang nona muda yang memiliki kehidupan sempurna, hingga suatu hari ia di diagnosa mengidap kanker stadium akhir. Usianya hanya bisa bertahan selama enam bulan.

Bukannya merasa terpuruk Laura memutuskan untuk menikmati sisa waktu yang dia punya bersama sang kekasih, Dokter Shinee.

Namun siapa sangka pria yang selama ini jadi belahan jiwanya adalah suami wanita lain. "Dasar badjingan," umpat Laura.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lunoxs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MDB Bab 26 - Gara-gara Rama

Shinee tidak menjawab segera. Dia masih memegangi bahu Laura yang gemetar, matanya tak lepas dari wajah sang istri. Tangannya terulur mengusap pelan punggung Laura yang berguncang lemah setelah muntah. Baru setelah memastikan Laura cukup bisa bernapas, Shinee menoleh sekilas ke arah Dicky.

“Ambil selimut tipis di kamar,” jawab Shinee, “Dia butuh yang hangat.”

Dicky yang mulanya tampak membeku, akhirnya bergerak cepat. “Baik,” katanya, lalu berlari kecil menuju kamar.

Celine kembali dari dapur membawa segelas air hangat. “Ini,” ucapnya pada Shinee.

Shinee menerima dan langsung membantu Laura meminum sedikit, menahan gelas agar tidak bergetar di tangan istrinya. Laura berusaha menelan walaupun tenggorokannya terasa perih. Air hangat itu sedikit membantu menenangkan rasa mual, tetapi tubuhnya masih begitu lemah.

“Sayang, lihat aku.” Shinee menyentuh pipi Laura dengan kedua tangannya yang hangat, memaksanya menatap. “Kamu tidak apa-apa, ini hal biasa.”

Namun tatapan Laura malah semakin berkaca-kaca. Air mata kembali bergulir di pipi tanpa ia sadari. Padahal Laura telah berusaha keras untuk terlihat baik-baik saja, tapi kini yang dia tunjukkan justru pemandangan menjijikkan.

“Maaf…” lirihnya lagi. Nafasnya naik turun tidak teratur, tubuhnya terlihat jelas menggigil.

Shinee menggeleng cepat, nyaris panik setiap kali mendengar Laura menerima kesalahan yang tidak seharusnya ditanggung. “Jangan minta maaf, bukan salahmu. Kamu hanya kelelahan.”

Celine tiba-tiba mengambil tisu dan mengelap lembut sudut bibir Laura. “Tidak ada yang marah padamu, jadi jangan lagi mengucapkan kata maaf," ucap Celine.

Saat Dicky kembali, Celine segera mengambil selimut tersebut dan menyelimuti sang sahabat. Sementara Shinee lebih dulu membersihkan muntahan sang istri, membuangnya di kamar mandi dapur.

Rama ingin membantu sang Tuan, tapi Shinee berkata dia akan melakukannya sendiri. Hanya Shinee yang melihat ada sedikit darrah dalam muntahan istrinya tersebut. Noda merah yang membuatnya dadanya terasa semakin sesak.

Setiap saat dia selalu mengatakan pada Laura bahwa semuanya akan baik-baik saja, tapi penyakit itu lebih ganas dari apa yang terlihat.

"Ayo ke kamar," ajak Shinee setelah kembali, dia bahkan langsung menggendong Laura dan membawanya pergi.

Dicky ingin ikut tapi Celine segera menahan tangannya. "Biar Laura istirahat dengan Shinee, Om. Kita bereskan meja makan saja," ucap Celine.

"Aku lupa jika mereka sudah menikah," jawab Dicky apa adanya, sebab Dia benar-benar lupa tentang hal ini. Untuk sesaat Dicky pikir Laura masih lah nona mudanya yang kecil.

"Astaga," gumam Dicky setelahnya, dia mengusap wajahnya kasar menyembunyikan kedua mata yang sudah terlihat marah.

"Om Dicky jangan menangis, aku saja tidak menangis," ucap Celine.

"Kenapa ditahan, jika ingin menangis maka menangislah," kata Rama yang tiba-tiba buka suara.

"Bodoh, kenapa malah memintaku menangis? Sekarang ini Kita semua harus terlihat kuat!" balas Celine, baginya Rama adalah orang asing karena mereka baru bertemu di sini. Berbeda dengan om Dicky yang sudah sering dia temui.

"Agar kesedihanmu tidak terlalu meledak jika di depan nanti ada sesuatu yang lebih buruk daripada ini," jawab Rama dengan nada pelan.

Namun kalimat itu membuat tenggorokan Celine jadi tercekat, kedua matanya berkaca-kaca tak mampu dia bendung lagi. Ucapan Rama begitu menyakitkan baginya, tapi yang lebih menyakitkan lagi Celine tak mampu membantah.

Pada akhirnya Celine dan Dicky sama-sama menangis malam itu, dan semua gara-gara Rama.

1
irma hidayat
cerita bagus
mama Titis
seruu
Momcia
Menebus kali thor..bukan menembus
Momcia
Deg! Deg!🤭🤭
🎀 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNurrul P.❀∂я
Jedeeerrrr... kaget ngga??? 🤭🤭
🎀 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNurrul P.❀∂я
sahabat yang saling support 👍👍👍
🎀 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNurrul P.❀∂я
Hai Thor, aku hadir disini... awal cerita sudah sedih... 🥲
Ray
nangis berjama'ah
ciwizay
berarti selama hamil laura tidak minum obat kanker
Faqisa Sakila
😍😍😍😍😍
Vitriani
Mamah Dini11
untung waktu kmu ninggalin shinee si mantan istri suamimu gk ganggu dn menggoda shinee ,jdi dia aman ,kalau ke goda jgn salahkan suamimu. karna kmu yg pergi tiba2
Mamah Dini11
itu namanya menyakiti diri sendiri lau dan menyakiti suamimu yg gk di ragukan lgi cintanya , iya menurutmu baik kan blm tentu menurut suamimu dn kluarganya , pikir dulu lau sebelum pergi .
Mamah Dini11
ya ampun kapan laura dan shinne bener2. bahagianya , hidup mereka slalu dlm ke takutan , takut itu takut ini , moga aja shinee gk jadi mendonorkan hatinya , keburu ada pendonor
Mamah Dini11
thor boleh ya senggol orang tua nya shinne, rasanya kangen sm jack dan anne kangen obrolan mereka 🙏 maaf tpi ya bila maksa 🤭🙏
Mamah Dini11
oooohhhh menangis berjamaah ya./Cry//Cry//Cry//Cry/ moga laura bisa sembuh lgi
Win wina
kasihan asisten Rama 😅
Christella mns
ka bikin cerita antara Celine sama rama atau om diky dongggg seruuu kyknya
shabiru Al
seru banget ceritanya... simple gak bikin mumet bacanya...
Dewi Oktavia
Alhamdulillah sudah ada lanjutannya tor👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!