Chen Khu adalah anak ke dua dari tiga bersaudara, hidup bahagia di sebuah desa terpencil dikaki gunung Wutan. Keluarga Chen merupakan keluarga petani yang terkenal ramah bagi penduduk desa. Chen Khu bocah berusia 7 tahun, yang suka membantu. Meskipun usianya terbilang masih muda, tetapi dia cukup ringan tangan untuk membantu sesamanya. Dia bercita-cita, suatu saat jika sudah besar nanti, dia ingin menjadi seorang tabib agar bisa membantu orang - orang miskin yang sakit. Akan tetapi semua tidak berjalan seperti apa yang diimpikannya, sampai suatu malam ketikan sekelompok pendekar aliran hitam datang menghancurkan desanya. kedua suadarax dibunuh dengan kejam, ayahnya di tangkap untul di jadikan budak, sedangkan ibunya tewas ketika berusaha menyelamatkan dia dan adiknya. Satu hal yang tetap ada dalam pikirannya yaitu, tato KALAJENGKING MERAH yang ada di lengan pendekar yang membunuh ibu dan saudaranya. Dengan berlinang air mata dan sekuat tenaga dia berlari kedalam hutan gunung Wutan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khalid, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#25. Penginapan Hong Qiao
Penginapan Hong Qiao, meruapakan salah satu penginapan termewah di Kota Tainan. Penginapan tersebut terdiri dari dua lantai yang mana lantai dua digunakan sebagai restoran bagi tamu yang menginap atau bagi tamu yang hanya ingin makan atau minum arak.
"Aku ingin menginap beberapa hari disini, berapa kau harus membayar..? Chen Khu bertanya pada pelayan yang datang menyambutnya ketika baru memasuki peninapan.
" Dua Keping koin perak perharinya, jika tuan ingin menginap di sini" jawab pelayan tersebut.
"Aku ingin menginap selama seminggu " Ujar Chen Khu sambil memberikan 20 keping koin perak pada pelayan tersebut.
"Ini terlalu banyak tuan muda " pelayan yang menerima uang itu mengembalikan 6 keping koin perak pada Chen Khu.
"Ambillah untukmu.. dan tolong pilihkan kamar yang bagus untukku " kata Chen Khu.
Pelayan tersebut tampak sumringah, bagaimana tidak..?! enam keping koin perak, adalah gajinya selama dua tahun. Dengan tergesa - gesa, pelayan itu kemudian menyiapkan kamar untuk Chen Khu, dia memberikan pelayanan terbaiknya hari itu.
"Kalau tuan muda ingin membersihkan diri, dipenginapan kami ini juga disediakan permandian air hangat,dan kalau tuan ingin makan.. di lantai dua ada restoran.. denganb3 koin perunggu tuan sudah bisa makan dan minum arak sepuasnya " kata pelayan itu setelah menyelesaikan pekerjaannya sambil tersenyum.
Chen Khu hanya mengangguk lalu masuk kedalam kamar, dan setelah pelayan tersebut pergi, Chen Khu mengeluarkan Kitab Dewa Naga Khayangan.
"Aku harus secepatnya mencapai tahap pendekar Level 7 atau akan butuh waktu lama untuk mempelajari kitab Penguasa langit " ucanya dalam hati.. Chen Khu kemudian membuka halaman yang mengajarkan tentang cara membuka titik cakra.. tinggal 6 titik yang belum dibuka oleh Lee Han dan jika semua titik terbuka maka dia akan mencapai tingkat pendekar Level 7..satu tingkat dibawah pendekar level 8 atau tingkat tertinggi bagi pendekar.
Chen Khu kemudian duduk bersila siap melakukan meditasi seperti petunjuk dalam kitab Dewa Naga Khayangan. Kemudian secara perlahan dia mengalirkan tenaga dalamnya untuk mencari titik mana saja yang belum terbuka.. cukup lama Chen Khu mencari akhirnya yang belum terbuka yang menghambat kecepatn aliran tenaga dalam pada tubuhnya..setelah 3 jam bermeditasi, akhirnya Chen Khu berhasil membuka salah satu dari enam titik tersebut, dan Chen Khu sangat kelelahan.. dia tidak menyangka kalau ternyata membuka titik cakra akan menguras banyak tenaga dalam.
"Hmmm.. ternyata cukup susah untuk membukanya, aku terlalu dimanjakan oleh Lee Han " Gumamnya dalam hati.
Chen Khu beranjak dari tempat duduknya, saat ini dia ingin berendam dalam air hangat untuk melemaskan otot - ototnya yang barusaja mengalami tekanan yang luar biasa.
Berendam di air hangat membuat perut Chen Khu merasa lapar, bahkan perutnya yang berbunyi sampai terdengar oleh orang yang ikut berendam didekatnya.
Kerana merasa malu, Chen Khu segera keluar dari kolam air hangat tersebut, dan tanpa banya menoleh Chen Khu berlalu,kembali ke kamarnya, karena orang - orang yang berendam saling berbisik dan sesekali melirik ke arah Chen Khu.
Chen Khu segera mengganti pakaiannya sesaat setelah sampai di kamarnya dan langsung menuju restoran yang ada di lantai dua.
Tapi rupanya restoran itu sudah banyak pengunjung dan tampak mereka berpakaian mewah layaknya bangsawan. Chen Khu Kemudian memesan makanan dan sebotol arak, dan kemudian menuju meja yang masih kosong pada pojok ruangan restoran tersebut. Chen Khu masih asyik menikmati makanannya tapi tiba - tiba...
BRRAAK..!!
" Semua yang ada di ruangan ini segera kaluar..!!! kata Seseorang yang baru datang dengan lantang sambil menggebrak meja yang ada di dekat pintu masuk.
"Tuan muda Lauw Kye akan menerima tamunya disini, dan dia tidak ingin ada yang mendengarkan pembicaraan mereka " ucapnya melanjutkan.
Para tamu yang mendengar nama Lauw Kye langsung meninggalkan tempat itu tanpa sepatah katapun, dan belum sempat mereka semua keluar Lauw Kye sudah sampai ditemani beberapa pengawal dan seseorang yang berpakaian layaknya seorang bangsawan tinggi.
"Pengawal..!! kenapa pemuda itu tidak keluar..?? Lauw Kye berbicara dengab nada tinggi pada pengawalnya sambil menunjuk ke arah Chen Khu yang baru saja akan menyelesaikan makannya.
"Aku akan mengurusnya tuan "..pengawal tersebut memberi hormat lalu berjalan dengan cepat ke arah Chen Khu.
harta rampasan perang dibahas tiap kali mwnang, mosok gak pwenah ambil harta rampasan tapi reeus menwrus keluarkan koin dlm jml besar buat ganti rugi... padahal murid sekte kere...