ketika cowo cuek jadi kang bucin
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fransiska simanjuntak, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab#26
memang siapa yang tidak sakit hati.
Rafa yang selama ini berusaha hangat demi melelehkan es dalam hati Lawra, setelah rasa cintanya semakin dalam, Lawra malah pergi meninggalkannya.
brak..
Rafa membanting barang yang ada di sekitarnya.
bugh.
rafa meninju tembok dan darah segar keluar mengotori lantai ruangan itu.
"Lawra bre****k" umpat Rafa frustasi.
Rafa melangkah keluar meninggalkan ruangannya yang berantakan dan darah berceceran dimana-mana.
Rafa naik keatas mobil sport miliknya dan membawanya dengan kecepatan tinggi.
dan kini Rafa duduk di bangku taman di bawah pohon rindang di atas bukit yang jauh dari perkotaan, menghadap langsung pemandangan kota dari atas tempat Rafa biasa menenangkan pikirannya.
tempat tersebut sudah Rafa beli, karena menurutnya tempat itu nyaman untuk dia datangi, beberapa meter dari tempat tersebut ada Villa yang sederhana
namun nyaman dan luas.
Villa tersebut Rafa bangun untuk tempatnya menginap jika Rafa datang ke taman dan jika Rafa males pulang ke rumah.
***
dua minggu setelah kepergian neneknya.. Lawra seperti orang yang tidak punya tujuan hidup saat ini.
uangnya habis untuk pemakaman neneknya, Lawra hampir saja Kehilangan pekerjaannya karena satu minggu Lawra tidak masuk kerja.
seketika Lawra teringat dengan kartu ATM yang Rafa berikan padanya, sebenarnya kartu ATM Rafa masih ada di tangannya... Lawra ingin menggunakan kartu itu untuk memenuhi kebutuhannya tapi takut ayahnya akan mengetahui keberadaannya saat ini.
apalagi Lawra ingin masuk kuliah tapi gak punya uang untuk melanjutkan sekolahnya.
Lawra terus menatap kartu ATM itu... kartu itu adalah kartu unlimited dan pasti tidak akan habis jika menggunakan kartu itu untuk biaya kuliahnya selama 1 tahun.
sebenarnya Rafa Bukannya tidak bisa urus ATM yang dipegang Lawra saat ini, tapi Rafa masih menunggu Kapan Lawra akan melakukan penarikan.
di Bali...banyak laki-laki yang mendekati Lawra, bahkan sudah ada yang melamarnya...dan menjanjikan kehidupan mewah, entah sudah berapa banyak hati yang ditolak Lawra.
Rafa satu-satunya nama yang entah kapan penghuni hati Lawra.
''apa aku tarik aja yah.." Lawra terus berpikir, kalau dia nggak melakukan penarikan, mungkin hari ini Lawra tidak akan bisa makan.
Lawra melangkah berjalan menuju ATM yang tepat tak jauh dari kontrakannya, Sesampainya disana Laura kembali berpikir.
ia menghela napas dan segera mencairkan sejumlah uang untuk kebutuhan 2 bulan.
think.
Rafa yang sedang bersama sahabatnya yang tidak lain adalah anak inti dari Cosa Nostra, menerima notifikasi dari ponselnya, bahwa telah terjadi penarikan sejumlah uang.
awalnya Rafa males mengecek notifikasi apa yang datang ke ponselnya.
seketika bibirnya tersenyum simpul, notifikasi yang ditunggunya selama satu tahun lebih akhirnya datang juga.
"napa bro." tanya Salvatore yang melihat perubahan ekspresi Rafa.
'' nggak tau." jawab Rafa tidak jelas lalu meminum wine yang tersedia di meja.
" Lawra baru saja melakukan penarikan.. segera cek di mana lokasi ATM itu berada..saya tunggu 5 menit."
ketikan Rafa memberikan pesan pada grup wa Intel pribadinya.
"gue pulang dulu bro.. ada urusan mendadak." ucap Rafa pada sahabatnya itu dan kemudian melangkah pergi dari mansion itu.
"yo." ucap sahabatnya itu bersama
Setelah 5 menit..
'' Selamat sore Bos..lokasi ATM itu berada di Bali bos.. apakah perlu kami mengeceknya kesana?" pesan masuk dari para Intel Rafa.
yuk semangt yuk up nya kak