Yuki, gadis belia yang terjebak dalam masalah hutang piutang keluarga, yang membuat dirinya di paksa harus menikah dengan saudagar kaya di Kampung halamannya. Saudagar yang sudah berumur, dan sudah mempunyai banyak istri.
Tak mau masa depannya berakhir menjadi istri seseorang yang tak dicintainya, terlebih dia punya impian untuk melanjutkan pendidikan, Yuki memutuskan untuk kabur dari rumah. Di sini masalah baru muncul!
Alih-alih ingin bekerja supaya bisa membatu orang tuanya melunasi hutang, tapi dia malah dihadapkan masalah baru, yaitu harus berhadapan dengan seorang BOS BESAR di tempat dia bekerja. Bos yang cuek, dingin, dan benar-benar menyebalkan, menurut Yuki.
Apa yang akan terjadi selanjutnya? Apakah Yuki akan berhasil lolos dari Sang Saudagar? Atau malah terjebak di dalam lingkaran pesona Bos Besar?
Silahkan dibaca ya temen-temen, semoga kalian suka ^_^
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Evelyn12, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#26 PERDANA
Mobil kembali melaju,
"Tuan terimakasih, sudah membelikan aku pakaian," Yuki terlihat senang.
"Em," Jawaban singkat Tuan Elzel, seperti biasanya.
"Apa kau lapar? Tenang, aku lagi berbaik hati hari ini, aku akan mentraktir mu," sambungnya, membuat wajah Yuki tampak semakin senang.
"Mau, Tuan!"
"Baiklah, kita cari dulu restoran yang enak,"
"Bhakz?! Restoran?! Gak perlu, Tuan! Aku lagi pengen bakso!", "Itu-tu, di sana!" Tunjuk Yuki setelah mereka melewati warung bakso yang ada di pinggir jalan.
Tuan Elzel menghentikan laju mobilnya, di depan Warung Bakso yang ditunjuk Yuki, Wajah Tuan Elzel seketika berubah, seperti tidak yakin apa harus makan di tempat ini.
"Kamu saja sana," Tuan Elzel hanya berdiam enggan turun.
"Yaudah, Tuan tunggu disini, ya."
"Em,"
Yuki turun dari mobil, masuk ke dalam Warung. Sesaat kemudian dia kembali masuk ke dalam mobil.
"Kok balik lagi? Gak jadi makan nya?"
"Tunggu aja,"
Tak lama kemudian, datang Pegawai warung dengan membawa dua mangkok bakso dan dua es teh, menghampiri Yuki dan Tuan Elzel di dalam mobil.
"Ini Dek, pesanannya,"
"Makasih ya, Mas."
"Iya, silahkan dinikmati."
Yuki meletakkan baksonya, wangi aroma bakso yang enak banget, tapi Tuan Elzel masih enggan mencobanya.
"Ayo dimakan, Tuan! Jangan diliatin aja," Yuki terlihat bersemangat menyeruput mi yang ada di dalam mangkok itu.
"Kamu saja,"
"Tuan cobain dulu, enak banget. Makanan kesukaan Yuki itu bakso. Kalau di sekolah, pas istirahat pasti menu andalan kami itu bakso, setiap hari ngebakso, haha!" Celoteh Yuki, yang tidak sadar mulutnya belepotan.
Tuan Elzel hanya tersenyum melihat ke Larah Yuki,
"Tuan kok Liatin aku gitu?"
"Coba kamu liat ke spion! Seperti anak-anak, makan belepotan!"
Yuki melihat pantulan wajahnya di kaca spion mobil, benar saja pipinya dipenuhi kuah bakso yang menempel.
"Hua! Malunya, efek udah lama gak ngebakso ini," Teriak Yuki dalam hati.
"Sini!" Tuan Elzel mengambil tisu, kemudian mengelap pipi Yuki, "Pelan-pelan saja makannya, kalau kurang beli lagi. Kalau perlu sama warungnya sekalian."
"Wakz!?"
_________
Yuki masih asik menikmati baksonya, Tuan Elzel masih enggan untuk ikut menikmati, dia lebih memilih memainkan ponselnya, membaca beberapa pesan dari aplikasi berwarna hijau.
"Tuan! Coba ini!" Yuki menyodorkan sendok, hendak menyuapi Tuan Elzel, "Tuan bilang, perjalanan masih jauh, kan? Tuan harus makan,"
"Enak loh," Yuki berusaha meyakinkan. Entah apa yang merasuki Tuan Elzel, melihat wajah Yuki tak terasa membuat mulutnya menganga, dan menerima suapan itu.
"Iya, enak..." Batin Tuan Elzel, saat bakso berhasil masuk ke dalam mulutnya.
"Tuh, enak kan? Aku gak bohong!"
"Lagi," Pinta Tuan Elzel, tak terasa adegan suapan itu berlanjut sampai baksonya habis.
"Yey! Habis!"
Perdana, seorang Elzel Putra Pratama makan bakso yang ada di pinggir jalan. Semua gara-gara Yuki.
Setelah makan, Tuan Elzel memberikan uang kepada Yuki untuk membayar bakso yang mereka makan. Uang merah berjumlah Lima lembar.
"Ini kebanyakan, Tuan. 1 porsi bakso 15.000 sama es teh 5000, jadi semuanya 40.000,"
"Gak apa-apa, kasih saja ke yang punya warungnya, bawel!"
"Baik, Tuan."
Yuki memanggil Pegawai warung, "Mas, udah selesai makannya!"
Pegawai warung menghampiri, mengambil mangkok dan gelas,
"Ini Mas, Uangnya."
Setelah memberikan uang itu, ucapan yang sama seperti Yuki, dilontarkan oleh Pegawai warung.
"Kebanyakan, Dek."
"Gak apa-apa Mas, rejekinya warung ini." Jawab Yuki.
"Makasih ya, Dek. Berkah selalu." Mas-mas Penjaga warung tampak riang gembira menerima uang itu.
__________
Mobil kembali melaju, meninggalkan warung itu.
"Tuan Elzel baik," Ucap Yuki
"Hari ini saja," Jawab Tuan Elzel dengan sikap cueknya.
"Gak apa-apa, yang penting baik"
"Terserah!"
Yuki tertawa cekikikan,
"Wajah polosnya itu... Akh! Sial, lagi-lagi perasaan ini!"
ternyata Khanza sahabatmu itu
nyatanya menusukmu dari belakang Yuki🙁
baik diluar tapii ruwet didalam hatinya 🙁
walau tidak dipungkiri semua butuh uang""hehe apa si bahasanya ini😁😁✌️""