Cerita sebelumnya wati yang terluka parah karena tertabrak mobil akhirnya terbangun tapi dia merasa asing saat mendapati dirinya berada di dunia yang bukan dunianya.
Dicerita kali ini wati menjalani takdirnya sebagai putri dari ki demang wira yang terpaksa meminum racun setelah kedua orang tuanya tewas karena dibunuh oleh Adipati angkoro karena menolak pinangannya.
Disini wati merasa dirinya yang menggantikan posisi putri kemuning yang sebenarnya mengemban tugas untuk membalaskan dendam kedua orang tuanya pada Adipati angkoro yang penuh kesewenang wenangan penuh angkara murka sesuai namanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nawangsih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
*"Bertemu Siluman Harimau Putih"
Setelah kepulangannya ke markas, wati melewati hari harinya seperti biasanya, kalau pagi wati dan nilam akan klinik pengobatan untuk merawat dan memberikan pengobatan pada warga yang datang berobat ke klinik, dan sorenya mereka pulang untuk istirahat.
Disela-sela harinya, terkadang wati masuk kedalam hutan untuk mencari sumberdaya herbal yang berguna untuk pengobatan dan meningkatkan kekuatan juga daya tahan tubuh.
Terkadang wati juga berlatih olah Kanuragan untuk memperkuat tehnik beladirinya.
Hari ini wati yang masuk kedalam hutan untuk berlatih di tempat biasanya mendapatkan kejutan istimewa yang tidak diduganya.
Ditengah tengah latihannya tiba tiba wati dikejutkan oleh suara auman seekor harimau.
Dan ternyata harimau itu sudah memperhatikan wati sejak awal wati berlatih.
Wati segera bersiaga saat sang harimau putih itu tiba tiba melompat ke arahnya seolah akan menerkamnya.
Wati yang tak ingin merusak keseimbangan alam pun tak ingin melukai sang harimau hanya berusaha menghindar.
"Kenapa kau hanya menghindar ? gadis kecil"
tiba tiba terdengar suara yang berasal dari sang harimau
"Hah!! kau bersuara benarkah baru saja kau bicara ?"
tanya wati yang kaget karena tiba-tiba sang harimau putih yang menyerangnya mengeluarkan suara layaknya manusia.
"Apa yang aneh jika aku berbicara ?"
kembali terdengar kalau sang harimau didepannya kembali berbicara dengan mata tajam yang masih mengawasi wati
"Baiklah kau bisa berbicara, sekarang katakan apa maksudmu tiba tiba menyerangku ?"
wati yang memiliki wawasan segera tahu kalau yang ada didepannya saat ini adalah harimau siluman, maka wati langsung menanyakan maksud dari siluman harimau itu.
"Apa kau tidak sadar apa yang sudah kau lakukan ?, energi yang kau keluarkan saat berlatih sudah menarik perhatian beberapa mahluk seperti ku"
"Lalu ?"
tanya wati yang belum mengerti maksud dari siluman harimau itu
"Gadis bodoh, tentu saja manusia dengan kekuatan yang tidak biasa sepertimu akan dianggap sebagai ancamanan bagi mahluk seperti kami, selain itu kau juga merupakan santapan yang berguna untuk menambah energi kehidupan kami"
kata siluman harimau putih itu berusaha menerangkan pada gadis didepannya ini.
"Itu berarti kau juga sama seperti mereka ingin menjadikanku santapanmu ?"
tanya wati sambil memasang kuda kuda bersiap apabila siluman harimau itu menyerangnya lagi.
"Awalnya iya, tapi setelah aku menyerangmu dan kau sama sekali tak ingin membalas seranganku, dari situ aku tahu kau bukan gadis yang biasa, jadi aku mengurungkan niatku untuk menyantapmu"
Jawaban yang cukup membuat wati terkejut, karena bagaimanapun yang ada didepannya saat ini adalah hewan siluman yang alaminya memang memiliki naluri pemangsa.
"Tapi bagaimana bisa, karena pada umumnya sifat hewan alaminya adalah pemangsa apalagi kalian adalah hewan siluman yang pasti lebih berbahaya"
"Memang benar, tapi sebagian dari kamipun menjalani hidup lurus, dan tak sembarangan membunuh, dan sesungguhnya hewan liar juga siluman seperti ku bisa melihat hati manusia sehingga kami tahu gadis seperti apa kau ini"
"Baikla sekarang apa maumu ?"
tanya wati yang mulai bosan dengan ceramah dari mahluk didepannya ini.
"Aku tidak akan mengganggumu tapi kuingatkan agar kau lebih dulu membuat segel disekitar tempat kau berlatih untuk melindungi dirimu agar siluman yang lainnya tidak merasakan energi yang kau keluarkan"
kata siluman harimau putih itu menerangkan.
"Baiklah, tapi aku tidak bisa membuat mantra segel, karena aku tidak pernah mempelajarinya"
kata wati berterus terang, karena memang selama berlatih dengan ki ireng, wati tidak pernah belajar membuat mantra segel, karena dikehidupannya yang lalu didunia yang serba modern dia merasa mantra segel tidak diperlukan.
"Baiklah aku yang akan mengajarimu membuat mantra segel"
katanya sambil lebih dulu siluman harimau putih itu membuat mantra segel untuk melindungi area tempat wati berlatih.