NovelToon NovelToon
Purnama Tertutup Mega

Purnama Tertutup Mega

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Laviolla

Aku sibuk mengurus ibumu di atas pembaringan, sedangkan kamu sibuk menggoyang bosmu yang haus belaian. -Wulan-

Seperti cahaya purnama yang tertutup mega, semua kebaikan dan juga bakti yang sudah diberikan oleh Wulan untuk keluarganya sama sekali tak nampak di mata Awan. Wulan yang sudah dengan sabar merawat sang mertua yang lumpuh karena stroke di sela-sela kewajibannya menjadi seorang ibu muda sampai membuat wanita itu tidak memiliki waktu untuk dirinya sendiri tidak lantas membuat wanita itu mendapatkan balasan kesetiaan.

Wulan memilih untuk berpisah saat memergoki Awan berselingkuh. Wanita itu rela menjanda daripada batinnya selalu tersiksa karena Awan telah terpikat pada seorang janda kaya yang merupakan bos di tempat sang suami bekerja.

Lantas, bagaimanakah Wulan menjalani hari-harinya sebagai seorang janda? Dan bagaimana kehidupan Awan setelah kepergian Wulan? Apakah istri baru Awan bisa menjadi sosok istri dan menantu yang sempurna atau justru durhaka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Laviolla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PTM 25. Warisan

"Pak, ada apa sih kok buru-buru minta Ibu untuk mengambil uang titipan mbah Inah? Ibu sampai harus pulang lebih dulu dari pertemuan rutin PKK."

Rahmi yang baru saja menginjakkan kaki di teras langsung melayangkan protes kepada Sastro yang tengah duduk di ruang tamu. Pasalnya wanita itu sungguh heran karena di saat ia sedang kumpul arisan bersama ibu-ibu PKK, sang suami tiba-tiba mengirim pesan memintanya untuk mengambil uang titipan mbah Inah di bank. Untung buku tabungan selalu ada di dalam tas, sehingga Rahmi tidak perlu bolak-balik untuk mengambil buku tabungan di rumah.

"Duduk dulu Bu. Ini loh ada Wulan!" ucap Sastro sembari menunjuk ke arah Wulan yang kebetulan duduk membelakangi Rahmi dari arah pintu masuk.

Rahmi melabuhkan pandangannya ke arah yang ditunjuk oleh sang suami. "Ya ampun Lan, kamu pulang?"

Wulan beranjak dari tempat duduknya. Ia tersenyum ramah di hadapan bu RT sembari mengulurkan tangan untuk bersalaman.

"Iya Bu, saya pulang. Dan rencananya saya mau menempati rumah nenek lagi."

"Lalu suamimu mana? Kok tidak diajak?"

Sastro melirik ke arah sang istri. Memberi satu isyarat agar sang istri tidak membahas perihal suami Wulan. Rahmi pun segera paham dengan apa yang menjadi maksud sang suami.

"Oh maaf Lan, aku tidak bermaksud..."

"Tidak apa-apa Bu. Nanti pasti akan saya ceritakan tapi tidak untuk saat ini."

"Ya sudah, ayo duduk Lan!" titah Sastro.

Ketiga orang itu duduk di kursi masing-masing. Wulan nampak begitu intens menatap Sastro dan juga Rahmi. Entah mengapa ia merasa jika yang akan disampaikan oleh dua orang itu merupakan hal yang sangat penting.

Sastro beranjak dan masuk ke dalam kamar. Ia ambil sebuah kotak kayu berwarna hitam yang penuh ukiran dari dalam almari. Kemudian ia bawa ke hadapan Wulan.

"Jadi begini Lan, sebelum mbah Inah meninggal, beliau mendatangiku dan memberikan kotak ini kepadaku."

"Kotak apa ini Pak?" tanya Wulan begitu penasaran. Karena selama ia hidup bersama sang nenek, sekalipun ia tidak pernah melihat kotak itu.

Sastro membuka kotak itu dan ia ambil sesuatu dari dalam sana. Sebuah syal yang terbuat dari benang rajut berwarna cokelat mahogani yang berpadu dengan warna mocca.

"Di dalam kotak ini ada sebuah syal. Mbah Inah berpesan, kelak ketika kamu pulang ke rumah, kotak ini harus sampai ke tanganmu. Maka dari itu, aku rasa saat ini adalah waktu yang tepat untuk menunaikan amanah dari mbah Inah."

Wulan menerima syal yang di ulurkan oleh Sastro. Dengan lekat, Wulan menatap syal yang ada di tangannya. Sebuah syal rajut yang di ujungnya tertulis sebuah nama 'Wulan'.

"Apakah ini syal buatan Nenek, Pak?" tanya Wulan penasaran.

Sastro dan Rahmi saling bertatap netra. Keduanya seperti menyimpan sebuah rahasia yang sampai saat ini begitu rapat mereka jaga.

"Aku rasa bukan, Lan. Karena setahuku mbah Inah tidak bisa merajut," timpal Rahmi.

"Lantas siapa yang merajut syal ini, Bu? Saya rasa ini adalah syal buatan seseorang dengan tangannya sendiri."

"Sudah, tidak perlu membahas perihal syal itu Lan. Suatu hari nanti pasti kamu akan menemukan jawabannya tentang siapa yang merajut syal ini," ucap Sastro memangkas semua tanda tanya yang terlintas di dalam benak Wulan.

Wulan masih menatap intens syal yang diberikan oleh Sastro. Entah apa yang terjadi, sesaat setelah melihat syal rajut ini tiba-tiba hatinya terasa begitu hangat. Ada kehangatan yang tetiba mengaliri aliran darah yang membuatnya seperti begitu dekat dengan pembuat syal ini.

"Selain syal, ada juga sejumlah uang yang ada di dalam kotak ini Lan. Ketika itu kami hitung ada sebanyak lima puluh juta dan kami putuskan untuk menyimpannya di bank." Sastro melirik ke arah sang istri. "Bu, uangnya sudah kamu ambil kan?"

Rahmi menganggukkan kepala seraya mengambil sebuah amplop cokelat dari dalam tas yang ia bawa. Ia letakkan amplop cokelat itu tepat di samping kotak kayu.

"Di dalam sini ada uang sejumlah lima puluh juta, Lan. Silakan diterima!" ucap Rahmi mempersilahkan.

Kedua bola mata Wulan terbelalak sempurna dengan bibir yang menganga lebar. Kali ini ia benar-benar syok dengan apa yang disampaikan oleh Sastro dan Rahmi.

"Uang? Uang dari mana Pak, Bu? Padahal selama ini simbah hidup pas-pasan hanya dengan menjadi buruh tani. Kok bisa simbah memiliki uang sebanyak ini?"

"Untuk hal itu aku benar-benar tidak tahu Lan. Yang jelas ini adalah uang yang ditipkan oleh mbah Inah dan hari ini adalah saatnya kami menyerahkannya kepadamu."

"Ya Tuhan..."

Wulan tak sanggup lagi berkata-kata. Matanya memanas hingga membentuk satu genangan di sudut netra. Tak berselang lama, air mata itu menetes. Hatinya diliputi oleh rasa haru sekaligus rasa syukur yang luar biasa. Di saat ia kebingungan mencari jalan keluar untuk semua permasalahan yang ia hadapi karena tidak memiliki uang, tiba-tiba tangan Tuhan bekerja melalui perantara Sastro dan Rahmi.

"Ini rezeki untukmu, Lan. Diterima ya," ucap Rahmi. Ia mengambil amplop cokelat itu lagi dan ia serahkan kepada Wulan.

Air mata Wulan semakin deras mengalir. Ia memeluk tubuh Rahmi dan ia tumpahkan air matanya di atas bahu wanita paruh baya ini. Dengan lembut, Rahmi mengusap-usap punggung Wulan.

"Jika kamu ingin tinggal di rumah itu, pergunakan sebagian uang ini untuk merenovasi rumah agar nyaman dan layak untuk kamu tinggali bersama anakmu, Lan. Dan sebagian lagi bisa untuk membuka usaha," usul Rahmi.

Wulan menganggukkan kepala. "Iya Bu, akan saya pergunakan untuk merenovasi rumah dan membuka usaha jahit baju."

"Bagus itu Lan. Semoga semua ini bisa membawa keberkahan untukmu."

"Terima kasih Bu."

Wulan mengurai pelukannya dari tubuh Rahmi. Ia tatap lekat wajah Bagas yang saat ini sudah membuka mata dan terlihat begitu anteng di gendongan Wulan. Bayi kecil itu bahkan tidak rewel sama sekali seakan mengerti keadaan sang ibu yang sedang carut marut. Dengan penuh sayang, Wulan menciumi wajah sang anak dengan perasaan bahagia tiada terkira.

"Lan, jika memang rumah mau kamu renovasi, ada baiknya untuk sementara kamu tinggal di sini dulu," ujar Sastro memberikan satu saran.

Wulan terkesiap mendengar tawaran dari Sastro. Ada sedikit rasa tidak enak hati jika ia menerima tawaran itu. Wulan khawatir akan merepotkan Sastro atapun Rahmi. Namun jika ia menolak, ia tidak tahu lagi akan bagaimana untuk sementara waktu mengungsikan diri dan anaknya.

"Tapi Pak, apa tidak merepotkan jika saya tinggal di sini?"

"Tentu saja tidak merepotkan, Lan. Malah kami justru senang ada yang menemani di sini. Kamu tahu sendiri kan kalau anak lelakiku bekerja di ibukota. Sedangkan adiknya kuliah di luar kota?" Rahmi mencoba memupus segala perasaan tidak enak hati yang hinggap di hati Wulan.

"Betul apa yang dikatakan istriku Lan. Kami berdua benar-benar kesepian karena anak kami masing-masing sudah menjalani kehidupan di luar kota. Jadi bagaimana? Kalau kamu bersedia, aku akan segera menemui Parman yang merupakan tukang untuk merenovasi rumah nenekmu."

Bibir Wulan kembali menganga lebar. Sungguh di luar dugaan, jika jalan yang sebelumnya ia anggap berat dan sulit untuk dilalui kini berjalan dengan sangat mudah. Bahkan perihal renovasi rumah, akan dibantu oleh pak RT untuk mencarikan tukangnya.

Ya Tuhan.... Aku selalu percaya bahwa Engkau tidak pernah meninggalkanku sendirian. Terima kasih untuk segala kemudahan-kemudahan ini.

.

.

.

1
Laviolla
selamat membaca semua.. jangan lupa untuk like komen subscribe follow dan share ya... mkasih
Laviolla
selamat membaca semua... jangan lupa untuk like, komen, subscribe, follow dan share ya.. mkasih
Hanindia
waaaowww dapat warisan,,, selamat Lan.. semoga beruntung hidupmu ke depannya
Hanindia
amanat apa ya kira -kira??? semoga hal yang bermanfaat Lan
suciati
tuh kan bener dapat warisan.../Tongue/ semoga bermanfaat untuk merubah hidupmu lan
suciati
uhuuyyyy dapet warisan kayaknya.../Drool/ bener2 beruntung kamu Lan
Laviolla
selamat membaca semua.. jangan lupa untuk like, komen, subscribe, follow dan share ya.. mkasih
sunaryati jarum
Sepertinya kamu anak yang ditemukannya Nenek Inah,Wulan.Semoga kehidupan kamu selanjut lebih baik Wulan.
linda
rezeki nomplok lan... 🤣🤣
Anonim
Laki goblok tinggalin lan,run
sunaryati jarum
Semoga nenek Wulan Mempunyai peninggalan barang atau ilmu yang dapat mengubah hidup Wulan menjadi baik dan sukses
Laviolla
selamat membaca semua. jgn lupa untuk like komen subscribe follow dan share mkasih
linda
wulan dapat warisan😍😍😍 itu si cowok tampan sepertinya yg bakal jadi jodoh wulan selanjutnya
sunaryati jarum
Semoga langkah kamu menuju kebebasan , kesuksesan dan kebahagiaan. Wulan
linda
bagus Lan.. selamat melanjutkan hidupmu,, smg sukses
suciati
semogq sukses lan
Hanindia
selamat berjuang Lan... semoga kamu sukses
Hanindia
kalian emang serasi... penghianat dan pelakor bersatu
Hanindia
wuiiihh,, udah berani nampar??? emang gila tuh awan
Hanindia
selamat Lan, lelaki kayak awan emg gk pantes dipertahankan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!