NovelToon NovelToon
Mendadak Menjadi Mama Muda

Mendadak Menjadi Mama Muda

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:4.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Van Theglang Town

Sebuah kecelakaan besar membuat hidup Ajeng berubah total. Karena sebuah balas budi dan intrik dari keluarga Demian dan Mahesa dia harus menikah dengan Raka, laki-laki yang diselamatkannya dengan seorang anak kecil.

Ajeng harus terjebak dalam konflik keluarga kaya. Kehadiran Ajeng membuatnya harus menjadi seorang mama untuk anak kecil yang dia selamatkan.

Apakah Ajeng bisa menemukan kebahagiaan dengan menjadi Mama anak itu. Atau dia justru terperangkap masalah dan konflik keluarga kaya itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Van Theglang Town, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Fakta atau ... ?

Di dalam mobil Ajeng masih  bengong kepikiran tentang pembicaraanya dengan Bayu. Kebengongannya itu terputus saat kepala Raka menyandar di bahunya. Ajeng seketika kaget bahunya dipakai alas tidur Raka. Nampaknya Raka kelelahan. Ajeng pun membiarkan Raka bersandar di pundaknya.

Ajeng melihat wajah damai Raka yang tertidur.

"Apakah kau benar-benar menyukaiku?" batin Ajeng.

Ajeng menjadi ragu setelah berbicara dengan Bayu. Dia menjadi takut kalau perkiraan Bayu benar. Ajeng dan Gea hanya menjadi alat permainan Ibu Rika. Entah apa alasan Bu Rika hanya sekedar berbalas budi atau memang ada alasan yang lain menjadikannya menantu di keluarganya. Padahal statusnya yang menengah ke bawah sangatlah tidak mungkin karena yang sudah-sudah saja seperti Nadia berakhir menyedihkan.

Tetapi kalau Ajeng membatalkan pernikahan itu. Bagaimana dengan keluarganya? Bunda pasti sedih, apalagi Bang Arya pasti dia ngamuk-ngamuk kalau dia tahu alasannya.

Buuuuk

Mobil tiba-tiba mengalami jumping karena lewat polisi tidur. Membuat kepala Raka yang tadinya di bahu Ajeng jadi melorot ke sekwilda (sekitar wilayah dada) Ajeng. Spontan Ajeng menoyor kepala Raka sampai kepalanya membentur jendela mobil dan langsung menyilangkan tangannya di dadanya.

Terdengar suara benturan yang lumayan keras dan disusul dengan suara mengaduh dari Raka.

Raka terbangun dan langsung memegang jidat sambil menatap reaksi Ajeng.

"Apaan sih?" tanya Raka ogeb.

"Dasar mesum!" kata Ajeng.

"Ikhh kamu apaan sih tiba-tiba bilang mesum segala, aku ketiduran, emang tadi aku ngapain kamu?" tanya Raka mengelus-elus jidatnya yang benjol. Ajeng hanya melotot dengan bibir manyun.

Raka yang gemas melihatnya langsung mengecup bibir Ajeng.

Cup.

"Ka, jangan tiba-tiba gitu dong!" Ajeng menggosok-gosok bibirnya seperti tidak terima dicium mendadak seperti itu.

"Habisnya kamu manyun-manyun begitu, aku pikir kamu minta cium," jawab Raka sambil terkekeh.

Ajeng hanya merengut dan malas berdebat dengan Raka. Karena dia sudah tahu kalau Raka akan pinter ngelesnya.

"Mau lagi nggak?" tanya Raka menggoda dengan usil.

Ajeng menatap wajah Raka dengan tatapan serius. Dia sebenarnya penasaran apakah Raka benar-benar menyukainya dengan sungguh-sungguh atau cuma pura-pura. Dia tidak bisa menebaknya. Apa laki-laki sesempurna dan sehebat Raka bisa menyukai gadis biasa sepertinya.

"Aku sungguh takut sakit hati dan terluka jika benar kalau Raka dan Ibu Rika cuma memanfaatkanku saja," batin Ajeng.

Melihat wajah Ajeng yang nampak serius itu Raka pun meminta maaf kalau sudah lancang. Ajeng pun tidak menggubris dia hanya memalingkan wajahnya dari Raka dan melihat ke luar jendela di sampingnya. Selebihnya mereka pun hanya saling diam.

~ ~ ~ ~ ~ ~

Siang itu sepulang sekolah, Ajeng memberi tahu kalau dia akan pergi ke rumah bunda dulu lewat pesan chat. Padahal Ajeng dan Gea naik taksi dan menuju rumah sakit. Ajeng ingin mempertemukan Gea dengan kedua orang tuanya. Dan dia juga belum mendapatkan jawaban dari segala pertanyaan dan kegelisahannya.

Tanpa sepengetahuan siapa pun Ajeng kembali mengunjungi ruangan itu.

Bayu terkejut melihat kedatangan Ajeng dan Gea. Dan Gea yang mengenali papa nya langsung berlari memeluk Bayu.

"Papaaa!" Gea terlihat sangat bahagia melihatnya.

Bayu tak mampu menahan tangisnya sambil memeluk Gea sambil melirik Ajeng dan mengucapkan terima kasih.

"Papa kemana saja, Gea kangen papa?" ucap Gea.

"Papa kerja sayang, eh kamu udah sekolah ya?" tanya Bayu menyadari kalau Gea memakai baju seragam.

"Iya pah, Gea sekolah sama mamah," jawab Gea sambil menunjuk Ajeng.

Bayu kemudian heran kenapa Gea memanggil Ajeng dengan mama.

"Mama?" tanya Bayu.

"Iya mama Gea."

"Mama Gea itu, mama Nadia!" tunjuk Bayu.

Gea melihat Nadia beberapa lama. Gea kemudian menatap wajah Bayu sambil menggelengkan kepalanya.

"Gea itu mama Gea yang sedang sakit," ucap Ajeng dengan pelan.

"Mama Gea namanya siapa?" tanya Bayu.

"Gea ingat nggak siapa nama mama Gea?" tanya Ajeng membantu.

"Mama Nadia," jawab Gea.

"Dia masih ingat nama mamanya, tapi kenapa dia tidak mengenali Nadia?" tanya Bayu heran.

"Karena kecelakaan kemarin, dan karena psikis Gea yang menyebabkan Gea menganggap Ajeng sebagai mamanya." Penjelasan Ajeng membuat Bayu shock.

"Perlahan mungkin Gea bisa mengenalinya lagi kak," hibur Ajeng.

"Masalahnya Nadia, mungkin Nadia tidak bertahan lama," ucap Bayu sambil menangis. Gea hanya menatap wajah Bayu dengan ekspresi anak kecil yang belum bisa memahami.

"Masih ada keajaiban Tuhan, kakak jangan sampai berhenti berdoa untuk kesembuhan kak Nadia!"

"Terimakasih."

"Kak aku keluar dulu, gunakan waktu kalian bertiga!" kata Ajeng memberikan kesempatan Bayu dan Gea saling melepas rindu. Bayu kemudian mengangguk sambil tersenyum menerima kebaikan Ajeng.

Ajeng kemudian berjalan menuju ke luar ruangan. Dia pun duduk di kursi tunggu di depan ruangan itu sambil memainkan ponselnya. Banyak sekali chat yang masuk.

Nyet, loe dimana, abang sama bunda mau ke rumah Raka

Ajeng kelabakan membaca pesan chat dari Bang Arya.

Aku lagi di luar main sama Gea, mau ngapain ke rumah kak?

Ibu Rika mengundang untuk membahas pernikahan kalian, cepet pulang, bunda katanya kangen

Abang udah berangkat?

Belum, hehehee abang aja masih di kantor, sore kayaknya

Oh, oke.

Setelah Ajeng membalas pesan Bang Arya. Ponselnya kembali berdering. Ada pangilan telepon masuk dari Raka.

Namun Ajeng enggan mengangkatnya. Jadi dia membiarkannya berdering sampai berhenti berbunyi sendiri. Kalau dia angkat pasti bertanya dia ada di mana. Sementara Ajeng belum memberi tahu kalau dia sudah bertemu dengan Bayu. Ajeng belum siap melihat reaksi Raka jika dia sampai tahu.

Untuk membunuh rasa bosan, Ajeng pun mencoba membuka galeri fotonya. Melihat-lihat kembali foto-foto yang pernah dia ambil. Tersenyum sendiri melihat fotonya bersama Raka dulu waktu dipangku.

"Kenapa senyum-senyum sendiri di sini, nanti disangka ini rumah sakit jiwa lagi?"

Tiba-tiba suara seseorang mengagetkan Ajeng. Dan tampaklah Randy sudah berada di depan nya.

"Eh Kak Randy, kapan kakak datang?" tanya Ajeng.

"Barusan." Randy langsung mengambil posisi duduk di sebelah Ajeng.

"Aku sudah curiga kalau kamu akan menemukan sesuatu di sini, saat tempo itu kamu pernah bilang pernah lihat aku di sini," kata Randy dengan tersenyum sinis.

"Kenapa kakak bohong waktu itu?" tanya Ajeng.

"Sampai saat ini Raka belum tahu, Ibu Rika melarangku untuk memberi tahunya!" jawab Randy.

"Kenapa, memangnya kenapa kalau sampai Raka tahu?" tanya Ajeng penasaran.

"Mungkin Raka tidak akan mau menikah."

Jegeeeeeerrrr.

Ajeng benar-benar seperti tersambar petir mendengar itu semua.

"Raka itu hanya akan menikahimu sampai dia menemukan Bayu, kamu tidak tahu itu?" tanya Randy.

Ajeng mencoba menenangkan syarafnya sesaat sebelum dia mencoba kembali berbicara.

"Berarti selama ini Raka coba manfaatin aku aja?" tanya Ajeng berusaha tetap tenang. Padahal rasanya dia ingin sekali langsung menghilang dari hadapan Randy.

"Aku bicara seperti ini hanya kasihan saja," kata Randy sambil memegang pundak Ajeng yang gemetaran karena pasti pernyataannya mengejutkannya.

"Apa aku ini terlalu menyedihkan kak?" tanya Ajeng merasa tidak suka Randy mengatakan "kasihan" padanya.

"Aku takut kamu terluka dan menyesal saat kamu menikah dengan Raka, padahal Raka hanya memanfaatkanmu,"sahut Randy.

"Aku sudah curiga dari awal." Ajeng dengan segenap keberaniannya dia mencoba untuk tetap bersikap biasa saja. Padahal hatinya sudah sakit. Sakit karena perasaannya sudah bermekaran untuk Raka. Tapi dia harus menerima kenyataan kalau Raka mungkin hanya berpura-pura menyukainya.

"Terus, apa rencanamu setelah tahu ini?"tanya Randy.

"Aku juga tidak tahu, aku mesti gimana kak? pernikahan tinggal dua minggu lagi? Apa harus aku batalkan?" tanya Ajeng.

"Aku dan Bayu mempunyai rencana, kamu mau mengikuti rencana kita?" tanya Randy membuat Ajeng terlihat kaget mendengarnya.

Ajeng melihat wajah Randy yang sedang menunggunya sebuah jawaban. Ajeng tak mampu menjawab karena dia masih terlihat bingung. Sementara ponselnya berdering. Raka kembali lagi meneleponnya. Randy melihat ponsel Ajeng dan tahu siapa yang meneleponnya.

Ajeng terlihat ragu untuk mengangkatnya. Sementara Randy tetap memandangnya menunggu jawaban Ajeng.

Ajeng menggigit bibirnya karena tegang.

Bersambung....

Di sebuah studio imajinasi author.

"Hai reader author mau menjelaskan sedikit tentang cerita dari sudut masing-masing cast." Author duduk di depan meja seperti meja seorang penyiar berita.

"Oke yang pertama Ajeng, silahkan mulai!" Author kemudian mempersilahkan Ajeng untuk memulai kisahnya dari sudut pandang Ajeng.

Ajeng pun muncul sebagai nara sumber author

"Pertama aku diminta Bu Rika menjadi menantunya, aku kaget dan nggak nyangka, masa gara-gara menyelamatkan Raka dari kecelakaan, Ibu Rika memaksa Raka untuk menikahiku. Kalau itu cuma demi Gea. Kan bisa saja aku hanya jadi baby sitternya bukan menjadi menantu keluarganya. Terus Raka, aku masih ingat banget tuh reaksi Raka saat Bu Rika memintaku jadi menantu. Marah, kecewa plus kaget. Tapi selang beberapa hari dari situ, dia langsung setuju dan bilang hanya butuh sehari buatnya untuk menyukaiku. Itu wajar gak sih. Tapi kadang aku berharap sih kalau itu beneran karena aku sudah terlanjur suka padanya. Tapi setelah tahu dari Randy kalau Raka cuma manfaatinku doang. Kok aku jadi ngerasa dibuat terbang terus dijatuhin ke jurang," Ajeng mengusap airmatanya.

"Oke next, Bayu!" Author memotong cerita Ajeng takut nanti Ajeng malah bikin musibah banjir gara-gara air matanya.

Bayu pun muncul setelah Ajeng.

"Waktu aku di Surabaya menjalankan bisnis restoran bersama temanku, aku dihubungi tetangga rumah kalau Nadia sakit dan dibawa ke rumah sakit, tapi sebelum aku sampai ke rumah sakit. Aku mendengar Raka dan Gea kecelakaan. Tentu saja aku shock mendengar itu. Aku ingin marah tapi aku juga bingung harus bagaimana. Nadia membutuhkan biaya untuk pengobatannya. Saat itulah Randy menawarkan agar Nadia dipindahkan dari Cilegon ke rumah sakit Jakarta. Randy itu temanku sejak SMA.Dia ada di pihakku meski dia bekerja dengan sebagai asisten mama. Randy diam-diam membantuku. Kenapa? karena sebenarnya Nadia itu adalah saudara angkatnya di panti asuhan. Aku mengenal Nadia karena dikenalkan Randy. Tentu saja Randy banyak membantuku dan Nadia. Sementara papa, aku tidak membencinya. Aku hanya belum siap dan belum mau membantunya karena Nadia juga sama merasakan sakit. Kalau saja Nadia jujur dari awal dia mempunyai penyakit. Mungkin aku tidak akan memaksakan diri untuk tidak bergantung pada orangtuaku. Nadia tidak mau menyusahkanku dan menanggung penderitaaannya selama bersamaku. Aku merasa marah dan menyalahkan kedua orang tuaku dengan apa yang dialami Nadia."

"Oke next..." Author menghentikan Bayu.

"Kan aku belum selesai thor?" protes Bayu.

"Beri kesempatan reader untuk like, komen, vote dulu, lagian nanti kamu spoiler lagi!"

Oke gaeeesssss, jangan lupa like, komen, dan vote yaaaaaauuu!

Sekarang!

Now!

Ayeuna!

Chigeeem chingul!

1
janah bibah
Kecewa
DianaCintaTiara
💯👍🏻
Sandrina
👍
Ruth Khoiriyah
muter2 kemana lagi ceritanya bokin sebel thor hidupmu begitu ya thor
Ruth Khoiriyah
seorang ibuk yg g jelas
Ruth Khoiriyah
kos mestiiii ada peganggu sih thor selalu selalu bikin jengkel aja
Mayang
kyknya ank kk raka deh???
Lj19
jangan mau jeng
Lj19
lebih baik raka jujur di awal, dari pada dengar dari orng lain jdi ajeng tidak tambah kecewa
mungkin dengan raka jujur di awal ajeng akan mengerti tidak salah paham begini
Lj19
moga saja pas ajeng pinsang, bayu gak manfaatin siatuasi, yang membuat konflik tmbah panas 😇
Margaretha Sukmawati
ajeng lo gampang di hasut.seharusnya lo sama raka saling terbuka dan saling menguatkan dlm rumah tangga. lo ajeng nek liat lo. gampang di hasut bayu
mudahlia
hahahah
Muniroh Mumun
nyesek jd Ajeng n Raka ....korban keegoisan klrg besar Raka, kasihan Ajeng tak ngerti apa" jg bukan gila harta .....tp kena imbasnya
Muniroh Mumun
khaaann ...jd Ajeng yg terkesan selingkuuuuh .....g rela aku ......😭😭😭😭😭
Muniroh Mumun
kasihan Ajeng thoor .....kebaikan hatinya ketulusannya di putar balik seperti ini ......sial kali nasibnya Ajeng .....semua org menilai dg harta
Ismu Srifah
ojok d tinggal ajeng ka
Ismu Srifah
suit banget raka lopeyu
Ismu Srifah
jahat juga bayu ternyala lbh licik, berarti rendy juga sama kayak bayu licik terhadap raka
Ismu Srifah
nenek yg gak tau kebahagiaan cucunya itu hanya ajeng seorang
Ismu Srifah
thor bawangnya terlalu banyak yaa..... sampek dada sesak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!